Periode Perkembangan

Transient Tachypnea of the Newborn (TTN), Gangguan Napas yang Umum Terjadi Pada Bayi Baru Lahir

Oleh Data medis direview oleh dr. Tania Savitri.

Selama minggu-minggu pertama kelahirannya, ada banyak perubahan yang dialami bayi untuk bisa beradaptasi dengan dunia sekitar. Salah satu organ yang mengalami perkembangan adalah paru-paru. Jika selama dalam kandungan, bayi “bernapas” lewat bantuan aliran darah ibu, setelah lahir ia akan harus bisa bernapas sendiri lewat paru-parunya. Transient Tachypnea of Newborn (TTN) adalah salah satu jenis masalah pernapasan yang cukup sering ditemukan pada bayi baru lahir. Apa penyebabnya, seperti apa gejalanya, dan bisakah kondisi ini ditangani?

Apa itu transient tachypnea (TTN)?

Bayi sudah segera bisa bernapas sendiri dengan paru-parunya begitu dilahirkan ke dunia. Namun proses pernapasan bayi baru lahir tentu sedikit berbeda dengan bayi yang sudah lebih tua atau bahkan orang dewasa.

Selama dalam kandungan, paru-paru bayi masih berisi cairan yang dikeluarkan oleh alveolus (tempat pertukaran udara dengan darah) untuk mempertahankan fungsi dan perkembangannya yang normal.

Idealnya, cairan ini harus dikosongkan agar paru-paru dapat terisi dengan udara. Untuk mencapai hal ini, otak bayi akan merangsang sistem adrenergik selama masa-masa menjelang kelahiran untuk membuat cairan paru-paru tersebut diserap ke pembuluh darah paru dan sistem limfatik.

Jika proses penyerapan paru-paru ini terhambat oleh satu dan lain hal, bayi dapat mengalami sesak napas. Kondisi napas cepat dan sesak pada bayi baru lahir disebut dengan transient tachypnea.

Transient tachypnea adalah gangguan pernapasan pada bayi baru lahir yang berlangsung singkat. Biasanya terjadi sesaat setelah kelahiran atau beberapa jam setelah kelahiran, namun kurang dari 24 jam. TTN adalah penyebab utama sindrom distress napas pada bayi baru lahir.

Siapa saja yang berisiko mengalami hal ini?

Transient tachypnea adalah masalah kesehatan cukup sering terjadi pada bayi baru lahir. TTN ditemukan pada 4-6 bayi per 1000 kelahiran hidup.

Faktor risiko transient tachypnea bisa meliputi:

  • Bayi yang lahir caesar
  • Bayi laki-laki
  • Bayi yang memiliki riwayat asma dalam keluarganya
  • Bayi makrosomia (berat badan lahir besar; lebih dari 4 kilogram)
  • Lahir dari ibu yang memiliki riwayat diabetes

Apa saja tanda dan gejala Transient Tachypnea pada bayi baru lahir?

Tanda utama dari gangguan pernapasan ini adalah bayi yang bernapas cepat dan dalam, tampak sesak, dan diikuti oleh suara napas bunyi mirip ngorok. Laju napas pada bayi yang mengalami Transient tachypnea lebih dari 60 kali napas per menit, bahkan bisa mencapai 80-100 kali napas per menit.

Saat mengambil napas, dada bayi terlihat masuk ke dalam karena otot dinding dadanya tertarik. Sementara saat menghembuskan napas, dada bayi akan terlihat menggembung. Kulit bayi juga bisa tampak membiru karena kesulitan bernapas, terutama kulit di sekitar mulut dan hidung.

Gejala-gejala ini umumnya tampak dalam 6 jam setelah persalinan.

Bagaiman dokter mendiagnosis gangguan napas ini?

Dokter dapat mendiagnosis TTN dengan rontgen dada begitu bayi mulai menunjukkan gejalanya. Rontgen dilakukan untuk mencari adanya cairan dalam paru bayi.

Diagnosis transient tachypnea baru boleh diresmikan setelah dokter menyingkirkan kecurigaan kondisi lainnya yang juga bisa menyebabkan gangguan napas, seperti pneumonia, sindrom aspirasi mekonium (terhirupnya feses selama dalam kandungan), penyakit membran hialin, dan edema paru.

Apakah Transient Tachypnea of Newborn berbahaya?

Pada umumnya, TTN bukanlah sebuah kondisi berbahaya. Dengan penanganan cepat, bayi dapat berangsur-angsur bernapas normal. TTN umumnya membaik dalam 2-5 hari. Pada beberapa kasus mungkin butuh waktu lebih lama, tergantung dari kondisi bayi dan pengobatan yang diterimanya.

Bagaimana kondisi ini diobati?

Pada umumnya, transient tachypnea pada bayi baru lahir ditangani dengan pemberian bantuan oksigen.

Bayi yang mengalami sesak napas dapat diberikan ASI lewat selang hidung atau selang mulut untuk mencegah makanan masuk ke dalam paru, yang bisa menyebabkan pneumonia aspirasi. Jika napas bayi setelah diukur lebih dari 80 kali per menit, maka bayi harus dipuasakan dan diberikan makanan melalui infus.

Beberapa bayi yang mengalami TTN bisa diberikan antibiotik jika gejalanya dicurigai disebabkan oleh infeksi seperti pneumonia atau sepsis.

Transient tachypnea sendiri tidak menimbulkan komplikasi. Apabila muncul komplikasi, biasanya disebabkan oleh terapi oksigen yang diberikan. Bicarakan lebih lanjut dengan dokter yang menangani bayi Anda untuk kekhawatiran tentang komplikasinya dan pertanyaan lainnya.

Baca Juga:

Sumber
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda untuk membantu memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan We are excited to guide you on your parenting journey. Your first email will arrive shortly. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Yang juga perlu Anda baca