home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Perlengketan Usus (Adhesi Usus)

Perlengketan Usus (Adhesi Usus)
Definisi perlengketan usus (adhesi usus)|Tanda dan gejala adhesi usus|Penyebab dan faktor risiko|Diagnosis dan pengobatan perlengketan usus|Pengobatan di rumah dan pencegahan

Definisi perlengketan usus (adhesi usus)

Perlengketan usus (adhesi usus) adalah kondisi ketika jaringan pencernaan dan otot menempel pada dinding abdomen (perut). Pada kondisi normal, permukaan antar organ pencernaan licin dan lembut, sehingga tidak menyebabkan usus lengket.

Kondisi yang juga disebut adhesi usus ini terjadi akibat adanya luka pada jaringan antar organ. Akibatnya, usus pun saling menempel. Pasalnya, luka membuat jaringan lebih mudah menempel karena permukaannya sangat lengket.

Itu sebabnya, usus lengket sering terjadi pada pasien yang baru menjalani operasi. Gangguan pencernaan ini mungkin terjadi pada antar-saluran pencernaan atau sistem pencernaan dengan jaringan otot perut.

Seberapa umum kondisi perlengketan usus ini?

Penyakit ini paling sering muncul usai menjalani operasi perut. Sekitar 93% pasien yang selesai mendapatkan operasi perut, pelvis, usus, dan kandungan juga berisiko mengalami perlengketan usus.

Meski begitu, usus lengket juga dapat terjadi pada orang yang tak pernah menjalani operasi perut sama sekali. Namun, jumlah kasusnya hanya sekitar 10 persen dari total kasus yang ada.

Tanda dan gejala adhesi usus

Kebanyakan orang yang memiliki usus lengket tidak mengalami gejala apa pun.

Namun, gejala yang paling sering dijumpai adalah sakit perut berkepanjangan dan kondisi yang berkaitan dengan masalah pencernaan, seperti:

  • mual dan muntah,
  • perut kembung,
  • terdengar bunyi kencang dari dalam perut,
  • perut membengkak,
  • susah kentut atau sulit mengeluarkan gas dari dalam perut, serta
  • sembelit atau susah BAB.

Kemungkinan ada gejala lain yang tidak tercantum. Jika terdapat pertanyaan tentang ciri-ciri perlengketan usus, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

Kapan harus periksa ke dokter?

Bila Anda merasa sakit perut berkepanjangan tanpa sebab yang jelas, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat.

Tubuh setiap orang berbeda-beda, sehingga selalu diskusikan dengan dokter untuk mencari tahu diagnosis dan perawatan terbaik untuk Anda.

Penyebab dan faktor risiko

Apa penyebab adhesi usus?

Penyebab utama usus lengket yaitu operasi perut. Selain itu, ada beberapa jenis prosedur lainnya yang menyebabkan perlengketan usus, antara lain:

  • operasi organ tubuh lainnya,
  • pengeringan organ dan jaringan tubuh,
  • jaringan organ terpapar benda asing, seperti perban atau jarum, serta
  • darah biasa atau yang tersumbat tidak dicuci selama prosedur operasi.

Tidak hanya operasi, ada sejumlah kondisi yang bisa memicu infeksi atau peradangan pada saluran antar-pencernaan, yakni:

Apa faktor yang meningkatkan risiko terkena penyakit ini?

Terlalu sering menjalani operasi perut akan meningkatkan risiko dinding abdomen yang terkontaminasi. Selain itu, diet yang tidak seimbang setelah operasi juga membuat Anda lebih rentan dengan penyakit ini.

Diagnosis dan pengobatan perlengketan usus

Bagaimana cara mendiagnosis kondisi ini?

Usus yang lengket tidak dapat dideteksi hanya dengan tes atau ultrasound. Umumnya, akan meminta Anda menjalani sejumlah pemeriksaan tambahan, seperti:

  • tes darah,
  • operasi atau pemeriksaan perut, dan
  • X-Ray, endoskopi gastrointestinal bawah (GI), atau tomografi.

Apa pilihan pengobatan adhesi usus?

Berikut ini beberapa cara yang dilakukan untuk mengatasi perlengketan usus.

Pengobatan untuk meredakan gejala

Bagi pasien perlengketan usus dengan gejala yang tidak terlalu parah, operasi atau pembedahan bukan pilihan satu-satunya. Anda bisa menghindari operasi tersebut selama 12 – 24 jam.

Dokter biasanya akan meminta Anda untuk tidak minum air atau cairan apa pun selama satu hari, terutama ketika pernah menjalani operasi dan mengalami kram perut. Hal ini dilakukan untuk mengendalikan gejala ringan dari adhesi usus.

Selain itu, pengobatan lainnya adalah menerima cairan lewat intravena. Pada kasus ini, selang hisap kecil yang memanjang akan dimasukkan ke hidung dan masuk ke perut.

Selang tersebut digunakan untuk mencegah kembung dan menghilangkan rasa sakit dan mual.

Operasi

Bila penyakit ini menyebabkan usus tercekik, operasi atau pembedahan perut perlu segera dilakukan. Hal ini bertujuan agar usus yang lengket tidak menghambat aliran darah menuju usus.

Bila gejalanya tidak terlalu parah, operasi mungkin dapat ditunda selama 12 – 24 jam agar Anda bisa menerima cairan intravena. Hal ini bertujuan agar Anda dapat menghindari pembedahan sebisa mungkin.

Pengobatan di rumah dan pencegahan

Apa saja pengobatan rumahan untuk mengatasi perlengketan usus?

Setelah menjalani operasi perut, Anda mungkin perlu mengubah gaya hidup selama proses pemulihan, seperti:

  • menjalani diet nutrisi lengkap,
  • mengikuti anjuran dari dokter pasca operasi, dan
  • rutin berkonsultasi dengan dokter.

Adakah cara mencegah perlengketan usus?

Adhesi usus tidak dapat dicegah mengingat operasi perut yang dilakukan sebelumnya tentu penting untuk kesehatan Anda.

Namun, ketika ahli bedah melakukan operasi perut, ada beberapa langkah yang dilakukan untuk mengurangi risiko usus lengket sebagai berikut.

  • Merekomendasikan laparoskopi bila memungkinkan dibandingkan operasi terbuka.
  • Menangani jaringan dengan hati-hati agar tidak rusak.
  • Mewaspadai saat benda asing masuk ke perut, seperti sarung tangan operasi.
  • Menutupi jaringan yang rusak di dalam perut dengan lapisan khusus.

Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Abdominal Adhesions. (2019). Harvard Health. Retrieved 13 February 2018, from https://www.health.harvard.edu/a_to_z/abdominal-adhesions-a-to-z

Abdominal Adhesions. (2019) .National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Retrieved 13 February 2018, from https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/abdominal-adhesions

4 Best Ways to Take Control of Abdominal Adhesions. (2020). Cleveland Clinic. Retrieved 15 January 2021, from https://health.clevelandclinic.org/4-best-ways-to-take-control-of-abdominal-adhesions/

Tabibian, N., Swehli, E., Boyd, A., Umbreen, A., & Tabibian, J. H. (2017). Abdominal adhesions: A practical review of an often overlooked entity. Annals of medicine and surgery (2012), 15, 9–13. https://doi.org/10.1016/j.amsu.2017.01.021. Retrieved 15 January 2021.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M
Tanggal diperbarui 19/01/2021
x