Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Berbagai Cara Mengobati Jari Bengkak Bernanah

Berbagai Cara Mengobati Jari Bengkak Bernanah

Ada banyak hal yang bisa jadi penyebab jari bengkak dan bernanah, mulai dari yang sepele seperti terjepit pintu atau digigit serangga, hingga yang lebih serius seperti paronikia. Lantas, apa saja obat jari tangan bengkak dan bernanah?

Obat medis jari tangan bengkak dan bernanah

Penyebab jari bengkak dan bernanah adalah infeksi kulit yang terjadi di sekitar kuku tangan atau kaki (paronikia).

Kondisi ini biasanya disebabkan oleh bakteri atau jamur yang menumpuk di bawah kulit dan menimbulkan peradangan, bahkan bernanah.

Penyebab lain adalah kebiasaan menggigit kuku. Kulit yang terluka akan lebih mudah terpapar bakteri sampai menimbulkan peradangan di sekitar kuku.

Terkadang, kebiasaan memotong kuku kependekan juga membuat kulit di sekitar kuku terkikis.

Gejala bengkak dan bernanah di jari jika dibiarkan terus-menerus dapat berbahaya, bahkan menginfeksi jaringan otot dan tulang di bawahnya.

Cara mengatasi jari bengkak dan bernanah berbeda-beda, tergantung dari seberapa parah gejala penyakit kulit yang Anda alami.

Di bawah ini adalah sejumlah obat medis yang umum digunakan ketika jari Anda terinfeksi.

1. Antibiotik

perawatan psoriasis kuku rumah

Pengobatan segera dengan antibiotik dapat mencegah infeksi bakteri menyebar dengan cepat dan mencapai darah dan organ dalam.

Antibiotik yang efektif melawan bakteri jenis Streptococcus dan Staphylococcus, seperti dikloksasilin atau sefaleksin biasanya akan digunakan.

Dokter biasanya akan meresepkan sejumlah antibiotik, misalnya dikloksasilin atau clindamycin.

Antibiotik ini harus diminum secara rutin untuk membunuh bakteri dan mengatasi jari bengkak dan bernanah.

Antibiotik dilanjutkan selama 10 hari atau lebih meskipun gejalanya mungkin hilang lebih awal.

Infeksi yang disebabkan Staphylococcus aureus (penyebab infeksi pada jaringan kulit) yang resistan terhadap methicillin mungkin memerlukan antibiotik lain.

Pengobatan mungkin menggunakan antibiotik seperti trimetoprim dengan sulfametoksazol, klindamisin, atau doksisiklin.

2. Antijamur

Infeksi jamur kuku biasanya diobati dengan obat antijamur yang dioleskan langsung ke kuku yang terinfeksi. Obat oles ini disebut dengan obat topikal.

Jenis obat topikal mungkin termasuk krim, gel, losion, larutan, atau sampo. Obat antijamur juga dapat diminum.

Anda mungkin juga perlu menggunakan obat untuk menjaga daerah yang terkena tetap kering, seperti menaburkan bedak.

Kortikosteroid dapat membantu meredakan peradangan dan gatal-gatal yang disebabkan oleh beberapa infeksi, tetapi digunakan hanya jika diresepkan oleh dokter.

Bila jari bengkak disebabkan oleh infeksi jamur, dokter akan meresepkan krim atau salep jamur seperti clotrimazole atau ketoconazole.

Dua jenis salep ini efektif menghentikan pertumbuhan jamur yang menumpuk di bawah kulit sekaligus meredakan nyerinya.

Prosedur medis untuk mengobati jari bengkak bernanah

gambar operasi cantengan

Pada beberapa kasus, infeksi pada jari yang tergolong parah memerlukan operasi kecil.

Operasi ini dilakukan untuk mengeluarkan nanah yang tertimbun di bawah kulit supaya infeksinya tidak semakin parah.

Untuk meredakan nyerinya, dokter akan menyuntikkan bius lokal pada jari sebelum mengeluarkan nanah tersebut.

Prosedur medis lainnya adalah melakukan bedah eponychial marsupialization. Ini adalah operasi pengangkatan kulit di sisi-sisi kuku untuk mengurangi risiko infeksi menjadi semakin parah.

Kemudian teknik Swiss roll yang dipakai untuk mempertahankan pelat kuku serta mempercepat pemulihan pada infeksi di jari.

Selain mempercepat penyembuhan, operasi ini bertujuan untuk menghindari penyebaran infeksi yang semakin meluas.

Obat alami jari bengkak bernanah

menghilangkan ketombe

Nah, berikut ini beberapa obat herbal atau obat tradisional jari bengkak bernanah yang mudah Anda dapatkan.

1. Garam dan air lemon

Merendam jari yang terinfeksi ke dalam baskom berisi air hangat berpotensi untuk membantu menjaga area jari yang terinfeksi bersih dan bebas bakteri.

Tambahkan garam epsom dengan perasan air lemon. Kemudian, rendam jari bengkak dan bernanah dalam air hangat 3 – 4 kali per hari.

Rendam selama 20 menit dan ulangi beberapa kali dalam seminggu hingga infeksi mereda, cara ini juga cocok untuk meredakan cantengan.

2. Lidah buaya

Sebuah ulasan ilmiah dalam Iranian journal of medical sciences (2019) mencoba manfaat gel lidah buaya sebagai antibakteri dan antiseptik.

Jurnal ini mengkaji 57 penelitian terdahulu, di mana 41 penelitian di antaranya dilakukan pada manusia.

Ulasan ilmiah ini menunjukkan bahwa kandungan gel lidah buaya berpotensi menjaga kelembaban dan kekuatan kulit, sehingga mencegah peradangan.

Lidah buaya juga berpotensi menyembuhkan infeksi karena luka.

Anda hanya perlu mengoleskan gel lidah buaya pada jari yang bengkak dan bernanah kemudian balut dengan perban.

Penting Anda ketahui


Apabila jari bengkak dan bernanah tidak segera diobati, tulang bisa ikut terinfeksi. Komplikasi yang sangat parah dapat terjadi, terutama pada pasien diabetes.

3. Cuka apel

Obat jari tangan bengkak dan bernanah lainnya adalah dengan menggunakan cuka apel.

Penelitian dalam jurnal Scientific Report (2018) mencoba mencari manfaat pengobatan cuka apel sebagai antimikroba.

Penelitian ini dilakukan dengan uji laboratorium pada mikroba. Hasilnya, penelitian menduga bahwa cuka apel mempunyai sifat antinyeri, antiseptik, dan antiradang.

Anda dapat menambahkan seperempat cangkir (50 ml) cuka apel ke dalam satu baskom air hangat. Kemudian, rendam jari yang bengkak dan bernanah selama 20 menit.

4. Tea tree oil

Minyak pohon teh atau tea tree oil diketahui mengandung senyawa flavonoid yang dinilai dapat berfungsi sebagai antiseptik, antiradang, dan antibakteri.

Hal ini diperlihatkan dalam jurnal Biomedecine & pharmacotherapie (2020) yang mencari tahu potensi tea tree oil untuk mengobati infeksi bakteri dan jamur pada kulit.

Tinjauan ini meneliti penggunaan tea tree oil pada manusia dan hewan.

Hasilnya menunjukkan bahwa senyawa flavonoid pada tea tree oil dapat mengurangi peradangan pada lokasi yang terinfeksi.

Anda cukup meneteskan tea tree oil di atas kasa lalu balutkan ke area yang terinfeksi. Ganti kasa dan ulangi sekitar 2 – 3 kali sehari.

Perawatan di rumah

Infeksi kronis mungkin memerlukan perawatan selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Penting untuk menjaga tangan tetap kering dan bersih.

Selain itu, ada beberapa cara untuk merawat jari tangan bengkak dan bernanah di rumah berikut ini.

  • Hindari menggigit atau mengunyah kuku atau bintil kuku. Jangan mengorek kutikula (lapisan kulit di sekeliling kuku).
  • Berhati-hatilah untuk tidak memotong kuku terlalu pendek. Saat memotong kutikula, hindari memotong terlalu dekat dengan lipatan kuku.
  • Jaga kebersihan dengan mencuci tangan dan menjaga kebersihan kuku. Gunakan sabun lembut yang tidak mengiritasi kulit.
  • Gunakan losion pada lipatan kuku dan kutikula jika kulit kering. Kekeringan yang berlebihan dapat menyebabkan kulit pecah-pecah.
  • Kenakan sarung tangan tahan air jika Anda sering terpapar bahan kimia atau tangan Anda akan basah dalam waktu lama.

Infeksi kuku bisa menyakitkan, tetapi biasanya tidak menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

Jika saat bekerja Anda harus menggunakan bahan kimia atau deterjen, lindungilah tangan Anda dengan sarung tangan tahan air.

Cari pengobatan segera jika Anda memiliki diabetes dan infeksi tak kunjung sembuh.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Hekmatpou, D., Mehrabi, F., Rahzani, K., & Aminiyan, A. (2019). The Effect of Aloe Vera Clinical Trials on Prevention and Healing of Skin Wound: A Systematic Review. Iranian journal of medical sciences, 44(1), 1–9.

Lam, N. S., Long, X., Su, X. Z., & Lu, F. (2020). Melaleuca alternifolia (tea tree) oil and its monoterpene constituents in treating protozoan and helminthic infections. Biomedicine & pharmacotherapy = Biomedecine & pharmacotherapie, 130, 110624. https://doi.org/10.1016/j.biopha.2020.110624

Leggit, J. C. (2017). Acute and Chronic Paronychia. American Family Physician, 96(1):44-51.
Sukumaran, V., & Senanayake, S. (2016). Bacterial skin and soft tissue infections. Australian prescriber, 39(5), 159–163. https://doi.org/10.18773/austprescr.2016.058

Yagnik, D., Serafin, V., & J Shah, A. (2018). Antimicrobial activity of apple cider vinegar against Escherichia coli, Staphylococcus aureus and Candida albicans; downregulating cytokine and microbial protein expression. Scientific reports, 8(1), 1732. https://doi.org/10.1038/s41598-017-18618-x

Cellulitis and other bacterial skin infections. (2020). The Royal Children’s Hospital Melbourne. Retrieved August 11, 2022 from, https://www.rch.org.au/clinicalguide/guideline_index/Cellulitis_and_skin_infections/

Nail Infection (Paronychia). (2021). Cleveland Clinic. Retrieved August 11, 2022 from, https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15327-nail-infection-paronychia#:~:text=You%20may%20be%20able%20to,drain%20from%20under%20the%20skin.

Oakley, A. (2017). Paronychia. DermNet New Zealand. Retrieved August 11, 2022 from, https://dermnetnz.org/topics/paronychia

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana Diperbarui 3 weeks ago
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
Next article: