Waspadai, 8 Penyebab Feses Berminyak dan Lengket

    Waspadai, 8 Penyebab Feses Berminyak dan Lengket

    Feses sehat seharusnya berwarna kecokelatan, bertekstur lembut tapi padat, dan berbentuk memanjang. Namun, bagaimana jika Anda memiliki feses berminyak dan teksturnya lengket? Hal ini bisa menjadi tanda dari gangguan pencernaan tertentu.

    Kenapa kondisi feses bisa berminyak dan lengket?

    Mengintip feses setiap kali selesai buang hajat mungkin tidak sering dilakukan. Padahal dengan mengetahui bentuk dan warna feses, Anda bisa mengetahui kondisi kesehatan tubuh.

    Dalam istilah medis, kondisi feses berminyak dan lengket dikenal sebagai steatorrhea.

    Pada orang sehat, feses berminyak tidak selalu menjadi tanda penyakit berbahaya.

    Pada dasarnya, kondisi feses bisa mencerminkan pola makan seseorang karena feses merupakan hasil ekskresi (sisa pembuangan) makanan atau minuman yang dikonsumsi.

    Salah satu penyebab utama feses berminyak adalah terlalu banyak makan berlemak. Beberapa makanan dan minuman yang bisa menyebabkan steatorrhea, seperti:

    • kacang-kacangan,
    • ikan berminyak dan berlemak tinggi,
    • minyak kelapa dan minyak inti sawit,
    • produk gandum utuh, dan
    • alkohol berlebihan.

    Selain makanan berlemak, makanan tinggi serat dan kalsium oksalat juga bisa memicu kondisi ini. Jenis-jenis makanan tersebut tidak dapat dicerna dengan baik oleh pencernaan Anda.

    Akibatnya, feses bertekstur lunak dengan gumpalan lemak atau minyak yang tampak jelas. Kondisi feses ini biasanya berlangsung sementara dan kembali normal dalam beberapa hari setelahnya.

    Namun, feses berminyak yang berlangsung terus-menerus dapat menjadi tanda dari beberapa penyakit pencernaan. Dalam kondisi ini, Anda perlu mewaspadainya.

    Masalah kesehatan yang menyebabkan feses berminyak

    kondisi steatorrhea pria sakit perut di toilet

    Anda perlu waspada jika mengalami gejala feses berminyak, berbau menyengat, dan sulit untuk disiram dalam waktu yang lama.

    Gejala steatorrhea yang parah mungkin merupakan tanda dari masalah kesehatan, seperti sindrom malabsorpsi, defisiensi enzim, dan gangguan pencernaan.

    Malabsorpsi adalah gangguan yang menyebabkan saluran pencernaan tidak dapat menyerap zat gizi tertentu dari makanan, terutama yang mengandung lemak.

    Selain itu, ada beberapa masalah kesehatan lain yang bisa menjadi penyebab feses berminyak.

    1. Pankreatitis kronis

    Peradangan pankreas dalam jangka panjang atau pankreatitis kronis dapat menyebabkan gangguan penyerapan nutrisi yang berujung pada kondisi feses berlemak dan lengket.

    Pankreas adalah kelenjar besar yang terletak di belakang lambung. Jika pankreas terganggu, organ ini tidak dapat melepaskan enzim untuk mencerna lemak di usus halus Anda.

    2. Fibrosis kistik

    Penyebab lain dari kelebihan lemak pada feses adalah fibrosis kistik. Kondisi kelainan bawaan ini menyebabkan kerusakan paru-paru, pencernaan, dan organ dalam lainnya.

    Fibrosis kistik membuat tubuh memproduksi lendir kental yang menyumbat saluran di dalam tubuh. Lendir dapat menyumbat pankreas dan mencegah keluarnya enzim untuk memecah nutrisi.

    3. Insufisiensi eksokrin pankreas

    Menurut American Pancreatic Association, feses berminyak juga bisa terjadi akibat insufisiensi eksokrin pankreas (EPI).

    EPI terjadi saat pankreas tidak membuat atau melepaskan cukup enzim untuk memecah dan menyerap nutrisi.

    Akibatnya, sistem pencernaan akan membuang terlalu banyak lemak yang memicu steatorrhea. Ini biasanya terjadi saat kadar enzim turun menjadi 5–10 persen lebih rendah dari biasanya.

    4. Atresia bilier

    Kelainan bawaan lain yang bisa menyebabkan feses berminyak adalah atresia bilier.

    Kondisi ini membuat saluran empedu membengkak dan mengalami penyumbatan, seringnya terjadi pada bayi.

    Saluran empedu sendiri memiliki fungsi untuk mencerna lemak dan membuang racun dan zat buangan lainnya dari dalam tubuh Anda.

    5. Penyakit Crohn

    Feses berminyak juga bisa menandakan gangguan pencernaan, seperti penyakit Crohn (Crohn’s disease) yang memicu peradangan pada lapisan sistem pencernaan.

    Kondisi ini membuat tubuh lebih sulit menyerap lemak dari makanan yang Anda konsumsi.

    Akibatnya, lemak menumpuk dan menyebabkan tekstur feses lebih lengket dari biasanya.

    6. Penyakit celiac

    Masalah pencernaan lainnya yang bisa menyebabkan feses jadi lengket adalah penyakit celiac.

    Penyakit celiac mengakibatkan tubuh Anda tidak dapat mencerna gluten dengan baik. Gluten adalah protein yang ditemukan dalam gandum dan biji-bijian.

    Pada penderita penyakit celiac, konsumsi gluten dapat memicu respons imun untuk menyerang jaringan sehat usus kecil.

    Jika Anda menderita penyakit Celiac dan tetap mengonsumsi makanan yang mengandung gluten, feses akan terasa lebih lengket dan timbul gejala lainnya.

    7. Intoleransi laktosa

    Intoleransi laktosa juga bisa menyebabkan tekstur feses lengket dan berminyak. Kondisi ini terjadi ketika usus tidak mampu mencerna laktosa (gula dari susu dan produk olahannya).

    Tubuh orang dengan intoleransi laktosa tidak memproduksi cukup enzim laktase, padahal enzim ini bekerja memecah laktosa menjadi gula sederhana.

    8. Penyakit Whipple

    Gangguan kesehatan yang berkaitan dengan infeksi bakteri juga bisa menyebabkan feses berminyak dan lengket, salah satunya adalah penyakit Whipple.

    Kondisi langka ini seringkali menyerang sistem pencernaan sehingga mengganggu proses pemecahan dan penyerapan nutrisi, seperti lemak dan karbohidrat.

    Jika Anda menemukan feses berminyak dan lengket dalam jangka waktu lama, sebaiknya periksakan ke dokter untuk mencari tahu penyebab pastinya dan pengobatan yang tepat.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    5 Things Your Poop Can Tell You About Your Health. Johns Hopkins Medicine. Retrieved 8 September 2021, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/5-things-your-poop-can-tell-you-about-your-health 

    Malabsorption. Johns Hopkins Medicine. Retrieved 8 September 2021, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/malabsorption

    Celiac Disease. Johns Hopkins Medicine. Retrieved 8 September 2021, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/celiac-disease 

    Pancreatitis – Symptoms and causes. Mayo Clinic. (2020). Retrieved 8 September 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pancreatitis/symptoms-causes/syc-20360227 

    Lactose intolerance – Symptoms and causes. Mayo Clinic. (2020). Retrieved 8 September 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/lactose-intolerance/symptoms-causes/syc-20374232 

    Cystic fibrosis. MedlinePlus Genetics. Retrieved 8 September 2021, from https://medlineplus.gov/genetics/condition/cystic-fibrosis/ 

    Whipple disease. Genetic and Rare Diseases Information Center (GARD). Retrieved 8 September 2021, from https://rarediseases.info.nih.gov/diseases/7889/whipple-disease 

    Overview of Crohn’s Disease. Crohn’s & Colitis Foundation. Retrieved 8 September 2021, from https://www.crohnscolitisfoundation.org/what-is-crohns-disease/overview 

    Biliary Atresia. Cincinnati Children’s. Retrieved 8 September 2021, from https://www.cincinnatichildrens.org/health/b/biliary 

    Kellerund, Jutta. Layer, Peter. (2015). Diagnosis of pancreatic exocrine insufficiency in chronic pancreatitis. Pancreapedia: Exocrine Pancreas Knowledge Base,. http://dx.doi.org/10.3998/panc.2015.37

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui Apr 20
    Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan