home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Penyakit Akibat Gigitan Serangga dan Cara Mengatasinya

Penyakit Akibat Gigitan Serangga dan Cara Mengatasinya

Gigitan serangga bisa menyebabkan rasa sakit dan umumnya langsung memunculkan reaksi pada kulit. Kebanyakan efek gigitan hanya bersifat ringan, tapi gigitan serangga juga bisa menyebabkan infeksi, alergi, atau komplikasi lain.

Gangguan yang disebabkan gigitan serangga

sengat lebah

Kasus digigit serangga umum terjadi. Anda bisa terkena gigitan atau sengatan serangga kapan saja.

Namun, kejadian ini berisiko lebih tinggi saat Anda beraktivitas di luar ruangan, terutama di tempat yang ditumbuhi banyak rumput dan pepohonan.

Tak hanya masalah pada kulit, berbagai jenis gigitan serangga bisa menyebabkan sejumlah risiko kesehatan lainnya.

1. Gatal dan kemerahan

Gatal, nyeri, bengkak, dan kulit kemerahan umumnya menjadi reaksi ringan saat terkena gigitan serangga, seperti nyamuk, semut, kutu, atau lebah.

Gangguan kulit ini bisa terjadi karena racun serangga memicu pelepasan histamin.

Reaksi tersebut menimbulkan rasa gatal akibat gigitan serangga pada area kulit yang terdampak.

Efek gigitan serangga ini bisa Anda atasi dengan menggunakan losion calamine atau salep kortikosteroid untuk meredakan rasa gatal, bengkak, dan iritasi.

Minum obat antihistamin juga membantu menurunkan kadar histamin dan mengurangi peradangan kulit.

2. Alergi

Gigitan serangga bisa menyebabkan reaksi alergi bagi sebagian orang.

Alergi terjadi akibat respons sistem kekebalan terhadap racun serangga yang masuk ke dalam tubuh Anda.

Reaksi ini umumnya lebih serius daripada masalah kulit biasa. Dalam beberapa kasus, hal ini bisa memicu reaksi alergi parah yang disebut anafilaksis.

Segera cari bantuan medis jika mengalami reaksi alergi parah, seperti kesulitan bernapas, detak jantung tidak teratur, dan wajah bengkak.

Dokter umumnya akan memberikan suntikan epinefrin sebagai pertolongan pertama mengatasi reaksi alergi.

Untuk mencegah kekambuhan alergi gigitan serangga, dokter juga bisa melakukan prosedur imunoterapi untuk melatih sistem imun agar tidak sensitif terhadap alergi.

3. Infeksi kulit

Selain gangguan kulit seperti gatal dan kemerahan, komplikasi umum dari gigitan serangga adalah infeksi pada kulit.

Infeksi kulit dapat terjadi bila Anda menggaruk bekas gigitan sehingga bakteri atau kuman lain penyebab penyakit kulit masuk ke dalam tubuh.

Sejumlah penyakit infeksi kulit yang dapat berkembang, termasuk impetigo, selulitis, folikulitis, dan limfangitis.

Anda bisa mengobati infeksi dengan salep antibiotik pada bekas gigitan serangga.

Namun, dokter bisa memberikan antibiotik yang lebih kuat atau prosedur lain tergantung keparahan infeksinya.

4. Penyakit Lyme

Penyakit Lyme atau Lyme disease adalah penyakit infeksi akibat bakteri Borrelia burgdorferi yang ditularkan melalui gigitan kutu daun (tick).

Gigitan kutu daun menimbulkan bekas berupa ruam merah berbentuk lingkaran, gatal, dan melepuh.

Selain gejala awal tersebut, penyakit Lyme bisa menimbulkan gejala lain, seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan.

Penyakit infeksi akibat gigitan serangga ini dapat dokter obati dengan antibiotik.

Dokter bisa meresepkan obat pereda nyeri untuk mengatasi rasa sakit yang umum terjadi pada pasien penyakit Lyme.

5. Malaria dan demam berdarah

Beberapa penyakit serius bisa menyebar melalui gigitan nyamuk, seperti malaria dan demam berdarah.

Malaria disebabkan infeksi parasit Plasmodium dari gigitan nyamuk Anopheles.

Sementara itu, demam berdarah disebabkan virus dengue dari nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus.

Kedua penyakit akibat gigitan nyamuk ini bisa menimbulkan gejala berupa demam tinggi, sakit kepala, rasa kelelahan, mual dan muntah, diare, hingga nyeri otot.

Pengobatan untuk malaria dan demam berdarah perlu dilakukan di rumah sakit. Pasalnya, kondisi yang tidak tertangani dengan baik bisa menyebabkan kematian.

Apabila merasakan gejala malaria atau khawatir akan gejala lain setelah terkena gigitan serangga, segera konsultasikan ke dokter Anda.

Pertolongan pertama terhadap gigitan serangga

sinar uv penuaan kulit

Untuk mencegah timbulnya dampak berbahaya dari sengatan serangga, Anda bisa melakukan langkah perawatan sederhana di rumah saat digigit serangga.

Berikut adalah pertolongan pertama mengatasi gigitan serangga.

1. Bersihkan luka gigitan

Saat terkena gigitan, sebaiknya Anda segera membersihkan area yang terdampak sebelum mulai mengobatinya.

Terkadang, sengatan lebah meninggalkan sebagian patahan alat sengatnya atau masih dalam bentuk utuh pada permukaan kulit.

Anda bisa melepaskan sengatan lebah dengan menggosoknya dengan kuku secepat mungkin.

Hindari mencubit atau memakai pinset agar racun tidak masuk lebih banyak ke dalam tubuh.

Bersihkan bagian kulit bekas tergigit serangga dengan sabun dan air untuk mencegah infeksi lanjutan.

2. Kompres es

Kompres es dapat mengurangi rasa sakit dan kemerahan pada kulit.

Untuk melakukannya, masukkan beberapa bongkah es batu dalam plastik dan balut dengan handuk tipis bersih.

Kemudian, tempelkan kompres es tersebut pada lokasi bengkaknya selama 10–15 menit.

Jika ingin melakukannya kembali, tunggu dahulu sekitar 10 menit barulah tempel lagi kompresnya.

Selalu gunakan kain untuk melindungi kontak langsung antara kulit dan es. Hindari langsung menempelkan es karena akan menimbulkan kerusakan kulit.

3. Minyak esensial

Hingga saat ini, baru ada sedikit bukti medis yang bisa menunjukkan bahwa minyak esensial dapat meredakan rasa sakit atau bengkak akibat gigitan serangga.

Beberapa minyak esensial yang populer untuk mengobati bekas digigit serangga, termasuk tea tree oil, minyak lavender, minyak thyme, minyak rosemary, dan witch hazel.

Sebelum mengoleskan ke kulit, campurkan terlebih dahulu dengan minyak pelarut, seperti minyak zaitun.

Namun perlu Anda ingat, sejumlah minyak esensial mungkin dapat menyebabkan reaksi alergi.

4. Lidah buaya

Mengoleskan aloe vera atau lidah buaya pada kulit kerap menjadi cara untuk mengobati sengatan lebah.

Sebagai obat sengatan lebah, getah atau gel lidah buaya dapat membantu melembapkan kulit dan meredakan peradangan secara alami.

Lidah buaya juga memiliki sifat antibakteri. Hal ini membantu mencegah bekas sengatan serangga berkembang menjadi infeksi.

5. Madu

Madu mengandung senyawa antiradang dan pembengkakan sehingga cocok sebagai obat pertolongan pertama alami terhadap gigitan serangga.

Selain itu, sifat antibakteri alami dalam madu dapat membantu mencegah infeksi dan mempercepat penyembuhan bekas luka pada kulit Anda.

Anda bisa mengoleskan sedikit madu ke bagian kulit bekas gigitan atau sengatan.

Jika Anda memakai madu untuk mengobati sengatan lebah, lakukan hal ini dalam ruangan tertutup agar bau madu tidak menarik datangnya lebah atau serangga lain.

6. Losion calamine

Sebagian orang menggunakan losion calamine untuk meredakan gatal-gatal.

Namun, obat topikal ini juga bisa mengurangi rasa sakit akibat sengatan lebah atau tawon.

Cobalah oleskan sedikit losion ke bagian sengatan dan tunggu beberapa menit sampai gejalanya reda.

Anda boleh mengoleskannya beberapa kali dalam sehari jika perlu.

6. Salep kortikosteroid

Salep kortikosteroid dapat mengobati pembengkakan, kulit gatal, dan iritasi yang ditimbulkan akibat gigitan serangga, seperti hidrokortison.

Selain mengurangi iritasi dan mencegah peradangan, obat topikal ini dapat mencegah penyebaran reaksi pada kulit yang lebih luas.

Biasanya salep kortikosteroid ini cukup Anda oleskan satu atau dua kali pada area yang terdampak.

Untuk mendapatkannya, Anda bisa membelinya secara bebas atau dengan resep dokter.

7. Antihistamin oral

Selain kortikosteroid, Anda juga bisa minum obat antihistamin oral untuk membantu meredakan gatal, nyeri, dan bengkak pada kulit setelah digigit serangga.

Antihistamin bekerja menurunkan histamin yang tubuh lepaskan saat menerima racun dari serangga.

Obat antihistamin dan kortikosteroid juga bisa digunakan untuk reaksi alergi ringan.

Namun, pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakannya.

8. Suntikan epinefrin

Reaksi anafilaksis dapat terjadi dalam beberapa menit setelah terkena sengatan atau gigitan. Kondisi ini dapat mengancam jiwa bila tidak segera ditangani.

Suntikan epinefrin merupakan langkah pertolongan pertama untuk mencegah keparahan anafilaksis.

Obat ini bekerja untuk meredakan gejala alergi dan memulihkan kembali kondisi tubuh pasien sebelum mendapatkan bantuan medis lebih lanjut.

9. Antibiotik

Gigitan serangga yang terinfeksi umumnya membutuhkan antibiotik.

Terlebih dahulu, Anda bisa mencoba salep antibiotik yang dijual bebas pada bagian kulit bekas tergigit serangga.

Apabila infeksi yang Anda alami cukup parah, dokter bisa meresepkan salep antibiotik atau antibiotik oral dengan dosis lebih kuat.

Namun, Anda mungkin perlu menjalani operasi kecil bila infeksi mengembangkan abses pada kulit.

Bagaimana cara mencegah digigit serangga?

Gigitan serangga tentunya harus Anda cegah, terutama bila sering beraktivitas luar ruangan.

Oleh karena itu, coba lakukan langkah perlindungan diri terhadap gigitan serangga yang dianjurkan American Academy of Dermatology Association berikut ini.

  • Menggunakan pakaian yang tertutup, termasuk baju lengan panjang, celama, kaos kaki, dan sepatu saat pergi ke hutan atau kebun.
  • Mengoleskan krim antiserangga pada kulit yang tidak tertutup pakaian. Pilihlah obat nyamuk dengan 20–30% DEET (N,N-diethyl-m-toluamide) agar perlindungan lebih efektif.
  • Memasang kelambu di tempat tidur atau tenda saat tidur di alam bebas untuk melindungi dari gigitan nyamuk.
  • Hindari sabun mandi, sampo, dan deodoran yang mengandung pewangi yang kuat karena bisa menarik perhatian serangga.

Gigitan serangga dapat menimbulkan gejala ringan hingga serius.

Jika ada pertanyaan atau kekhawatiran terhadap hal ini, konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan solusi terbaik.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Arthropod bites and stings. DermNet NZ. (2015). Retrieved 9 November 2021, from https://dermnetnz.org/topics/arthropod-bites-and-stings

Insect Bites: Background, Pathophysiology, Epidemiology. Medscape. (2018). Retrieved 9 November 2021, from https://emedicine.medscape.com/article/769067-overview

Insect bites and stings. NHS. (2019). Retrieved 9 November 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/insect-bites-and-stings/

Insect bites and stings. NHS Inform. (2021). Retrieved 9 November 2021, from https://www.nhsinform.scot/illnesses-and-conditions/injuries/skin-injuries/insect-bites-and-stings#complications-of-insect-bites-and-stings

Insect Sting Allergies – Symptoms & Treatment. American College of Allergy, Asthma & Immunology. (2018). Retrieved 9 November 2021, from https://acaai.org/allergies/allergic-conditions/insect-sting-allergies/

Tips to prevent and treat bug bites. American Academy of Dermatology Association. (2021). Retrieved 9 November 2021, from https://www.aad.org/public/everyday-care/injured-skin/bites/prevent-treat-bug-bites

Avoid bug bites. Centers for Disease Control and Prevention. (2021). Retrieved 9 November 2021, from https://wwwnc.cdc.gov/travel/page/avoid-bug-bites

Lyme disease. Centers for Disease Control and Prevention. (2021). Retrieved 9 November 2021, from https://www.cdc.gov/lyme/index.html

Mosquito-Borne Diseases. Centers for Disease Control and Prevention. (2016). Retrieved 9 November 2021, from https://www.cdc.gov/niosh/topics/outdoor/mosquito-borne/default.html

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Andisa Shabrina Diperbarui 2 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan