Perkembangan Bayi di Usia 45 Minggu

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Perkembangan Bayi Usia 45 Minggu

Bagaimana seharusnya perkembangan bayi 45 minggu (11 bulan 1 minggu)?

Menurut Denver II, perkembangan bayi pada usia 45 minggu atau 11 bulan 1 minggu, ia sudah mampu melakukan:

  • Berganti posisi menjadi duduk dari posisi tiduran.
  • Berubah posisi dari duduk menjadi berdiri dan berdiri menjadi duduk.
  • Tengkurap dengan lengan tangan menyangga berat tubuh, dan kepala terangkat.
  • Berdiri sendiri tanpa berpegangan pada apa pun tapi dalam waktu singkat.
  • Mengoper balok atau benda lain dari satu tangan ke tangan lainnya.
  • Berguling sendiri saat tubuhnya dalam posisi tiduran.
  • Mengerti “tidak”, tapi tidak selalu mematuhinya.
  • Mengambil benda kecil dengan bagian jempol dan jari. Seperti biasa, jauhkan benda berbahaya dari jangkauan bayi.
  • Mengoceh.
  • Meniru suatu bunyi.
  • Mengucapkan “mama” dan “dada” cukup jelas.
  • Membentuk suara yang sudah lebih jelas.
  • Menyebut suku kata tunggal.
  • Menyebut gabungan suku kata.
  • Mengucapkan “ooh” dan “aah”.
  • Tertawa dan memekik kencang.
  • Menyatukan kedua tangannya.
  • Meraih mainan maupun benda lainnya.
  • Mengambil benda yang berukuran kecil.
  • Mengambil 2 buah kubus.
  • Masing-masing tangan memegang benda, kemudian saling memukul-mukulnya.
  • Mengenali wajah dan tangannya.
  • Tersenyum atau tertawa sendiri tiba-tiba atau saat berkomunikasi dengan orang lain.
  • Makan sendiri meski masih berantakan.
  • Melambaikan tangan saat akan berpisah.

Kemampuan motorik kasar

Salah satu perkembangan yang paling terlihat di usia bayi 45 minggu atau 11 bulan 1 minggu yakni sudah mampu berdiri sendiri tanpa perlu Anda pegangi. Hanya saja, kemampuan untuk menyeimbangkan tubuhnya ini biasanya baru bertahan selama beberapa detik alias tidak terlalu lama.

Sisanya, sama seperti perkembangan 44 minggu, buah hati Anda sudah handal saat bangun dari posisi tidur ke posisi duduk. Kemudian bisa dengan mudah bangkit dari duduk ke berdiri, dan begitu pula sebaliknya.

Kemampuan komunikasi dan bahasa

Kata-kata dan suara yang terdengar seperti perkataan sekarang mulai keluar dari mulut bayi, dan ia dapat menggunakannya dengan penuh arti. Ini dikarenakan otak bayi terus berkembang, sehingga kemampuannya berbicara juga semakin meningkat.

Pada usia 45 minggu atau 11 bulan 1 minggu ini, perkembangan bayi mungkin telah bisa meniru suara dan kata-kata. Ia mungkin bisa mengikuti arahan satu langkah sederhana. Misalnya “Tolong ambil bolanya, Kak” atau “Boleh mama minta tolong masukkan mainannya lagi ke dalam kotak?”

Di sini bayi juga sudah mulai memahami arti dari kata “tidak”, dan tampak senang saat mendengar Anda mengucapkan kata tersebut. Itu sebabnya, si kecil kerap sengaja melakukan suatu hal hanya demi mendengar Anda menyebutkan kata “tidak”.

Contohnya memukul-mukul mangkuk makanannya, menarik rambut, atau melakukan hal lain yang ia tahu tidak diperbolehkan. Lucunya, si kecil mungkin akan menatap Anda dengan senyuman nakal saat melakukan kegiatan tersebut, dan mendengar Anda mengatakan “tidak”.

Akan tetapi, ini bukan berarti buah hati Anda sulit untuk diperingatkan. Ini hanya merupakan caranya untuk mencuri perhatian Anda.

Kemampuan motorik halus

Anda mungkin akan melihat si kecil sangat senang memukul dua buah benda yang masing-masing berada di kedua tangannya. Ia juga mampu menggenggam dua buah benda dalam satu tangan, meraih sesuatu yang diinginkannya, serta menggunakan kemampuan kedua tangannya.

Kemampuan sosial dan emosional

Makan sendiri, bermain dengan mainannya, tersenyum secara spontan, dan tersenyum saat diajak bicara orang lain, merupakan kemampuan bayi yang bisa dilakukan saat ini. Si kecil juga makin lancar melambaikan tangannya tanda akan berpisah dengan orang lain.

Namun, masih perlu proses belajar lagi baginya untuk mengungkapkan saat ia menginginkan sesuatu.

Apa yang harus saya lakukan untuk membantu perkembangan bayi 45 minggu?

Ketika Anda sedang mencoba untuk melarangnya dengan berkata “tidak”, tapi si kecil tampak tidak mengindahkannya, coba lebih tegas lagi. Contohnya saat ia mengetuk-ngentuk botol susunya sehingga menumpahkan sedikit susu, ambil botol tersebut dan tanyakan kembali.

“Kakak masih mau main itu, atau mau dengerin mama?” Mungkin memang akan sedikit menguji kesabaran Anda, tapi yakinlah ini merupakan bagian dari proses perkembangan bayi usia 45 tahun atau 11 bulan 1 minggu.

Pada akhirnya, si kecil akan mulai menyadari arti kata “tidak” itu sendiri. Bahkan, bisa memaknainya dengan menjawab “tidak” saat Anda melontarkan pertanyaan.

Kesehatan Bayi Usia 45 Minggu

Apa yang perlu saya diskusikan dengan dokter di minggu 45?

Jika perkembangan bayi di usia 45 minggu atau 11 bulan 1 minggu ini memang tidak mengalami kondisi medis serius, kebanyakan dokter tidak akan melakukan pemeriksaan kesehatan padanya.

Akan tetapi, jangan ragu untuk mengonsultasikannya dengan dokter apabila ada masalah pada bayi yang tidak bisa ditunggu sampai kunjungan berikutnya.

Apa yang harus diketahui pada perkembangan bayi 45 minggu?

Perkembangan bayi usia 45 minggu atau 11 bulan 1 minggu ini, biasanya sudah mulai mampu berjalan dengan lancar. Anda mungkin menyadari bahwa kakinya terlihat tidak lurus, ini bisa disebut sebagai kaki bengkok. Anda tidak perlu terlalu cemas.

Seiring lebih aktif dan seringnya bayi berlatih berjalan, kondisi kaki mungkin akan membaik dengan sendirinya. Berikut beberapa informasi yang mungkin bermanfaat untuk Anda:

1. Kaki bengkok

Jangan khawatir. Hampir semua anak memiliki kaki bengkok selama dua tahun pertama. Jika nantinya anak sudah mampu berjalan, ini bisa dikarena mereka lebih sering berjalan.

Kedua lutut sering bertemu, tapi tidak halnya dengan pergelangan kaki. Lutut dan pergelangan kaki mereka tidak akan berbentuk normal sampai mencapai masa remaja.

Sesekali Anda akan menyadari abnormalitas kaki anak yang sebenarnya. Mungkin hanya satu kaki yang bengkok, atau salah satu lutut bengkok ke dalam. Terkadang hanya lutut bayi yang bertemu, atau pembengkokan yang normal menjadi lebih jelas saat mulai berjalan.

Jika dalam keluarga ada riwayat kaki bengkok atau lutut yang beradu saat berjalan, bayi mungkin butuh pemeriksaan lebih lanjut dari dokter. Tergantung kasusnya, pengobatan mungkin diperlukan.

Anda juga perlu mengetahui tentang rakhitis, yang dulunya merupakan penyebab kaki bengkok permanen yang paling umum. Berikan formula penguat tulang seperti susu dan produk susu lainnya yang mengandung vitamin D.

2. Terjatuh

Sudah mulai menunjukkan perkembangan berjalan di usia 45 minggu atau 11 bulan 1 minggu ini, mungkin Anda takut bayi akan terjatuh ketika melancarkan kemampuannya untuk bisa berdiri sendiri. Entah itu tidak menimbulkan luka, atau menyebabkan munculnya cedera pada salah satu bagian tubuhnya.

Sebenarnya tidak masalah, karena ini merupakan proses belajar bagi bayi. Ada beberapa bayi yang menjadi lebih berhati-hati setelah terjatuh saat belajar melatih kemampuannya.

Sebagai contoh, setelah terjatuh saat mencoba berdiri sendiri di dekat meja, ia akan menjauhi meja tersebut selama beberapa hari dan berjalan lebih berhati-hati lagi. Sedangkan yang lainnya, mungkin akan senang mengambil risiko.

Namun, anak-anak seperti ini biasanya akan tetap bangkit kembali, tidak takut, dan mengesampingkan rasa sakit setelah tidak sengaja terjatuh. Belajar berdiri sendiri, sampai nantinya mampu berjalan adalah mengenai usaha dan “coba-coba”.

Peran Anda di sini, seolah sebagai penonton yang bangga tapi tetap merasa gugup. Jadi, sebaiknya pastikan bahwa bayi belajar dengan aman, bahkan meski terjatuh sekali pun. Memasang karpet bisa mengurangi kemungkinan terjadi memar saat si kecil terjatuh.

Terbentur ujung sofa mungkin membuat bayi menangis, namun terbentur ujung meja kaca yang tajam mungkin membuatnya berdarah. Untuk mengurangi peluang terkena cedera serius, pastikan rumah Anda aman untuk proses belajar demi perkembangan bayi usia 45 minggu atau 11 bulan 1 minggu.

3. Terus awasi bayi

Sekalipun Anda telah menyingkirkan hampir semua benda berbahaya dari jalur bayi, ingatlah bahwa keamanan paling efektif yakni dengan terus mengawasinya. Bahkan rumah teraman sekalipun bisa menyebabkan luka saat ia sedang belajar berdiri sendiri, sampai nantinya berjalan.

Bersiap-siaplah terhadap kemungkinan ini dengan mengetahui apa yang harus Anda lakukan jika hal buruk terjadi. Pelajari cara memberikan bantuan mengenai prosedur pertolongan pertama.

Reaksi orangtua sering memengaruhi respon bayi terhadap apa yang dialaminya. Jika saat anak terjatuh Anda langsung menolongnya, itu wajar. Namun, apabila Anda tampak cemas dan berkata “Kakak nggak apa-apa?” dengan wajah khawatir dan penuh kepanikan, anak mungkin akan bereaksi mengikuti cara Anda

Alhasil, ia bisa jadi menangis meski sebenarnya tidak merasa terlalu sakit. Ini juga membuatnya menjadi terlalu berhati-hati dan tidak mau bertualang lagi. Di sisi lain, jika reaksi Anda justru sebaliknya yakni dengan berkata “Oh, kakak jatuh. Nggak apa-apa, kan. Ayo berdiri lagi.” Tentu ia akan langsung bangkit kembali dan mengangkat itu memang hal yang lumrah terjadi.

Yang Harus Diperhatikan

Apa yang perlu diwaspadai saat usia bayi 45 minggu?

Pada perkembangan bayi usia 45 minggu atau 11 bulan 1 minggu, Anda mungkin cemas dengan beberapa hal. Salah satunya bisa termasuk peralihan botol susu ke sippy cup sampai akhirnya mahir menggunakan gelas bayi.

Ikuti saran di bawah ini agar bisa membantu bayi lebih leluasa minum dari gelas:

  • Kenali waktu menyapih yang tepat.
  • Lakukan dengan perlahan.
  • Jauhkan botol susu dari pandangan bayi.
  • Berikan gelas yang tampak lucu.
  • Bersiap jika terjadi kekacauan.
  • Berikan contoh yang baik dan benar.
  • Berpikir positif mengenai perilaku si kecil
  • Bersabar dalam menghadapi si kecil.
  • Selalu berikan kasih sayang untuk buah hati Anda.

Ketika bayi sedang tantrum

Selama proses perkembangan bayi di usia 45 minggu atau 11 bulan 1 minggu ini, jangan kaget saat si kecil tampak melampiaskan amarahnya jika tidak mendapatkan keinginannya. Ketimbang ikut tersulut emosi, sebaiknya jelaskan padanya alasan mengapa Anda melarangnya.

Setelahnya, biarkan ia merenungkan perilakunya dan posisikan ia di tempat yang aman, misalnya di dalam boks tidur. Wajar jika si kecil terkadang menguji kesabaran Anda. Jadi, tetaplah tenang saat anak tantrum agar Anda dapat memiliki cara yang tepat untuk menenangkan si kecil.

Bagaimana perkembangan bayi di minggu ke-46?

Sumber
Yang juga perlu Anda baca