backup og meta
Kategori
Tanya Dokter
Simpan
Cek Kondisi

Apakah Normal Jika Saya Buang Air Besar (BAB) Saat Melahirkan?

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Riska Herliafifah · Tanggal diperbarui 04/10/2021

Apakah Normal Jika Saya Buang Air Besar (BAB) Saat Melahirkan?

Salah satu kecemasan ibu menjelang persalinan normal adalah buang air besar (BAB) saat sedang melahirkan. Situasi ini tentu menjadi pengalaman yang memalukan bagi ibu. Sebenarnya, apakah BAB saat melahirkan itu normal atau justru tanda bahaya? Berikut penjelasan lengkapnya.

BAB saat melahirkan adalah situasi yang normal

Meski membayangkannya sudah bikin malu, tenang, Bu. BAB saat melahirkan adalah hal yang sangat wajar dan terjadi di hampir semua proses persalinan normal.

Mengutip dari Lamaze, rasa mulas ingin buang air besar terjadi ketika kepala bayi sudah turun ke panggul dan rektum sudah penuh dengan kotoran yang siap dibuang.

Oleh karena itu, buang air besar saat melahirkan adalah kondisi yang sangat wajar dan masuk akal.

Banyak yang tidak tahu bahwa sebenarnya proses melahirkan bayi hampir sama ketika Anda sedang BAB. 

Saat mengejan untuk mengeluarkan bayi, otot panggul yang ibu gunakan sama seperti saat mendorong kotoran buang air besar. 

Itu sebabnya, ketika perut ibu mulas karena sakit perut atau akan lahiran, otot-otot itu akan ikut berkontraksi.

Selain itu, ketika bayi sudah perlahan-lahan bergerak menuju lubang vagina, ia akan menekan bagian usus dan rektum yang berisi sisa-sisa makanan. 

Hal ini juga yang kemudian membuat ibu mengeluarkan sedikit feses ketika proses persalinan berlangsung.

Bisakah mencegah BAB saat melahirkan?

Sebenarnya, tidak ada yang bisa menjamin kalau ibu tidak akan melahirkan sambil buang air besar. 

Hal ini tergantung dengan masing-masing kondisi ibu. Pada tahap awal persalinan, ketika kontraksi belum terlalu sering, ibu bisa berusaha buang air besar.

Namun, tidak perlu memaksa bila terasa sulit dan belum kebelet ingin buang air besar. 

Ibu juga bisa melakukan pencegahan dengan menyantap makanan sehat dan berserat selama kehamilan apalagi menjelang persalinan

Dengan begitu, risiko untuk mengalami sembelit di kala hamil ketika menjelang persalinan akan lebih kecil. Jadi, ibu bisa mengosongkan usus dari sisa makanan dengan lebih mudah.

Penggunaan enema tidak lagi dokter gunakan untuk mencegah BAB saat melahirkan

Enema adalah prosedur membersihkan usus dari sisa-sisa makanan yang tersisa. Dahulu, dokter mungkin masih memakai prosedur ini pada ibu yang melahirkan. 

Prosedur enema dapat mempercepat proses persalinan dan menghindarkan ibu dan bayi dari infeksi.

Namun, saat ini, banyak dokter dan tim medis yang sudah tak lagi menggunakan prosedur itu. Sebab, enema terbukti tidak memiliki pengaruh yang besar terhadap persalinan. 

Penelitian dari Cochrane Database Of Systematic Reviews tahun 2013 menunjukkan bahwa pemberian enema tidak membuat persalinan menjadi lebih cepat.

Selain itu, prosedur enema tidak menjamin ibu dan bayi aman dari infeksi saat melahirkan.

Bu, hindari menahan keinginan untuk BAB saat melahirkan

Banyak ibu yang ragu dan malu untuk mengejan lebih keras karena merasa feses dalam perut akan keluar saat proses persalinan.

Padahal, kalau ibu menahannya, kekuatan mengejan akan berkurang sehingga bayi sulit untuk keluar.

Lagi pula, rasa mulas yang ibu rasakan bukan karena ingin buang air besar, tetapi efek bayi yang akan keluar.

Oleh karena itu, ibu tidak perlu mengkhawatirkan hal ini. Bila memang kotoran keluar saat melahirkan, hal ini bukan sesuatu hal yang buruk.

Bidan dan suster akan langsung menangani feses yang keluar saat melahirkan. Jadi, ibu hanya perlu fokus mengejan agar bayi keluar dengan cepat.

Jadi, sebenarnya sah-sah saja kalau ibu ingin BAB saat melahirkan, ya, Bu.

Bahkan, ibu juga masih boleh makan untuk bantu mempercepat persalinan.

Jika ibu buang air saat melahirkan, tidak perlu ragu untuk mengungkapkannya pada dokter. 

Hal yang terpenting adalah ibu tetap melakukan pola hidup sehat sebelum persalinan untuk membantu mengurangi masalah-masalah saat persalinan berlangsung.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Riska Herliafifah · Tanggal diperbarui 04/10/2021

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan