home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

6 Cara Mengatasi Kaki Pecah-Pecah Terutama Bagian Tumit

6 Cara Mengatasi Kaki Pecah-Pecah Terutama Bagian Tumit

Kulit telapak kaki pada dasarnya tidak memiliki kelenjar keringat. Hal ini tentu menyebabkan kulit kaki lebih rentan mengelupas dan kapalan. Lantas, apa saja yang bisa dilakukan sebagai cara mengatasi kaki pecah-pecah?

Cara mengatasi kaki pecah-pecah

tumit sakit

Kulit kaki yang pecah-pecah menjadi salah satu masalah kulit yang kerap terjadi pada banyak orang. Kondisi ini disebabkan oleh kulit kering yang mengelupas di atas tumit kaki.

Bila dibiarkan, kulit di sekitar kaki termasuk tumit akan menebal dan menjadi kering, atau bisa disebut sebagai kalus.

Normalnya saat Anda berjalan, bantalan lemak normal yang mendasari kulit akan mendistribusikan tekanan secara merata. Namun, ketika kulit terlalu kering dan tebal, tumit kaki akan menjadi terkelupas dan pecah-pecah.

Jika pecahannya dalam, akan menimbulkan rasa sakit saat berdiri. Bahkan, kulit kaki yang mengelupas juga bisa menyebabkan selulit. Agar hal ini tidak terjadi berlarut-larut, ada berbagai cara untuk mengobati kaki pecah-pecah.

1. Gunakan pelembap dan kaus kaki

tidur pakai kaus kaki

Salah satu cara mengatasi kulit kaki yang pecah pecah adalah memakai produk pelembap. Hal ini sudah seharusnya dilakukan sejak dulu untuk menghindari kulit kaki yang mengelupas.

Usahakan untuk mencari krim pelembap yang kental dan dengan kandungan seperti:

Artinya, semakin lengket dan berminyak tekstur pelembap yang dipakai, semakin baik untuk menyembuhkan kulit kaki yang kering dan retak. Anda hanya perlu mengoleskan kaki dengan pelembap, setiap malam sebelum tidur.

Bila memungkinkan, cobalah bungkus dengan kaus kaki agar pelembap terserap semalaman. Selain itu, gunakan pelembap segera setelah mandi untuk hasil penyerapan yang terbaik.

2. Gosok kaki dengan batu apung

cara memutihkan mata kaki yang hitam

Selain mengoleskan pelembap, cara lain mengatasi kaki yang pecah-pecah adalah menggosokkannya dengan batu apung. Batu apung memang sudah dikenal sejak lama dapat menghaluskan kulit kaki yang kasar akibat kapalan.

Meski begitu, cara ini tidak disarankan bagi penyandang diabetes atau penyakit neuropati lainnya. Pasalnya, batu apung dapat melukai kulit kaki dan berisiko menyebabkan infeksi.

Alih-alih memanfaatkan batu apung, konsultasikan dengan dokter spesialis kulit atau kaki untuk mengangkat sel kulit mati dengan perawatan yang sesuai.

3. Oleskan senyawa keratolitik

cara menghaluskan kulit kaki

Jika kulit kaki terasa tebal hingga mengelupas, mengoleskan keratolitik ternyata dapat membantu menghaluskan permukaan kulit pada area tersebut.

Keratolitik adalah zat yang dapat menipiskan kulit yang menebal. Cara kerjanya adalah membuat lapisan kulit terluar mengendur dan membantu mengangkat sel kulit mati. Dengan begitu, kelembapan kulit pun terjaga.

Nah, ada beberapa senyawa yang termasuk dalam kategori keratolitik, yakni:

Umumnya, produk yang mengandung keratolitik dan humektan dianggap paling berguna. Pasalnya, keduanya bersifat melembapkan sekaligus mengatasi kulit kering dan pecah-pecah.

4. Pijat dengan minyak

cara merawat kulit kaki

Pengobatan terbaik untuk tumit kaki yang pecah pecah adalah dengan menjaga kelembapan yang dibutuhkan oleh kaki, sebanyak dan secepat mungkin. Meski begitu, tidak semua pelembap bekerja sama baiknya.

Nah, salah satu ‘salep’ untuk kaki yang pecah-pecah adalah minyak. Minyak cenderung bekerja lebih baik daripada losion karena lebih cepat menyerap ke dalam kulit.

Anda bisa menggunakan minyak apa pun, mulai dari minyak zaitun, almond, hingga minyak kelapa. Anda pun dapat memanfaatkan vitamin E yang dapat menyembuhkan hingga mencegah kaki pecah-pecah.

Bagaimana tidak, minyak akan membantu melembapkan, sedangkan pijatan merangsang sirkulasi agar mempercepat penyembuhan kulit yang mengelupas.

Cara menggunakannya:

  • Lumuri kaki dengan minyak
  • Pijat kulit kaki secara perlahan
  • Lakukan setiap malam sebelum tidur

5. Pakai lulur oatmeal

Oatmeal telah digunakan sejak lama sebagai cara mengatasi iritasi dan peradangan kulit. Selain dimakan, Anda juga bisa mengolahnya menjadi lulur untuk perawatan kulit, terutama kulit kaki yang pecah pecah.

Hal ini mungkin dikarenakan oatmeal mengandung polisakarida yang mengikat air dan hidrokoloid yang dapat menahan kelembapan kulit. Selain itu, lemak pada oatmeal juga menambah aktivitas emolien, yang dapat meredakan gatal pada kulit kering.

Cara menggunakannya:

  • Campurkan 1 sdm oats kering dan 1 sdm minyak zaitun atau minyak almond
  • Aduk minyak zaitun dan oats hingga membentuk pasta
  • Lumuri kaki yang dengan lulur oatmeal
  • Diamkan selama 30 menit dan bilas hingga bersih

Anda bisa melumuri kulit kaki yang menebal dan mengelupas dengan oatmeal setiap dua hari sekali hingga gejalanya membaik.

6. Konsultasikan dengan dokter

dokter

Bila perawatan rumahan di atas tidak kunjung menghaluskan tumit kaki yang pecah-pecah, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Berikut ini beberapa jenis perawatan dari dokter untuk mengobati kulit kaki yang mengelupas.

  • Debridemen, yaitu memotong kulit yang tebal dan keras dengan gunting atau silet.
  • Strapping, yaitu membalut tumit yang mengalami pecah-pecah agar tidak banyak bergerak.
  • Sol, yaitu memberikan bantalan pada tumit agar berat tumit kembali merata dan mencegah bantalan lemak mengembang.
  • ‘Lem’ khusus untuk menyatukan ujung-ujung kulit yang retak.

Tumit kaki yang pecah-pecah sebenarnya bisa diatasi secara mudah di rumah hanya dengan pelembap dan produk untuk menghaluskan kulit. Selain itu, Anda perlu merawat kulit terutama kaki dan minum air putih untuk menjaga kelembapan dari dalam.

Meski begitu, orang yang menderita masalah kesehatan tertentu tidak dianjurkan melakukan perawatan di atas. Ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mencoba mengobati kulit kaki yang pecah-pecah di rumah.

Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan diskusikan dengan dokter spesialis kulit atau podiatrist (spesialis kaki) untuk mendapatkan solusi yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Gibson, L.E. (2019). What’s the best way to treat cracked heels at home?. Mayo Clinic. Retrieved 11 December 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dry-skin/expert-answers/cracked-heels-treatment/faq-20455140 

Deborah Fields, B. (2016). Cracked Heels. Retrieved 11 December 2020, from https://www.news-medical.net/health/Cracked-Heels.aspx 

Prevention and Treatment for Cracked Heels. (n.d). Institute for Preventive Foot Health. Retrieved 11 December 2020, from https://www.ipfh.org/foot-conditions/foot-conditions-a-z/cracked-heels/prevention-and-treatment-of-cracked-heels 

Longhurst, Belinda & Steele, Carol. (2016). Dry Heel Fissures: Treatment and Prevention. Dermatological Nursing 2016, 15(3):46-49. Retrieved 11 December 2020.

Lim, D. (2011). Oatmeal. Retrieved 11 December, from https://dermnetnz.org/topics/oatmeal/ 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ajeng Quamila Diperbarui 25/02/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro