Menyiapkan Sekolah untuk Anak Penderita Leukimia

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . 3 mins read
Bagikan sekarang

Jagalah pendidikan sebagai bagian aktif pada kehidupan anak meski ia harus menjalani pengobatan leukemia. Dengan begitu, anak Anda tidak akan tertinggal terlalu jauh. Jika Anda tidak memberi semangat pada anak untuk mengikuti pekerjaan sekolah, Anda akan membuatnya berpikir sekolah tidak lagi penting. Hal ini juga dapat membuat pesan tersirat bahwa tidak ada lagi masa depan, yang dapat membuat anak Anda sedih.

Sekolah juga memiliki peran penting dalam perkembangan sosial bagi anak Anda. Sekolah adalah tempat di mana anak dapat bersosialisasi dengan teman, mempelajari norma dan perilaku sosial, serta berinteraksi dengan orang lain. Dengan saran dari dokter anak, Anda dapat mengunjungi kelas anak saat tahap awal pengobatan.

Jika anak Anda perlu beristirahat di rumah untuk beberapa waktu, kelas di rumah dapat tersedia untuk beberapa jam dalam seminggu. Sekolah anak Anda akan menentukan apakah hal ini dapat dilakukan.

Komunikasi dengan guru anak selama pengobatan

Beberapa guru mungkin tidak memiliki pengalaman dengan murid yang mengidap kanker. Menginfokan guru tentang kondisi leukemia anak dapat membantu mereka mengerti dan suportif terhadap kondisi anak. Hal ini dapat membuat guru menghadapi situasi anak Anda dengan hasil yang positif pada anak Anda.

Kembali ke sekolah

Saat anak Anda siap, ia akan kembali bersekolah paruh waktu atau dengan penuh waktu. Anak Anda mungkin akan merasa gelisah untuk kembali ke sekolah setelah absen terlalu lama. Ia juga mungkin akan merasa tidak nyaman dengan perubahan penampilannya.

Anak-anak SD biasanya lebih menerima perubahan anak dalam penampilan fisik. Mereka biasanya melihatnya sebagai sesuatu yang spesial dan unik, dan bukan hal yang negatif.

Namun, tekanan untuk menjadi sama dengan teman-temannya menjadi penting seiring anak bertumbuh di sekolah menengah. Anak-anak sekolah menengah berinteraksi dengan lebih banyak guru. Anak Anda mungkin akan merasa khawatir terhadap ketinggalan pelajaran. Hal ini dapat mengganggu apabila anak sedang mempersiapkan masuk ke universitas. Hal ini berarti anak akan memerlukan penyesuaian terhadap rencana. Mengatur ekspektasi adalah bagian dari mengerti kondisi yang baru.

Anda dapat membantu berkomunikasi dengan guru, konselor, atau kepala sekolah. Pastikan mereka membantu teman-teman sekelasnya untuk mengerti bagaimana bersikap pada anak Anda.

Bantu anak Anda

Anda mungkin perlu untuk bersikap tegas saat masa transisi anak Anda kembali bersekolah. Jika Anda merasa anak Anda tidak mendapatkan apa yang ia butuhkan, bicarakan dengan sekolah. Kadang sekolah memiliki peraturan yang ketat karena sekolah tidak mengerti implikasi pada kondisi leukemia anak Anda. Di sisi lain, sekolah dapat terlalu santai dan tidak berekspektasi pada perkembangan akademis anak Anda. Anda mungkin perlu untuk menemui guru-guru dan staf lainnya untuk memastikan anak Anda belajar dengan optimal, serta mendapatkan bantuan yang anak Anda perlukan.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"

    Yang juga perlu Anda baca

    Grup WhatsApp Keluarga Ternyata Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental

    Siapa sangka bahwa ratusan pesan yang dikirimkan setiap hari di grup keluarga, terutama platform WhatsApp bisa pengaruhi kesehatan mental Anda.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Hidup Sehat, Psikologi 29/02/2020 . 5 mins read

    Data Anak Penderita Kanker di Indonesia dan Pentingnya Menjaga Mental Mereka

    Kanker pada anak masih menjadi momok di Indonesia. Selain berdampak pada kondisi fisik, penyakit ini juga memicu masalah psikologis. Bagaimana datanya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Kesehatan Anak, Parenting 07/02/2020 . 6 mins read

    Rumah yang Terlalu Bersih Meningkatkan Risiko Leukemia pada Anak

    Orangtua tentu ingin rumah tetap bersih agar anak terhindar dari penyakit. Namun, rumah yang terlalu bersih justru meningkatkan risiko leukemia pada anak.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Hidup Sehat, Fakta Unik 23/01/2020 . 3 mins read

    4 Penyebab Hemoglobin (Hb) Rendah, dari Anemia Hingga Kanker

    Ada berbagai faktor yang dapat menjadi penyebab hemoglobin (Hb) rendah. Beberapa di antaranya cukup serius sehingga tidak boleh Anda abaikan.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Anemia, Health Centers 23/06/2019 . 4 mins read

    Direkomendasikan untuk Anda

    akibat anak terlalu sering dibentak

    Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 8 mins read
    depresi pasca melahirkan ayah

    Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . 5 mins read
    mengajak orang tua pindah

    Tips Mengajak Orang Tua Pindah ke Tempat yang Baru

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 25/05/2020 . 4 mins read
    mengukur tekanan darah anak

    Panduan Lengkap Mengukur Tekanan Darah Anak di Rumah

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 22/04/2020 . 7 mins read