home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tips Mencegah Ruam Popok Pada Pantat Bayi

Tips Mencegah Ruam Popok Pada Pantat Bayi

Ruam popok adalah peradangan pada kulit bayi di area yang tertutup popok, dan umumnya terjadi pada bokong. Kulit yang mengalami ruam ini akan tampak kemerahan. Ruam popok biasanya terjadi akibat reaksi kulit setelah terus menerus bersentuhan dengan urine dan tinja.

Sebagian besar bayi yang memakai popok pernah mengalami ruam popok. Ruam ini umumnya tidak berbahaya. Meski demikian, ruam ini dapat mengganggu kenyamanan sehingga bayi Anda cenderung menjadi lebih rewel.

Bagaimana cara mencegah ruam popok pada bayi?

Menurut situs kesehatan sekaligus organisasi penelitian asal Amerika Serikat, MayoClinic, menjaga agar kulit bayi tetap bersih dan kering adalah metode paling efektif dalam mencegah ruam popok. Caranya yaitu dengan melakukan hal-hal berikut ini.

  • Segera mengganti popok yang kotor dan lakukan sesering mungkin.
  • Bersihkan seluruh bagian kulit yang sering tertutup popok sampai tuntas, terutama saat mengganti popok. Termasuk pada setiap lipatan kulit, ya.
  • Jangan biarkan bayi Anda selalu memakai popok. Kulit bayi juga memerlukan sirkulasi udara yang baik agar bisa “bernapas”. Makin sering kulit bayi terbebas dari popok dan kena udara, risiko ruam popok juga makin berkurang.
  • Setelah dibasuh, seka kulit bayi Anda perlahan-lahan sampai kering sebelum memakaikan popok baru.
  • Hindari penggunaan bedak. Bedak dapat memicu iritasi kulit, sekaligus iritasi pada paru-paru bayi Anda.
  • Sesuaikan ukuran popok dengan bayi Anda. Jangan menggunakan popok yang terlalu ketat.
  • Hindari penggunaan sabun atau tisu basah yang mengandung alkohol serta pewangi. Kandungan alkohol dan bahan kimianya dapat memicu iritasi serta memperparah ruam.
  • Oleskan krim pencegah ruam popok tiap mengganti popok bayi Anda. Krim oles yang umumnya memiliki bahan dasar zinc oxide dan lanolin ini juga berguna mengatasi dan melindungi kulit bayi dari ruam popok.
  • Gunakan popok dengan satu ukuran lebih besar selama bayi Anda menjalani masa penyembuhan dari ruam popok.
  • Cuci tangan Anda sebelum dan sesudah mengganti popok.
  • Jika bayi menggunakan popok kain, cucilah popok sampai bersih dan hindari penggunaan pewangi pakaian.

Ruam popok umumnya bisa sembuh tanpa penanganan medis dari dokter. Namun, jika ruam popok pada bayi Anda tidak kunjung membaik atau bertambah parah, sebaiknya periksakan bayi Anda ke dokter.

Dokter akan menanyakan gejala dan faktor-faktor yang mungkin menjadi pemicu terjadinya ruam popok. Seperti perubahan pola makan, jenis produk bayi dan popok yang digunakan, seberapa sering ganti popok, serta kondisi kesehatan bayi Anda.

Setelah mengetahui penyebab ruam pada bayi Anda, dokter akan menganjurkan beberapa jenis obat untuk mengatasinya. Jenis obat-obatan tersebut dapat meliputi obat oles steroid ringan, seperti salep hidrokortison, salep antijamur, serta antibiotik minum.

Popok sekali pakai atau popok kain?

Pemilihan popok yang tepat umumnya menjadi dilema bagi orang tua. Penelitian telah banyak dilakukan, namun masih belum ada pembuktian jelas mengenai jenis popok mana yang paling baik untuk mencegah ruam popok.

Popok sekali pakai dan popok kain memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Apabila popok sekali pakai merek tertentu menyebabkan kulit bayi Anda iritasi, ganti dengan merek lainnya.

Begitu juga kalau detergen yang Anda gunakan untuk mencuci popok kain menyebabkan ruam pada bayi, gantilah dengan produk lainnya. Apa pun pilihannya, yang terpenting adalah menjaga agar kulit bayi tetap kering dan bersih.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Diaper Rash. http://www.medicinenet.com/diaper_rash/article.htm. Accessed 26/09/2017.

Diaper Rash Prevention. http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diaper-rash/basics/prevention/con-20019220. Accessed 26/09/2017.

lanolin topical. (2020). Retrieved 17 June 2020, from https://www.lancastergeneralhealth.org/healthwise-library/healthwise-article?documentId=d03761a1

Diaper rash – Diagnosis and treatment – Mayo Clinic. (2020). Retrieved 17 June 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diaper-rash/diagnosis-treatment/drc-20371641

Foto Penulis
Ditulis oleh Yuliati Iswandiari Diperbarui 07/06/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x