home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Selai Kacang Biasa Vs. Selai Almond, Mana yang Lebih Sehat?

Selai Kacang Biasa Vs. Selai Almond, Mana yang Lebih Sehat?

Selai biasanya disajikan sebagai pelengkap makan roti, kue, buah, maupun makanan favorit lainnya. Dari beragam jenis selai, selai kacang biasa dan selai almond sering menjadi pilihan karena rasanya yang gurih dan manis. Meski keduanya lezat untuk dijadikan teman sarapan dan bersantai di sore hari, sebenarnya mana yang lebih sehat? Apakah selai almond atau kacang?

Kenali dulu kandungan gizi pada selai kacang dan selai almond

diabetes makan kacang

Selai kacang tanah telah lama populer sebagai olesan berbagai jenis makanan seperti roti, martabak, dan lain sebagainya. Namun belakangan ini, jenis kacang lain juga mulai digunakan sebagai bahan dasar selai yang tak kalah lezat tentunya, yakni selai almond.

Mulai dari sinilah banyak muncul pertanyaan, apakah karena sama-sama kacang jadi keduanya punya nilai gizi yang sama? Atau ada salah satu selai dengan nutrisi yang jauh lebih tinggi?

Untuk itu, ada baiknya Anda kenali dulu kandungan gizi yang ada dalam satu sendok makan atau sekitar 16 gram selai kacang dan almond berikut ini:

Selai kacang tanah

  • Kalori: 96 kal
  • Protein: 3,6 gram
  • Lemak: 8,2 gram
  • Karbohidrat: 3,6 gram
  • Serat: 0,8 gram
  • Gula: 1,7 gram

Selai almond

  • Kalori: 98 kal
  • Protein: 3,4 gram
  • Lemak: 8,9 gram
  • Karbohidrat: 3 gram
  • Serat: 1,6 gram
  • Gula: 0,7 gram

Keduanya memang sama-sama kacang, tapi jika dilihat sekilas dari informasi yang disajikan di atas bisa dipetik kesimpulan kalau selai dari kacang almond lebih padat nutrisi dibandingkan dengan selai dari kacang biasa.

Dibuktikan dengan lebih banyaknya total kalori, lemak, serta serat yang dimiliki selai almond. Selain itu, kandungan gula yang terdapat dalam selai almond juga cenderung lebih rendah dibandingkan selai dari kacang tanah.

Jadi lebih sehat yang mana?

kacang untuk pasien diabetes

Jika diperhatikan lebih teliti, kedua jenis selai ini sebenarnya memiliki kandungan gizi yang tidak jauh berbeda. Hanya saja, ternyata selai dari kacang almond mengandung lebih banyak vitamin dan mineral. Mulai dari jumlah magnesium, fosfor, kalium, hingga kalsium yang cenderung lebih tinggi.

Tidak hanya itu, meski sama-sama kaya akan vitamin E, tapi selai dari kacang almond mengandung hampir tiga kali lebih banyak jumlah vitamin E daripada selai dari kacang biasa. Vitamin E sudah terkenal sebagai antioksidan yang dapat membantu menjaga kesehatan kulit dan rambut Anda.

Di sisi lain, jumlah serat kacang almond juga dua kali lipat lebih tinggi daripada selai dari kacang biasa. Serat berperan penting untuk membantu melancarkan pencernaan, menurunkan kadar kolesterol, hingga membantu merasa kenyang lebih lama demi mempertahankan berat badan sehat.

Uniknya, hampir semua jenis kacang-kacangan memang mengandung lemak. Namun, lemak yang ada di dalam kedua selai ini sebagian besar disusun oleh lemak tidak jenuh yang baik untuk menunjang kesehatan tubuh, seperti menurunkan risiko penyakit jantung dan mengontrol kadar gula darah.

Lagi-lagi, selai yang berasal dari kacang almond menempati jumlah lemak tidak jenuh yang sedikit lebih tinggi daripada selai dari kacang biasa.

Nah, jika bicara soal kandungan proteinnya, baik selai dari kacang almond atau kacang tanah mengandung jumlah protein yang tidak jauh berbeda. Meski begitu, protein dalam selai kacang tanah sedikit lebih tinggi dibandingkan selai yang berasal dari kacang almond.

Sementara itu, total kalori diantara kedua jenis kacang ini sedikit lebih tinggi kacang almond. Saking sedikitnya, bisa dikatakan keduanya menyumbang asupan kalori yang hampir sama. Bagi Anda yang sedang membatasi asupan kalori, pertimbangkan dengan baik berapa banyak selai yang nantinya dioleskan pada makanan favorit Anda agar tidak merugikan kesehatan.

Sebenarnya keduanya sama-sama baik untuk dikonsumsi, asal…

Selai dari kacang almond memang memiliki beberapa kandungan gizi dalam jumlah yang lebih tinggi, tapi bukan berarti lebih sehat. Keduanya, baik selai dari kacang tanah biasa ataupun almond, sebenarnya bisa membantu Anda untuk mendapatkan nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh.

Namun, Anda juga harus tetap memeriksa label komposisi bahan yang tertera pada produk selai sebelum memutuskan untuk membelinya. Pastikan produk yang Anda pilih mengandung rendah gula, garam, dan lemak agar tidak memperbanyak jumlahnya dalam tubuh.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Almond Butter vs. Peanut Butter: Which Is Healthier? https://www.healthline.com/health/food-nutrition/almond-butter-peanut-butter#1 Accessed on July 18th 2018.

The Benefits of Almond Butter Vs. Peanut Butter. https://www.livestrong.com/article/262281-the-benefits-of-almond-butter-vs-peanut-butter/ Accessed on July 18th 2018.

Comparing Nut Butter Nutrition. https://www.verywellfit.com/almond-cashew-peanut-butter-nutrition-2506591 Accessed on July 18th 2018.

Almond Butter vs. Peanut Butter: Which Is Healthier? https://www.medicalnewstoday.com/articles/322212.php Accessed on July 18th 2018.

Foto Penulis
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri Diperbarui 18/12/2020
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x