home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Biduran

Definisi biduran|Tanda dan gejala biduran|Penyebab biduran|Diagnosis dan pengobatan|Pengobatan di rumah
Biduran

Definisi biduran

Biduran adalah kondisi ketika kulit mengalami ruam kulit gatal yang menimbulkan benjolan. Kondisi ini memiliki beberapa nama medis yaitu urtikaria atau kaligata.

Terdapat dua jenis biduran, yaitu yang akut dan yang kronis. Terlepas dari jenisnya, biduran bisa muncul pada salah satu bagian tubuh atau menyebar ke area yang lebih besar.

Kondisi ini bukanlah penyakit yang membahayakan, tapi bisa membuat pasiennya merasa tidak nyaman saat tidur atau saat beraktivitas sepanjang hari karena sensasi gatal yang muncul.

Seberapa umum kondisi biduran?

Urtikaria akut sangatlah umum terjadi pada pasien dengan usia berapa pun. Namun, kondisi ini lebih sering terdapat pada wanita daripada laki-laki.

Selain itu, urtikaria juga rentan terjadi pada orang-orang yang memiliki riwayat reaksi alergi atau dermatitis atopik.

Sedangkan menurut laporan DermNet, urtikaria kronis dengan gejala yang lebih banyak terjadi pada wanita. Ada pula urtikaria kronis yang gejalanya muncul secara perlahan, tapi hal ini masih terkait dengan masalah genetik dan autoimun.

Tanda dan gejala biduran

Umumnya, pasien yang terkena biduran akan mengalami:

  • munculnya bekas luka berwarna merah atau putih pada wajah, badan, lengan atau kaki,
  • kemunculan bentol dengan berbagai ukuran dan bentuk. serta
  • gatal-gatal.

Gejala tersebut bisa terjadi secara tiba-tiba atau berkembang secara perlahan. Bila akut, gejala akan menghilang hanya dalam hitungan hari. Namun dalam kasus kronis, gejalanya bisa berlangsung selama berbulan-bulan.

Pada beberapa orang, biduran bersifat kambuhan. Biasanya gejala akan muncul ketika terpapar dengan pemicunya seperti panas atau stres.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak tersebut. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter apabila:

  • gejala lebih parah dan tiidak menghilang dalam 48 jam,
  • telah mengganggu aktivitas sehari-hari,
  • disertai gejala lain seperti pusing atau sesak napas, serta
  • tidak mempan terhadap pengobatan.

Penanganan yang lebih cepat tentu juga akan membantu penyembuhan Anda agar menjadi lebih mudah.

Penyebab biduran

Histamin dan zat kimia lain yang masuk ke dalam aliran darah dapat menyebabkan kaligata. Kondisi ini biasanya muncul saat ada reaksi alergi terhadap pemicu seperti alergi hewan peliharaan, serbuk sari, atau lateks.

Saat terkena zat alergen, tubuh melepaskan histamin dan bahan kimia ke dalam darah sehingga menyebabkan gatal, bengkak, dan gejala alergi lainnya.

Di bawah ini beberapa kondisi yang membuat mekanisme tersebut terjadi.

1. Alergi makanan

Alergi makanan atau minuman seperti telur, kerang, kacang tanah, atau buah beri dapat menyebabkan kondisi ini.

Bentol merah akibat kaligata bisa langsung muncul sesaat setelah seseorang makan makanan penyebab alergi, tapi ada juga yang memerlukan waktu beberapa jam sebelum muncul gejala.

Selain itu, beberapa bahan makanan seperti pewarna buatan dan pengawet dapat memicu adanya kondisi ini. Solusinya tentu saja adalah dengan menghindari makanan atau minuman yang menjadi pemicunya.

2. Udara luar

Munculnya bentol-bentol atau biduran akibat gigitan serangga atau paparan serbuk sari termasuk umum. Yang sering tidak Anda sadari, biduran juga bisa disebabkan oleh paparan sinar matahari, suhu dingin, atau angin kencang.

Meski begitu, bukan berarti Anda serta-merta memiliki alergi suhu yang dingin atau udara luar karena bentol-bentol dan gatal yang Anda alami.

Bentol-bentol dan gatal yang muncul karena udara bisa jadi karena kondisi kulit yang sensitif dengan berbagai cuaca di luar ruangan.

3. Penyakit tertentu

Penyakit lupus, limfoma, penyakit tiroid, hepatitis, maupun HIV sama-sama menimbulkan gejala gatal-gatal mirip biduran. Namun, jenis bidurannya tergolong kronis sehingga harus diatasi dengan bantuan obat.

Menurut American Osteopathic College of Dermatology, 50% kasus urtikaria kronis disebabkan oleh penyakit autoimun, yakni saat sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringan tubuhnya sendiri.

Penyakit tiroid termasuk penyakit autoimun yang paling sering dilaporkan oleh penderita urtikaria kronis, selanjutnya diikuti oleh keluhan rematik dan diabetes tipe 1.

4. Berkeringat

Keringat pada dasarnya tidak menyebabkan gatal-gatal. Akan tetapi, tubuh yang berkeringat menandakan tubuh sedang mengalami kenaikan suhu.

Bagi beberapa orang, kenaikan suhu tubuh—baik karena olahraga maupun mandi air panas—yang membuat Anda berkeringat dapat memicu gatal-gatal.

Saat berkeringat, tubuh memproduksi asetilkolin, yaitu bahan kimia yang menghambat pemecahan sel. Asetilkolin ini dapat mengganggu perkembangan sel-sel kulit sehingga kulit menjadi iritasi dan memicu ruam.

5. Alergi tungau debu

Alergi terhadap tungau debu rumah juga bisa menjadi penyebab biduran. Tumpukan debu yang terkumpul pada sudut-sudut rumah menyediakan tempat tinggal yang nyaman bagi kutu mikroskopik ini.

Debu merupakan kumpulan partikel sisa dari berbagai macam hal, mulai dari rerontokan daun kering, sel kulit mati, tanah, bangkai serangga, sisa makanan, serat, dan sampah lainnya.

Tungau hidup dari sel-sel kulit mati yang Anda lepaskan setiap hari. Itu sebabnya, beberapa area favorit hewan kecil ini yaitu kasur, seprai, sela-sela jahitan pinggir kasur, bantal, hingga koleksi boneka anak Anda.

6. Stres

Penelitian menunjukkan bahwa stres merupakan biang keladi dari berbagai penyakit fisik dan mental. Stres dapat memicu masalah kulit, apalagi jika berlebihan. Itu karena sistem kekebalan tubuh yang menurun.

Stres dan amarah dapat membuat tubuh melepaskan histamin. Akibatnya, tubuh memberikan respons peradangan dengan memunculkan bentol merah seperti biduran.

Biasanya saat Anda stres, gejala lain juga dapat mengikuti seperti produksi keringat berlebih. Jika Anda berada pada lingkungan yang panas, lembap, atau sirkulasi udaranya tidak lancar, keringat akan terperangkap dalam lapisan kulit.

Akibatnya, kondisi tersebut akan menimbulkan biang keringat pada kulit yang terasa gatal. Biang keringat tidak membahayakan, tetapi sampai betulan hilang biasanya Anda membutuhkan waktu setidaknya dua minggu.

Bila Anda mengalami urtikaria kronis akibat suhu panas atau penyakit, segera konsultasikan pada dokter untuk penanganan lebih lanjut. Dokter mungkin akan menyarankan resep antihistamin untuk mengurangi gejala yang timbul.

Sementara bila kemungkinan disebabkan oleh kondisi stres, kendalikan stres Anda dengan beberapa cara seperti berolahraga, latihan pernapasan, serta meditasi.

Diagnosis dan pengobatan

Bagaimana mendiagnosis biduran (kaligata, urtikaria)?

Mulanya, Anda harus melakukan pemeriksaan fisik serta menjawab beberapa pertanyaan dari dokter terkait gejala yang Anda rasakan.

Anda mungkin diminta untuk menuliskan kegiatan sehari-hari Anda serta obat-obatan, herbal, dan suplemen yang Anda konsumsi.

Dokter mungkin juga akan memberi pertanyaan mengenai makanan dan minuman apa saja yang Anda konsumsi, lokasi munculnya kaligata, dan berapa lama luka menghilang.

Untuk mengonfirmasi penyakitnya, dokter akan merujuk Anda untuk menjalani tes darah dan tes alergi.

Bagaimana cara mengobati kondisi ini?

Umumnya, kaligata tidak perlu diobati hingga beberapa hari. Pada beberapa kasus, dokter akan memberi obat alergi antihistamin guna mengurangi rasa tidak nyaman.

Pilihan lainnya yakni tablet steroid untuk menangani kasus urtikaria yang parah secara jangka pendek. Di bawah ini berbagai obat biduran yang biasa diresepkan dokter.

1. Antihistamin

Mengonsumsi pil antihistamin sebagai obat biduran menjadi cara efektif untuk mencegah gatal-gatal.

Selain itu, antihistamin juga memblokir pelepasan histamin oleh tubuh yang menjadi pemicu kemunculan gejala biduran. Biasanya dokter akan meresepkan berbagai antihistamin seperti:

Jika keempat jenis antihistamin tersebut tidak cukup membantu, dokter bisa saja meningkatkan dosisnya. Selain itu, dokter akan mencoba jenis antihistamin lain dengan efek mengantuk agar rasa gatal terhindar dengan tidur.

Beberapa obat untuk meredakan biduran yang menyebabkan kantuk, antara lain Chlorphenamine (CTM), hydroxyzine pamoate (Vistaril), dan doxepin (Zonalon).

Jangan lupa untuk memberitahu dokter jika Anda sedang dalam kondisi hamil dan menyusui, memiliki kondisi medis lain, atau sedang mengonsumsi obat tertentu.

2. Losion calamine

Losion calamine dapat membantu meredakan gatal dengan cara memberikan efek dingin pada kulit.

Untuk menggunakannya, kocok losion agar racikannya tercampur rata. Kemudian, tuang losion secukupnya pada kapas dan oleskan kapas tersebut ke kulit yang terkena biduran. Biarkan sampai mengering.

3. Obat antiradang

Kortikosteroid oral seperti seperti prednison dapat membantu mengurangi pembengkakan, kemerahan, dan gatal.

Biasanya obat ini diresepkan untuk mengendalikan biduran kronis dan hanya digunakan dalam jangka waktu singkat. Obat ini memiliki efek samping serius jika pasien mengonsumsinya dalam waktu yang lama.

4. Antidepresan

Antidepresan trisiklik doxepin (Zonalon), biasanya digunakan dalam bentuk krim yang dapat membantu meredakan gatal. Obat ini dapat menyebabkan pusing dan kantuk sehingga rasa gatal Anda sedikit teralihkan dengan tidur.

5. Omalizumab (Xolair)

Dokter biasanya memberi obat omalizumab dengan cara menyuntikkannya ke kulit. Obat ini akan diresepkan jika Anda mengalami biduran parah yang terjadi selama berbulan-bulan atau dalam hitungan tahun.

Efek samping yang paling umum adalah sakit kepala, pusing, hingga sakit telinga bagian dalam.

Pengobatan di rumah

Selain menggunakan obat biduran dari dokter, Anda juga bisa melakukan berbagai perawatan rumahan. Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi urtikaria.

1. Kompres dingin

Mengompres bagian yang biduran dengan es atau air dingin dapat membantu meredakan iritasi dan rasa gatal.

Anda bisa melakukan kompres dingin dengan cara membungkus es batu dengan handuk dan kompres pada bagian yang terasa gatal. Biarkan selama kurang lebih 10 menit dan ulangi jika masih gatal.

2. Hindari produk yang bisa mengiritasi kulit

Beberapa jenis sabun dapat membuat kulit Anda kering sehingga biduran yang Anda alami jadi semakin gatal. Jika Anda mengalami biduran, usahakan untuk menggunakan sabun untuk kulit sensitif.

Biasanya sabun jenis ini tidak berbau dan tidak menggunakan banyak bahan kimia lain yang dapat memicu iritasi.

Selain sabun, Anda juga perlu menghindari berbagai losion dan pelembap kulit yang bisa memicu iritasi. Lagi-lagi, usahakan untuk memilih produk khusus untuk kulit sensitif.

3. Pakai baju yang longgar

Menggunakan pakaian yang longgar membuat kulit yang mengalami biduran dapat bernapas dan suhu tubuh tetap sejuk.

Sebaliknya, memakai pakaian ketat justru bisa membuat kulit terasa makin gatal bahkan iritasi karena kulit tertekan dengan baju yang Anda kenakan.

Selain itu, pilih baju dari bahan katun yang menyerap keringat untuk menghindari kelembapan berlebih. Lingkungan lembap membuat bakteri di kulit semakin berkembang dan akan membuat kulit semakin gatal.

Penting bagi Anda untuk mengetahui penyebab biduran. Dari situ, Anda pun bisa menghindari pemicu yang menyebabkan kondisi gatal-gatal Anda ini muncul.

Hal lain yang harus diperhatikan saat mengalami kondisi gatal meliputi di bawah ini.

  • Hindari menggaruk atau menggunakan sabun yang keras.
  • Catat kapan dan di mana kondisi terjadi, serta apa yang sedang Anda lakukan. Hal ini dapat membantu Anda dan dokter untuk mengidentifikasi faktor risiko.
  • Hindari pemicu.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Hives. (2018). National Health Service. Retrieved 8 April 2021, from http://www.nhs.uk/conditions/nettle-rash/Pages/Introduction.aspx

Chronic Hives. (2020). Mayo Clinic. Retrieved 8 April 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/chronic-hives/diagnosis-treatment/drc-20352723

Hives (Urtikaria). (2018). American College of Allergy, Asthma, and Immunology. Retrieved 8 April 2021, from https://acaai.org/allergies/types/skin-allergies/hives-urticaria

Urticaria – An Overview. (2015). DermNet NZ. Retrieved 8 April 2021, from https://dermnetnz.org/topics/urticaria-an-overview/

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Novita Joseph
Tanggal diperbarui 22/09/2016
x