Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

5 Penyebab Susah BAB Saat Puasa dan Cara Mengatasinya

    5 Penyebab Susah BAB Saat Puasa dan Cara Mengatasinya

    Susah BAB saat puasa adalah salah satu gangguan kesehatan yang sering muncul pada sebagian orang. Tidak jarang, hal ini membuat rutinitas BAB jadi menyakitkan dan mengganggu puasa Anda. Simak penyebab dan cara mengatasi sembelit saat puasa.

    Apa penyebab susah BAB saat puasa?

    microlax adalah obat sembelit

    Sebenarnya, wajar bila Anda jadi lebih jarang buang air besar (BAB) saat puasa daripada biasanya. Sebab, Anda cenderung makan lebih sedikit selama puasa sehingga secara alami BAB juga jadi lebih sedikit.

    Namun, bila Anda mulai mendapatkan tanda-tanda perut kembung atau harus mengejan lebih keras ketika BAB, kemungkinan besar Anda mengalami sembelit.

    Sembelit (konstipasi) merupakan kondisi umum yang dialami saat puasa. Dalam kebanyakan kasus, susah BAB saat puasa terjadi karena organ usus besar menyerap terlalu banyak air dari makanan yang berada di dalamnya.

    Semakin lambat makanan bergerak melalui saluran pencernaan, semakin banyak air yang akan diserap usus besar darinya. Akibatnya, kotoran menjadi kering dan keras sehingga frekuensi untuk buang air besar jadi berkurang.

    Pada dasarnya, kebiasaan buang air besar setiap orang berbeda-beda. Namun biasanya, tubuh membutuhkan waktu hingga tiga hari sampai makanan benar-benar terserap.

    Tidak BAB selama lebih dari tiga hari bisa dikategorikan sembelit. Pasalnya setelah tiga hari, struktur feses akan menjadi lebih keras dan sulit dikeluarkan. Di bawah ini beberapa penyebab susah BAB saat puasa.

    1. Kurang serat

    jus untuk sembelit

    Perubahan pola makan selama puasa membuat banyak orang tidak memperhatikan asupan makanannya dengan baik, terutama serat.

    Padahal makanan kaya serat dapat meningkatkan kemampuan gerak peristaltik usus, dan membuat dinding usus lebih mengembang. Sehingga sisa makanan bisa tercerna dengan mudah, dan tidak perlu berlama-lama berada dalam usus.

    2. Kurang minum

    Selain kurang serat, nyatanya susah BAB saat puasa juga bisa terjadi karena tubuh Anda tidak terhidrasi dengan baik. Air berperan dalam melarutkan zat-zat makanan dan mengangkut sisa makanan ke dalam sistem pembuangan tubuh.

    Jika tubuh Anda dehidrasi akibat kurang asupan air, sisa makanan akan sulit terbawa ke sistem pembuangan tubuh. Itu sebabnya sangat penting memenuhi kebutuhan cairan tubuh saat berbuka dan sahur untuk mengurangi risiko sembelit.

    3. Terlalu banyak konsumsi produk susu

    susu bisa sebabkan susah bab saat puasa

    Beberapa penelitian pernah menunjukkan bahwa susu dapat menyebabkan sembelit, khususnya pada anak-anak. Sayangnya, belum banyak penelitian yang mengkaji efeknya pada tubuh orang dewasa.

    Namun, hal ini bisa terjadi karena susu mengandung serat sedikit. Bila Anda terlalu banyak mengonsumsi susu dan olahannya, terutama bila tidak Anda imbangi dengan sayur dan buah, bisa saja Anda akan mengalami susah BAB saat puasa.

    4. Sering menahan buang air besar

    Saat Anda mengabaikan dorongan BAB, dorongan tersebut akan berangsur-angsur hilang sampai akhirnya tidak terasa lagi. Itu sebabnya bagi Anda yang sering menahan buang air besar, sebaiknya segera menghilangkan kebiasaan tersebut.

    Pasalnya semakin lama Anda menahan buang air besar, feses akan semakin lama berada di dalam usus. Itu mengakibatkan feses menjadi keras dan kering.

    5. Gangguan usus

    Kemungkinan lain yakni Anda memiliki penyakit yang mengganggu kerja usus besar, misalnya seperti munculnya tumor di dalam usus, adanya jaringan parut (adhesi), atau terjadi peradangan atau infeksi di kolon (usus besar).

    Untuk penyebab pada poin ini, Anda sebaiknya lebih waspada pada setiap gejala yang Anda rasakan. Bila sekiranya sembelit yang Anda rasakan bukanlah sembelit biasa, segeralah periksa ke dokter.

    5 Gejala Umum Gangguan Pencernaan dan Kemungkinan Penyebabnya

    Cara mengatasi susah BAB saat puasa

    masak makan sayuran

    Agar Anda tidak mengalami susah BAB saat puasa, maka Anda harus melakukan perubahan pada kebiasaan yang bisa memicu terjadinya kondisi ini.

    Memang, sulit rasanya untuk memastikan bahwa kebutuhan cairan selama puasa telah terpenuhi. Namun, Anda bisa mengakalinya dengan rutin minum air putih minimal 8 gelas per hari, saat sahur dan berbuka.

    Minumlah dua gelas saat berbuka, lanjutkan dengan empat gelas sepanjang malam, dan minum dua gelas lagi saat sahur.

    Selain itu, untuk melancarkan pencernaan, perbanyak konsumsi makanan yang memiliki kandungan serat. Serat bisa Anda temui pada sayur-sayuran, buah, biji-bijian, sereal, gandum, dan beras merah.

    Sempatkan waktu juga untuk berolahraga dengan intensitas ringan sampai sedang secara teratur minimal selama 30 menit setelah berbuka.

    Ingatlah untuk kurangi asupan yang bisa memicu susah BAB saat puasa, misalnya produk olahan susu, kafein, dan merokok. Serta, bila Anda mulai merasa sakit perut sebagai tanda ingin BAB, segeralah ke kamar mandi dan jangan menundanya.

    Bila Anda ingin mengonsumsi obat pencahar, konsultasikan dahulu kepada dokter untuk memastikan bahwa obat tidak akan memberikan efek samping yang mengganggu puasa.


    Ingin mendapatkan berat badan ideal?

    Yuk konsultasikan masalahmu dengan ahli gizi atau berbagi tips bersama di Komunitas Berat Badan Ideal!


    health-tool-icon

    Kalkulator Kebutuhan Kalori

    Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

    Laki-laki

    Wanita

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Constipation. (2020). National Health Service. Retrieved 13 April 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/constipation/

    Intermittent Fasting Side Effects. (2021). Diet Doctor. Retrieved 13 April 2021, from https://www.dietdoctor.com/intermittent-fasting/side-effects

    Eating, Diet, & Nutrition for Constipation. (2018). National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease. Retrieved 13 April 2021, from https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/constipation/eating-diet-nutrition

    Irastorza I, et al. (2010). Cow’s-milk–free diet as a therapeutic option in childhood chronic constipation. Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition. Volume 51 – Issue 2 – p 171-176. Retrieved 13 April 2021.

    Treatment for Constipation. (2018). National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease. Retrieved 13 April 2021, from https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/constipation/treatment

     

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Risky Candra Swari Diperbarui Apr 27, 2021
    Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro