home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kenapa Batuk Menerus Bisa Bikin Mual dan Muntah?

Kenapa Batuk Menerus Bisa Bikin Mual dan Muntah?

Batuk sesekali merupakan cara alami tubuh untuk menjaga saluran pernapasan dari berbagai iritan dan partikel kotor yang mungkin mengiritasi. Namun, batuk menerus biasanya merupakan tanda dari masalah kesehatan tertentu. Batuk berkepanjangan bisa sangat mengganggu dan menguras energi, apalagi jika frekuensi batuk begitu intens. Tak jarang batuk yang terlalu keras juga bisa memicu reaksi pertahanan tubuh lainnya, seperti mual dan muntah. Kondisi apa saja yang dapat menyebabkan Anda batuk sampai muntah?

Penyebab batuk sampai muntah

Refleks batuk sebenarnya normal. Artinya, jika ada benda asing yang masuk ke saluran napas, seseorang pasti akan batuk agar tubuh dapat mengeluarkan benda asing yang bisa membahayakan saluran pernapasan.

Masalahnya muncul jika seseorang mengalami batuk yang kencang dan menerus, yang akhirnya berujung menyebabkan rasa mual sampai akhirnya muntah.

Batuk disertai muntah terjadi karena karena adanya tekanan kuat yang menekan saluran pencernaan secara terus-terusan. Akibatnya, makanan naik ke saluran napas sampai akhirnya dikeluarkan dari mulut.

Penyebab batuk sampai muntah umumnya sama dengan penyebab batuk parah atau batuk kronis. Biasanya, kondisi ini berhubungan dengan penyakit infeksi dan non-infeksi.

Penyebab karena infeksi

Infeksi saluran pernafasan yang bisa menyebabkan sampai mual dan muntah, antara lain:

  • Pertusis atau batuk rejan adalah infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis. Penyakit ini biasanya dialami oleh anak-anak dan menyebabkan gejala batuk parah yang disertai sesak napas dan suara napas mengi.
  • Tuberkulosis adalah infeksi paru-paru yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Ini adalah penyakit paru kronis yang bisa menyebabkan kematian. Kehilangan berat badan, keringat malam dan batuk berdarah adalah beberapa gejala lainnya.
  • Influenza (flu) adalah infeksi virus yang bisa menyebabkan batuk kering. Jenis batuk ini biasanya tidak cukup parah sampai bisa menyebabkan muntah. Namun, kadang kala penyakit ini bisa memicu terjadinya gastroenteritis atau peradangan pada usus setelah flu mereda. Mual dan muntah merupakan gejala umum dari gastroenteritis.
  • Bronkitis akut adalah infeksi saluran pernapasan yang umum yang melibatkan bronkus dan disebabkan oleh virus atau bakteri. Kondisi ini menyebabkan batuk berdahak menerus yang terkadang menyebabkan muntah pada kasus yang parah.

Penyebab karena non-infeksi

Dilansir dari Harvard Medical School, ada beberapa kondisi medis non-infeksi dan kebiasaan pola hidup sehari-hari yang ternyata juga bisa menyebabkan batuk kronis, yaitu:

  • Asma adalah gangguan pernapasan kronis yang disebabkan oleh peradangan di saluran pernapasan. Batuk kering merupakan gejala dari asma yang apabila berlangsung dalam kondisi parah bisa sampai menyebabkan muntah.
  • Post-nasal drip terjadi ketika lendir yang berlebihan terakumulasi pada bagian belakang tenggorokan merangsang batuk atau sakit tenggorokan kronis.
  • Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) adalah penyakit pernapasan kronis yang menyebabkan kerusakan dan penurunan fungsi paru sehingga penderitanya sulit bernapas. Batuk berkepanjangan dan napas yang memendek merupakan gejala utama PPOK.
  • Penyakit GERD, yaitu kondisi di mana asam lambung ke sepanjang kerongkongan (saluran yang menghubungkan mulut ke lambung) sehingga memicu terjadinya batuk.
  • Efek samping obat tekanan darah, seperti ACE inhibitor yang terkadang memiliki efek samping batuk kronis yang parah.
  • Merokok secara berlebihan dalam waktu singkat dapat menyebabkan batuk akibat iritasi pada saluran pernapasan. Tingginya kadar nikotin dan zat kimia lainnya di aliran darah juga bisa menyebabkan mual yang akan membuat Anda muntah.

Cara mencegah agar tidak batuk sampai muntah

Sup kaldu tulang untuk obat batuk alami anti mual

Cara paling sederhana yang bisa dilakukan untuk mencegah batuk yang Anda alami tidak sampai membuat Anda muntah adalah dengan tidak merokok. Anda juga perlu menghindari beberapa hal yang bisa membuat batuk Anda bertambah parah.

Hindarilah makanan yang dilarang saat batuk, seperti makanan yang digoreng. Meski nikmat, gorengan berisiko menyebabkan batuk.

Sebagai gantinya, Anda bisa mengonsumsi makanan dan minuman hangat seperti sup kaldu. Ini juga menjadi salah satu alternatif obat batuk alami karena dapat menambah cairan tubuh, melegakan saluran napas, dan aman untuk pencernaan.

Pastikan juga Anda selalu menjaga kebersihan lingkungan agar terbebas dari alergi, debu, dan iritasi bahan kimia.

Jika Anda terus saja batuk sampai tak bisa dikendalikan dan selalu membuat Anda mual dan ingin muntah, Anda bisa mencoba teknik batuk efektif. Dengan menerapkan batuk efektif, Anda bisa mengurangi frekuensi batuk yang intens sehingga mengurangi tekanan pada saluran pencernaan atas yang memicu rasa mual sampai ingin muntah.

Terakhir, jangan lupa untuk sering cuci tangan dan menghindar kontak langsung dengan orang yang sakit. Hal ini akan membantu Anda terhindar dari banyak kuman yang menyebabkan pilek, flu, dan penyakit lainnya yang memicu batuk kronis.

Jika batuk sampai muntah disertai dengan gejala lain seperti batuk darah, sesak napas kronis, dan dehidrasi sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan pengobatan batuk yang tepat,

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Harvard Health Publishing. (2020). That nagging cough. Retrieved 23 June 2020, from https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/that-nagging-cough

Mayo Clinic. (2020). Chronic cough – Symptoms and causes.  Retrieved 23 June 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/chronic-cough/symptoms-causes/syc-20351575

National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI). (2020). Bronchitis. Retrieved 23 June 2020, from https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/bronchitis

Turbyville, J., Gada, S., Payne, K., Laubach, S., Callahan, C., & Nelson, M. (2011). Posttussive emesis as a symptom of asthma in children. Annals Of Allergy, Asthma & Immunology, 106(2), 140-145. Retrieved 23 June 2020, from https://doi.org/10.1016/j.anai.2010.11.012

Cleveland Clinic. (2020). Controlled Coughing for COPD Patients. Retrieved 22 June 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/articles/8697-coughing-controlled-coughing#:~:text=The%20effective%2C%20or%20controlled%2C%20cough,saves%20energy%20and%20therefore%2C%20oxygen.

Foto Penulis
Ditulis oleh Fidhia Kemala Diperbarui 02/03/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x