Perbedaan Kulit Kering dan Kulit Dehidrasi yang Jarang Diketahui

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 10 Februari 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Saat kulit tampak kering dan kusam, penyebabnya belum tentu karena produksi minyak yang kurang. Kulit Anda mungkin sedang mengalami dehidrasi, dan kondisi ini berbeda dengan kulit kering pada umumnya. Mengetahui perbedaan antara kulit kering dan dehidrasi amatlah penting, sebab hal ini turut menentukan cara mengatasinya.

Beda kulit kering dan dehidrasi

kulit kering

Melansir laman UW Health, kulit dehidrasi dapat menimpa siapa saja. Begitu pun pada orang-orang yang memiliki kulit berminyak. Moisturizer yang hanya melembapkan permukaan kulit tentu tidak cukup untuk mengatasi kulit dehidrasi yang kekurangan air.

Agar perawatan kulit menjadi lebih efektif, berikut perbedaan antara kulit kering dan kulit dehidrasi yang perlu Anda ketahui:

1. Penyebab

Kulit kering disebabkan karena berkurangnya produksi minyak alami dari folikel rambut. Kondisi ini bersifat genetik, tapi orang berusia 40 tahun ke atas juga bisa mengalaminya karena produksi minyak akan menurun seiring bertambahnya usia.

Kulit dehidrasi disebabkan oleh beragam faktor. Penyebab yang paling umum adalah kurang minum air. Akan tetapi, kulit pun bisa mengalami dehidrasi akibat suhu panas atau dingin, kurang tidur, kurangnya kelembapan udara, serta paparan sinar matahari.

2. Gejala

Perbedaan lain dari kulit kering dan dehidrasi terdapat pada ciri-cirinya. Kulit yang kering cenderung kisut dan agak keriput. Kulit biasanya juga terasa gatal, kemerahan, dan terdapat lapisan kulit mati berwarna putih seperti yang bisa Anda lihat pada siku.

Sementara itu, kulit yang mengalami dehidrasi terasa lebih kencang dan tidak kenyal. Anda juga dapat melihat pori-pori kulit dengan jelas disertai tekstur yang kering, kasar, bersisik, serta mudah terbentuk serpihan kulit.

3. Bahan yang sesuai untuk kulit

Produk pelembap kulit dilengkapi dengan berbagai bahan dengan kegunaan tersendiri. Hyaluronic acid dan ceramide misalnya, dapat digunakan untuk mengatasi kulit kering maupun dehidrasi. Namun, tidak semua bahan cocok untuk keduanya.

Perbedaan ini turut menentukan cara Anda mengatasi kulit kering dan dehidrasi. Sebagai acuan, berikut beberapa bahan dalam pelembap yang sesuai untuk masing-masing jenis kulit:

  • Kulit kering: minyak biji atau kacang (kelapa, almond, rami), minyak tumbuhan (jojoba, mawar, tea tree), lanolin, dan shea butter.
  • Kulit dehidrasi: gliserin, madu, lidah buaya, asam laktat, asam sitrat, dan lendir siput.

Apakah kulit Anda mengalami dehidrasi?

menggunakan lotion saat kulit basah

Cara paling mudah untuk mengenali perbedaan antara kulit kering dengan kulit yang dehidrasi adalah dengan tes cubitan. Tes ini mungkin tidak memberikan hasil yang mutlak, tapi cukup berguna untuk menunjukkan tanda-tanda umumnya.

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Cubit sedikit bagian dari pipi, perut, dada, atau punggung tangan. Tahan selama beberapa detik.
  2. Jika kulit kembali ke bentuk awalnya dengan cepat, berarti kulit Anda tidak mengalami dehidrasi.
  3. Jika bentuk kulit baru kembali setelah beberapa detik, berarti kulit Anda mengalami dehidrasi.
  4. Ulangi pada area lain sesuka Anda.

Kulit pun dapat mengalami dehidrasi seperti halnya seluruh tubuh Anda. Sayangnya, terkadang banyak orang salah memahami perbedaan antara kulit kering dan dehidrasi sehingga penanganannya juga keliru.

Guna mencegah dehidrasi, cukupi kebutuhan air Anda dan lindungi kulit dari beragam hal yang bisa mengurangi kelembapannya. Gunakan pula moisturizer untuk melindungi permukaan kulit dan humidifier untuk menjaga kelembapan udara di sekitar Anda.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Cara untuk Mengetahui Produk Skincare Anda Cocok dengan Kulit

Kulit dapat menunjukkan tanda tertentu saat dipakaikan produk skincare baru. Begini cara mengetahui apakah skincare Anda cocok atau tidak.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 2 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Luka Bakar

Luka bakar adalah kerusakan di jaringan kulit manusia. Cari tahu gejala, penyebab, derajat luka, serta pengobatan luka bakar di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 27 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit

Sabun Susu Kambing Lebih Baik dari Sabun Mandi Biasa, Benarkah?

Selain dijadikan pengganti susu sapi, susu kambing juga diolah menjadi sabun. Sabun susu kambing menyimpan segudang manfaat. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 27 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Kulit Anda Sering Bermasalah? Bisa Jadi Karena Peredaran Darah Tidak Lancar

Kulit kusam, berbintik, kering, dan berjerawat? Mungkin penyebabnya adalah sirkulasi darah yang buruk. Bagaimana sirkulasi bisa membuat kulit lebih sehat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan Kulit 24 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit



Direkomendasikan untuk Anda

pilihan sabun cuci muka untuk kulit kering

5 Tips Memilih Sabun Cuci Muka untuk Kulit Kering

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
memutihkan lutut hitam

5 Cara Mencerahkan Kulit Siku dan Lutut yang Menghitam

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 20 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
pemicu gatal penuaan

Pemicu Gatal dan Hubungannya dengan Penuaan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
kulit jari mengelupas

10 Penyebab Kulit Jari Mengelupas dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 4 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit