Ketika penyakit hati berkembang menjadi kronis, dampaknya bisa merambat hingga ke organ lain, termasuk ginjal. Salah satu kondisi medis serius yang muncul akibat komplikasi penyakit hati adalah sindrom hepatorenal.
Ketika penyakit hati berkembang menjadi kronis, dampaknya bisa merambat hingga ke organ lain, termasuk ginjal. Salah satu kondisi medis serius yang muncul akibat komplikasi penyakit hati adalah sindrom hepatorenal.

Jika tidak segera diatasi, sindrom ini dapat berisiko fatal. Simak gejala, penyebab, dan penanganan sindrom ini dalam ulasan berikut.
Sindrom hepatorenal atau hepatorenal syndrome (HRS) adalah komplikasi serius dari penyakit hati yang memengaruhi fungsi ginjal.
Kondisi ini bisa menyebabkan gagal ginjal prerenal, yakni kondisi ginjal tiba-tiba mengalami penurunan fungsi meskipun tidak pernah memiliki riwayat penyakit ginjal sebelumnya.
Sindrom ini terjadi karena adanya penyempitan pembuluh darah di dalam ginjal. Akibatnya, pasokan darah ke ginjal berkurang dan mengganggu fungsi ginjal.
Jadi, seseorang dengan sindrom hepatorenal memiliki ginjal yang tidak mampu lagi berfungsi secara optimal karena suplai darahnya terganggu.
Sindrom hepatorenal tidak menular dari orang ke orang, maupun dari orangtua ke anak. Namun, kondisi ini bisa berbahaya dan mengancam nyawa jika tidak ditangani dengan tepat.
Sindrom hepatorenal merupakan kondisi medis yang umum dialami oleh penderita gagal hati atau penyakit hati kronis.
Mengutip Cleveland Clinic, sekitar 40% orang dengan penyakit hati stadium lanjut bisa mengalami sindrom ini, baik pria maupun wanita.
Bahkan, ada sekitar 10% pasien yang dirawat di rumah sakit karena penyakit hati kronis dan gagal hati mengalami sindrom ini.

Orang dengan kondisi ini mungkin akan mengalami beberapa gejala seperti:
Beberapa orang juga mungkin mengalami gejala penyakit hati atau gagal hati, seperti:
Ketika kondisi gagal ginjal semakin parah, penderitanya mungkin akan mengalami produksi urine yang rendah.
Jika Anda memiliki riwayat penyakit hati dan merasakan tanda-tanda di atas, segera kunjungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Setiap orang bisa memiliki kondisi yang berbeda. Selalu diskusikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik bagi kondisi yang Anda alami.
Sindrom hepatorenal merupakan gangguan ginjal yang terjadi karena komplikasi penyakit hati.
Sayangnya, hingga saat ini tidak diketahui secara pasti bagaimana orang dengan penyakit hati bisa mengalami sindrom ini.
Namun, kondisi ini disebabkan oleh penyempitan pada pembuluh darah yang membuat suplai darah ke ginjal berkurang. Akibatnya, ginjal tidak dapat menjalankan fungsinya dengan optimal.
Mengutip Liver Foundation, beberapa ahli menduga bahwa penyempitan pembuluh darah ini dapat disebabkan kombinasi beberapa faktor, yakni tekanan darah tinggi di dalam pembuluh darah vena portal (hipertensi portal).
Penyebab hipertensi portal yang paling umum adalah sirosis hati, yakni kondisi kerusakan organ hati yang disebabkan oleh penyakit pada hati, seperti hepatitis.
Pada dasarnya, sindrom ini dapat dialami siapa saja, baik pria maupun wanita dengan riwayat penyakit hati parah.
Namun, beberapa kondisi berikut ini bisa meningkatkan risiko Anda mengalami sindrom hepatorenal.
Untuk mendiagnosis penyakit ini, dokter akan memastikan terlebih dahulu bahwa pasien memang memiliki penyakit hati dan gagal ginjal.
Dokter mungkin akan menanyakan mengenai riwayat kesehatan pasien dan melakukan serangkaian tes tambahan untuk memastikan diagnosis.
Beberapa tes yang mungkin akan dilakukan untuk menilai seberapa baik fungsi hati dan ginjal adalah tes darah, tes pencitraan, atau tes urine.

Perlu diingat, penderita sindrom ini memang memiliki masalah pada ginjal, tetapi akar masalahnya bukan pada ginjal itu sendiri, melainkan akibat penyakit hati.
Jadi, jika fungsi hati membaik, kemungkinan besar ginjal bisa berfungsi kembali. Pada beberapa orang dengan gagal hati akut, hati dan ginjal mereka bisa pulih kembali.
Namun, tak sedikit juga yang tidak bisa pulih dari kondisi ini. Bagi yang tidak bisa pulih, satu-satunya pengobatan utama adalah dengan melakukan transplantasi hati.
Untuk meringankan gejala sindrom hepatorenal, dokter akan menyarankan beberapa jenis pengobatan lainnya, seperti berikut ini.
Cara terbaik untuk mencegah sindrom ini adalah mendapatkan pengobatan untuk penyakit hati sebelum berkembang menjadi parah.
Selain itu, ada beberapa cara yang bisa Anda coba untuk mencegah gangguan ginjal ini, di antaranya sebagai berikut.
Sindrom hepatorenal merupakan kondisi medis serius yang membutuhkan penanganan segera untuk menghindari komplikasi lebih lanjut.
Oleh karena itu, deteksi dini dan perawatan yang tepat sangat penting guna meningkatkan kualitas hidup penderitanya.
Jadi, jika Anda memiliki tanda-tanda seperti di atas atau memiliki kekhawatiran tertentu, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Kesimpulan
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Versi Terbaru
13/03/2025
Ditulis oleh Zulfa Azza Adhini
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan, M.Kes.
Diperbarui oleh: Fidhia Kemala