Kulit Ruam dan Gatal Usai Olahraga? Mungkin Kondisi Ini yang Anda alami

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Ruam kulit biasanya muncul ketika alergi kambuh. Namun, mungkin Anda sudah berusaha menjauhi berbagai pemicu alergi tapi tetap saja ruam pada kulit muncul. Nah, jika hal ini terjadi, bisa jadi ruam kulit yang Anda alami mungkin terjadi akibat tubuh Anda. Ya, keringat tubuh nyatanya dapat memicu ruam-ruam pada kulit. Kondisi ini disebut dengan cholinergic urticaria.

Cholinergic urticaria, ruam kulit akibat keringat tubuh

Kalau Anda sering gatal-gatal dan kulit memerah setelah berolahraga, mungkin Anda mengalami cholinergic urticaria. Cholinergic urticaria adalah reaksi alergi yang muncul ketika suhu tubuh meningkat dan mulai berkeringat.

Kondisi ini biasanya akan hilang dengan sendirinya dan kebanyakan memang tidak berbahaya. Namun, reaksi alergi akibat perubahan suhu tubuh ini bisa jadi serius jika respon yang muncul berlebihan.

Selain ruam kulit, apa saja gejala cholinergic urticaria?

Reaksi alergi ini dapat muncul pada permukaan kulit dan bagian tubuh lainnya. Pada permukaan kulit cholinergic urticaria dapat menyebabkan:

  • Ruam kecil pada beberapa bagian tubuh
  • Kulit kemerahan pada kulit yang mengalami ruam
  • Rasa gatal

Gejala pada kulit tersebut akan muncul ketika tubuh mulai terasa panas atau sekitar 5-6 menit pertama saat mulai berolahraga. Gejala dapat semakin parah selama 12-25 menit.

Ruam kulit dan rasa gatal umumnya muncul di bagian mana pun, tapi leher yang akan menjadi area pertama yang terkena. Kemudian, diikuti dengan permukaan kulit lengan dan tangan.

Rasa gatal di permukaan kulit juga dapat disertai dengan gejala pada saluran cerna:

  • Rasa mual
  • Muntah-muntah
  • Nyeri perut
  • Diare
  • Peningkatan jumlah produksi saliva

Pada kasus yang serius cholinergic urticaria juga dapat memicu reaksi alergi serius (anafilaksis), diantaranya:

  • Kesulitan bernapas
  • Suara bernapas abnormal (wheezing)
  • Nyeri perut
  • Sakit kepala

Kondisi tersebut cukup serius dan butuh penanganan sesegera mungkin. Untuk pertolongan pertama, pereda alergi seperti EpiPen dapat meredakan gejala anafilaksis tersebut.

Bagaimana mendeteksi penyakit ini?

Dikutip dari suatu laporan kasus, tes air hangat dibutuhkan untuk mengetes apakah seseorang memang mengalami reaksi alergi akibat cholinergic urticaria atau tidak. Oleh karena pemicu utama dari reaksi alergi adalah peningkatan temperatur tubuh, maka tes ini dapat mendeteksi respon tubuh terhadap perubahan suhu.

Ketika ruam kulit muncul akibat naiknya suhu tubuh atau keringat karena air panas, bisa jadi Anda memiliki kondisi ini.

Apa saja pemicu cholinergic urticaria?

Bagi seseorang yang memiliki riwayat alergi cholinergic urticaria, berikut beberapa hal yang dapat memicu munculnya alergi:

  • Melakukan aktivitas fisik berat
  • Mengalami kecemasan
  • Merasakan emosi marah atau kecewa
  • Memakan makanan pedas
  • Mengalami demam
  • Mandi menggunakan air hangat
  • Berada pada ruangan yang panas

Sebenarnya, ketika suhu tubuh meningkat, senyawa histamin otomatis akan dilepaskan. Nah, munculnya histamin ini yang membuat Anda mengalami gejala ruam kulit hingga rasa gatal.

Tak semua orang mengalami ruam kulit akibat cholinergic urticaria, kebanyakan orang yang mengidapnya juga memiliki kulit yang hipersensitif.

Apakah bisa mencegah kondisi ini?

Cara paling sederhana untuk mencegah cholinergic urticaria adalah dengan menghindari pemicu reaksi alergi tersebut. Hindari olahraga atau aktivitas fisik yang dapat meningkatkan temperatur tubuh dengan sangat cepat atau pemicu lainnya seperti menghindari paparan sinar matahari langsung ketika keluar rumah pada siang hari.

Pengobatan cholinergic urticaria dapat bervariasi terrgantung dengan seberapa parah reaksi alergi yang muncul. Jika alergi tak terlalu serius, biasanya bisa ditangani dengan perubahan pola dan gaya hidup.

Namun, bila memang gejala yang muncul cukup parah dan mengganggu aktivitas harian Anda, maka Anda butuh obat untuk meredakannya.

Jenis obat yang diberikan adalah obat antihistamin. Beberapa contoh obat antihistamin yang dapat digunakan adalah hydroxyzine (Vistaril), terfenadine (Seldane), cimetidine (Tagamet), atau ranitidine (Zantac). Jika Anda sangat sering mengalami reaksi alergi, penggunaan EpiPen juga mungkin disarankan oleh dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Penyebab Hidung Meler serta Cara Mengatasinya

Hidung ingusan memang sangat menganggu Anda. Berikut tips yang bisa dilakukan di rumah untuk meringankan hidung meler, entah karena flu atau alergi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 19 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

Selain Gatal, Ini Gejala Alergi pada Kulit Lainnya yang Perlu Anda Ketahui

Selain rasa gatal dan kulit kemerahan, ada beberapa tanda dan gejala alergi kulit yang perlu Anda waspadai. Kenali tanda-tandanya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Alergi, Alergi Kulit 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Syok Anafilaktik

%%title%% adalah reaksi alergi parah yang berakibat fatal. Cari tahu gejala, penyebab, pengobatan, serta cara mencegah %%title%% di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Alergi 3 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Tes Tempel (Skin Patch Test)

Tes tempel (skin patch test) adalah metode untuk memastikan apa pemicu alergi Anda. Cari tahu persiapan, proses, dan cara baca hasilnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan, Informasi Kesehatan 3 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit



Direkomendasikan untuk Anda

mengeluarkan racun dari tubuh detoksifikasi

8 Cara Mengeluarkan Racun dari Tubuh (Detoksifikasi)

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
polip hidung

Penyebab dan Cara Ampuh Mengatasi Hidung Tersumbat Alias Mampet

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
berkeringat lebih banyak

Siapa yang Berkeringat Lebih Banyak? Pria atau Wanita?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit