9 Cara Mengatasi Cantengan, Obat Medis hingga Alami

    9 Cara Mengatasi Cantengan, Obat Medis hingga Alami

    Cantengan adalah kondisi yang terjadi saat kuku tumbuh ke dalam hingga menusuk kulit di sekitarnya. Biasanya, cantengan terjadi pada jempol kaki dan menyebabkan rasa sakit, kemerahan, serta bengkak. Berikut ini berbagai cara mengatasi cantengan yang bisa Anda coba.

    Berbagai cara mengatasi cantengan

    Ada berbagai cara yang bisa membantu mengatasi cantengan, baik menggunakan obat resep, tanpa resep, maupun perawatan rumahan.

    Berikut beberapa cara mengatasi cantengan yang dapat Anda coba.

    1. Antibiotik

    Salep scabies atau kudis

    Mengoleskan salep atau krim antibiotik yang dijual bebas di pasaran dapat mempercepat penyembuhan dan membantu mengurangi risiko infeksi.

    Gunakan obat cantengan ini sesuai dengan petunjuk pemakaian yang tertera di kemasan.

    Neosporin, polysporin, dan bactroban adalah berbagai jenis salep yang bisa digunakan untuk mengatasi cantengan.

    Salep tacrolimus bisa menjadi alternatif bila gejala cantengan tidak juga membaik.

    Suntikan steroid intralesi kadang-kadang juga digunakan pada pasien yang memiliki resistansi antibiotik.

    2. Menggunakan obat pereda nyeri

    Cara mengatasi cantengan yang kedua ialah dengan mengonsumsi pereda nyeri yang dijual bebas, seperti acetaminophen, paracetamol, atau ibuprofen.

    Mengonsumsi obat pereda nyeri membantu meredakan sakit yang mengganggu dan juga membantu mengurangi pembengkakan.

    Penting Anda ketahui

    Sebuah ulasan ilmiah dalam American Academy of Family Physicians (2017) menjelaskan infeksi kronis pada kuku memerlukan perawatan selama berminggu-minggu. Jadi, penting untuk menjaga tangan tetap kering dan bersih.

    3. Memakai obat antijamur

    Jamur kuku (biasanya dari jenis jamur yang disebut candida) dapat terjadi bersamaan dengan infeksi bakteri penyebab cantengan.

    Candida adalah salah satu dari beberapa jenis jamur yang menyebabkan infeksi jamur kuku.

    Jika infeksi jamur menyebabkan cantengan, dokter akan meresepkan obat antijamur. Obat antijamur yang ini biasanya diberikan adalah salep klotrimazol atau ketokonazol.

    4. Operasi cantengan

    gambar operasi cantengan

    Dokter mungkin perlu mengangkat kuku dan mengeluarkan nanah di sekitar jempol kaki.

    Untuk melakukan ini, dokter akan melakukan prosedur operasi kecil di jempol kaki.

    Pertama, dokter akan memberikan bius lokal. Kemudian, dokter akan memotong lipatan kuku untuk memasukkan kain kasa untuk mengeluarkan nanah.

    5. Membalut dengan perban

    Usahakan untuk menutup jari kaki yang cantengan dengan perban.

    Hal ini dilakukan agar kuku tetap bersih dan terhindar dari kotoran yang mungkin masuk dan menginfeksi.

    Selain itu, kuku kaki juga bisa mendapatkan bantalan ekstra dan tidak lecet jika terkena sepatu atau sendal yang permukaannya keras.

    6. Menggunakan alas kaki yang nyaman

    sepatu lari atau tanpa alas kaki

    Usahakan untuk menggunakan alas kaki yang nyaman dan tidak menambah rasa sakit pada kuku yang sedang cantengan.

    Gunakan alas kaki dengan bantalan yang empuk terutama di sisi dekat jempol yang sedang cantengan.

    Hindari penggunaan sepatu yang menekan jempol seperti sepatu hak tinggi dan jenis lainnya yang serupa.

    7. Merendam kaki dengan air garam

    Selain menggunakan obat dan salep, Anda bisa mencoba pengobatan rumah untuk cantengan agar meredakan rasa sakit dan juga bengkak yang muncul.

    Caranya dengan merendam kaki di larutan air garam hangat selama kurang lebih 15 menit setiap hari, sebanyak 2 sampai 3 kali dalam sehari.

    8. Rendam dalam cuka apel

    Cuka apel adalah obat alami yang dipercaya bisa mengatasi cantengan.

    Cuka apel diyakini memiliki kemampuan antiseptik dan antiradang. Meski begitu, penelitian mengenai khasiat cuka apel ini masih terbatas.

    Untuk mencoba mengobati cantengan dengan cuka apel, siapkan baskom berisi air hangat yang dicampur dengan 1/4 cangkir (50 ml) cuka sari apel.

    Rendam kaki yang mengalami cantengan hingga 20 menit setiap hari. Keringkan kaki Anda secara menyeluruh setelah berendam.

    9. Tindakan medis lain

    Cara mengatasi cantengan lainnya adalah melalui bedah eponychial marsupialized.

    Ini merupakan operasi pengangkatan kulit di sisi-sisi kuku, untuk mengurangi risiko penyebaran infeksi.

    Dokter selanjutnya melakukan prosedur Swiss roll untuk mempertahankan pelat kuku sehingga jempol kaki sembuh lebih cepat.

    Cantengan yang tidak diobati dapat menginfeksi lebih dalam ke jari tangan atau kaki dan menyebabkan kondisi infeksi serius (paronikia).

    Infeksi pada kuku dapat berkembang hingga mengenai tulang di bawahnya.

    Cantengan yang parah paling sering menyerang pasien diabetes atau pasien yang memiliki masalah sirkulasi darah.

    Pada beberapa kasus, dokter perlu mengamputasi jari untuk memastikan infeksi tidak menyebar ke seluruh tubuh.

    Cantengan yang sudah terinfeksi perlu ditangani oleh dokter podiatri atau ahli penyakit kaki.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Leggit, J. C. (2017). Acute and Chronic Paronychia. American Family Physician, 96(1):44-51.

    Relhan, V., Goel, K., Bansal, S., & Garg, V. K. (2014). Management of chronic paronychia. Indian journal of dermatology, 59(1), 15–20. https://doi.org/10.4103/0019-5154.123482

    Oakley, A. (2017). Paronychia. DermNet New Zealand. Retrieved August 9, 2022 from, https://dermnetnz.org/topics/paronychia

    Ingrown Toenail. (2012). OrthoInfo. Retrieved August 9, 2022 from, https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases–conditions/ingrown-toenail

    Ingrown Toenails. (2020). Cleveland Clinic. Retrieved August 9, 2022 from,  https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17664-ingrown-toenails

    Ingrown toenails. (2021). healthdirect. Retrieved August 9, 2022 from, https://www.healthdirect.gov.au/ingrown-toenails

    Ingrown toenail. (2022). National Health Services. Retrieved August 9, 2022 from,  https://www.nhs.uk/conditions/ingrown-toenail/

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana Diperbarui Sep 01
    Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan