home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Hepaticojejunostomy

Hepaticojejunostomy

Selain obat dan diet sehat, cara lain yang biasanya direkomendasikan dokter untuk mengobati masalah hati (liver) dan organ pencernaan lainnya yaitu operasi. Salah satu metode pembedahan tersebut antara lain hepaticojejunostomy.

Apa itu hepaticojejunostomy?

Hepaticojejunostomy adalah operasi bedah yang bertujuan menyambungkan saluran hepatik (saluran pada hati) dan jejunum (bagian tengah dari usus kecil). Umumnya, dokter menggunakan teknik Roux-en-Y untuk menyelesaikan pembedahan ini.

Bila prosedur ini tidak memungkinkan, alternatif lainnya yaitu hepaticoduodenostomy. Hepaticoduodenostomy adalah proses pembuatan sambungan antara saluran saluran hati dan duodenum (bagian pendek dari organ usus halus).

Operasi ini biasanya dibagi menjadi tiga pilihan metode bedah, meliputi:

  • operasi terbuka dengan memanfaatkan alat bedah khusus,
  • laparoskopi yang menggunakan alat bedah kecil dan laparoskop, serta
  • laparoskopi robotik yang memanfaatkan robot untuk mengoperasikan laparoskop.

Dokter nantinya akan memilihkan jenis operasi yang sesuai dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan Anda.

Siapa yang membutuhkan hepaticojejunostomy?

Hepaticojejunostomy bertujuan memastikan cairan empedu dari hati mengalir lancar ke dalam usus.

Untuk itu, prosedur ini tidak untuk sembarang orang, melainkan digunakan untuk mengatasi masalah seperti:

  • masalah saluran empedu akibat batu empedu, peradangan, dan kista,
  • tumor pada organ hati, pankreas, kantong empedu, dan saluran empedu,
  • usai menjalani operasi pengangkatan kandung empedu,
  • cedera pada saluran empedu, serta
  • transplantasi hati.

Proses operasi

operasi gerd

Sama seperti operasi pada umumnya, ada beragam hal yang perlu Anda perhatikan, baik sebelum hingga setelah operasi dilakukan.

Persiapan sebelum hepaticojejunostomy

Sebelum operasi penyambungan dilakukan, Anda mungkin diminta untuk melakukan beberapa hal, seperti:

  • tes darah, yakni tes darah lengkap, SGOT dan SGPT, PT dan APTT, serta ureum-kreatinin,
  • urinalisis (tes urine), dan pencitraan termasuk MRCP atau ERCP,
  • tidak makan atau minum 8 jam sebelum operasi,
  • memberitahu dokter terkait alergi apa pun, serta
  • prosedur dekompresi preoperatif pada pasien yang mengalami sumbatan total di saluran empedu atau percutaneous transhepatic cholangial drainage (PTCD).

Prosedur pembedahan

Selama operasi, Anda akan diberikan obat anestesi. Lalu, dokter akan mengintubasi pasien guna memberikan oksigen. Setelah itu, ahli bedah akan menyayat perut dengan jumlah yang tergantung pada jenis operasi yang dilakukan.

Hal ini dilakukan agar dokter dapat memotong jejunum sekitar 25 – 30 cm dari ujung duodenum. Nantinya, bagian bawah jejunum diangkat ke perut sebelah kanan bagian atas, tepatnya dekat dengan saluran hati.

Dokter kemudian memotong saluran hepatik dan menghubungkan bagian ini ke jejunum dengan menjahitnya.

Sementara itu, bagian atas dari saluran jejunum yang terputus akan terhubung dengan usus halus kembali. Semua sambungan tersebut akan ditutup dengan sayatan dan saluran pembuangan mungkin akan dipasang di dalam perut.

Terakhir, dokter akan menutup otot perut dan sayatan dengan jahitan untuk mengakhiri hepaticojejunostomy.

Setelah operasi selesai

Bila hepaticojejunostomy sudah selesai, Anda akan diberikan obat pereda rasa sakit karena efek anestesi yang mulai memudar.

Anda mungkin akan memerlukan rawat inap hingga seminggu tergantung pada jenis operasi. Hal ini dilakukan agar dokter dan tim operasi bisa memantau kondisi Anda.

Normalnya, proses pemulihan pasca operasi memakan waktu hingga 6 minggu tergantung kondisi setiap orang. Selam proses pemulihan, Anda disarankan untuk mengikuti instruksi dari dokter, seperti:

Risiko dan komplikasi dari hepaticojejunostomy

Meski terbilang aman dan umum dilakukan, hepaticojejunostomy dapat memicu sejumlah efek samping, seperti:

  • mual,
  • sakit kepala,
  • mudah bingung,
  • infeksi luka,
  • perdarahan,
  • gumpalan darah,
  • radang paru-paru,
  • kerusakan pada organ sekitar, pembuluh darah, atau saraf,
  • kebocoran atau penyumbatan pada saluran yang dihubungkan,
  • cairan empedu di rongga perut mengumpul (biloma),
  • peradangan lapisan lambung (peritonitis),
  • abses perut,
  • pankreatitis,
  • infeksi serta sepsis,
  • peradangan atau adanya batu di saluran hati, dan
  • hernia insisional.

Kelompok yang berisiko mengalami komplikasi

tanda dan gejala pankreatitis

Komplikasi dan efek samping usai menjalani operasi memang dapat terjadi pada siapa pun. Hanya saja, ada beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko seseorang terhadap efek samping dari hepaticojejunostomy, meliputi:

Pada kasus yang jarang, komplikasi setelah hepaticojejunostomy memerlukan operasi bedah lainnya.

Walaupun demikian, perawatan ini biasanya bukan alternatif yang direkomendasikan karena memerlukan pertimbangan lebih lanjut. Bila memiliki pertanyaan lebih lanjut, konsultasikan dengan dokter guna memahami solusi yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Mir, F. (2021). Hepaticojejunostomy Technique. Medscape. Retrieved 21 July 2021, from https://emedicine.medscape.com/article/1892165-technique#showall 

Shiel Jr., W.S. (2020). What Is a Hepaticojejunostomy?. MedicineNet. Retrieved 21 July 2021, from https://www.medicinenet.com/what_is_a_hepaticojejunostomy/article.htm#what_is_hepaticojejunostomy 

Moris, D., Papalampros, A., Vailas, M., Petrou, A., Kontos, M., & Felekouras, E. (2016). The Hepaticojejunostomy Technique with Intra-Anastomotic Stent in Biliary Diseases and Its Evolution throughout the Years: A Technical Analysis. Gastroenterology research and practice, 2016, 3692096. https://doi.org/10.1155/2016/3692096. Retrieved 21 July 2021. 

Roux-en-Y hepaticojejunostomy. (2019). The Toronto Video Atlas of Surgery. Retrieved 21 July 2021, from https://pie.med.utoronto.ca/TVASurg/project/rouxeny-hj/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui 28/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x