home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

SIBO (Small Intestinal Bacterial Overgrowth)

Definisi SIBO|Tanda dan gejala SIBO|Penyebab dan faktor risiko|Diagnosis SIBO|Obat dan pengobatan SIBO
SIBO (Small Intestinal Bacterial Overgrowth)

Definisi SIBO

SIBO (small intestinal bacterial overgrowth) adalah kondisi di mana pertumbuhan bakteri mengalami peningkatan yang abnormal pada organ usus halus.

Normalnya, bakteri yang ada pada usus kecil bagian atas jumlahnya kurang dari 1.000 koloni per milliliter. Namun pada tubuh yang mengalami SIBO, bakteri yang muncul mencapai lebih dari 100.000 koloni per mililiter.

Kondisi ini kerap menjadi penyebab penyakit diare yang kronis dan malabsorpsi. Bila terjadi, penderitanya bisa saja mengalami penurunan berat badan yang drastis, kekurangan nutrisi, hingga penyakit osteoporosis.

Seberapa umumkah SIBO?

SIBO bisa terjadi pada siapa saja, tapi lebih sering ditemui pada orang-orang yang menderita penyakit sindrom iritasi usus.

Pertumbuhan bakteri yang abnormal mungkin bisa dicegah dengan mengurangi faktor-faktor risikonya.

Tanda dan gejala SIBO

Keparahan gejala yang dialami oleh masing-masing pasien bisa berbeda-beda. Ada pula beberapa pasien yang sama sekali tidak mengalami tanda ataupun gejala.

Namun secara umum, tanda dan gejala yang bisa muncul saat mengalami SIBO yaitu:

  • sakit perut,
  • mual,
  • kehilangan nafsu makan,
  • perasaan kenyang yang tidak nyaman setelah makan,
  • perut kembung,
  • diare,
  • turun berat badan, serta
  • malnutrisi.

Ingat, tubuh setiap orang berbeda, maka reaksi terhadap suatu penyakit juga bisa bervariasi. Jika Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, jangan ragu untuk berkonsultasi kepada dokter.

Kapan harus periksa ke dokter?

Gejala-gejala yang muncul memang tergolong umum dan sulit dibedakan dengan penyakit pencernaan lainnya. Meski demikian, Anda tetap harus waspada terutama ketika Anda mengalami gejala gangguan pencernaan seperti:

  • diare yang berkepanjangan,
  • penurunan berat badan yang drastis, serta
  • sakit perut hebat yang berlangsung selama beberapa hari.

Bila hal tersebut terjadi, segera periksakan diri Anda ke dokter.

Penyebab dan faktor risiko

Apa penyebab SIBO?

Pada dasarnya, memiliki keseimbangan bakteri di usus sangat penting untuk kesehatan Anda. Keberadaan bakteri baik dibutuhkan untuk membantu proses pencernaan makanan.

Sebagian besar bakteri hidup di dalam usus besar, di mana mereka bertugas membantu tubuh menyerap nutrisi dan melindungi lapisan usus dari zat yang berbahaya.

Sedangkan pada usus kecil, bakteri yang tumbuh relatif lebih sedikit karena proses pencernaan sudah dibantu oleh adanya organ empedu.

Ketika bakteri ini tumbuh terlalu banyak di bagian usus kecil, bakteri akan memfermentasi karbohidrat dari makanan dan mengeluarkan gas hidrogen atau metana.

Hal tersebutlah yang menimbulkan gejala yang tidak diinginkan seperti sakit perut atau gangguan dalam penyerapan nutrisi.

SIBO bisa terjadi ketika mekanisme yang berfungsi untuk mengendalikan populasi bakteri pencernaan mengalami gangguan.

Terdapat dua hal yang memengaruhi pertumbuhan bakteri, yaitu berkurangnya produksi asam lambung dan dismotilitas usus halus.

Dismotilitas sendiri yaitu kelainan di mana otot-otot sistem pencernaan mengalami gangguan sehingga menyebabkan perubahan kecepatan, kekuatan, atau koordinasi pada gerak organ pencernaan.

Kemungkinan lainnya, pertumbuhan bakteri juga bisa terjadi karena masalah pada fungsi kekebalan usus atau kelainan bentuk saluran pencernaan.

Apa saja faktor-faktor yang berisiko terkena kondisi ini?

Anda akan lebih rentan mengalami SIBO, bila mengalami kondisi di bawah ini.

  • Pernah menjalani operasi lambung untuk kasus obesitas atau maag.
  • Memiliki cacat atau cedera di usus kecil.
  • Memiliki saluran abnormal (fistula) di antara dua usus.
  • Mengalami penyakit Crohn, limfoma usus, skleroderma, atau penyakit lain yang mengganggu usus kecil.
  • Pernah menjalani terapi radiasi pada perut.
  • Memiliki riwayat diabetes.
  • Mengalami divertikulosis (kantong-kantong yang disebut divertikula terbentuk di dinding saluran pencernaan).
  • Mengalami adhesi sebagai efek samping dari operasi perut yang pernah dijalani.

Perlu diketahui, meski Anda tidak memiliki faktor-faktor di atas, bukan berarti Anda terbebas dari risiko kondisi ini.

Diagnosis SIBO

Selain melakukan pemeriksaan fisik, Anda juga perlu menjalani tes untuk memeriksa adanya pertumbuhan bakteri yang berlebih di usus kecil.

1. Tes pernapasan

Salah satu tes yang paling umum dilakukan yaitu tes pernapasan. Pada saat melakukan tes, ini, Anda akan diberi campuran glukosa dan air untuk diminum. Setelah itu, Anda bernapas ke dalam alat bernama breathalyzer selama beberapa kali.

Bila terdapat peningkatan hidrogen atau metana dari udara yang Anda hembuskan, besar kemungkinan Anda mengalami SIBO. Sayangnya, pengujian yang satu ini kerap dirasa kurang akurat.

2. Tes kultur cairan

Oleh karena itu, pilihan lain yang bisa dilakukan yaitu mengukur kultur cairan.

Untuk tes yang satu ini, dokter akan melakukan endoskopi saluran pencernaan bagian atas untuk mendapatkan sampel cairan usus. Sampel tersebut kemudian diuji di laboratorium guna dilihat pertumbuhan bakterinya.

Selain dua tes di atas, cara diagnosis lain yang mungkin juga akan dilakukan yaitu tes darah, tes kekurangan vitamin, atau tes sampel feses (tinja).

Jika dicurigai adanya kelainan pada anatomi pencernaan Anda, dokter akan melakukan tes pencitraan dengan sinar-X, CT scan, atau MRI.

Obat dan pengobatan SIBO

Pada kebanyakan kasus, dokter akan memberikan obat antibiotik untuk mengatasi pertumbuhan bakteri yang berlebihan.

Terkadang, perawatan ini dilakukan sebagai langkah pertama guna mengurangi gejala sembari mencari tahu penyebab yang mendasari kondisi ini.

Pemberian obat antibiotik seperti rifaximin dapat mengurangi jumlah bakteri abnormal secara signifikan. Namun, bakteri bisa tumbuh kembali ketika Anda berhenti minum antibiotik. Bila ini terjadi, Anda mungkin akan memerlukan waktu pengobatan yang lebih lama.

Dokter juga dapat memberikan jenis obat antibiotik yang berbeda untuk bantu mencegah resistensi terhadap bakteri.

Pada kasus lainnya, dokter menangani kondisi ini dengan melakukan operasi bila penyebabnya yaitu kelainan pada struktur organ pencernaan. Misalnya, dokter akan melakukan operasi perbaikan loop, striktur, atau fistula.

Mengingat SIBO kerap membuat penderitanya mengalami malnutrisi, memperbaiki kekurangan nutrisi juga akan menjadi bagian dari pengobatan. Perawatan ini bertujuan memperbaiki kekurangan vitamin, mengurangi gangguan usus, dan membantu menambah berat badan.

Perbaikan nutrisi bisa meliputi pemberian suplemen seperti suntikan vitamin B12 atau vitamin oral, kalsium, dan suplemen zat besi. Anda juga disarankan untuk menjalani pola makan yang bebas dari makanan berlaktosa.

Kerusakan pada usus kecil dapat menghilangkan kemampuannya dalam mencerna gula pada susu. Dengan alasan inilah Anda disarankan untuk tidak mengonsumsi produk yang mengandung laktoasa seperti produk susu.

Bila Anda masih memiliki pertanyaan seputar gejala dan penanganan SIBO, silakan konsultasikan dengan dokter Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Andrew C. Dukowicz, G., 2007. Small Intestinal Bacterial Overgrowth: A Comprehensive Review. [online] PubMed Central (PMC). Retrieved 8 March 2021.

Small Intestinal Bacterial Overgrowth (SIBO). (2020). Mayo Clinic. Retrieved 8 March 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/small-intestinal-bacterial-overgrowth/symptoms-causes/syc-20370168

Understanding SIBO and What It Might Say About Your Gut. (2019). Cleveland Clinic. Retrieved 8 March 2021, from https://health.clevelandclinic.org/understanding-sibo-and-what-it-might-say-about-your-gut/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Winona Katyusha Diperbarui 23/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x