backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

5

Tanya Dokter
Simpan

7 Cara Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak yang Ortu Perlu Tahu

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Putri Ica Widia Sari · Tanggal diperbarui 19/03/2024

Berikut adalah daftar produk yang bisa bermanfaat untuk Anda. Perlu diketahui, kami bisa saja mendapatkan sedikit komisi setiap kali Anda membeli produk via link ini. Tenang, tidak ada penambahan biaya. Pelajari lebih lanjut soal konten produk marketing kami di sini.

7 Cara Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak yang Ortu Perlu Tahu

Mengoptimalkan tumbuh kembang anak adalah salah satu prioritas bagi orangtua. Pasalnya, semakin bertambahnya usia, anak tidak hanya mengalami penambahan berat badan dan tinggi badan, tetapi juga kemampuannya yang akan semakin bertambah. 

Oleh karena itu, sebagai orangtua penting bagi Anda untuk memperhatikan dan mendukung perkembangannya.  

Ragam cara mengoptimalkan tumbuh kembang anak 

mainan untuk anak speech delay

Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa orangtua lakukan untuk tumbuh kembang anak yang optimal. 

1. Memberikan anak nutrisi yang cukup 

Hal paling penting dalam mendukung tumbuh kembang anak adalah mencukupi kebutuhan nutrisinya.

Dengan terpenuhinya kebutuhan nutrisi ini, si Kecil dapat menjadi lebih sehat dan tidak mudah sakit.  

Alhasil, ia memiliki lebih banyak waktu untuk mengeksplorasi dirinya, sehingga kemampuan kognitif, fisik, dan sosialnya lebih berkembang. 

Oleh karena itu, sebagai orangtua, Anda perlu memberikan makanan dengan nutrisi lengkap, yang terdiri dari karbohidrat, lemak, protein, serta vitamin dan mineral kepada si Kecil. 

2. Memberikan stimulasi

Memberikan stimulasi yang tepat sangat penting untuk membantu mengembangkan keterampilan fisik si Kecil yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk mendukung perkembangan motorik anak, ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan. 

Misalnya mengajak anak bermain di luar guna memperkuat otot dan koordinasi tubuhnya. Anda juga bisa memberikan mainan yang mendukung, seperti puzzle, balok susun, atau sepeda roda tiga. 

Sebaiknya biarkan anak untuk mengeksplorasi kegiatan yang mereka inginkan. Sebagai orangtua, Anda hanya perlu menemani dan membimbingnya agar ia merasa aman dan nyaman. 

3. Memberikan perlindungan terhadap tubuhnya 

Cara mengoptimalkan tumbuh kembang anak yang selanjutnya adalah melindungi dirinya dari berbagai penyakit.

Cara sederhananya adalah dengan memastikan si Kecil telah mendapatkan imunisasi lengkap sesuai dengan usianya. 

Tidak hanya memberikan imunisasi  saat si Kecil sedang sakit pun orangtua harus memberikan perawatan yang tepat guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak yang sehat. 

4. Memberikan cinta dan perhatian 

Selain memberikan nutrisi yang cukup, perhatian dan kasih sayang orangtua juga dapat mendukung tumbuh kembang anak menjadi lebih optimal. 

Dikutip dari CDC, orangtua yang suka menunjukkan kehangatan dan kepekaannya terhadap anaknya, memiliki rutinitas bersama, menjaganya agar tetap aman, dan mengajarkan disiplin tanpa kekerasan dapat membantu anak tumbuh dan berkembang lebih baik. 

5. Meningkatkan interaksi sosial dengan orang lain

Agar tumbuh kembang si Kecil optimal dari sisi kemampuan sosial dan emosional, Anda sebagai orangtua dapat membantu anak untuk meningkatkan interaksinya dengan orang lain. 

Untuk menerapkan hal tersebut, orangtua dapat mengenalkannya pada teman sebayanya di area sekitar rumah atau bahkan mendaftarkannya di playgroup.

6. Memberikan contoh yang baik 

Anda mungkin tahu bahwa anak adalah peniru ulung. Setiap saat, mata anak selalu mengamati, telinganya selalu mendengar, dan pikirannya akan mencerna apa yang Anda lakukan.

Oleh karena itu, sebagai orangtua Anda harus memperhatikan bahasa tubuh dan perilaku Anda. 

Sebab, cara Anda bertindak dan berbicara dengan orang sekitar akan membentuk kepribadian si Kecil yang tentu akan berpengaruh pada tumbuh kembangnya.

7. Mendukung anak secara keseluruhan

Untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak, orangtua sebaiknya perlu mendukung anak secara keseluruhan.

Misalnya memperhatikan pendidikannya, kesehatan secara fisik dan mental, serta perkembangan sosial dan emosionalnya. 

Waspadai tanda keterlambatan tumbuh kembang anak

anak kekurangan vitamin

Pada dasarnya, keberhasilan tumbuh kembang anak terlihat dari fisik dan non-fisiknya. Meski demikian, setiap anak tentu memiliki proses tumbuh kembang yang berbeda-beda. 

Namun dalam beberapa kasus, perkembangan anak dapat terhambat karena beberapa kondisi kesehatan.

Misalnya sindrom Down atau komplikasi selama kehamilan dan kelahiran, seperti kelahiran prematur atau kelainan spektrum alkohol pada janin. 

Jadi selain menerapkan cara mengoptimalkan tumbuh kembang anak di atas, waspadai juga tanda-tanda si Kecil terlambat bertumbuh dan berkembang.

Untuk mengetahui apakah si Kecil mengalami gangguan tumbuh kembang, orangtua sebaiknya harus melakukan pemeriksaan rutin ke dokter anak. 

Waspadai tanda-tanda di bawah ini

Merangkum dari Cleveland Clinic, ada beberapa tanda keterlambatan tumbuh kembang anak yang bisa dilihat, di antaranya sebagai berikut.
  • Masalah pada perkembangan motorik kasar, misalnya antara anggota tubuh bagian kanan dan kiri tidak seimbang. 
  • Masalah pada perkembangan motorik halus, seperti adanya dominasi pada satu tangan (handedness) sebelum usia 1 tahun. 
  • Adanya masalah terlambat bicara, misalnya orangtua masih tidak mengerti perkataan anak meski ia telah berusia 30 bulan. 
  • Masalah keterlambatan keterampilan sosial, misalnya usia lebih dari 12 bulan tidak merespons panggilan namanya atau tidak adanya kemampuan bersosialisasi atau interaksi. 
  • Adanya tanda gangguan kognitif, seperti kurangnya kemampuan mata mengikuti gerak benda pada usia 4 bulan atau belum dapat merangkai tiga kata pada usia 36 bulan. 

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Putri Ica Widia Sari · Tanggal diperbarui 19/03/2024

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan