Perkembangan Bayi di Usia 34 Minggu

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Perkembangan Bayi Usia 34 Minggu

Bagaimana seharusnya perkembangan bayi minggu 34 (8 bulan 2 minggu)?

Menurut Denver II, perkembangan bayi di usia 34 minggu atau 8 bulan 2 minggu, umumnya sudah mencapai hal-hal berikut ini:

  • Mengoper balok atau benda lain dari satu tangan ke tangan lainnya.
  • Memainkan barang dengan menggoyang, memukul, menjatuhkan, melemparnya, dan melihat benda memantul lagi.
  • Berdiri sendiri dengan berpegangan pada seseorang atau sesuatu.
  • Protes keras jika Anda mencoba mengambil mainannya.
  • Berusaha mengambil mainan yang jauh dari jangkauannya.
  • Main cilukba.
  • Berubah posisi menjadi duduk dari posisi telungkup atau berdiri tanpa bantuan.

Kemampuan motorik kasar

Di usia 34 minggu alias 8 bulan 2 minggu ini, si kecil biasanya sudah lebih mahir duduk sendiri tanpa bantuan dari orang lain. Ia juga sudah mampu berguling, bertumpu menggunakan lengannya, hingga menumpukan berat tubuh pada kaki.

Namun, ia masih belajar untuk berdiri sendiri dengan tetap berpegangan pada orang lain maupun benda, serta melatih kemampuannya untuk mengangkat dirinya saat hendak berdiri.

Kemampuan komunikasi dan bahasa

Anda akan melihat perkembangan bayi usia 34 minggu atau 8 bulan 2 minggu ini telah mahir menirukan suara apa pun yang ia dengar. Ia juga mampu mengucapkan satu kata, menjerit, serta beralih dari suara normal ke suara lainnya dan sebaliknya.

Tertawa si kecil juga tampak mulai lancar. Entah tertawa sendiri atau dengan orang lain saat diajak bicara. Ia juga mampu melakukan pengucapan “ooh” dan “ah” yang akan menarik perhatian Anda.

Hanya saja, ia masih belajar untuk bisa mengucapkan “dada” dan “mama”, serta mengombinasikan beberapa suku kata saat berbicara.

Kemampuan motorik halus

Anda akan melihat upaya si kecil untuk meraih dan mencapai suatu benda yang ia inginkan, menarik atau mengambil mainannya sendiri, dan menyatukan kedua tangannya.

Bukan itu saja, perkembangan bayi di usia 34 minggu atau 8 bulan 2 minggu ini juga mulai bisa mengeluarkan suatu benda, seperti kubus, dari dalam wadahnya. Si kecil juga dapat mengambil 2 buah kubus dalam 1 tangannya, tapi tidak untuk menggenggamnya. Kemampuannya masih sebatas menjepit benda dengan ibu jari dan telunjuk.

Di samping itu, perkembangan bayi di usia 34 minggu atau 8 bulan 2 minggu, biasanya akan tertarik dengan mainan yang punya fungsi tertentu. Ambil contohnya seperti telepon.

Kemampuan sosial dan emosional

Umumnya, ia telah bisa mengenali wajah serta tangannya sendiri. Bahkan, bayi Anda kini sudah bisa tersenyum secara tiba-tiba maupun saat menanggapi sesuatu yang menarik baginya. Selain itu, sudah bisa menunjukan keinginan terhadap sesuatu hal.

Apa yang harus saya lakukan untuk membantu perkembangan bayi usia 34 minggu?

Ketika bayi sedang bermain telepon seolah sibuk berbicara, cobalah membantunya dengan pura-pura sebagai lawan bicaranya. Seiring berjalannya waktu, nantinya bayi akan mulai mencoba menggunakan benda lainnya yang memiliki tujuan tersendiri. Misalnya menggunakan sisir untuk menyisir rambutnya.

Sebagai bentuk perkembangan bayi di usia 34 minggu alias 8 bulan 2 minggu ini, ia juga akan tertarik dengan beragam objek di sekitarnya. Untuk memuaskan rasa ingin tahunya, bayi sudah mulai mengamati benda dengan menggoyangkannya, memukul, menjatuhkan, bahkan melemparnya.

Sampai akhirnya, mungkin benda tersebut akan dimasukkan si kecil ke dalam mulutnya. Perhatiannya juga mulai tertarik dengan aneka benda yang punya fungsi khusus.

Itu sebabnya, ketika Anda sedang melakukan kegiatan yang melibatkan penggunaan suatu benda, bayi akan menampakkan rasa ingin tahunya. Contohnya ketika Anda menggunakan mixer untuk membuat kue, maupun alat-alat lainnya.

Tidak masalah untuk membiarkan bayi mengenal benda tersebut lebih jauh. Namun ingat, tetap jaga keamanannya selama bayi usia 8 bulan 2 minggu menunjukkan proses perkembangan.

Kesehatan Bayi Usia 34 Minggu

Apa yang perlu saya diskusikan dengan dokter di minggu 34?

Jika memang bayi Anda tidak mengalami kondisi medis serius, kebanyakan dokter tidak akan melakukan pemeriksaan kesehatan bayi pada usia 34 minggu atau 8 bulan 2 minggu ini.

Akan tetapi, jangan ragu untuk mengonsultasikannya dengan dokter apabila ada masalah pada bayi yang tidak bisa ditunggu sampai kunjungan berikutnya.

Apa yang harus diketahui pada perkembangan bayi 34 minggu?

Ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui di perkembangan bayi usia 34 minggu alias 8 bulan 2 minggu, yaitu:

1. Keracunan

Sebaiknya ketahui apa saja zat beracun, dan singkirkan racun di tempat yang jauh dari jangkauan bayi:

  • Periksa label setiap produk kimia di dalam rumah.
  • Simpan kosmetik, produk perawatan tubuh, obat, suplemen vitamin dan mineral, pembersih, pestisida, dan zat-zat rumah tangga lainnya di tempat terkunci dan jauh dari jangkauan anak.
  • Jika memungkinkan, beli obat yang memiliki penutup yang sulit dibuka anak dan cari produk rumah tangga yang paling sedikit mengandung racun.
  • Simpan zat berbahaya di tempat asalnya agar tidak tercampur.
  • Jangan sebut obat sebagai “permen” atau meminumnya di hadapan bayi. (Balita terutama cenderung meniru kebiasaan Anda.)
  • Jauhkan tanaman dari jangkauan anak.
Tips menangani bayi yang keracunan

Racun adalah zat yang membahayakan tubuh. Menelan beberapa racun bukan hanya menyebabkan sakit perut sementara, tapi juga bisa merusak paru-paru atau usus.

Bahkan, mungkin dapat berakibat fatal. Anda bisa menggunakan cara ini saat bayi keracunan:

  • Bila bayi tidak bisa bernapas, mulailah lakukan CPR dan segera periksakan ke dokter.
  • Jangan sepelekan ketika bayi pingsan, sangat mengantuk, ada luka bakar, sakit tenggorokan parah, atau kejang. Sekalipun Anda tidak melihat gejala tersebut, segera bawa ke dokter jika bayi baru saja menelan sesuatu yang berbahaya karena kadang-kadang gejala bisa muncul belakangan.
  • Cobalah membuang zat racun yang tertinggal di dalam mulut bayi dan ambil sampelnya bila memungkinkan.
  • Jangan mencoba membuat bayi muntah. Sebaiknya ikuti instruksi dari dokter Anda.
  • Perhatikan nama zat yang tertelan, waktu, dan jumlahnya. Selain itu, umur, berat badan bayi, dan gejala yang dia alami, juga tidak boleh terlupakan.
  • Jika pakaian bayi terkena, langsung lepaskan. Cuci kulit bayi dengan air dan lanjutkan selama setidaknya 15 menit jika ada luka bakar.
  • Jangan menggosok dengan minyak atau lemak di atas luka bakar, karena bisa memperburuk lukanya.
  • Jika racun mengenai mata bayi, cuci matanya, tuangkan air di bagian ujung dalam mata selama 15 menit dan cobalah membuat bayi berkedip.

2. Bayi demam

Jika demam yang dialami bayi sudah mencapai di atas suhu 38 derajat Celcius, bahkan 40 derajact Celcius, segera periksakan ke dokter. Biasanya, Anda mungkin akan melihat bayi usia 34 minggu atau 8 bulan 2 minggu, tidak tampak ceria dan menunjukkan perkembangan mengangumkan.

Sebaliknya, bayi justru tampak murung, lesu, dan tidak bersemangat karena sedang demam. Segera bawa bayi ke dokter jika demamnya terus bertahan selama beberapa hari, terlebih bila disertai dengan berbagai gejala lainnya.

Dokter akan memberikan obat yang aman dan sesuai dengan kondisi si kecil. Jangan lupa, pastikan si kecil minum cairan yang cukup setiap harinya.

3. Bayi belum bisa merangkak

Beberapa bayi merangkak pada usia 6 bulan, terutama jika mereka telah mempraktekkan posisi tubuh telungkup sebelumnya. Namun, rentang sampai bayi bisa merangkak biasanya berada di kisaran 6-10 bulan.

Ada juga bayi yang merangkak lebih lambat, dan sebagian kecil bayi belum atau sama sekali tidak pernah merangkak. Hal ini sebenarnya normal dan tidak perlu Anda khawatirkan.

Selama tahap perkembangan utama telah dicapai, tidak masalah bagi bayi usia 34 minggu atau 8 bulan 3 minggu. Misalnya duduk, yang merupakan keterampilan yang harus dikuasai bayi.

Sebab bayi bisa saja berhasil berdiri dan berjalan sendiri, tanpa melewati fase merangkak sebelumnya. Ketika bayi berhasil merangkak, gayanya pun bisa bervariasi.

Perkembangan bayi merangkak

Ada bayi yang mulai merangkak ke belakang atau samping, dan bukan ke depan. Biasanya ini terjadi selama beberapa minggu pertama. Ada juga yang bergeser dengan satu lutut atau pantat mereka, dan yang lain bergerak dengan tangan dan kaki, sebelum akhirnya mampu berjalan.

Aneka ragam cara tersebut merupakan tanda bahwa bayi sedang berusaha untuk bisa bergerak sendiri dan berpindah tempat. Di sisi lain, ada bayi yang tidak menempuh fase merangkak karena tidak mendapatkan kesempatan.

Misalnya terus berada di dalam boks sepanjang hari atau kereta dorong. Untuk mendorong bayi agar maju selama belajar merangkak, cobalah meletakkan mainan favorit atau benda menarik dalam jarak dekat.

Namun, lindungilah lutut bayi. Pasalnya, lutut tanpa penutup di atas lantai yang dingin dan keras atau karpet yang kasar bisa membuat bayi tidak nyaman. Bahkan mungkin membuat bayi tidak mau mencoba merangkak.

Yang Harus Diperhatikan

Apa yang perlu diwaspadai pada perkembangan bayi 34 minggu?

Anda mungkin bertanya-tanya tentang cara mengajari bayi bahasa isyarat. Keuntungan bahasa isyarat biasanya membuat bayi menjadi lebih mudah berkomunikasi.

Tentunya selain belajar bahasa utamanya. Jika ingin menggunakan bahasa isyarat bayi, ini caranya:

  • Langsung mulai segera setelah bayi tampak tertarik untuk berkomunikasi dengan Anda, setidaknya pada usia 8-9 bulan. Kebanyakan bayi akan mulai membalas kembali antara usia 10-14 bulan.
  • Beri isyarat yang datang secara alami. Kembangkan bahasa isyarat alami yang bekerja untuk Anda dan bayi Anda. Isyarat tubuh yang sederhana cocok dengan kata atau frase bisa berfungsi dengan baik. Mengepakkan lengan untuk “burung”, misalnya, atau mencakar bagian bawah lengan untuk “monyet”. Contoh lainnya, tangan menyokong kepala yang dimiringkan untuk “tidur”, perut yang dielus untuk “lapar”. Selain itu, tangan yang dibentuk bulat di atas mulut untuk “minum”, jari yang menutup hidung untuk “bau”.
  • Berikan bayi bahasa isyarat untuk kata-kata yang dia perlukan. Isyarat paling penting untuk berkembang dan belajar akan menjadi kebutuhan bayi untuk mengutarakan kebutuhan setiap hari. Contohnya lapar, haus, dan capek.
  • Lakukan bahasa isyarat secara konsisten. Melihat tanda yang sama berkali-kali, bayi akan mengerti dan dengan cepat menirunya.
  • Berbicara dan lakukan bahasa isyarat secara bersamaan. Untuk memastikan bayi belajar bahasa isyarat dan bahasa langsung, gunakan keduanya.
  • Ajak semua anggota keluarga. Semakin banyak orang yang bisa berbicara bahasa isyarat, bayi akan semakin senang. Ikuti bahasa isyarat bayi. Banyak bayi menemukan bahasanya sendiri. Jika bayi Anda juga seperti ini, selalu gunakan isyarat buatannya, yang akan lebih bermakna baginya.
  • Jangan paksa isyarat. Bahasa isyarat, sama seperti semua jenis komunikasi lainnya, harus berkembang secara alami dan pada jalur anak sendiri. Bayi belajar paling baik melalui pengalaman, bukan melalui instruksi formal. Jika bayi Anda tampak frustasi dengan isyarat, jangan gunakan. Jika bayi tampak kewalahan dengan terlalu banyak isyarat, jangan paksakan kemauan Anda.

Seperti apa pertumbuhan bayi pada minggu ke-35?

Sumber
Yang juga perlu Anda baca