Perkembangan Bayi di Usia 29 Minggu

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Perkembangan Bayi Usia 29 Minggu

Bagaimana seharusnya perkembangan bayi 29 minggu (7 bulan 1 minggu)?

Menurut Denver II, perkembangan bayi di usia 29 minggu atau 7 bulan 1 minggu, umumnya sudah mencapai hal-hal berikut ini:

  • Duduk sendiri tanpa sandaran.
  • Menggulingkan tubuhnya sendiri.
  • Berganti posisi menjadi duduk, dari berbaring dari berdiri.
  • Mengucapkan “ooh” dan “aah”.
  • Menirukan suara yang didengarnya.
  • Tertawa saat diajak bercanda atau bicara.
  • Memekik.
  • Mengubah suara seolah hendak bicara.
  • Mengatakan 1 kosa kata.
  • Mengucapkan kombinasi kosa kata, seperti “ba-ba”, “ga-ga”, dan lainnya.
  • Memegang mainan maupun objek lain.
  • Mengikuti atau melihat apa pun ke berbagai arah.
  • Melihat dan memandang wajah orang di sekitarnya.
  • Berusaha mengambil mainan atau objek yang jauh dari jangkauannya.
  • Memberikan kubus atau benda yang sedang ia pegang.
  • Mampu memegang dan mengambil 2 benda di tangannya, seperti kubus mainan.
  • Tersenyum sendiri atau merespons senyuman orang lain.
  • Bermain dengan mainannya.
  • Makan sendiri meski masih berantakan.

Kemampuan motorik kasar

Kini, perkembangan bayi telah mencapai usia 29 minggu alias 7 bulan lebih 1 minggu. Anda masih akan melihat si kecil berhasil berguling dan duduk sendiri tanpa bantuan.

Buah hati Anda juga mampu berubah posisi dari berdiri ke duduk, dan dari berbaring ke duduk. Di usia ini, ia sedang belajar untuk bisa berdiri sendiri dengan berpegangan, meski belum bisa dibilang berhasil.

Kemampuan komunikasi dan bahasa

Si kecil terlihat semakin sering berusaha berkomunikasi dengan mengucapkan “ooh”, “aah”, “a”, “i”, tertawa, serta memekik. Jadi di samping menangis kencang, si kecil juga akan mengandalkan kemampuan berkomunikasi yang dimilikinya sekarang untuk belajar bicara.

Menariknya lagi, di perkembangan usia 29 minggu atau 7 bulan 1 minggu ini, bayi Anda mulai dapat mengatakan kombinasi kosa kata. Contohnya mengucapkan “ba-ba”, “ja-ja”, dan sejenisnya.

Kemampuan motorik halus

Dari segi keterampilan motorik halus, si kecil telah dapat meraih benda di sekitarnya, mencari benang maupun benda lainnya, serta mengumpulkan kismis di piring makannya.

Bukan hanya itu, buah hati Anda juga mampu memberikan benda atau makanan yang sedang dipegangnya. Bahkan, sekarang ia juga dapat mengambil dan menggenggam dua benda sekaligus yang cukup di tangannya, seperti kubus mainan.

Kemampuan sosial dan emosional

Sementara untuk kemampuan sosial dan emosional, di usia ini si kecil masih akan terus belajar untuk makan sendiri dengan baik dan benar. Anda juga akan melihat si kecil tampak seru sendiri saat bermain dengan beragam mainannya, dan tersenyum saat diajak bicara.

Apa yang harus saya lakukan untuk membantu perkembangan bayi 29 minggu?

Pada perkembangan usia 29 minggu atau 7 bulan 1 minggu ini, Anda bisa mencoba membiarkan bayi minum dari gelas. Namun, bukan gelas selayaknya yang digunakan orang dewasa untuk minum.

Sebagai gantinya, berikan gelas berukuran kecil yang memiliki penutup dan dua pegangan di sebelah kanan dan kirinya. Biasanya, gelas ini disebut dengan nama sippy cup.

Sebelum menggunakannya, Anda bisa menunjukkan terlebih dahulu cara menenggak minuman ke dalam mulut. Selain itu, di usianya sekarang si kecil juga sedang senang-senangnya menggumam dan berceloteh sendiri. 

Misalnya, ia akan mengatakan “ba-ba” saat melihat botol susunya, atau memanggil “da-da” saat melihat ayahnya. Anda bisa merangsang perkembangannya ini dengan menanyakan kembali apa yang diinginkannya.

Ambil contoh, saat Anda membawa botol susu dan mendengar si kecil mengucapkan “ba-ba”, coba tanyakan kembali “Kakak mau botol susu ini, ya? Iya?”

Secara tidak langsung, buah hati Anda akan belajar mencerna bahwa benda yang ia inginkan tersebut yakni botol susu, meski belum bisa menyebutkannya.

Kesehatan Bayi Usia 29 Minggu

Apa yang perlu saya diskusikan dengan dokter di minggu 29?

Jika memang bayi Anda tidak mengalami kondisi medis serius, kebanyakan dokter tidak akan melakukan pemeriksaan terkait kesehatan dan perkembangan bayi pada usia 29 minggu atau 7 bulan 1 minggu ini.

Namun, jangan sungkan menghubungi dokter secepatnya jika Anda memiliki masalah yang tidak bisa ditunggu sampai kunjungan berikutnya.

Apa yang harus diketahui pada perkembangan bayi 29 minggu?

Ada beberapa hal yang Anda ketahui pada usia perkembangan bayi 29 minggu atau 7 bulan 1 minggu, yaitu:

1. Demam pada bayi

Memasuki perkembangan usia 29 minggu atau 7 bulan 1 minggu, Anda akan semakin mengenal kondisi si kecil. Contohnya, Anda bisa dengan mudah tahu saat ia mungkin sedang tidak enak badan.

Jika suhu anak Anda lebih panas dari biasanya, gunakan termometer untuk mengukur suhu tubuhnya. Suhu tubuh manusia yang normal sekitar 37 derajat Celcius. Namun pada bayi, suhu normal yang sehat berkisar 36-38 derajat Celcius ketika diukur di rektum.

Pada umumnya, suhu tubuh bayi cenderung lebih tinggi dibanding suhu tubuh balita atau batita. Jadi, jangan cepat panik jika suhu tubuh anak Anda tinggi. Bayi bisa dianggap mengalami demam jika:

  • Suhu rektum atau dahi lebih tinggi dari 38 derajat Celcius.
  • Suhu 37,8 derajat Celcius di telinga.
  • Suhu ketiak lebih 37,2 derajat Celcius.

Mengingat bayi belum bisa memberi tahu Anda kapan ia merasa capek atau sakit, jadi segera periksakan dokter bila suhu tubuh bayi lebih tinggi daripada indikator di atas. Anda bisa segera menghubungi dokter hanya jika suhu tubuh mencapai 38 derajat C saat diukur di rektum.

Apapun yang membuat Anda cemas terkait perkembangan bayi, termasuk di usia 29 minggu atau 7 bulan 1 minggu, selalu beri tahu dokter. Anda juga perlu menghubungi dokter jika anak demam dan mengalami gejala seperti:

  • Rewel
  • Tidak aktif seperti biasanya
  • Sesak napas
  • Muncul bintik merah dan ungu kecil atau besar pada kulit
  • Nafsu makan menurun
  • Kesulitan untuk menelan makanan
  • Air liur berlebihan (sering ngeces)
  • Mata berkaca-kaca
Perawatan untuk mengatasi demam pada bayi

Pada anak di bawah 1 tahun, demam juga bisa menyebabkan kejang. Untuk meredakan demam, Anda bisa membiarkan anak beristirahat di dalam kamar yang sejuk (tidak terlalu dingin). Selain itu, cegah dehidrasi dengan memberikan ASI atau susu botol secara teratur.

Jika langkah tersebut tidak membantu, hubungi dokter anak untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Apabila menggunakan obat, selalu berikan obat untuk bayi sesuai arahan dokter. Dokter akan menentukan jenis dan dosis obat yang aman berdasarkan kondisi si kecil.

Jangan berikan bayi obat yang terlalu banyak. Beri tahu dokter bila anak yang demam menggunakan obat yang dapat menyebabkan sindrom Reye. Jika bayi bisa makan, tidur, dan bermain dengan baik walaupun terkena demam, ia mungkin tidak memerlukan perawatan atau pengobatan medis.

2. Bayi baru bisa duduk tanpa bantuan

Perkembangan bayi akan berbeda-beda. Perkembangan bayi bisa dikatakan “normal” tentu relatif pada setiap tahap pertumbuhannya. Walaupun rata-rata bayi bisa duduk tanpa bantuan di sekitar usia 6 bulan lebih sedikit atau sekitar 25 minggu, tapi ada juga yang baru duduk lebih cepat atau lambat daripada itu.

Ingat, setiap perkembangan bayi seringkali berdasarkan berbagai faktor tertentu. Jangan tunda untuk memeriksakannya ke dokter bila ada pertanyaan atau kekhawatiran tersendiri mengenai perkembangan buah hati Anda.

Yang Harus Diperhatikan

Apa yang harus saya perhatikan pada perkembangan bayi 29 minggu?

Berikut yang harus Anda perhatikan dalam perkembangan bayi usia 29 minggu atau 7 bulan 1 minggu:

1. Menggendong bayi

Jangan menggendong bayi terlalu lama. Kebiasaan menggendong bayi terlalu lama tidak hanya akan menghambat pekerjaan Anda di rumah, namun juga memengaruhi perkembangan si kecil.

Bayi yang terlalu sering digendong tidak akan belajar untuk mengasah kemampuannya sendiri untuk memanjat, merangkak, atau duduk. Akibatnya, bayi Anda akan terus dan selalu mengandalkan Anda.

2. Belajar mengatakan “tidak”

Perkembangan bayi usia 29 minggu atau 7 bulan 1 minggu yang telah mampu meraih dan memegang benda apa pun di sekitarnya, ditambah dengan rasa ingin tahunya yang tinggi, kadang bisa membuat Anda khawatir.

Misalnya, saat si kecil memegang benda yang terbuat dari kaca atau beling, jangan ragu untuk mengatakan “tidak” padanya. Larangan ini akan membuat si kecil paham bahwa ia tidak boleh melakukan hal tersebut.

Bagaimana perkembangan bayi Anda di minggu ke-30?

Sumber
Yang juga perlu Anda baca