home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Apakah Normal Jika Saya Buang Air Besar (BAB) Saat Melahirkan?

Apakah Normal Jika Saya Buang Air Besar (BAB) Saat Melahirkan?

Banyak ibu yang merasa cemas dan takut ketika menghadapi proses persalinan. Salah satu hal yang mungkin dicemaskan oleh para ibu adalah BAB saat melahirkan. Buang air besar selama jalannya persalinan bisa menjadi pengalaman yang memalukan. Tapi sebenarnya, apakah BAB saat melahirkan itu normal? Ataukah justru tanda bahaya? Bisakah “kecelakaan” ini dicegah?

Normalkah jika ibu BAB saat melahirkan?

Meski membayangkannya saja sudah bikin malu, tapi tenang, bu. BAB saat melahirkan adalah hal yang sangat wajar dan terjadi di hampir semua proses persalinan normal.

Bahkan, rasa sakit seperti “kebelet pup” yang dirasakan ibu saat melahirkan dianggap sebagai tanda yang baik. Pasalnya hal ini menandakan bahwa bayi telah berada di jalur yang tepat untuk keluar. Banyak yang tidak tahu bahwa sebenarnya proses melahirkan bayi hampir sama ketika Anda sedang BAB. Otot-otot yang digunakan untuk ngeden baik saat melahirkan atau ketika di kamar mandi adalah otot panggul dan perut bawah yang sama. Itu sebabnya ketika perut Anda mulas karena sakit perut atau akan lahiran, otot-otot itu akan berkontraksi.

Selain itu, ketika bayi sudah perlahan-lahan bergerak menuju lubang vagina, ia akan menekan bagian usus dan rektum yang mungkin berisi sisa-sisa makanan yang belum dikeluarkan. Hal ini juga yang kemudian membuat Anda mengeluarkan (sedikit) feses ketika proses persalinan berlangsung.

Jangan tahan keinginan untuk BAB saat melahirkan!

Banyak ibu yang ragu dan malu untuk mengejan lebih keras, akibat mereka merasa bahwa kotoran di perutnya akan keluar saat proses persalinan. Malah, bila hal ini Anda tahan-tahan, maka kekuatan mengejan Anda akan berkurang sehingga bayi tidak akan keluar-keluar.

Lagi pula, belum tentu rasa ‘kebelet’ BAB yang Anda rasakan itu benar. Bisa saja itu karena efek bayi yang akan keluar. Maka dari itu, Anda tak perlu mengkhawatirkan hal ini. Bila memang kotoran keluar saat Anda melahirkan, hal ini bukan sesuatu hal yang buruk. Hal ini akan langsung ditangani oleh tim medis yang menangani Anda. Anda hanya perlu fokus mengejan agar bayi keluar dengan cepat.

cara mengejan saat melahirkan ngeden

Bisakah saya mencegah BAB saat melahirkan?

Sebenarnya, tidak ada yang bisa menjamin kalau Anda tidak akan mengeluarkan kotoran ketika melahirkan. Hal ini tergantung dengan masing-masing kondisi ibu. Pada tahap awal persalinan – ketika kontraksi belum terlalu sering – mungkin Anda bisa ke kamar mandi untuk berusaha mengeluarkan sisa-sisa makanan yang masih ada di dalam perut. Namun jika memang tidak bisa, jangan dipaksakan.

Anda juga bisa melakukan pencegahan dengan cara mengonsumsi makanan sehat dan berserat selama kehamilan apalagi menjelang persalinan. Dengan begitu, risiko untuk mengalami sembelit ketika menjelang persalinan akan lebih kecil. Jadi, Anda bisa mengosongkan usus dari sisa makanan dengan lebih mudah.

Beberapa dokter juga menyarankan untuk berhenti mengonsumsi makanan padat yang sulit dicerna menjelang persalinan. Namun, untuk lebih pastinya, Anda lebih baik bertanya pada dokter yang menangani Anda terkait pantangan makanan yang harus dijauhi sebelum bersalin.

Apakah bisa mencegah BAB dengan menggunakan enema selama persalinan?

Enema adalah prosedur membersihkan usus dari sisa-sisa makanan yang tersisa. Beberapa waktu lalu, prosedur ini masih dilakukan pada ibu yang melahirkan. Enema dianggap dapat mempercepat proses persalinan dan menghindarkan ibu dan bayi dari infeksi.

Namun, saat ini, banyak dokter dan tim medis yang sudah tak lagi menggunakan prosedur itu. Sebab, enema terbukti tidak memiliki pengaruh yang besar terhadap persalinan. Dalam sebuah studi yang dilaporkan pada tahun 2013 menyatakan bahwa kalau pemberian enema ketika ibu melahirkan, tidak membuat persalinan menjadi lebih cepat dan tidak juga menjamin ibu dan bayi tidak terkena infeksi saat melahirkan.

Oleh karena itu, sebenarnya sah-sah saja kalau Anda ingin BAB saat melahirkan. Jika hal ini terjadi ketika Anda bersalin nanti, maka jangan ragu untuk mengungkapkannya pada dokter Anda. yang terpenting adalah Anda tetap melakukan pola hidup yang sehat sebelum persalinan, karena hal ini akan membantu mengurangi masalah-masalah yang mungkin muncul saat persalinan berlangsung – salah satunya BAB saat melahirkan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Reveiz, L., Gaitán, H. and Cuervo, L. (2013). Enemas during labour. Cochrane Database of Systematic Reviews.

Parents. (2015). Will You Poop During Labor?!. [online] Available at: http://www.parents.com/pregnancy/giving-birth/labor-and-delivery/pooping-during-labor/  [Accessed 28 Aug. 2017].

Verywell. (2017). 7 Ways to Tell You’re in Labor. [online] Available at: https://www.verywell.com/top-signs-of-labor-2759053  [Accessed 28 Aug. 2017].

Wilson, J. (2017). Loose Stool and Stomach Pain Before Labor. [online] LIVESTRONG.COM. Available at: http://www.livestrong.com/article/522389-loose-stool-and-stomach-pain-before-labor/  [Accessed 28 Aug. 2017].

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M
Tanggal diperbarui 12/09/2017
x