home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Sindrom Hepatorenal

Definisi|Tanda-tanda & gejala|Penyebab|Faktor-faktor risiko|Obat & Pengobatan|Pengobatan di rumah
Sindrom Hepatorenal

Definisi

Apa itu sindrom hepatorenal?

Sindrom hepatorenal adalah sejumlah gejala akibat gagal ginjal yang berawal dari penyakit hati stadium lanjut. Sindrom hepatorenal adalah komplikasi serius dari sirosis hati dan dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani.

Sindrom hepatorenal tidak menular dari orang ke orang maupun dari orangtua ke anak.

Seberapa umumkah sindrom hepatorenal?

Sindrom hepatorenal muncul pada sekitar 10 persen orang yang dirawat di rumah sakit akibat gagal hati. Sindrom ini dapat muncul pada orang yang memiliki penyakit hati kronis, baik pria maupun wanita.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala sindrom hepatorenal?

Tanda dan gejala sindrom hepatorenal adalah:

  • Merasa lemah, lesu, dan tidak bertenaga
  • Tidak enak badan
  • Mual dan muntak
  • Kulit menguning
  • Perut dan kaki membengkak
  • Berat badan bertambah
  • Mengigau atau linglung

Gejala lainnya dari sindrom hepatorenal adalah hati dan limpa yang membesar, berkurangnya massa otot, otot kram, gemetaran, telapak tangan memerah, serta urat nadi yang tampak berbentuk seperti sarang laba-laba (biasanya pada dada bagian atas)

Gagal ginjal menyebabkan Anda jarang buang air kecil dan urin berwarna lebih gelap. Kondisi ini juga bisa menyebabkan penumpukkan cairan di dalam tubuh, sehingga membuat bagian tubuh tertentu Anda mengalami pembengkakan.

Mungkin masih ada gejala lain yang tidak tercantum di atas. Jika ingin bertanya tentang tanda ini, konsultasikanlah kepada dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda atau gejala di atas atau ingin bertanya, konsultasikanlah kepada dokter. Setiap tubuh bertindak berbeda satu sama lain. Selalu diskusikan dengna dokter untuk mendapatkan solusi terbaik bagi kondisi yang Anda alami.

Penyebab

Apa penyebab sindrom hepatorenal?

Sindrom hepatorenal adalah kondisi yang terjadi ketika ginjal berhenti bekerja pada orang dengan masalah hati serius. Akibatnya, seseorang jadi jarang buang air kecil sehingga produk sampah yang mengandung nitrogen menumpuk di dalam aliran darah (azotemia).

Beberapa gangguan hati yang memicu sindrom hepatorenal adalah:

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya terkena sindrom hepatorenal?

Beberapa faktor risiko sindrom hepatorenal adalah:

  • Gagal hati akut
  • Hepatitis alkoholik
  • Peritonitis sirosis septik

Selain itu, berkurangnya tekanan darah secara mendadak karena obat-obatan, dehidrasi, dan kehilangan darah adalah faktor yang juga menyebabkan sindrom hepatorenal.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan untuk sindrom hepatorenal?

Pengobatan bertujuan untuk meningkatkan fungsi hati dan memastikan tubuh memiliki volume darah yang cukup bagi organ lainnya. Dokter mungkin akan memberikan cairan melalui infus untuk mencoba meningkatkan volume dan aliran darah ke dalam ginjal.

Orang dengan ascites mungkin juga perlu pembuangan cairan (paracentesis). Ascites adalah cairan tambahan di dalam rongga perut. Orang dengan sirosis dan ascites harus sangat berhati-hati saat minum obat baru, terutama yang beracun bagi ginjal, misalnya obat anti radang nonsteroid (NSAID)

Obat bernama vasopressin mungkin diberikan untuk membantu mengalirkan darah ke dalam ginjal. Octreotide, midodrine, albumin, atau dopamine mungkin juga diberikan untuk mempertahankan aliran darah yang memadai. Umumnya, obat-obatan ini digunakan sementara untuk mencegah memburuknya fungsi ginjal sampai transplantasi hati bisa dilakukan.

Satu-satunya pengobatan yang efektif bagi sindrom hepatorenal adalah transplantasi hati.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk sindrom hepatorenal?

Dokter membuat diagnosis berdasarkan riwayat pengobatan, pemeriksaan fisik, dan tes laboratorium. Tes darah akan menunjukkan kadar sodium yang rendah, serta kadar urea nitrogen darah dan kreatinin yang tinggi. Kadar protein dalam darah yang rendah dan waktu penggumpalan yang abnormal mungkin terjadi. Orang dengan perubahan mental mungkin memiliki kadar amonia dalam darah yang tinggi karena komplikasi dari gagal hati.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi sindrom hepatorenal?

Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang mungkin dapat membantu mengatasi sindrom hepatorenal adalah:

  • Ingat bahwa seiring membaiknya fungsi hati, ginjal juga membaik.
  • Rutin konsultasi ke dokter untuk memantau perkembangan penyakit dan kondisi kesehatan Anda.
  • Makan makanan yang bergizi dan sehat.
  • Gunakan obat sesuai instruksi dokter.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Ferri, Fred. Ferri’s Netter Patient Advisor. Philadelphia, PA: Saunders / Elsevier, 2012. Downloaded

Hepatorenal syndrome. https://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/000489.htm. Accessed on 24/09/2015

Hepatorenal Syndrome. https://www.healthline.com/health/hepatorenal-syndrome diakses pada 19 September 2018

Hepatorenal Syndrome. https://rarediseases.org/rare-diseases/hepatorenal-syndrome/ diakses pada 19 September 2018

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Risky Candra Swari
Tanggal diperbarui 22/09/2016
x