Perkembangan Bayi di Usia 39 Minggu

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Perkembangan Bayi Usia 39 Minggu

Bagaimana seharusnya perkembangan bayi 39 minggu (9 bulan 3 minggu)?

Pada usia 39 minggu alias 9 bulan 3 minggu ini, perkembangan bayi biasanya sudah mampu:

  • Bertepuk tangan atau melambaikan tangan.
  • Berceloteh dan sedikit mengucapkan kata, frase, dan kalimat.
  • Belajar berjalan dengan berpegangan pada perabotan.
  • Mengerti kata “tidak” tapi tidak selalu mematuhinya.
  • Semakin lancar berubah posisi dari berdiri kemudian ke posisi duduk, dan duduk dari posisi berdiri.

Kemampuan motorik kasar

Menginjak usia 39 minggu alias 9 bulan 3 minggu ini, perkembangan bayi umumnya sudah dapat mengangkat tubuhnya sendiri saat hendak bangun dari posisi duduk. Begitu pula saat berdiri, ia sudah bisa menjatuhkan tubuhnya dengan cara yang cukup tepat untuk duduk kembali.

Namun, ia masih butuh waktu untuk belajar bertahan berdiri sendiri tanpa berpegangan pada apa pun. Pasalnya, selama beberapa minggu belakangan ini, ia bisa berdiri sendiri tapi tetap butuh berpegangan benda atau orang lain.

Kemampuan komunikasi dan bahasa

Bayi masih lebih mengerti nada bicara Anda daripada perkataan Anda yang sebenarnya. Bayi bisa mengerti saat Anda senang. Jadi, tidak ada salahnya untuk memberikannya sedikit pujian spesifik, misalnya, “Adek sudah berhasil mengambil mainan dengan benar, ya.”

Semakin sering Anda berbicara dengan bayi, semakin banyak hal yang dia pelajari tentang komunikasi. Menariknya lagi, di usia ini si kecil biasanya sudah mulai mahir dalam mengasah kemampuan motoriknya.

Misalnya berdiri, menahan berat tubuhnya, dan berjalan. Bayi mulai mengerti kata “tidak” meskipun tidak langsung mematuhinya. Contohnya, Anda bisa melihat bayi mencoba menyentuh benda apa pun sekalipun Anda sudah melarangnya. Selain itu, si kecil masih terus belajar untuk bisa mengucapkan “mama” dan “dada” dengan lancar.

Kemampuan motorik halus

Masih sama seperti usia sebelumnya, si kecil semakin handal dalam mengambil dua benda sekaligus menggunakan salah satu tangannya.

Namun, ia masih dalam proses belajar untuk bisa menggenggam kedua benda tersebut dengan baik. Sebab mungkin, sejauh ini hanya satu benda yang bisa digenggam oleh si kecil.

Kemampuan sosial dan emosional

Melihat pergerakan tangannya ketika melambaikan tangan saat mengucapkan salam perpisahan, Anda mungkin mulai melihat kelihaiannya. Si kecil juga dapat tersenyum kapan saja saat melihat hal yang menarik perhatiannya. Namun, Anda masih perlu melatihnya untuk menunjukkan keinginannya.

Apa yang harus saya lakukan untuk membantu perkembangan bayi 39 bulan?

Ketika anak enggan mendengarkan perintah Anda saat mengatakan “tidak”, coba putar otak. Anda bisa mengajak bayi untuk berpindah tempat sembari mengenalkan aktivitas baru, ketimbang terus berada di tempat di mana Anda melarang bayi melakukan sesuatu hal.

Selain itu, maklumi juga bahwa perkembangan setiap bayi usia 39 minggu atau 9 bulan 3 minggu bisa berbeda-beda. Tak terkecuali dalam hal berdiri dan berjalan. Ada bayi yang perlu bantuan sampai bisa lancar melakukan hal tersebut, misalnya dengan memegang tangan Anda.

Namun yang terpenting, usahakan untuk selalu menyemangati si kecil dalam setiap proses pembelajarannya agar ia tetap merasa percaya diri. Contohnya dengan mengatakan bahwa si kecil mampu berdiri dan berjalan sendiri, atau menghiburnya saat ia jatuh.

Tujuannya agar ia tidak terlalu sedih ketika tiba-tiba jatuh saat sedang belajar agar bisa berjalan dengan lancar.

Kesehatan Bayi Usia 39 Minggu

Apa yang perlu saya diskusikan dengan dokter di minggu 39?

Setiap dokter akan memiliki pendekatan tersendiri untuk memeriksa bayi. Urutan pemeriksaan fisik, jumlah dan jenis teknik penilaian dan prosedur juga akan bervariasi tergantung kebutuhan individu anak.

Berikut beberapa pemeriksaan yang biasanya dilakukan dokter dalam proses perkembangan bayi usia 39 atau 9 bulan 3 minggu:

  • Imunisasi, jika sebelumnya belum pernah diberikan. Pastikan berdiskusi mengenai reaksi sebelumnya.
  • Kemungkinan ada tes hemoglobin atau hematocrit untuk memeriksa adanya anemia (biasanya dengan menusukkan jarum kecil ke atas jari).

Jika memang bayi Anda tidak mengalami kondisi medis serius, kebanyakan dokter tidak akan melakukan pemeriksaan kesehatan bayi pada usia ini.

Namun, jangan tunda untuk mengonsultasikannya dengan dokter apabila ada masalah pada bayi yang tidak bisa ditunggu sampai kunjungan berikutnya.

Apa yang harus diketahui pada perkembangan bayi 39 minggu?

Ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui di perkembangan bayi usia 39 minggu alias 9 bulan 3 minggu, meliputi:

1. Radang tenggorokan

Bayi jarang terkena radang tenggorokan. Namun, jika Anda atau orang di sekitar si kecil, perhatikan gejala yang mungkin muncul. Misalnya seperti pembengkakan amandel, maupun amandel berwarna merah terang disertai bintik-bintik putih.

Gejala lainnya termasuk sakit tenggorokan yang berlangsung lebih dari beberapa hari, suhu tubuh lebih dari 38 derajat Celcius, serta menggigil. Hal tersebut biasanya juga disertai dengan pembengkakan dan sakit pada kelenjar limfa di bagian bawah rahang bayi.

Hubungi dokter anak jika Anda mengamati adanya gejala di atas, atau saat bayi kesulitan menelan dan bernapas. Bila bayi positif mengalami radang tenggorokan, dokter akan mengobatinya dengan memberikan obat-obatan yang sesuai.

2. Telapak kaki datar

Pada bayi, telapak kaki datar umum terjadi karena beberapa alasan. Pertama, karena bayi belum bisa berjalan, atau otot telapak kakinya belum cukup terlatih untuk lebih melengkung.

Kedua, bantalan lemak mengisi lengkungan pada kaki bayi, sehingga cekungan telapak kaki sulit dilihat, terutama pada bayi yang gemuk. Terlebih ketika bayi mulai berjalan, mereka berdiri dengan posisi kedua kaki terbuka untuk meraih keseimbangan.

Hal inilah yang kemudian seolah memberikan beban pada lengkungan kaki, dan membuat penampilan kaki lebih datar. Pada sebagian besar anak, kaki datar akan perlahan membaik dengan sendirinya.

Setelah mencapai pertumbuhan sepenuhnya, kaki akan melengkung dengan baik. Meski begitu, ada juga beberapa anak yang tetap memiliki kondisi kaki datar.

3. Berjalan terlalu dini

Berdiri dan berjalan terlalu dini tidak akan menyebabkan kaki bengkok atau masalah fisik lainnya. Bahkan, kedua aktivitas ini bermanfaat karena dapat melatih dan memperkuat otot bayi agar mampu berjalan sendiri.

Jika bayi tidak mengenakan alas kaki, mereka akan menguatkan kakinya sendiri. Jadi, biarkan dia belajar berjalan, dengan tetap mengwasa. Apabila bayi belum mau berjalan sendiri pada usia 39 minggu atau 9 bulan 3 minggu ini, tentu Anda tidak boleh memaksa perkembangan dirinya.

4. Anemia pada bayi

Perhatikan ketika si kecil mengalai gejala anemia. Mulai dari wajah pucat, tubuh lemas, mudah marah, dan detak jantung cepat. Segera bawa ke dokter, dan dokter yang akan memeriksa kondisi bayi lebih lanjut.

Sampaikan pada dokter mengenai makanan dan minuman yang dikonsumsi si kecil beberapa hari belakangan ini, dan tanyakah apakah bayi membutuhkan suplemen zat besi. Anda juga bisa menambahkan asupan zat besi pada makanan harian bayi, seperti daging, kuning telur, dan sayuran berdaun hijau.

Buah alpukat, jeruk, dan makanan kaya vitamin C lainnya juga bisa Anda berikan. Tujuannya untuk membantu proses penyerapan zat besi di dalam tubuh bayi.

Yang Harus Diperhatikan

Apa yang perlu diwaspadai pada perkembangan bayi 39 minggu?

Berbagai hal yang perlu diperhatikan pada perkembangan bayi usia 39 minggu atau 9 bulan 3 minggu ini:

1. Takut dengan orang asing

Dalam dua bulan pertama, bayi akan lebih memilih berada dengan kedua orangtuanya. Bayi di bawah 6 bulan umumnya akan memberikan respon positif untuk hampir semua orang dewasa. Baik itu orangtuanya atau orang asing, di mata bayi semua masuk kategori yang sama.

Menjelang usia 8-9 bulan, bayi mulai menyadari mana ayah dan ibunya dan yang mana pengasuhnya. Itu sebabnya, ia akan terlihat kesal ketika ada orang yang coba memisahkannya dari pelukan atau gendongan Anda.

Pada saat ini, bahkan kakek dan neneknya mungkin akan ditolak karena bayi ingin sekali dekat dengan orangtuanya. Ketakutan bayi ketika berada dekat dengan orang asing biasanya akan hilang dengan sendirinya, paling lama di usia 1 tahun.

Jika bayi memang merasa takut dengan orang asing, jangan memaksanya untuk bersosialisasi. Sebab akan ada saatnya, bayi bisa mengatasi hal tersebut dengan sendirinya. Di saat seperti ini, peringatkan teman dan keluarga bahwa bayi sedang dalam tahap gelisah dan pendekatan yang mendadak mungkin akan membuatnya kurang nyaman.

Anda bisa menyarankan bahwa lebih baik mendekat dengan perlahan. Misalnya dengan tersenyum, berbicara, mengajak bayi bermain saat berada di pangkuan Anda, daripada mencoba memeluk atau menggendongnya.

2. Mulai melelahkan saat menggendong bayi karena tubuhnya semakin membesar

Seiring dengan bertambahnya ukuran tubuh si kecil, Anda akan merasa semakin sulit dan berat saat menggendongnya. Alhasil, rasanya berat sekali saat mengangkat dan menggendongnya.

Terlebih ketika perkembangan bayi di usia 39 minggu atau 9 bulan 3 minggu ini mulai mahir berjalan. Anda akan menghabiskan banyak waktu untuk membungkuk dan memegang tangan bayi dalam setiap gerakannya.

Seperti apa pertumbuhan bayi pada minggu ke-40?

Sumber
Yang juga perlu Anda baca