backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

10 Penyebab BAB Keluar Darah seperti Haid dan Pengobatannya

Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro · General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Zulfa Azza Adhini · Tanggal diperbarui 3 minggu lalu

10 Penyebab BAB Keluar Darah seperti Haid dan Pengobatannya

Pernahkah Anda mengalami BAB keluar darah seperti haid? Hal ini bisa menandakan masalah pada sistem pencernaan, seperti wasir atau fisura ani. Ketahui penyebab BAB keluar darah serta cara mengatasinya berikut ini. 

Penyebab BAB keluar darah seperti haid

Darah seperti haid yang keluar saat buang air besar (BAB) bisa berasal dari perdarahan pada saluran pencernaan, seperti usus besar, rektum, dan anus

Warna darah yang keluar juga bisa menandakan di mana perdarahan tersebut berasal. Jika warnanya merah terang, perdarahan berasal dari bagian bawah usus atau dekat anus.

Darah yang berwarna merah gelap atau merah tua bisa menandakan perdarahan di kolon (usus besar) yang biasanya terlihat bercampur dengan feses Anda.

Berikut ini berbagai penyebab BAB keluar seperti haid. 

1. Wasir

wasir stadium 4

Penyebab umum BAB keluar darah seperti haid tetapi tidak sakit adalah karena wasir atau ambeien. 

Gangguan pencernaan ini ditandai dengan pembengkakan pembuluh darah dan peradangan anus akibat mengejan terlalu sering dan lama saat buang air besar.

Pembengkakan pembuluh darah vena di sekitar anus membuat pembuluh darah lebih rapuh dan rentan pecah, terlebih jika mendapat dorongan saat mengejan untuk BAB.

Jika ambeien pecah, kondisi ini bisa menyebabkan munculnya darah ketika buang air besar. 

2. Fisura ani

Fisura ani adalah cedera pada anus yang ditandai dengan robekan atau luka kecil di jaringan mukosa anus.

Cedera pada anus ini biasanya terjadi karena feses yang dikeluarkan keras dan besar sehingga memicu iritasi atau robekan pada area anus. 

Kondisi ini bisa menyebabkan perdarahan seperti haid selama atau setelah buang air besar. 

Selain munculnya bercak darah saat BAB, kondisi ini bisa menimbulkan rasa nyeri pada anus selama BAB atau gatal dan iritasi di sekitar anus. 

3. Radang usus 

BAB keluar darah seperti haid dapat terjadi karena penyakit radang usus atau disebut juga dengan kolitis ulseratif.

Perdarahan karena radang usus biasanya muncul pada feses dan terkadang disertai dengan lendir. 

Belum diketahui secara pasti penyebab kolitis ulseratif, tapi diet ketat serta stres diketahui dapat memperburuk gangguan pencernaan ini.

Selain BAB berdarah, kondisi ini dapat menyebabkan nyeri perut, diare, demam, hingga berat badan menurun.

4. Prolaps rektum

Penyebab BAB keluar darah seperti haid selanjutnya adalah karena prolaps rektum. Kondisi ini terjadi ketika dinding rektum mengalami penurunan hingga menonjol keluar dari anus.

Jika benjolan anus ini bergesekan dengan feses yang keras dapat memicu terjadinya iritasi yang bisa berakibat perdarahan saat BAB.

Mengutip John Hopkins, selain perdarahan saat BAB, prolaps rektum dapat memicu gejala seperti ada sesuatu yang mengganjal di anus.

Gejala tersebut umumnya muncul setelah bersin, batuk, atau mengangkat benda berat, serta rasa tidak nyaman di perut. 

5. Divertikulitis

Divertikulitis merupakan gangguan pencernaan ketika kantong-kantong usus besar terinfeksi dan meradang. 

Peradangan pada kantong usus besar ini membuat pembuluh darah di dalamnya menjadi lebih rapuh. Hal ini memungkinkan Anda mengalami BAB berdarah seperti haid.

Selain itu, kondisi ini bisa memicu gejala gangguan pencernaan lainnya seperti sakit perut pada bagian bawah kiri, mual, muntah, demam, dan kehilangan nafsu makan.  

6. Polip usus

polip

Polip usus adalah gumpalan kecil pada lapisan organ usus besar yang berbentuk menyerupai jamur atau berbentuk bulat. 

Mengutip Mayo Clinic, salah satu gejala yang umumnya menyertai penyakit ini adalah perdarahan pada rektum, sehingga Anda mungkin akan melihat darah keluar seperti haid saat buang air besar.

Selain itu, kondisi ini ditandai dengan perubahan warna feses yang tampak hitam. Jika polip menyumbat sebagian usus, hal ini bisa menyebabkan nyeri atau kram perut hingga mual dan muntah. 

7. Fistula ani

BAB keluar darah seperti haid juga kemungkinan disebabkan penyakit fistula ani, yaitu terbentuknya saluran kecil di antara ujung usus besar dan kulit sekitar anus.

Fistula ani sebagian besar terbentuk akibat infeksi di area anus yang menyebabkan munculnya gumpalan nanah (abses) di jaringan sekitarnya. 

Gumpalan tersebut akan pecah dan mengering, lalu membentuk lubang. Kondisi ini bisa ditandai dengan BAB berdarah atau nanah pada feses. 

Selain itu, Anda mungkin akan merasakan sakit terus-menerus di area anus seperti sensasi berdenyut yang akan semakin buruk ketika duduk, bergerak, batuk, atau BAB.

8. Proctitis

Proctitis adalah peradangan pada anus dan lapisan rektum. Peradangan ini menyebabkan penderitanya mengalami perdarahan pada rektum yang ditandai dengan keluar darah seperti haid saat BAB.

Kondisi ini bisa disebabkan karena peradangan pada usus, menjalani radioterapi untuk kanker atau infeksi menular seksual, terutama pada orang yang melakukan hubungan seksual secara anal. 

Selain itu, penderitanya akan mengalami nyeri pada rektum serta keinginan untuk buang air besar terus-menerus. 

Terkadang, kondisi ini juga bisa menyebabkan gejala gangguan pencernaan lainnya, seperti diare dan sakit perut di sebelah kiri. 

9. Penyakit Crohn

Penyakit Crohn merupakan peradangan pada lapisan saluran pencernaan yang memengaruhi setiap bagian sistem pencernaan, mulai dari mulut hingga anus. 

Peradangan pada usus dapat menyebabkan dinding usus terluka. Jika terus berlanjut hal ini bisa menimbulkan luka yang membentuk ulkus (bisul) dan jaringan parut yang bisa pecah dan berdarah. 

Hal inilah yang memicu keluarnya darah seperti haid saat buang air besar. Orang dengan kondisi ini juga dapat mengalami diare, nyeri atau kram perut, hingga demam. 

Mengutip situs Crohn’s and Colitis, gejala BAB berdarah karena penyakit Crohn cukup jarang terjadi dibandingkan dengan kolitis ulseratif (radang usus).

10. Kanker kolorektal

Penyebab buang air besar keluar darah seperti haid selanjutnya adalah karena penyakit kanker kolorektal yang bisa berawal dari usus besar dan menyebar hingga rektum atau sebaliknya.

Pada tahap awal perkembangan kanker, orang yang mengalaminya bisa tidak merasakan gejala apa pun. Gejala umumnya muncul ketika kanker sudah dalam tahap lanjut. 

Tanda dan gejalanya bisa berupa perdarahan di anus, diare, sembelit terus-menerus, atau perut terasa nyeri seperti ditusuk-tusuk jarum. 

Anda juga mungkin akan mengalami kelelahan dan berat badan turun drastis, tanpa alasan yang jelas. 

Kapan harus ke dokter?

Segera hubungi dokter jika darah yang keluar saat BAB cukup banyak dan disertai dengan gejala lain seperti pusing, mual, muntah, serta napas yang cepat dan dangkal.

Cara mengatasi BAB keluar darah seperti haid

Seperti yang telah dijelaskan, ada banyak penyebab BAB keluar darah, mulai dari kondisi umum hingga serius.

Cara mengatasinya bisa berbeda-beda pada setiap orang tergantung dengan penyebabnya. 

Setelah dokter memastikan penyebabnya, dokter akan memberikan obat BAB berdarah untuk menghentikan perdarahan pada saluran pencernaan. 

Jika penyebab BAB keluar darah seperti haid adalah karena polip pada usus yang berkembang menjadi kanker, Anda mungkin membutuhkan tindakan bedah. 

Selain itu, ada beberapa cara lain yang bisa dilakukan untuk mengatasi BAB berdarah, seperti berikut ini. 

  • Hindari mengejan terlalu keras saat buang air besar.
  • Jangan terlalu sering menahan keinginan buang air besar.
  • Konsumsi makanan tinggi serat seperti sayuran, buah-buahan, biji-bijian, atau kacang-kacangan untuk mencegah sembelit.
  • Minum air putih yang banyak untuk membantu melembutkan feses yang keras.
  • Selalu jaga kebersihan area dubur dan keringkan area dubur dengan lembut menggunakan tisu.

BAB berdarah memang terkadang dapat memicu kekhawatiran bagi yang mengalaminya.

Jika Anda mendapati BAB keluar darah seperti haid, tidak perlu panik karena umumnya hal ini tidak selalu menandakan kondisi medis serius.

Silakan konsultasikan lebih lanjut dengan dokter untuk mengetahui penyebab dan pengobatan yang tepat. 

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.



Ditinjau secara medis oleh

dr. Patricia Lukas Goentoro

General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Zulfa Azza Adhini · Tanggal diperbarui 3 minggu lalu

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan