Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Kaki Pecah-Pecah

Kaki Pecah-Pecah

Kondisi kulit kaki pecah-pecah sangat umum terjadi. Selain menimbulkan ketidaknyamanan, kondisi ini bisa mengurangi penampilan kulit kaki. Cari tahu penyebab dan cara ampuh merawatnya.

Apa itu kaki pecah-pecah?

Kulit kaki yang pecah-pecah adalah masalah kulit yang kerap terjadi pada banyak orang. Kondisi ini disebabkan oleh kulit kering yang mengelupas di atas tumit kaki.

Bila dibiarkan, kulit di sekitar kaki termasuk tumit akan menebal dan menjadi kering, atau bisa disebut sebagai kalus.

Normalnya saat Anda berjalan, bantalan lemak normal yang mendasari kulit akan mendistribusikan tekanan secara merata.

Namun, ketika kulit terlalu kering dan tebal, tumit kaki akan menjadi terkelupas dan pecah-pecah.

Jika terkelupas cukup dalam, hal ini akan menimbulkan rasa sakit saat berdiri. Bahkan, kulit kaki yang mengelupas juga bisa menyebabkan selulit.

Agar hal ini tidak terjadi berlarut-larut, ada berbagai cara untuk mengobati kaki pecah-pecah.

Seberapa umum kondisi ini?

Kondisi kulit kaki pecah sangat umum terjadi pada anak maupun orang dewasa. Namun, umumnya dialami oleh orang dengan kondisi kulit yang kering atau kulit kakinya lebih sering terkena air.

Setiap orang dapat merasakan gejala yang berbeda-beda. Akan tetapi, berikut ini adalah tanda dan gejala yang paling umum dari masalah pada kulit kaki.

  • Adanya retakan pada kulit, terutama di sekitar tumit.
  • Muncul rasa nyeri dan tidak nyaman pada area kulit yang pecah-pecah.
  • Menimbulkan perdarahan ringan karena kulit terkelupas.

Bila sudah mennyebabkan perdarahan, infeksi bisa terjadi. Biasanya infeksi akan menimbulkan tanda-tanda berikut ini.

  • Kulit kemerahan.
  • Bengkak dan terasa hangat disentuh.
  • Terasa sakit bisa ditekan.

Kapan harus ke dokter?

Jika Anda mengalami gejala kulit kaki pecah-pecah dan terganggu karenanya, segera periksa ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Penyebab kaki pecah-pecah

kaki pecah-pecah

Penyebab umum dari kulit pecah-pecah adalah kulit kering. Ketika kulit kehilangan air terlalu cepat, kulit kan mengering.

Mengeringnya kulit ini bisa difaktori banyak hal, seperti penggunaan sabun pembersih yang dapar menghilangkan minyak dan lemak dari kulit.

Bisa juga karena paparan suhu panas dalam waktu lama yang bisa mengeringkan kulit. Nah, kondisi kulit yang kering ini bisa menimbulkan tampilan kulit retak dan dapat mengelupas.

Di samping itu, orang dengan penyakit kulit seperti psoriasis, diabetes, atau dermatitis atopik juga rentan memiliki kulit kering yang bisa menimbulkan kulit pecah-pecah.

Faktor-faktor risiko

Kulit pecah-pecah bisa terjadi pada siapa saja. Akan tetapi, orang dengan faktor berikut ini bisa menyebabkan kondisi ini lebih rentan terjadi.

  • Berdiri lama di lantai yang keras.
  • Obesitas yang meningkatkan tekanan pada bantalan lemak normal di bawah tumit yang memicu keretakan.
  • Sindrom Sjogren yang menyebabkan kulit kering karena sistem autoimun tubuh menyerang kelenjar keringat dan kelenjar penghasil kelembapan.
  • Menggunakan sepatu model mules atau sandal selop yang bagian tumitnya terbuka.

Diagnosis

mengatasi jari kaki gatal

Kondisi kulit yang pecah bisa diketahui dengan pemeriksaan fisik. Dokter akan memeriksa kulit kaki Anda secara langsung, begitu juga ketika terjadi infeksi.

Selain itu, dokter akan menanyakan kebiasaan sehari-hari dan riwayat kesehatan untuk mengetahui penyebab yang mendasarinya.

Dengan begitu, dokter dapat memilih perawatan yang sesuai dengan kondisi pasien.

Pengobatan kaki pecah-pecah

Biasanya, dokter akan merekomendasikan pengobatan rumahan terlebih dahulu. Jika tidak efektif, pengobatan lebih lanjut seperti berikut akan dilakukan.

  • Debridemen: memotong kulit yang tebal dan keras dengan gunting atau silet.
  • Strapping: membalut tumit yang mengalami pecah-pecah agar tidak banyak bergerak.
  • Sol: memberikan bantalan pada tumit agar berat tumit kembali merata dan mencegah bantalan lemak mengembang.
  • Lem: pemberian lem khusus untuk menyatukan ujung-ujung kulit yang retak.

Meski begitu, orang yang menderita masalah kesehatan tertentu tidak dianjurkan melakukan perawatan kaki pecah-pecah di atas.

Ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mencoba mengobati kulit kaki yang pecah-pecah di rumah.

Perawatan di rumah

Tumit yang pecah-pecah sebenarnya bisa diatasi secara mudah di rumah dengan beberapa cara berikut ini.

1. Memakai pelembap

Salah satu cara mengatasi kulit kaki yang pecah pecah adalah memakai produk pelembap.

Hal ini sudah seharusnya dilakukan sejak dulu untuk menghindari kulit kaki yang mengelupas.

Usahakan untuk mencari krim pelembap yang kental dan dengan kandungan seperti:

Artinya, semakin lengket dan berminyak tekstur pelembap yang dipakai, semakin baik untuk menyembuhkan kulit kaki yang kering dan retak.

Anda hanya perlu mengoleskan kaki dengan pelembap setiap malam sebelum tidur. Bila memungkinkan, cobalah bungkus dengan kaus kaki agar pelembap terserap semalaman.

Selain itu, gunakan pelembap segera setelah mandi untuk hasil penyerapan yang terbaik.

2. Gosok kaki dengan batu apung

Selain mengoleskan pelembap, cara lain mengatasi kaki yang pecah-pecah adalah menggosokkannya dengan batu apung.

Batu apung memang sudah dikenal sejak lama dapat menghaluskan kulit kaki yang kasar akibat kapalan.

Meski begitu, cara ini tidak disarankan bagi pengidap diabetes atau penyakit neuropati lainnya. Pasalnya, batu apung dapat melukai kulit kaki dan berisiko menyebabkan infeksi.

3. Oleskan senyawa keratolitik

Jika kulit kaki terasa tebal hingga mengelupas, mengoleskan keratolitik ternyata dapat membantu menghaluskan permukaan kulit pada area tersebut.

Keratolitik adalah zat yang dapat menipiskan kulit yang menebal. Cara kerjanya adalah membuat lapisan kulit terluar mengendur dan membantu mengangkat sel kulit mati.

Dengan begitu, kelembapan kulit pun terjaga. Berikut ini adalah beberapa senyawa yang termasuk dalam kategori keratolitik.

Umumnya, produk yang mengandung keratolitik dan humektan dianggap paling berguna. Pasalnya, keduanya bersifat melembapkan sekaligus mengatasi kulit kering dan pecah-pecah.

4. Pijat dengan minyak

Mencegah kulit kehilangan kelembapannya adalah pengobatan terbaik untuk kulit yang pecah-pecah. Meski begitu, tidak semua pelembap bekerja sama baiknya.

Nah, salah satu salep untuk kaki yang pecah-pecah adalah minyak. Minyak cenderung bekerja lebih baik daripada losion karena lebih cepat menyerap ke dalam kulit.

Anda bisa menggunakan minyak apa pun, mulai dari minyak zaitun, almon, hingga minyak kelapa.

Anda pun dapat memanfaatkan vitamin E yang dapat menyembuhkan hingga mencegah kaki pecah-pecah.

Minyak akan membantu melembapkan, sedangkan pijatan merangsang sirkulasi agar mempercepat penyembuhan kulit yang mengelupas.

Tips Pijat Kaki

  1. Lumuri kaki dengan minyak.
  2. Pijat kulit kaki secara perlahan.
  3. Lakukan setiap malam sebelum tidur.

5. Pakai lulur oatmeal

Oatmeal telah digunakan sejak lama sebagai cara mengatasi iritasi dan peradangan kulit.

Selain dimakan, Anda bisa mengolahnya menjadi lulur untuk perawatan kulit, terutama kulit kaki yang pecah-pecah.

Hal ini mungkin dikarenakan oatmeal mengandung polisakarida yang mengikat air dan hidrokoloid yang dapat menahan kelembapan kulit.

Selain itu, lemak pada oatmeal menambah aktivitas emolien yang dapat meredakan gatal pada kulit kering.

Anda bisa melumuri kulit kaki yang menebal dan mengelupas dengan oatmeal setiap dua hari sekali hingga gejalanya membaik.

Meskipun kulit kaki pecah-pecah umum terjadi, kondisinya dapat mengganggu aktivitas harian.

Oleh karena itu, mengenali kondisi ini lebih baik bisa membantu Anda menemukan pengobatan yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Lawrence E. Gibson, M. D. (2021, January 29). Tips for healing cracked heels. Mayo Clinic. Retrieved June 8, 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dry-skin/expert-answers/cracked-heels-treatment/faq-20455140

Cracked heel. Cracked heels | DermNet NZ. (n.d.). Retrieved June 8, 2022, from https://dermnetnz.org/topics/cracked-heel

Foot conditions A-Z | institute for preventive Foothealth (IPFH). (n.d.). Retrieved June 8, 2022, from https://www.ipfh.org/foot-conditions/foot-conditions-a-z

Longhurst, Belinda & Steele, Carol. (2016). Dry Heel Fissures: Treatment and Prevention. Dermatological Nursing 2016, 15(3):46-49. 

Piquero-Casals, J., Morgado-Carrasco, D., Granger, C. et al. Urea in Dermatology: A Review of its Emollient, Moisturizing, Keratolytic, Skin Barrier Enhancing and Antimicrobial PropertiesDermatol Ther (Heidelb) 11, 1905–1915 (2021). https://doi.org/10.1007/s13555-021-00611-y

Dry skin: Who gets and causes. American Academy of Dermatology. (n.d.). Retrieved June 8, 2022, from https://www.aad.org/public/diseases/a-z/dry-skin-causes

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui Jun 27
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
Next article: