home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Paronikia

Definisi|Jenis|Tanda dan gejala|Penyebab|Diagnosis dan pengobatan|Pengobatan di rumah
Paronikia

Definisi

Apa itu paronikia?

Paronikia (paronychia) adalah infeksi yang terjadi pada kulit di sekitar kuku jari-jari tangan dan kaki. Jaringan sekitar kuku yang terinfeksi akan membengkak, melunak saat disentuh, meradang, dan terasa sakit.

Penyakit kuku ini dapat terjadi akibat adanya infeksi, jamur, bakteri atau virus tertentu. Selain itu, risiko infeksi akan lebih tinggi bila terdapat luka atau trauma, seperti menggigit kuku, sering mencuci piring, atau terpapar bahan kimia.

Umumnya, gejala paronikia dapat muncul perlahan-lahan dan berlangsung seminggu. Sementara itu, beberapa kasus juga menunjukkan gejala muncul tiba-tiba dan berlangsung hanya 1 – 2 hari.

Berbeda dengan herpetic whitlow, paronikia hanya terjadi pada sekitar kuku jari. Sedangkan, herpetic whitlow menimbulkan benjolan kecil berisi nanah di jari tangan dan tidak hanya berada di sekitar kuku jari.

Bila tidak diobati, paronikia dapat menyebabkan infeksi yang parah, seperti jaringan jari mengalami kerusakan. Akibatnya, jari harus diamputasi.

Kabar baiknya, kerusakan pada kuku ini dapat disembuhkan dengan berbagai cara, seperti drainase, bedah, dan obat-obatan tertentu.

Seberapa umum kondisi ini?

Paronikia adalah kondisi yang dapat terjadi pada siapa saja. Bahkan, kondisi ini adalah infeksi tangan yang paling umum ditemukan di Amerika Serikat.

Selain itu, benjolan di sekitar kuku ini lebih banyak terjadi pada wanita dibandingkan pria, dengan rasio 3:1. Penyakit kuku ini juga memiliki angka kejadian yang tidak jauh berbeda pada pasien dari berbagai golongan usia.

Anda bisa mengatasi paronikia dan menghindari masalah ini dengan mengendalikan faktor risiko yang ada. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut, silakan konsultasikan dengan dokter.

Jenis

Apa saja jenis paronikia?

Infeksi pada kulit di sekitar kuku dibagi menjadi dua jenis, tergantung pada berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk sembuh. Jenis paronikia juga dilihat berdasarkan kapan gejala pertama kali muncul dan bakteri penyebab infeksi.

Paronikia akut

Umumnya, infeksi akut yang terjadi di sekitar kuku akan berkembang dengan cepat. Jenis paronikia ini berawal dari kerusakan kulit yang disebabkan oleh menggigit kuku, mencabut kutikula (kulit) kuku, manikur, atau cedera lainnya.

Bakteri yang menjadi penyebab infeksi jenis akut ini umumnya adalah Staphylococcus dan Enterococcus.

Paronikia kronis

Berbeda dengan infeksi akut, paronikia kronis terjadi akibat dermatitis iritan akibat paparan bahan kimia, seperti asam dan alkali. Itu sebabnya, jenis infeksi ini lebih banyak dialami oleh ART, bartender, hingga perenang.

Bakteri penyebab infeksinya pun berbeda, yaitu Candida albicans. Hal ini yang membuat orang-orang yang sering terpapar air lebih rentan terhadap masalah kuku ini.

Jika pelindung kuku rusak dan sering terpapar terhadap bahan kimia yang ada pembersih, tentu dapat menimbulkan infeksi kronis. Benjolan di sekitar kuku ini berkembang lebih lambat dan berisiko muncul kembali di lain waktu.

Tanda dan gejala

Apa tanda dan gejala paronikia?

Setiap orang umumnya memiliki gejala paronikia yang cukup beragam, tergantung pada jenis dan durasi infeksi. Berikut ini beberapa gejala umum yang muncul berdasarkan jenis infeksinya.

Paronikia akut:

  • ruam kemerahan (erythema),
  • jari membengkak,
  • adanya nanah di lipatan sisi kuku,
  • infeksi pada kulit di bawah kuku, serta
  • kuku lebih rapuh dan rentan terlepas.

Paronikia kronis:

  • jari membengkak,
  • ruam merah pada sekitar kuku,
  • lipatan sisi kuku melunak,
  • perubahan warna kuku jadi hitam, serta
  • kutikula dan lipatan sisi kuku terpisah dari kuku.

Selain gejala yang disebutkan di atas, ada beberapa gejala lainnya yang cukup umum terjadi ketika benjolan pada sekitar kuku muncul, meliputi:

  • kuku berubah warna menjadi hijau, serta
  • kuku membesar akibat pembengkakan sel (hipertropi).

Jika tidak segera ditangani, infeksi kuku ini dapat menyebar ke bagian kulit yang tebal di sekitar kuku dan membuat kuku terlepas.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikan dengan dokter.

Kapan harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda atau gejala yang disebutkan atau pertanyaan lainnya, silakan konsultasikan dengan dokter. Pasalnya, tubuh setiap orang menunjukkan gejala yang berbeda.

Untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi, selalu periksakan apapun gejala yang dirasakan ke dokter.

Penyebab

Apa saja penyebab paronikia?

Paronikia adalah infeksi yang disebabkan oleh berbagai hal. Patogen utama yang menyebabkan kondisi ini adalah bakteri, jamur, atau kondisi dari keduanya.

Pada kasus yang akut, infeksi terjadi akibat trauma atau luka pada jari dan kuku. Kebiasaan menggigit kuku, mencabut kulit di sekitar kuku, atau perawatan manicure yang tidak rapi bisa menjadi penyebab infeksi ini.

Sementara itu, infeksi yang bersifat kronis kemungkinan disebabkan oleh jamur Candida. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan infeksi ini dapat dipicu oleh bakteri.

Jamur Candida biasanya tumbuh dengan subur di lingkungan yang lembap dan basah. Hal ini tentu menyebabkan infeksi lebih mudah terjadi pada orang yang bekerja dan sering terpapar air.

Apa faktor yang meningkatkan risiko terkena kondisi ini?

Paronikia adalah masalah kuku yang dapat terjadi pada hampir setiap orang, terlepas dari usia dan kelompok rasnya. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit ini.

Jenis kelamin

Paronikia lebih banyak ditemukan pada wanita dibandingkan pria. Artinya, wanita berisiko lebih tinggi mengalami infeksi di sekitar kuku.

Kebiasaan menggigit kuku

Senang menggigit kuku dapat menyebabkan kulit di sekitar jari tangan menjadi rusak. Akibatnya, peluang untuk terpapar jamur atau bakteri penyebab infeksi pun jauh lebih besar.

Sering pakai sarung tangan

Memakai sarung tangan terlalu sering dapat menciptakan lingkungan yang lembap pada bagian dalam tangan. Hal ini tentunya berpotensi memicu pertumbuhan jamur dan bakteri yang dapat menginfeksi kulit di sekitar kuku.

Penggunaan obat tertentu

Bagi Anda yang menggunakan obat retinoid oral mungkin perlu berhati-hati. Hal ini dikarenakan retinoid oral seperti isotretinoin dapat mengeringkan kulit dan berisiko terinfeksi oleh jamur dan bakteri.

Diagnosis dan pengobatan

Bagaimana cara mendiagnosis kondisi ini?

Umumnya, dokter dapat mendiagnosis paronikia lewat pemeriksaan fisik, yaitu tampilan kuku yang terinfeksi. Bila diperlukan, dokter akan mengambil sampel nanah atau cairan dari kuku yang terinfeksi jamur.

Sampel tersebut nantinya diteliti di laboratorium untuk mengetahui penyebab infeksi dan menentukan perawatan yang tepat untuk Anda.

Apa saja cara mengobati paronikia?

Perawatan paronikia dibagi menjadi dua bagian berdasarkan jenis. Berikut penjelasan lengkapnya.

Paronikia akut

Paronikia akut umumnya memiliki gejala yang ringan hingga sedang, sehingga Anda bisa mengatasinya dengan perawatan rumahan. Anda dapat memulainya dengan merendam jari yang terinfeksi di air hangat selama 15 menit sebanyak 2 – 3 kali sehari.

Metode ini biasanya cukup ampuh meringankan rasa sakit dan pembengkakan. Bila tidak kunjung membaik, sebaiknya periksakan diri ke dokter.

Dokter spesialis kulit nantinya akan meresepkan antibiotik oral dan menganjurkan Anda untuk mengangkat jari yang bermasalah. Bila nanah sudah menumpuk di dekat kuku, dokter mungkin akan membius jari yang terinfeksi dan mengeluarkan nanahnya.

Bila diperlukan, sebagian kecil kuku akan dicabut agar area tersebut benar-benar terkuras, seperti operasi cantengan.

Paronikia kronis

Paronikia kronis biasanya disebabkan oleh infeksi jamur. Oleh sebab itu, dokter akan mengobati infeksi dengan obat antijamur yang dioleskan pada kulit, seperti clotrimazole atau ketoconazole.

Obat-obatan ini mungkin perlu dioleskan setiap hari selama beberapa minggu hingga gejalanya membaik. Anda juga diminta untuk merawat kuku dan kulit di sekitarnya agar tetap kering dan bersih.

Pada kasus yang sangat parah, Anda mungkin perlu minum obat antijamur atau steroid untuk menekan penyebaran infeksi dari dalam.

Pengobatan di rumah

Kunci utama dari mencegah paronikia adalah merawat kuku dengan baik. Berikut di antaranya.

  • Menghindari kebiasaan menggigit kuku.
  • Menjaga tangan dan kaki tetap bersih dan kering.
  • Menghindari memotong kulit di sekitar kuku.
  • Menggunakan sarung tangan bila sering terpapar air atau bahan kimia.
  • Menghindari memotong kuku terlalu pendek.
  • Memakai gunting kuku yang bersih.
  • Menghindari penggunaan sarung tangan atau kaus kaki yang terlalu lama.

Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi dokter spesialis kulit untuk mendapatkan solusi yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Paronychia. (2018). Harvard Health Publishing. Retrieved 13 September 2019, from https://www.health.harvard.edu/a_to_z/paronychia-a-to-z 

Paronychia. (2017). Cleveland Clinic. Retrieved 13 September 2019, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15327-nail-infection-paronychia 

Leggit, J. (2017). Acute and Chronic Paronychia. American Family Physician, 96(1), 44-51. Retrieved 26 November 2020, from https://www.aafp.org/afp/2017/0701/p44.html 

Gomez, J. (2017). Paronychia. DermNet NZ. Retrieved 26 November 2020, from https://dermnetnz.org/topics/paronychia/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Shylma Na'imah Diperbarui 25/01/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro