Perkembangan Bayi di Usia 43 Minggu

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Perkembangan Bayi Usia 43 Minggu

Bagaimana seharusnya perkembangan bayi 43 minggu (10 bulan 3 minggu)?

Perkembangan bayi usia 43 minggu atau 10 bulan 3 minggu, bayi umumnya sudah mampu:

  • Berdiri sendiri dan tetap berdiri tanpa berpegangan.
  • Berkata “dada” atau “mama”.
  • Belajar berjalan dengan berpegangan pada orang atau benda di sekitarnya.
  • Menggenggam 2 benda dalam 1 tangan.
  • Mengambil benda kecil dengan jempol dan jari lainnya.

Kemampuan motorik kasar

Perkembangan bayi di usia 43 minggu alias 10 bulan 3 minggu ini biasanya sudah bisa berjalan dengan memegang tangannya.

Kemampuan komunikasi dan bahasa

Bayi Anda masih terus belajar untuk berhasil mengucapkan kata “mama” dan “dada” dengan baik. Namun, ia sudah mampu berceloteh banyak hal, serta menirukan suara yang menarik baginya.

Kemampuan motorik halus

Pada usia 43 minggu atau 10 bulan 3 minggu, si kecil juga sudah mulai mampu makan dengan tangan sendiri meski belum sepenuhnya rapi.

Di samping itu, Anda juga mungkin melihat si kecil memerhatikan dan meniru tindakan maupun perkataan yang Anda lakukan. Misalnya saat Anda sedang memandikannya, si kecil juga tertarik untuk ikut menyabuni tubuh Anda.

Sayangnya, bukan hanya tindakan dan perkataan baik yang si kecil tiru. Namun, juga hal-hal lainnya yang mungkin tidak sebaiknya si kecil ketahui.

Kemampuan sosial dan emosional

Jika menirukan suatu suara sudah cukup dikuasinya, si kecil masih harus belajar lagi untuk menirukan aktivitas yang dilakukan orang lain.

Apa yang harus saya lakukan untuk membantu perkembangan bayi 43 minggu?

Bayi akan dengan sengaja menjatuhkan benda. Tujuannya agar seseorang, mungkin Anda, mengambil kembali untuknya. Bila bayi tampak sudah bosan dengan permainan menjatuhkan barang ini, ambil benda selama beberapa menit dan cobalah mengalihkan perhatian bayi dengan sesuatu yang sama menariknya. Misalnya permainan cilukba.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, si kecil juga mungkin akan meniru perkataan atau tindakan yang kurang baik. Jadi ketika Anda memberi tahunya dengan nada yang agak tinggi, kemungkinan bayi juga akan melakukan hal yang sama.

Maka itu, usahakan untuk selalu menyampaikan hal-hal positif. Sekali pun Anda ingin memberi tahu atas perilaku si kecil yang kurang baik, cobalah lakukan dengan cara yang sehalus mungkin.

Contohnya dengan berkata, “Kakak ingat kan tadi mama bilang jangan berantakin lemari? Lebih baik sini sama mama, kita makan camilan, mau?” Setidaknya sampaikan perintah Anda tapi diikuti dengan solusi lainnya.

Perkembangan bayi usia 43 minggu atau 10 bulan 3 minggu juga mungkin akan membuatnya mulai mengenali bahwa ciri fisik dirinya berbeda dengan orang lain. Anda bisa membantu si kecil untuk lebih mengenali nama dari setiap bagian tubuhnya dengan menyebutnya satu per satu, kemudian minta bayi untuk mengulanginya.

Kesehatan Bayi Usia 43 Minggu

Apa yang perlu saya diskusikan dengan dokter di minggu 43?

Jika selama proses perkembangan bayi Anda tidak mengalami kondisi medis serius, kebanyakan dokter tidak akan melakukan pemeriksaan kesehatan bayi pada usia 43 minggu atau 10 bulan 3 minggu ini.

Akan tetapi, jangan ragu untuk mengonsultasikannya dengan dokter apabila ada masalah pada bayi yang tidak bisa ditunggu sampai kunjungan berikutnya.

Apa yang harus diketahui pada perkembangan bayi 43 minggu?

Ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui di perkembangan bayi usia 43 minggu alias 10 bulan 3 minggu, yaitu:

1. Pemberian antibiotik

Pada perkembangan bayi di usia 43 minggu atau 10 bulan 3 minggu ini, bayi mungkin terkena flu. Namun, Anda sebaiknya berhati-hati sebelum memberikan antibiotik. Antibiotik hanya efektif melawan bakteri, dan sama sekali tidak membantu melawan virus penyebab flu, dan banyak jenis penyakit pernapasan.

Jadi, jika bayi mengalami salah satu kondisi ini, antibiotik mungkin tidak bisa membantu. Jangan berikan bayi antibiotik karena antibiotik dapat membuat bakteri lebih kebal terhadap pengobatan. Hal ini dapat menimbulkan masalah bila bayi membutuhkan obat yang dapat melawan bakteri.

Waktu pemberian antibiotik

Berikan antibiotik hanya sesuai instruksi dokter anak. Penting untuk menghabiskan antibiotik sesuai resep dokter. Menghentikan pengobatan terlalu dini tidak akan bisa menyembuhkan penyakit sepenuhnya dan malah bisa menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius.

Cara pemberian antibiotik untuk anak

Jika bayi muntah tepat setelah minum antibiotik dan kebanyakan obat keluar dari dalam mulutnya, Anda boleh memberi satu dosis lagi untuk menggantikan dosisnya. Namun, jangan berikan dosis tambahan ini bila bayi muntah setelah sejam.

Setelah 1 jam kemudian biasanya sebagian besar obat telah terserap, dan memberikan dosis lain bisa mengakibatkan efek samping overdosis. Anda harus mencoba menemukan penyebab bayi muntah, apakah karena bayi tersedak atau sakit?

Beberapa obat bisa dicampurkan ke dalam makanan macam saus apel untuk membuat obat terasa lebih enak saat diminum. Dalam kasus lain, obat tetes atau alat suntik yang menyuntikkan obat ke dalam tenggorokan bayi lebih efektif daripada menggunakan sendok.

2. Sepatu untuk berjalan kaki di luar ruangan

Mulai lebih banyak berjalan di luar ruangan termasuk salah satu perkembangan bayi di usia 43 minggu atau 10 bulan 3 minggu. Ini merupakan saat yang tepat bagi Anda untuk membelikannnya sepatu yang nyaman untuk digunakan saat kaki-kaki kecilnya menapak di area luar ruangan.

Sepatu yang nyaman akan membantu melindungi kakinya saat berpijak di permukaan yang berisiko tidak aman. Contohnya jalanan beton, berbatu, atau terdapat banyak kerikil. Pilih juga sepatu dengan bahan yang dapat membuat kaki si kecil tetap bernapas. Jangan lupa, ukurannya juga harus pas saat dipakai, tidak terlalu besar atau terlalu kecil.

Yang Harus Diperhatikan

Apa yang perlu diwaspadai saat usia bayi 43 minggu?

Berbagai hal yang perlu diperhatikan pada perkembangan bayi usia 43 minggu atau 10 bulan 3 minggu ini:

1. Menggertakkan gigi

Sama seperti membenturkan kepala, menggulung/menjambak rambut, atau mengisap jari, menggemeretakkan gigi sering kali merupakan cara menghilangkan stres bagi beberapa bayi. Menggertakkan gigi dapat mempengaruhi pertumbuhan gigi susu dan gigi permanen. Ada dua macam penyebabnya, entah itu sedang merasa cemas atau sekadar rasa ingin tahu.

Memberikan banyak kasih sayang dan perhatian sebelum tidur siang atau jam tidur malam juga bisa mengurangi frekuensi menggertakkan gigi dengan membantu bayi beristirahat. Pada kebanyakan kasus, kebiasaan ini akan hilang seiring meningkatnya kemampuan bayi dalam menangani masalah, dan sebelum terjadi kerusakan gigi.

Rasa cemas tidak selalu menjadi penyebab gertakan gigi. Terkadang, bayi secara tidak sengaja menemukan cara bereksperimen dengan gigi barunya, menikmati sensasi dan suaranya, dan membuat kegiatan tersebut menjadi kebiasaan. Namun, tak berapa lama kemudian, sensasi menyenangkan akan hilang dan bayi tidak lagi tertarik dengan suara yang timbul dari giginya.

Jika Anda menemukan bahwa gertakan gigi bayi menjadi semakin sering dan bukannya menghilang, Anda bisa saja cemas. Anda khawatir mungkinkah gigi bayi akan rusak karena kebiasaannya tersebut. Jadi, konsultasikanlah kepada dokter anak atau dokter gigi.

2. Menggigit

Sebenarnya hal yang wajar bagi bayi untuk merasakan kemampuan giginya setiak kali sedang makan. Menggigit bisa menjadi kebiasaan buruk dan, semakin banyaknya gigi, menjadi bertambah sakit bagi “korbannya”.

Menggigit pada awalnya mungkin menyenangkan. Si kecil mungkin sama sekali tidak tahu bahwa itu akan melukai orang lain. Bayi menganggap ekspresi wajah ibu saat dia menggigit bahunya, dan wajah Anda yang tampak terkejut dan teriakan “Aduh!”

Namun menariknya, teguran yang marah seperti “Aduh!” dengan tegas justru semakin membuatnya ingin melakukan hal tersebut kembali. Ini karena saat perkembangan bayi di usia 43 minggu atau 10 bulan 3 minggu ini, ia menganggapnya sebagai hiburan atau tantangan untuk menjadi lebih mandiri, atau malah keduanya.

Cara paling efektif untuk merespon adalah dengan menjauhkan bayi dengan tenang dari tempat dia menggigit, dengan tegas berkata “Kak, jangan gigit, ya”. Lalu, dengan cepat alihkan perhatiannya dengan bernyanyi, memberikan mainan, atau cara lainnya. Lakukan ini setiap kali bayi ingin atau sedang menggigit sesuatu.

Bagaimana perkembangan bayi pada minggu ke-44?

Sumber
Yang juga perlu Anda baca