Perkembangan Bayi di Usia 42 Minggu

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Perkembangan Bayi Usia 42 Minggu

Bagaimana seharusnya perkembangan bayi 42 minggu (10 bulan 2 minggu)?

Secara umumnya, perkembangan bayi usia 42 minggu alias 10 bulan 2 minggu telah mampu:

  • Mulai belajar berdiri dari posisi tengkurap.
  • Bertepuk tangan atau melambaikan tangan.
  • Mengambil benda kecil dengan jempol dan jari lainnya (jauhkan benda berbahaya dari jangkauan bayi).
  • Berjalan memegangi perabotan.
  • Mengerti “tidak”, tapi tidak selalu mematuhinya.
  • Hampir bisa mengatakan “dada” dan “mama” dengan jelas.
  • Menggenggam 2 benda dalam 1 tangan.

Kemampuan motorik kasar

Perkembangan bayi pada usia 42 minggu atau 10 bulan 2 minggu ini, sudah bisa duduk dengan percaya diri. Bahkan, mungkin berjalan berpegangan pada perabotan kemudian mungkin melepaskannya sebentar dan berdiri tanpa penyangga.

Ia juga mungkin berusaha mengambil mainannya sendiri sembari sedikit membungkukkan badan saat berdiri. Jika bayi Anda belum tanda-tanda mulai belajar berjalan, jangan cemas. Kebanyakan bayi melakukan langkah pertama pada saat berusia sekitar 12 bulan.

Si kecil juga tampak semakin penasaran dan ingin tahu dengan lingkungan di sekitarnya. Itu sebabnya, ia akan lebih sering bergerak ke sana ke mari, kemudian mengambil benda apa pun yang menurutnya menarik.

Bukan sekadar dipegang, bayi mungkin akan mengeluarkan seluruh isinya untuk memuaskan rasa ingin tahunya.

Kemampuan komunikasi dan bahasa

Masih sama seperti usia di minggu sebelumnya, si kecil masih terus melatih kemampuannya untuk bisa mengatakan “mama” dan “dada” dengan fasih. Tak lupa, ocehannya yang belum jelas mengenai hal apa pun masih akan terus Anda dengar setiap waktu.

Kemampuan motorik halus

Kepintarannya juga tampak semakin baik, karena ia mulai mampu memahami konsep mengenai jarak, kedalaman, dan lain sebagainya.

Misalnya, si kecil mulai mau menumpuk bulatan dengan ukuran yang berbeda pada sebuah kerucut plastik, menjatuhkannya, dan kembali menumpuknya. Perkembangan lainnya, bayi usia 42 minggu mungkin akan memisahkan potongan makanan dalam piring sarapannya, guna mengidentifikasi bentuk, warna, dan tekstur.

Lebih dari itu, buah hati Anda masih terus belajar mengenai sifat benda. Dengan cara meremas, merobek, mencicipi, dan melempar apa saja.

Kemampuan sosial dan emosional

Anda juga akan dibuat kagum karena ia mulai mampu menunjukkan perubahan emosi. Mulai dari saat sedang takut, sedih, hingga gembira disertai mata yang berbinar-binar.

Apa yang harus saya lakukan untuk membantu perkembangan bayi 42 minggu?

Hindari memberi makan yang menyebabkan bayi tersedak seperti wortel mentah atau buah anggur utuh. Sebagai gantinya, berikan sayuran matang yang sudah dipotong kecil-kecil, keju, dan buah-buahan yang sudah dikupas dan dipotong.

Menariknya, perkembangan bayi di usia 42 minggu atau 10 bulan 2 minggu ini juga mulai menunjukkan sikap yang mengejutkan. Contohnya, ia bisa menggumam “Mmmm” saat sedang mengunyah makanan yang menurutnya lezat.

Si kecil juga dapat menjejakkan kakinya saat mendengar musik, melamun, bahkan menatap ke suatu arah seolah-olah sedang memikirkan sesuatu. Oleh karena itu, Anda bisa membantu mengembangkan keterampilan si kecil dengan mengenalkannya pada kata-kata baru untuk menggambarkan perasaannya. Seperti, “Kakak lagi bersemangat banget, ya?” atau “Enak ya, kak, makanannya?”

Kesehatan Bayi Usia 42 Minggu

Apa yang perlu saya diskusikan dengan dokter di minggu 42?

Bila bayi memang bayi tidak mengalami kondisi medis serius, kebanyakan dokter tidak akan melakukan pemeriksaan kesehatan maupun perkembangan bayi pada usia 42 minggu atau 10 bulan 2 minggu ini.

Meski begitu, jangan ragu untuk mengonsultasikannya dengan dokter apabila ada masalah pada bayi yang tidak bisa ditunggu sampai kunjungan berikutnya.

Apa yang harus diketahui pada perkembangan bayi 42 minggu?

Ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui di perkembangan bayi usia 42 minggu alias 10 bulan 2 minggu, yaitu:

1. Gigitan serangga pada bayi

Anda harus mengetahui tentang gigitan dan sengatan serangga pada tahap perkembangan bayi di usia 42 minggu ini. Biasanya tidak bermasalah bagi orang dewasa, tapi bisa berbahaya bagi bayi pada usia ini.

Kebanyakan gigitan bisa mengganggu tapi tidak berbahaya, asalkan bayi tidak alergi racun serangga. Ikuti langkah di bawah ini untuk mengatasinya:

  • Jika disengat serangga, cabut duri sengatannya dengan cara menggunting, bukan mencabut.
  • Cuci area yang terkena gigitan serangga dengan sabun dan air.
  • Redakan rasa sakit dengan kompresan kantong es selama 15 menit, atau dengan baking soda dan air. Tanyakan dokter anak sebelum memberikan obat pereda rasa sakit.
  • Hubungi dokter jika bayi diare atau demam, muntah, atau jika bertambah bengkak setelah 24 jam. Anda juga harus menghubungi dokter bila area di sekitar gigitan menunjukkan tanda infeksi, seperti semakin memerah, sakit, atau bengkak.

Syok anafilaktik (anaphylactic shock) terjadi jika tubuh sensitif terhadap faktor alergi. Ini dapat menyebabkan tekanan darah rendah, gatal, bengkak, dan kesulitan bernapas.

Anaphylactic shock akibat sengatan serangga agak jarang, biasa hanya muncul jika bayi alergi, termasuk pada perkembangan bayi usia 42 minggu.

Tentu saja, Anda tidak bisa mengetahuinya sampai ada sengatan, sehingga ini adalah hal yang harus diwaspadai. Bila bayi alergi, ia mungkin akan mengalami:

  • Kesulitan bernapas atau bernapas dengan mengeluarkan suara
  • Pusing, sakit perut, muntah
  • Wajah merah padam
  • Ruam
  • Pembengkakan lidah, tangan, dan wajah
  • Kemungkinan syok jika bayi tampak bingung atau mengantuk.

Bila bayi memiliki reaksi alergi, segera periksakan ke dokter. Baringkan bayi, tenangkan, dan hangatkan dengan selimut.

Cara mencegah gigitan atau sengatan

Anda tidak bisa membasmi semua serangga yang menggigit dan menyengat, dan Anda juga tidak mungkin membiarkan bayi terus menerus berada di dalam rumah. Namun, jika akan membawa bayi ke luar, Anda bisa menggunakan pengusir serangga yang aman bagi bayi dan memakaikan baju berlengan panjang dan celana panjang yang berwarna putih atau terang.

Pakaiakan si kecil pakaian yang tidak terlalu menarik perhatian serangga. Berhati-hatilah saat makan di luar ruangan (area outdoor), terutama di area yang banyak terdapat serangga, dan hindari produk yang mengandung pewangi macam krim dan sabun.

2. Beralih ke cangkir sippy (sippy cup)

Biasanya, dokter akan menyarankan agar Anda mengganti pemberian botol dot untuk bayi dengan cangkir sippy (sippy cup) saat usia 1 tahun. Sippy cup adalah cangkir khusus sebagai transisi sebelum beralih ke penggunaan gelas sesungguhnya.

Mengajarkan perkembangan bayi usia 42 minggu atau 10 bulan 2 minggu menggunakan sippy cup bisa dibilang mudah, tapi juga cukup susah. Pasalnya, ada bayi yang mungkin sudah cukup terbiasa dengan penggunaan botol dot sejak kecil, sehingga butuh upaya lebih untuk mengenalkan dengan alat minum lain.

Supaya lebih mudah, mulailah memperkenalkan sippy cup dari sekarang. Pilih dan beli sippy cup dengan pegangan yang mudah digenggam di kedua sisinya. Kemudian perlihatkan pada bayi bagaimana cara mengambil, menggenggam, dan menggunakannya.

Yang Harus Diperhatikan

Apa yang perlu diwaspadai saat usia bayi 42 minggu?

Di samping perkembangan baik bayi, Anda mungkin juga memiliki masalah dengan perkembangan lainnya di usia 42 minggu ini. Misalnya ia senang menggulung dan menarik-narik rambutnya maupun orang lain.

Memegang atau menarik rambut biasanya diakibatkan oleh beberapa hal. Pertama, bayi sedang mencoba menenangkan dirinya sendiri dengan cara melakukan apa yang biasa ia lakukan di awal-awal hidupnya saat sedang menyusui. Contohnya yakni mengusap-usap payudara ibu atau menarik-narik rambut ibu.

Kedua, kemungkinan dia melakukannya karena stres, terlalu capek, atau marah. Sebenaranya lumrah ketika Anda melihat bayi menggulung, memegang, atau menarik rambutnya, berlangsung selama tidak membahayakannya. Hentikan jika bayi terus menjambak rambutnya yang dapat menyebabkan kerontokan rambut.

Beberapa tips berikut ini mungkin akan membantu:

  • Berikan lebih banyak hiburan dan perhatian pada bayi, terutama saat dia semakin stres.
  • Potong rambut bayi sampai pendek, sehingga dia tidak akan bisa menjambaknya.
  • Berikan sesuatu untuk ditarik agar mengalihkan perhatiannya.

Jika tidak kunjung berhasil, Anda bisa mengonsultasikannya dokter.

Seperti apa pertumbuhan bayi pada minggu ke-43?

Sumber
Yang juga perlu Anda baca