backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

SIBO (Small Intestinal Bacterial Overgrowth)

Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro · General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Winona Katyusha · Tanggal diperbarui seminggu yang lalu

SIBO (Small Intestinal Bacterial Overgrowth)

Small intestinal bacterial overgrowth atau SIBO adalah kondisi yang ditandai dengan peningkatan berlebih bakteri di usus halus. Kondisi ini biasanya diobati dengan pemberian antibiotik. Telusuri lebih jauh tentang gejala, penyebab dan cara pengobatannya.

Apa itu SIBO?

SIBO (small intestinal bacterial overgrowth) adalah kondisi di mana pertumbuhan bakteri mengalami peningkatan yang abnormal pada organ usus halus.

Normalnya, bakteri yang ada pada usus kecil bagian atas jumlahnya kurang dari 1.000 koloni per milliliter. Namun pada tubuh yang mengalami SIBO, bakteri yang muncul mencapai lebih dari 100.000 koloni per mililiter.

Kondisi ini umumnya terjadi pada orang dengan sindrom iritasi usus besar. Gejalanya dapat berupa nyeri perut, rasa tidak nyaman pada perut dan kehilangan nafsu makan. 

Jika tidak segera ditangani, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi berupa penurunan berat badan yang drastis, kekurangan nutrisi, hingga penyakit osteoporosis.

Seberapa umum penyakit ini?

SIBO merupakan penyakit yang umum terjadi pada siapa saja, tapi paling banyak diderita oleh orang dengan kondisi medis tertentu. 

Mengutip Cleveland Clinic, sekitar 80% orang yang menderita SIBO dialami oleh orang yang yang menderita penyakit sindrom iritasi usus besar.

Pertumbuhan bakteri yang abnormal mungkin bisa dicegah dengan mengurangi faktor-faktor risikonya.

Tanda dan gejala SIBO

penyebab sakit perut berkepanjangan

Keparahan gejala yang dialami oleh masing-masing pasien bisa berbeda-beda. Ada pula beberapa pasien yang sama sekali tidak mengalami tanda ataupun gejala. Namun secara umum, tanda dan gejala yang bisa muncul saat mengalami SIBO yaitu:

  • sakit perut,
  • mual,
  • kehilangan nafsu makan,
  • perasaan kenyang yang tidak nyaman setelah makan,
  • perut kembung,
  • turun berat badan,
  • malnutrisi,
  • sembelit, dan
  • diare.
  • Ingat, tubuh setiap orang berbeda, maka reaksi terhadap suatu penyakit juga bisa bervariasi. Jika Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, jangan ragu untuk berkonsultasi kepada dokter.

    Kapan harus periksa ke dokter?

    Gejala-gejala yang muncul memang tergolong umum dan sulit dibedakan dengan penyakit pencernaan lainnya.

    Meski demikian, Anda tetap harus waspada terutama ketika Anda mengalami gejala gangguan pencernaan seperti:

    • diare yang berkepanjangan,
    • penurunan berat badan yang drastis, serta
    • sakit perut hebat yang berlangsung selama beberapa hari.

    Penyebab SIBO

    Sebagian besar bakteri hidup di dalam usus besar, di mana mereka bertugas membantu tubuh menyerap nutrisi dan melindungi lapisan usus dari zat yang berbahaya.

    Sementara pada usus kecil, bakteri yang tumbuh relatif lebih sedikit karena proses pencernaan sudah dibantu oleh adanya organ empedu.

    Ketika bakteri ini tumbuh terlalu banyak di bagian usus kecil, bakteri akan memfermentasi karbohidrat dari makanan dan mengeluarkan gas hidrogen atau metana dan menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan.  

    Berikut beberapa penyebab SIBO yang perlu Anda ketahui. 

    • Komplikasi bedah perut, termasuk bypass lambung untuk penderita obesitas dan gastrektomi untuk mengobati tukak lambung
    • Kondisi medis tertentu, seperti penyakit Crohn, radang usus, skleroderma, penyakit celiac, atau diabetes.
    • Short bowel syndrome atau penyakit usus pendek yang disebabkan oleh operasi pengangkatan usus kecil.
    • Diverticulosis, yaitu munculnya peradangan pada kantung usus.
    • Sindrom iritasi susu besar (IBS).

    Penyebab lain SIBO

    Penggunaan obat-obatan seperti antibiotik, narkotika, atau obat penekan asam lambung yang berlebihan juga dapat mengganggu keseimbangan bakteri pada sistem pencernaan dan menyebabkan SIBO.

    Faktor risiko SIBO

    Anda akan lebih rentan mengalami SIBO, bila mengalami kondisi di bawah ini.

    • Pernah menjalani operasi lambung untuk kasus obesitas atau maag.
    • Memiliki cacat atau cedera di usus kecil.
    • Memiliki saluran abnormal (fistula) di antara dua usus.
    • Mengalami penyakit Crohn, limfoma usus, skleroderma, atau penyakit lain yang mengganggu usus kecil.
    • Pernah menjalani terapi radiasi pada perut.
    • Memiliki riwayat diabetes.
    • Mengalami divertikulosis (kantong-kantong yang disebut divertikula terbentuk di dinding saluran pencernaan).
    • Mengalami adhesi sebagai efek samping dari operasi perut yang pernah dijalani.

    Perlu diketahui, meski Anda tidak memiliki faktor-faktor di atas, bukan berarti Anda terbebas dari risiko kondisi ini.

    Diagnosis SIBO

    Selain melakukan pemeriksaan fisik, Anda juga perlu menjalani tes untuk memeriksa adanya pertumbuhan bakteri yang berlebih di usus kecil.

    1. Tes pernapasan

    Saat melakukan tes pernapasan, Anda bernapas ke dalam alat bernama breathalyzer selama beberapa kali. Bila terdapat peningkatan hidrogen atau metana dari udara yang Anda hembuskan, besar kemungkinan Anda mengalami SIBO.

    2. Tes kultur cairan

    Dokter akan melakukan endoskopi saluran pencernaan bagian atas untuk mendapatkan sampel cairan usus. Sampel tersebut kemudian diuji di laboratorium guna dilihat pertumbuhan bakterinya.

    Selain dua tes di atas, cara diagnosis lain yang mungkin akan dilakukan yaitu:

    Pengobatan SIBO

    kaolin pectin

    Berikut beberapa pilihan pengobatan yang mungkin dianjurkan oleh dokter untuk mengobati kondisi ini. 

    1. Terapi antibiotik

    Pada kebanyakan kasus, dokter akan memberikan obat antibiotik untuk mengatasi pertumbuhan bakteri yang berlebihan.

    Terkadang, perawatan ini dilakukan sebagai langkah pertama guna mengurangi gejala sembari mencari tahu penyebab yang mendasari kondisi ini.

    Pemberian obat antibiotik seperti rifaximin dapat mengurangi jumlah bakteri abnormal secara signifikan. Dokter juga dapat memberikan jenis obat antibiotik yang berbeda untuk bantu mencegah resistensi terhadap bakteri.

    2. Dukungan nutrisi

    Mengingat SIBO kerap membuat penderitanya mengalami malnutrisi, memperbaiki kekurangan nutrisi juga akan menjadi bagian dari pengobatan. 

    Perawatan ini bertujuan memperbaiki kekurangan vitamin, mengurangi gangguan usus, dan membantu menambah berat badan. Perbaikan nutrisi bisa meliputi hal berikut.

    • Pemberian suplemen nutrisi, seperti vitamin oral, suplemen kalsium,suplemen zat besi,serta suntikan vitamin B12.
    • Anda juga disarankan untuk menjalani pola makan yang bebas dari makanan berlaktosa.

    3. Operasi

    Pada kasus lainnya, dokter menangani kondisi ini dengan melakukan operasi bila penyebabnya yaitu kelainan pada struktur organ pencernaan. Dokter akan melakukan operasi perbaikan loop, striktur, atau fistula.

    Itulah pembahasan lengkap mengenai penyebab, gejala serta cara pengobatan penyakit SIBO. Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar penyakit ini, jangan ragu untuk konsultasikan lebih lanjut dengan dokter. 

    Catatan

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Patricia Lukas Goentoro

    General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


    Ditulis oleh Winona Katyusha · Tanggal diperbarui seminggu yang lalu

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan