5 Penyebab Warna Feses Menjadi Hijau

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda melihat warna feses sendiri setelah buang air besar (BAB)? Faktanya, mengetahui warna feses sendiri ternyata penting. Pasalnya, warna BAB bisa menjadi tanda dari kondisi kesehatan tertentu. Lantas, bagaimana jika feses berwarna hijau?

Penyebab feses berwarna hijau

feses lengket

Kebanyakan orang mungkin lebih sering menjumpai BAB mereka berwarna coklat. Akhirnya, ketika feses berwarna hijau, tidak sedikit dari Anda yang merasa khawatir karena warnanya tidak seperti biasanya. 

Faktanya, BAB warna hijau umumnya masih menandakan kondisi kesehatan yang normal.Pada dasarnya, warna feses atau kotoran saat BAB dipengaruhi oleh apa yang Anda makan serta jumlah empedu. Empedu adalah cairan berwarna kuning-hijau yang bertugas mencerna lemak. 

Pada saat pigmen empedu berjalan melalui saluran pencernaan, pigmen ini akan diubah oleh enzim secara kimiawi, dari hijau menjadi coklat. Hal ini yang membuat kebanyakan orang memiliki BAB berwarna coklat. 

Nah, ada beberapa kondisi yang membuat warna BAB Anda menjadi hijau. Berikut ini sejumlah hal yang menyebabkan warna feses Anda berubah. 

1. Sisa makanan

Salah satu penyebab feses berwarna hijau adalah kebiasaan atau perubahan pola makanan. Makanan yang dapat mengubah warna BAB menjadi hijau, antara lain: 

  • sayuran berdaun hijau, seperti bayam, kubis, dan brokoli, 
  • pewarna makanan hijau, seperti es lilin dan minuman ringan, dan 
  • suplemen zat besi. 

Kandungan klorofil dalam sayuran berwarna hijau gelap, dapat meninggalkan residu warna-warni pada feses. Itu sebabnya, banyak orang yang mendapati BAB mereka berwarna hijau usai mengonsumsi sayuran, terutama dalam jumlah banyak. 

2. Pigmen empedu

Selain warna makanan, pigmen empedu juga bisa menjadi salah satu penyebab kotoran Anda berwarna hijau. 

Empedu adalah cairan yang dihasilkan di hati dan disimpan di kantong empedu. Cairan ini memiliki warna hijau kekuningan secara alami dan akan bercampur dengan makanan dalam perut. 

Hal ini bertujuan untuk memudahkan tubuh mencerna lemak pada makanan tersebut. Pada saat bercampur dengan makanan, cairan empedu sangat mungkin tidak larut dalam makanan. 

Akibatnya, warnanya masih cukup pekat hingga mengubah warna feses Anda menjadi hijau. 

3. Pengaruh dari antibiotik dan obat tertentu

Fungsi antibiotik adalah menghentikan perkembangan bakteri. Hal ini ternyata tidak hanya berlaku pada bakteri jahat, melainkan juga bakteri baik yang ada di usus. Itu sebabnya, populasi bakteri yang memberikan warna cokelat pada usus pun berkurang.

Selain antibiotik, ada obat dan suplemen lainnya yang dapat membuat kerusakan pada pigmen yang menyebabkan feses berwarna hijau, antara lain: 

  • indomethacin, obat anti-inflamasi non steroid untuk mengurangi rasa sakit,
  • suplemen zat besi, dan 
  • medroxyprogesterone, obat untuk kontrasepsi. 

Bila mengonsumsi obat-obatan tertentu dan khawatir dengan warna BAB Anda, konsultasikan dengan dokter. 

4. Masalah pencernaan

Feses berwarna hijau terkadang bisa menjadi pertanda Anda tengah mengalami masalah pencernaan. Berikut ini sejumlah gangguan pencernaan yang dapat menyebabkan BAB berwarna hijau. 

Diare

diare berhari hari

Salah satu gangguan pencernaan yang sering ditandai dengan BAB hijau adalah diare

Warna feses bisa berbeda dari biasanya karena sistem pencernaan tidak memiliki waktu yang cukup ketika mengolah makanan yang masuk. Hal ini dapat terjadi bila Anda mengalami diare. 

Begini, usus bisa terlalu cepat mendorong makanan, hingga melewati saluran pencernaan begitu saja. Saking cepatnya, bakteri tidak memiliki waktu untuk menambah warna yang khas pada feses

Selain itu, penggunaan obat pencahar berlebihan juga terkadang membuat warna feses menjadi hijau. 

Penyakit Crohn

Penyakit Crohn adalah penyakit yang menyebabkan peradangan di saluran pencernaan. Bila Anda mengalami penyakit Crohn, cairan empedu dapat bergerak melalui usus terlalu cepat, feses pun menjadi hijau. 

Penyakit celiac

Bila Anda menderita penyakit Celiac, yaitu intoleransi terhadap gluten, gejala yang dialami biasanya berkaitan dengan gangguan pencernaan. Sebagai contoh, perut kembung, diare, dan sakit perut. 

Penderita penyakit Celiac yang disertai dengan diare biasanya memiliki feses berwarna hijau. 

5. Parasit, virus, dan bakteri

Bila mendapati feses Anda berwarna hijau, ada kemungkinan tubuh tengah terinfeksi parasit, virus, atau bakteri. Pasalnya, mikroba atau patogen tertentu ternyata dapat mempercepat kerja usus yang berdampak pada warna BAB. 

Jenis mikroba yang dapat menyebabkan usus bekerja lebih cepat meliputi: 

  • bakteri Salmonella
  • parasit Giardia lamblia, dan
  • norovirus. 

Bagaimana bila feses berwarna hijau terjadi pada bayi? 

Feses berwarna hijau tidak hanya terjadi pada orang dewasa, melainkan juga pada bayi. Feses warna hijau pada bayi memang sering dijumpai, terutama pada bayi yang mendapatkan ASI. Kondisi ini juga disebut sebagai mekonium. 

Ada banyak faktor yang memicu perubahan warna feses pada bayi menjadi hijau, di antaranya: 

  • hanya menyusui pada satu bagian, 
  • formula protein hidrolisat yang digunakan pada bayi dengan alergi susu, 
  • kekurangan bakteri usus normal, dan 
  • diare. 

Bila bayi atau anak Anda mengeluarkan feses warna hijau selama berhari-hari, sebaiknya periksakan diri ke dokter. Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Hal Penting yang Menentukan Warna Feses Anda

Ada kalanya warna feses berubah-ubah. Terkadang kuning, cokelat, bahkan merah. Tak perlu panik, berikut hal-hal yang biasanya menentukan warna feses.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 26 November 2018 . Waktu baca 3 menit

Feses Saya Lengket Berminyak, Kenapa Bisa Begitu?

Feses adalah cerminan dari apa yang Anda makan. Lantas, apa artinya jika feses lengket dan bentuknya tidak beraturan? Haruskah cek ke dokter?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 5 November 2018 . Waktu baca 3 menit

Kenapa, Ya, Warna Feses Berubah Jadi Oranye?

Feses Anda tiba-tiba berubah warna menjadi oranye, dan mungkin ini membuat Anda bingung. Namun, sebenarnya apakah warna feses yang berubah ini berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Pencernaan 30 Oktober 2018 . Waktu baca 3 menit

Sulit Dideteksi, 9 Gejala Ini Menandakan Perdarahan Dalam Tubuh

Perdarahan dalam akibat cedera atau trauma tidak akan terlihat layaknya perdarahan luar. Namun biasanya, tubuh akan menunjukkan berbagai gejalanya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 12 Oktober 2018 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
toilet training

Apakah Normal Jika BAB Anak Usia 2 Tahun Berwarna Hijau?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 2 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit
feses anak abu-abu

Normalkah Jika Feses Anak Berwarna Pucat Keabu-abuan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28 Juli 2019 . Waktu baca 3 menit

Sebaiknya Kapan Anak Perlu Melakukan Pemeriksaan Feses?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Juni 2019 . Waktu baca 5 menit
kotoran anak berwarna hijau

BAB Anak Tiba-tiba Berwarna Hijau, Apakah Ini Normal?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 18 April 2019 . Waktu baca 5 menit