home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Cara Perawatan Tali Pusat Bayi Baru Lahir agar Cepat Kering

5 Cara Perawatan Tali Pusat Bayi Baru Lahir agar Cepat Kering
Apa manfaat tali pusar bayi?|Apa yang terjadi pada tali pusat setelah bayi lahir?|Bagaimana perawatan tali pusat setelah bayi lahir?|Bagaimana tanda-tanda infeksi pada sisa tali pusar?

Setelah bayi lahir, ada hal yang akan dilakukan oleh perawat yaitu, memotong tali pusat. Namun, akan ada sisa bagian yang masih menempel dan perlu dirawat dengan baik oleh orangtua. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi infeksi. Berikut cara merawat atau perawatan tali pusat bayi yang tepat agar cepat kering.

Apa manfaat tali pusar bayi?

Tali pusat atau pusar dengan panjang kira-kira 50 cm yang menghubungkan bayi dan ibu menjulur dari lubang di perut bayi ke plasenta dalam rahim.

Dikutip dari Cleveland Clinic, tali pusar ini sangat penting bagi kelangsungan hidup bayi dalam kandungan karena membawa nutrisi dan oksigen dari plasenta ke aliran darah.

Maka dari itu, bisa dikatakan bahwa tali pusat berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan bayi dalam rahim.

Jika ada masalah dengan tali pusar, tentu pasokan nutrisi dan oksigen akan terganggu.

Selain membawa nutrisi dan oksigen, tali pusar juga menjadi jalan bagi ibu untuk memberikan antibodi pada bayi menjelang akhir kehamilan.

Antibodi ini dapat memberikan kekebalan tubuh pada bayi untuk melindunginya dari infeksi selama sekitar 3 bulan pertama kehidupannya.

Apa yang terjadi pada tali pusat setelah bayi lahir?

perawatan tali pusat bayi

Setelah lahir, tali pusat tidak lagi diperlukan. Maka dari itu akan dijepit lalu dipotong dengan alat yang sudah disediakan.

Nantinya, pembuluh darah pada tali pusar menutup dengan sendirinya. Hal ini bertujuan untuk mencegah kehilangan darah.

Semantara itu, vena umbilikalis yang mengalirkan darah ke plasenta akan menutup setelah darah dialirkan ke bayi pada beberapa menit pertama kehidupan.

Oleh karena itu, penundaan pemotongan tali pusar setelah lahir selama beberapa menit dapat membawa manfaat untuk bayi.

Tali pusat atau pusar bayi akan dipotong, tetapi tidak sampai habis, meninggalkan 2-3 cm pada perut. Sisa inilah yang nantinya akan membentuk sebagai pusar bayi.

Saat tali pusar dipotong, bayi tidak merasakan sakit karena tidak terdapat saraf didalamnya.

Bagaimana perawatan tali pusat setelah bayi lahir?

Pada perkembangan bayi, setelah tali pusar lepas, dibutuhkan waktu sekitar 7-10 hari untuk sembuh sepenuhnya.

Antara 5-15 hari setelah bayi lahir, sisa tali pusar akan mengering, menjadi hitam, dan kemudian akan lepas dengan sendirinya.

Sebelum pusar bayi benar-benar sembuh, penting bagi Anda untuk selalu menjaga kebersihan dan menjaga area tersebut agar tetap kering.

Tidak hanya merawat kulit tubuh, tetapi area tali pusat bayi pun juga harus dirawat dengan baik.

Perlu diketahui bahwa hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya infeksi.

Maka dari itu, Anda perlu mengetahui bagaimana cara merawat tali pusar agar cepat kering karena merupakan salah satu perawatan bayi baru lahir.

Dikutip dari American Pregnancy Association, berikut beberapa perawatan tali pusat bayi yang bisa dilakukan orangtua, seperti:

1. Jaga sisa tali pusar agar tetap bersih

Perawatan pertama yang bisa dilakukan untuk tali pusat bayi adalah dengan menjaganya tetap bersih. Bersihkan sisa tali pusar dan kulit sekitarnya setidaknya sekali dalam sehari.

Anda bisa membersihkannya secara perlahan dengan menggunakan kapas yang sebelumnya sudah dicelupkan dalam air hangat dan sabun ringan.

Angkat kotoran yang ada pada sisa tali pusar. Jangan lupa untuk membilasnya dan membuatnya tetap kering. Bersihkan setiap hari sampai sisa tali pusar benar-benar sembuh.

Jangan membersihkannya dengan alkohol karena dapat mengiritasi kulit bayi dan mungkin dapat menunda penyembuhan sisa tali pusar.

2. Jaga sisa tali pusar agar tetap kering

Pastikan sisa tali pusat bayi Anda terkena udara sesering mungkin sebagai salah satu perawatan.

Hal ini memungkinkan dasar area tersebut tetap kering, sehingga bisa mendorong pelepasan sisa tali pusar.

Jika bayi sudah menggunakan popok, usahakan tidak menutupi sisa tali pusar. Dengan begitu, area tersebut tetap kering dan mencegah iritasi.

3. Mandikan bayi dengan cara dilap

Perawatan tali pusat lainnya yang bisa Anda lakukan adalah cukup dengan mengelap tubuh bayi pada saat waktunya mandi.

Sebaiknya, jangan mandikan bayi dalam bak mandi sampai sisa tali pusar benar-benar terlepas.

Lap si kecil dengan handuk basah dan seka semua bagian tubuhnya. Hal ini merupakan cara tepat merawat tali pusar bayi.

Setelah itu, segera keringkan dengan handuk agar kering lebih cepat. Hati-hati dalam menggosokkan handuk ke tubuh bayi karena bisa saja menyebabkan iritasi.

4. Hati-hati saat memakaian baju

Tidak hanya saat mengelap bayi, Anda juga perlu berhati-hati saat memakaikan baju pada si kecil.

Sebagai perawatan tali pusat bayi baru lahir, pilihlah baju yang longgar dan tidak menekan bagian perut.

Cara ini juga dilakukan agar sirkulasi udara lebih banyak serta mengurangi gesekan.

5. Jangan mencabut sisa tali pusat

Mungkin Anda berpikir dengan menarik sisa tali pusat, maka akan mempermudah dan membantu bagain ini lebih mudah terlepas.

Namun sebaiknya, jangan mencabut sisa tali pusat walaupun sudah mengering.

Membiarkan sisa tali pusar terlepas dengan sendirinya merupakan salah satu perawatan yang bisa Anda lakukan.

Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya perdarahan yang tidak diinginkan.

Bagaimana tanda-tanda infeksi pada sisa tali pusar?

Apabila di masa perawatan tali pusat bayi Anda melihat adanya infeksi atau hal yang tidak biasa, sebaiknya segera pergi ke dokter.

Berikut beberapa ciri atau tanda infeksi tali pusar, yaitu:

  • Bayi akan menangis saat Anda menyentuh sisa tali pusar atau kulit di sekitarnya.
  • Kulit di sekitar pangkal sisa tali pusar berwarna kemerahan atau bengkak.
  • Mengeluarkan nanah berwarna putih atau kekuningan.
  • Sisa tali pusar berdarah terus-menerus.
  • Terdapat kotoran yang berbau busuk.

Adakah obat untuk pusar bayi yang belum kering?

Hingga kini, satu-satunya perawatan atau cara merawat tali pusat bayi adalah menjaganya agar tetap kering.

Belum ada obat khusus yang bisa diberikan kepada bayi agar tali pusar kering dan akhirnya lepas.

Namun, lain halnya ketika terjadi infeksi pada sisa tali pusar atau omphalitis.

Jika bayi mengalami omphalitis, ia akan di rawat inap selama beberapa hari. Tidak hanya itu saja, ia juga akan diberikan antibiotik melalui intravena (IV) untuk melawan infeksi bakteri.

Perlu pula diperhatikan apabila infeksi pada tali pusat dapat mengancam jiwa si kecil. Maka dari itu, Anda harus secara berkala berkonsultasi dengan dokter agar cepat ditangani.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Umbilical Cord Infection (Newborn).(2021). Retrieved 14 January 2021, from https://www.fairview.org/patient-education/511571EN

A to Z: Omphalitis | Connecticut Children’s. (2021). Retrieved 14 January 2021, from https://www.connecticutchildrens.org/health-library/en/parents/az-omphalitis/

A to Z: Omphalitis (for Parents) – Norton Children’s. (2021). Retrieved 14 January 2021, from https://kidshealth.org/NortonChildrens/en/parents/az-omphalitis.html

Umbilical Cord Care: Cleaning and Signs of Infection. (2012). Retrieved 14 January 2021, from https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/first-year-of-life/umbilical-cord-71031/

Umbilical Cord Care. (2021). Retrieved 14 January 2021, from https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=umbilical-cord-care-90-P02646

Umbilical Cord Appearance and Care Additional Details | Cleveland Clinic. (2021). Retrieved 14 January 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/11308-umbilical-cord-appearance-and-care/additional-details

Umbilical cord care: Do’s and don’ts for parents. (2021). Retrieved 14 January 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/umbilical-cord/art-20048250

Umbilical Cord Care. (2021). Retrieved 14 January 2021, from https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/bathing-skin-care/Pages/Umbilical-Cord-Care.aspx

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Atifa Adlina
Tanggal diperbarui 18/02/2021
x