home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kulit Ruam dan Gatal Usai Olahraga? Mungkin Kondisi Ini yang Anda alami

Kulit Ruam dan Gatal Usai Olahraga? Mungkin Kondisi Ini yang Anda alami

Ruam kulit biasanya muncul ketika alergi kambuh. Namun, mungkin Anda sudah berusaha menjauhi berbagai pemicu alergi tapi tetap saja ruam pada kulit muncul. Nah, jika hal ini terjadi, bisa jadi ruam kulit yang Anda alami mungkin terjadi akibat tubuh Anda. Ya, keringat tubuh nyatanya dapat memicu ruam-ruam pada kulit. Kondisi ini disebut dengan cholinergic urticaria.

Cholinergic urticaria, ruam kulit akibat keringat tubuh

Kalau Anda sering gatal-gatal dan kulit memerah setelah berolahraga, mungkin Anda mengalami cholinergic urticaria. Cholinergic urticaria adalah reaksi alergi yang muncul ketika suhu tubuh meningkat dan mulai berkeringat.

Kondisi ini biasanya akan hilang dengan sendirinya dan kebanyakan memang tidak berbahaya. Namun, reaksi alergi akibat perubahan suhu tubuh ini bisa jadi serius jika respon yang muncul berlebihan.

Selain ruam kulit, apa saja gejala cholinergic urticaria?

Reaksi alergi ini dapat muncul pada permukaan kulit dan bagian tubuh lainnya. Pada permukaan kulit cholinergic urticaria dapat menyebabkan:

  • Ruam kecil pada beberapa bagian tubuh
  • Kulit kemerahan pada kulit yang mengalami ruam
  • Rasa gatal

Gejala pada kulit tersebut akan muncul ketika tubuh mulai terasa panas atau sekitar 5-6 menit pertama saat mulai berolahraga. Gejala dapat semakin parah selama 12-25 menit.

Ruam kulit dan rasa gatal umumnya muncul di bagian mana pun, tapi leher yang akan menjadi area pertama yang terkena. Kemudian, diikuti dengan permukaan kulit lengan dan tangan.

Rasa gatal di permukaan kulit juga dapat disertai dengan gejala pada saluran cerna:

  • Rasa mual
  • Muntah-muntah
  • Nyeri perut
  • Diare
  • Peningkatan jumlah produksi saliva

Pada kasus yang serius cholinergic urticaria juga dapat memicu reaksi alergi serius (anafilaksis), diantaranya:

  • Kesulitan bernapas
  • Suara bernapas abnormal (wheezing)
  • Nyeri perut
  • Sakit kepala

Kondisi tersebut cukup serius dan butuh penanganan sesegera mungkin. Untuk pertolongan pertama, pereda alergi seperti EpiPen dapat meredakan gejala anafilaksis tersebut.

Bagaimana mendeteksi penyakit ini?

Dikutip dari suatu laporan kasus, tes air hangat dibutuhkan untuk mengetes apakah seseorang memang mengalami reaksi alergi akibat cholinergic urticaria atau tidak. Oleh karena pemicu utama dari reaksi alergi adalah peningkatan temperatur tubuh, maka tes ini dapat mendeteksi respon tubuh terhadap perubahan suhu.

Ketika ruam kulit muncul akibat naiknya suhu tubuh atau keringat karena air panas, bisa jadi Anda memiliki kondisi ini.

Apa saja pemicu cholinergic urticaria?

Bagi seseorang yang memiliki riwayat alergi cholinergic urticaria, berikut beberapa hal yang dapat memicu munculnya alergi:

  • Melakukan aktivitas fisik berat
  • Mengalami kecemasan
  • Merasakan emosi marah atau kecewa
  • Memakan makanan pedas
  • Mengalami demam
  • Mandi menggunakan air hangat
  • Berada pada ruangan yang panas

Sebenarnya, ketika suhu tubuh meningkat, senyawa histamin otomatis akan dilepaskan. Nah, munculnya histamin ini yang membuat Anda mengalami gejala ruam kulit hingga rasa gatal.

Tak semua orang mengalami ruam kulit akibat cholinergic urticaria, kebanyakan orang yang mengidapnya juga memiliki kulit yang hipersensitif.

Apakah bisa mencegah kondisi ini?

Cara paling sederhana untuk mencegah cholinergic urticaria adalah dengan menghindari pemicu reaksi alergi tersebut. Hindari olahraga atau aktivitas fisik yang dapat meningkatkan temperatur tubuh dengan sangat cepat atau pemicu lainnya seperti menghindari paparan sinar matahari langsung ketika keluar rumah pada siang hari.

Pengobatan cholinergic urticaria dapat bervariasi terrgantung dengan seberapa parah reaksi alergi yang muncul. Jika alergi tak terlalu serius, biasanya bisa ditangani dengan perubahan pola dan gaya hidup.

Namun, bila memang gejala yang muncul cukup parah dan mengganggu aktivitas harian Anda, maka Anda butuh obat untuk meredakannya.

Jenis obat yang diberikan adalah obat antihistamin. Beberapa contoh obat antihistamin yang dapat digunakan adalah hydroxyzine (Vistaril), terfenadine (Seldane), cimetidine (Tagamet), atau ranitidine (Zantac). Jika Anda sangat sering mengalami reaksi alergi, penggunaan EpiPen juga mungkin disarankan oleh dokter.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What Is Cholinergic Urticaria and How Is It Treated? https://www.healthline.com/health/skin-disorders/cholinergic-urticaria (Accessed August 1, 2018)

Cholinergic Urticaria With Anaphylaxis: Hazardous Duty of a Deployed US Marine https://www.mdedge.com/cutis/article/98678/urticaria/cholinergic-urticaria-anaphylaxis-hazardous-duty-deployed-us-marine (Accessed August 1, 2018)

Cholinergic Urticaria https://emedicine.medscape.com/article/1049978-overview (Accessed August 1, 2018)


Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Kemal Al Fajar Diperbarui 16/03/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x