Periode Perkembangan

Perkembangan Bayi di Usia 30 Minggu

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum.

Perkembangan Bayi Usia 30 Minggu

Bagaimana seharusnya perkembangan bayi 30 minggu?

Pada saat ini, Anda bisa memberitahu bayi bahwa telepon bukanlah mainan, mainan kerincingan tidak untuk dilempar, atau tidak boleh menjambak rambut orang lain. Si kecil juga mungkin sudah bisa menolak pada hal-hal yang memang tidak disukainya.

Secara umum, perkembangan bayi 30 minggu adalah:

  • Duduk sendiri tanpa bantuan
  • Menolak ketika ingin digendong
  • Protes jika Anda mengambil mainannya
  • Menemukan cara untuk mengeluarkan mainan
  • Menemukan benda yang jatuh
  • Menggaruk-garuk benda dan memegangnya dengan tangan
  • Menemukan sumber suara
  • Berceloteh dengan kombinasi huruf vokal dan konsonan macam ga-ga-ga, ba-ba-ba, ma-ma-ma, da-da-da
  • Bermain cilukba

Apa yang harus saya lakukan untuk membantu perkembangan bayi 30 minggu?

Ingat bahwa bayi tidak dapat mengingat semua larangan Anda. Cara terbaik adalah menggunakan kata sederhana “tidak” sehingga mereka mengerti bahwa ia tidak boleh melakukannya.

Permainan cilukba sederhana mungkin membuatnya tertarik. Ya, kebanyakan bayi menyukai permainan ketika orang atau benda muncul dan kemudian menghilang. Permainan jenis ini dapat merangsang kewaspadaannya ketika berada di sekitar orang lain.

Kesehatan Bayi Usia 30 Minggu

Apa yang perlu saya diskusikan dengan dokter di minggu 30?

Jika memang bayi Anda tidak mengalami kondisi medis serius, kebanyakan dokter tidak akan melakukan pemeriksaan kesehatan bayi pada minggu ini.

Namun, jangan sungkan menghubungi dokter secepatnya jika Anda memiliki masalah yang tidak bisa ditunggu sampai kunjungan berikutnya.

Apa yang harus diketahui pada perkembangan bayi 30 minggu?

1. Anemia pada bayi

Anemia adalah kondisi ketika sel darah merah Anda rendah yang mengakibatkan kelelahan dan fungsi tubuh yang tidak berjalan dengan benar.

Anemia memiliki banyak penyebab termasuk kekurangan nutrisi, kelainan genetik, obat-obatan, infeksi dan penyakit kronis. Akan tetapi, penyebab anemia pada bayi yang paling umum adalah kekurangan zat besi. Hal ini terjadi karena bayi tidak mendapatkan asupan makanan yang tepat, tubuhnya tidak memampu menyerap zat besi dari makanan dengan benar, atau bahkan mengalami perdarahan terus-menerus (misalnya di dalam usus).

Bayi prematur lebih rentan terkena anemia dibandingkan bayi normal. Anda bisa mencegah atau membantu perawatan anemia dengan memastikan bayi Anda mendapatkan asupan zat besi yang bayi butuhkan. Caranya adalah:

  • Pastikan Anda mendapatkan asupan zat besi yang cukup dari makanan yang ia konsumsi sehari-hari.
  • Biarkan bayi menyusui selama mungkin. ASI mengandung bentuk zat besi yang spesial untuk membantu bayi menyerap zat besi dalam makanan lain lebih mudah.
  • Jangan minum susu sapi saat bayi berusia kurang dari setahun. Susu sapi mengandung sedikit zat besi dan dapat menyebabkan iritasi pada mukosa usus dan kerusakan ringan sepanjang waktu. Inilah sebabnya, intoleransi laktosa lebih umum pada bayi.
  • Ketika bayi Anda sudah siap untuk mendapatkan makanan pendamping ASI (MPASI), biarkan bayi mencoba makanan lain kaya zat besi macam kacang-kacangan, bayam, kuning telur, daging ayam dan ikan. Pada bayi usia di atas 6 bulan, asupan zat besi dari ASI saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannya.
  • Berikan bayi makanan kaya vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi, misalnya paprika merah, pepaya, blewah, brokoli, stroberi, dan jeruk.

2. Biarkan bayi ngemil

Banyak ibu kadang-kadang tidak mau anaknya makan makanan manis saat sedang makan. Namun, sebenarnya ngemil dalam jumlah yang cukup berperan penting untuk memberikan memenuhi asupan nutrisinya.

Anak memiliki perut yang kecil sehingga anak mudah kenyang namun cepat juga laparnya. Nah, ngemil bisa membantu memenuhi asupan makanannya. Selain itu, ngemil juga akan mengurangi keinginan bayi untuk minum ASI dan membantu proses penyapihan bayi.

Namun, camilan juga bisa merugikan. Beberapa hal yang harus Anda ketahui sebelum memberikan camilan pada bayi adalah:

  • Ngemil setiap beberapa jam sekali. Ngemil yang terlalu dekat dengan jam makan bisa membuat bayi kenyang dan melewatkan makanan utamnya. Jadi, cobalah memberikan camilan di antara jam makan. Anda bisa memberikan camilan di pagi atau siang hari, dan bila ada waktu luang antara makan malam dan jam tidur, Anda bisa menambahkan makanan pada sore hari.
  • Makan dengan alasan yang baik. Terdapat banyak alasan untuk ngemil. Namun hindari membiarkan camilan jika si kecil merasa capek, sakit, atau ingin dipuji jika ia selesai melakukan sesuatu. Cobalah memuji dengan kata-kata dan tepuk tangan yang meriah.
  • Betulkan postur bayi dan biarkan dia makan di tempat yang aman. Memberi makan saat anak telentang, merangkak, atau berjalan bisa membuat anak mudah tersedak.

Yang Harus Diperhatikan

Apa yang perlu diwaspadai pada perkembangan bayi 30 minggu?

Menjadi pekerja kantoran sekaligus ibu rumah tangga memang tidak mudah. Meski Anda dibantu dengan keberadaan pengasuh anak alias babysitter, namun harus pintar dalam membagi waktu dan peran di rumah.

Beberapa cara mengurus bayi jika Anda seorang  pekerja kantoran adalah:

  • Mintalah pengasuh memberi makan si kecil beberapa jam sebelum Anda pulang.
  • Pastikan bayi tidur siang dengan cukup, karena hal ini dapat mencegahnya rewel ketika malam hari.
  • Lakukan latihan ringan sebelum masuk ke dalam rumah. Daripada hanya memikirikan pekerjaan yang belum selesai, hilangkan kecemasan dan isi pikiran dengan hiburan yang membuat diri Anda menjadi lebih bahagia.
  • Jangan terburu-buru membuat makan malam atau mengecek e-mail saat Anda baru sampai rumah. Setelah cuci tangan, ajaklah anak Anda bermain sebentar.
  • Jangan terpaku dengan masalah. Kebanyakan orangtua yang bekerja mengalami depresi di rumah. Cobalah menjaga suasana hati tetap ceria setelah memiliki bayi.

Seperti apa pertumbuhan bayi pada minggu ke-31?

Sumber
Yang juga perlu Anda baca