Periode Perkembangan

Perkembangan Bayi di Usia 6 Minggu

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum.

Perkembangan bayi usia 6 minggu

Bagaimana seharusnya perkembangan bayi 6 minggu?

Pada masa perkembangan bayi 6 minggu ini, bersiaplah untuk mendapatkan hadiah berupa senyuman berseri-seri tanpa gigi dari si kecil. Tentu, senyum kecil ini pasti akan meluluhkan hati Anda.

Si kecil juga sudah memiliki reaksi tertentu terhadap bunyi lonceng, misalnya menatap, menangis, atau terdiam, pada perkembangan bayi 6 minggu ini. 

Apa yang harus saya lakukan dengan bayi saya?

Untuk membantu perkembangan bayi 6 minggu, kebanyakan ahli menyarankan untuk menaruh bayi di ranjang saat si kecil sudah mulai mengantuk supaya ia bisa tertidur dengan sendirinya. 

Jangan lupa juga untuk menentukan jam tidur dan membiasakannya untuk terlelap pada waktu tersebut, sehingga dari awal si kecil sudah punya jadwal tidur yang sehat.

Kesehatan Bayi Usia 6 Minggu

Apa yang perlu saya diskusikan dengan dokter?

Tergantung kesehatan bayi, dokter akan melakukan pemeriksaan tertentu. Namun bila Anda membawanya ke dokter minggu ini, konsultasikan kepada dokter tentang hal di bawah ini:

  • Jika berat badan bayi sulit naik atau mengalami penyakit apapun
  • Jika Anda cemas dengan kebiasaan, pola tidur, dan pola menyusui bayi yang tidak wajar selama 2 minggu terakhir

Apa yang harus saya ketahui?

Ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui guna mendukung perkembangan bayi 6 minggu, di antaranya:

1. Nutrisi bayi

Para ahli merekomendasikan setiap ibu untuk memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan bayi. Sayangnya, tidak semua wanita mampu menghasilkan ASI. Jangan khawatir bila Anda tidak bisa menyusui si kecil, karena Anda bisa memberikannya susu botol. Bayi yang diberi susu botol, selama tetap sehat, bahagia, dan memiliki berat badan yang normal, artinya ia mendapatkan cukup nutrisi.

Namun, Anda harus berhati-hati. Pasalnya, pemberian susu formula pada bayi secara berlebihan ternyata dapat membuat bayi kelebihan berat badan. Tidak hanya di masa bayinya, tapi juga bisa berdampak sampai ia tumbuh dewasa.. Hal ini karena susu formula mengandung protein dan lemak yang lebih banyak dibanding ASI. Selain itu, susu formula juga cenderung mudah dikonsumsi serta dapat meningkatkan nafsu makan.

Konsultasikan pada dokter spesialis anak untuk mengetahui seberapa banyak susu formula yang ideal untuk dikonsumsi bayi setiap harinya. Jika diperlukan, dokter mungkin akan meresepkan beberapa vitamin dan nutrisi macam vitamin D dan zat besi.

2. Posisi tidur

Posisi tidur bayi di bawah usia 6 bulan harus menjadi perhatian utama setiap orangtua. Pasalnya, hal ini akan meningkatkan risiko si kecil mengalami Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) atau sindrom bayi meninggal mendadak. Ketika orangtua menidurkan bayi, pilihan terbaik adalah posisi telentang.

Penelitian telah menunjukkan bahwa tidur telentang mengurangi peluang terkena demam, hidung tersumbat, dan infeksi telinga serta muntah di malam hari. Mulailah tidurkan bayi dengan posisi terlentang segera, sehingga si kecil akan terbiasa dan merasa nyaman dalam posisi itu sejak awal.

3. Pernapasan bayi

Laju pernapasan bayi baru lahir yang normal adalah sekitar 40 kali setiap menit dalam keadaan terjaga. Ketika bayi tidur, laju pernapasan mungkin melambat sampai 20 kali per menit. Namun,  yang mungkin membuat Anda cemas adalah jika pola pernapasan bayi tidak teratur saat tidur.

Ya, saat bayi tertidur, laju pernapasannya cenderung lebih cepat dan dangkal yang berlangsung selama 15-20 detik, dan biasanya berhenti selama kurang dari 10 detik, dan kemudian bernapas lagi. Jenis pola pernapasan ini yang disebut pernapasan periodik, termasuk normal dan ini diakibatkan oleh pusat pengendalian pernapasan bayi yang belum sempurna di dalam otak. Jadi, tak perlu merasa cemas berlebihan ketika si kecil tidur napasnya cenderung tidak teratur.

Meski begitu, jika Anda melihat hal yang tidak biasa dari pola tidur dan laju pernapasan si kecil, jangan ragu untuk segera berkonsultasi ke dokter.

4. Kebersihan tali pusar

Infeksi tali pusar jarang terjadi, terutama bila Anda membersihkan daerah tali pusar bayi secara rutin. Jika Anda memerhatikan adanya bercak kemerahan pada kulit atau tali pusar atau ada cairan dari tali pusar bagian bawah, terutama bila tali pusar berbau, segera bawa bayi Anda ke dokter.

Jika bayi Anda mengalami infeksi, dokter akan memberikan antibiotik. Tali pusar biasanya mengering dan lepas dalam 1-2 minggu setelah bayi lahir. Ketika tali pusar lepas, Anda mungkin menemukan adanya sedikit darah atau cairan seperti darah mengalir. Ini adalah hal yang lumrah dan tidak perlu dicemaskan. Namun, bila pusar tidak menutup sempurna dan tidak mengering dalam 2 minggu setelah tali pusar lepas, bawa bayi Anda ke dokter untuk mendapatkan perawatan.

Yang Harus Diperhatikan

Apa yang harus saya perhatikan?

Di bawah ini adalah beberapa hal yang harus Anda perhatikan:

Tidak ada hal yang lebih membahagiakan daripada melihat malaikat kecil Anda tidur pulas. Namun, bila bayi Anda tertidur dalam dekapan Anda saat Anda sibuk dengan pekerjaan lainnya, pindahkan bayi ke atas tempat tidur secara perlahan, lalu tunggu selama 10 menit sampai dia benar-benar tidur, kemudian cobalah:

  • Taruh bayi di atas matras yang tinggi, yang setiap sisinya terdapat pengaman untuk menghindari bayi terjatuh. Selama beberapa minggu pertama, gunakan pengganti tempat tidur bayi seperti kereta dorong, ayunan bayi, atau buaian, semua ini mungkin membuat Anda lebih mudah membawa bayi keluar masuk.
  • Redupkan cahaya di dalam kamar tidur bayi.
  • Nyanyikan beberapa lagu pengantar tidur.
  • Awasi bayi Anda setiap waktu. Pastikan jarak antara tempat tidur bayi dan posisi Anda melakukan aktivitas tidak terlalu jauh.

2. Menenangkan bayi menangis

Pada minggu kedua bulan pertama, bayi mungkin masih sering menangis. Untuk meredakan tangisan bayi, Anda perlu mencoba banyak cara. Ya, cobalah setiap metode sebelum Anda menggunakan metode lainnya.

Beberapa trik yang bisa Anda coba untuk meredakan tangisan bayi antara lain:

  • Cari tahu apa penyebab bayi Anda menangis. Dalam banyak kasus, bayi menangis karena ia lapar atau popoknya basah. Jadi, cek kedua hal tersebut untuk menemukan penyebab sepele si kecil menangis.
  • Langsung peluk dan tenangkan bayi ketika dia menangis. Anda juga bisa bisa menepuk-nepuk punggung bayi sambil mengayunkannya dan mengucap kata “ssshhh” sampai tangisnya mereda.
  • Penelitian telah menunjukkan bahwa bayi yang digendong atau dibawa dengan kereta dorong bayi selama setidaknya 3 jam setiap hari lebih jarang menangis daripada bayi yang tidak sering digendong.
  • Bedong bayi Anda. Membedong dapat membuat bayi merasa nyaman, terutama saat kolik.
  • Cari udara segar untuk menenangkan bayi.
  • Hiburlah bayi dengan hal-hal yang menyenangkan.
  • Buatlah suasana yang ceria.

Bagaimana perkembangan bayi Anda di minggu selanjutnya?

Sumber
Yang juga perlu Anda baca