Perkembangan Bayi di Usia 19 Minggu

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Perkembangan Bayi Usia 19 Minggu

Bagaimana seharusnya perkembangan bayi 19 minggu (4 bulan 3 minggu)?

Menurut Denver II, perkembangan bayi di usia 19 minggu atau 4 bulan 3 minggu, umumnya sudah mencapai hal-hal berikut ini:

  • Menggerakkan tangan dan kaki secara bersamaan dan terus-menerus.
  • Mengangkat kepalanya sendiri hingga 90 derajat.
  • Dapat duduk, meski harus ditopang dengan kedua tangan Anda.
  • Menumpukan berat tubuhnya pada kaki.
  • Menelungkupkan tubuh dan menahan berat tubuh dengan dadanya.
  • Menggulingkan tubuhnya sendiri.
  • Berubah posisi dari berbaring menjadi duduk, atau dari berdiri menjadi duduk.
  • Menunjukkan respons saat mendengar suara bel atau lonceng.
  • Mengucapkan “ooh” dan “aah”.
  • Tertawa lepas ketika Anda mengajaknya bercanda atau sekadar bermain ‘ciluk bah!’
  • Memekik kencang.
  • Berubah suara.
  • Menyatukan kedua tangannya.
  • Memegang mainan.
  • Mengikuti atau melihat apa pun ke berbagai arah.
  • Melihat dan memandang wajah orang di sekitarnya sekitar 180 derajat.
  • Mengenali wajah orang-orang terdekatnya.
  • Tersenyum sendiri.
  • Tersenyum kembali saat diajak bercanda.
  • Mengenali tangannya sendiri.

Kemampuan motorik kasar

Memasuki usia 19 minggu atau 4 bulan 3 minggu ini, perkembangan bayi sudah terbilang cukup pesat. Selain dengan bisa menggerak-gerakkan kaki dan tangan serta mengangkat kepalanya, kini si kecil juga telah mampu duduk sendiri.

Meski begitu, Anda masih harus menopangnya untuk memastikannya tetap bisa duduk dengan tegak. Ia juga telah mampu menopang berat tubuh dengan kedua kakinya, maupun dengan dada saat dalam posisi telungkup.

Di sini, Anda juga akan lebih sering melihat si kecil mengguling-gulingkan tubuhnya, dan semakin handal dalam berubah posisi menjadi duduk dari tidur atau berdiri.

Kemampuan komunikasi dan bahasa

Dalam bidang kemampuan komunikasi dan bahasa, Anda akan melihat si kecil kini tidak hanya akan mengandalkan tangisan untuk menunjukkan keinginannya.

Sesekali, ia juga akan mengoceh “aah” dan “ooh” saat diajak bercanda, bicara, maupun di kala melihat dan menginginkan sesuatu. Si kecil juga mampu tertawa, memekik, dan sekarang merubah suaranya.

Kemampuan motorik halus

Perkembangan bayi Anda yang kini telah berusia 19 minggu atau 4 bulan 3 minggu, terlihat semakin lancar dalam menggunakan kedua tangannya. Misalnya saat memegang suatu benda.

Kemampuan sosial dan emosional

Si kecil akan banyak tersenyum saat diajak bicara dan bercanda. Bahkan, ia sudah lebih mengerti fungsi tangannya yang bisa digunakan untuk melakukan berbagai hal.

Apa yang harus saya lakukan untuk membantu perkembangan bayi usia 19 minggu?

Anda bisa mengajak bayi bermain ‘ciluk bah’. Bayi mungkin akan tertatawa riang ketika Anda mengajaknya bermain ‘ciluk bah’. Permainan yang satu ini sudah sejak dulu digunakan untuk memancing gelak tawa atau menarik perhatian si kecil.

Di usia ini juga bayi juga senang mendengarkan berbagai jenis suara. Anda tak perlu mainan atau alat khusus untuk menciptakan suara. Cukup bersiul atau meniru suara-suara binatang saja, bayi sudah sangat menyukainya.

Doronglah anak Anda untuk menjelajah dan bermain dengan benda yang berbeda-beda. Anda juga bisa memberikan bayi mainan yang digoyangkan dan bisa mengeluarkan suara. Amati bagaimana bayi Anda bermain dan tertarik dengan mainannya.

Kesehatan Bayi Usia 19 Minggu

Apa yang perlu saya diskusikan dengan dokter terkait perkembangan bayi 19 minggu?

Jika memang bayi Anda tidak mengalami kondisi medis serius, kebanyakan dokter tidak akan melakukan pemeriksaan terkait kesehatan dan perkembangan bayi pada usia 19 minggu atau 4 bulan 3 minggu ini.

Akan tetapi, jangan ragu untuk mengonsultasikannya dengan dokter apabila ada masalah pada bayi yang tidak bisa ditunggu sampai kunjungan berikutnya.

Apa yang harus diketahui pada perkembangan bayi 19 minggu?

Ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui di usia perkembangan bayi 19 minggu atau 4 bulan 3 minggu, meliputi:

1. Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA)

ISPA memiliki gejala yang mirip dengan gejala flu. Virus ini tidak menyebabkan penyakit. Namun, berbahaya jika menyebabkan infeksi telinga, bronkitis, pneumonia, karena dapat berkembang menjadi asma atau penyakit pernapasan lainnya.

Kebanyakan anak di bawah 2 tahun rentan terhadap virus ini. Namun, penyakit ini lebih berbahaya bagi anak di bawah 6 bulan, dilahirkan secara prematur, memiliki sistem imunnya lemah, serta memiliki kondisi medis tertentu.

Awalnya bayi mungkin sakit ringan, tapi setelah beberapa hari gejalanya dapat membuat bayi sulit bernapas. Gejala awal ISPA yang harus Anda waspadai adalah napas bayi yang terengah-engah, dan sering mendesah.

Selain itu, laju pernapasan bayi juga cenderung lebih cepat (lebih dari 60 detak per menit), bibir dan kuku berwarna biru kehijauan, serta nafsu makan menurun. Bila anak Anda mengalami ISPA, segera hubungi dokter.

Dokter mungkin akan meresepkan bronchodilator isap untuk membantu anak lebih mudah bernapas. Antibiotik mungkin tidak membantu mengobati ISPA. Namun, Anda bisa merawat bayi di rumah dengan memberikan asupan air yang cukup dan jauhkan dari perokok pasif untuk mencegahnya sulit bernapas.

Cobalah obat tetes hidung khusus bayi atau obat penyemprot untuk membantu bayi lebih mudah bernapas. Obat ini bisa mengurangi lendir hidung bayi, sehingga mencegah masalah pernapasan.

Pada saat bersamaan, pastikan kepala bayi lebih tinggi dari badannya untuk membantu melegakan jalur pernapasannya. Anda juga bisa memberikan paracetamol jika bayi demam tapi harus sesuai arahan dokter.

Bayi prematur, bayi dengan penyakit paru-paru atau jantung bawaan pada musim ISPA harus divaksinasi untuk membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya dalam melawan virus.

2. Kelainan detak jantung

Jantung adalah organ tubuh penyokong hidup, jadi masalah jantung apapun sangat berbahaya, terutama bagi bayi. Namun, kebanyakan kasus kelainan detak jantung tidak serius dan dapat hilang sendiri. Jadi, Anda tidak perlu cemas.

Biasanya, kelainan detak jantung disebabkan oleh bentuk jantung yang masih belum sempurna karena masihdalam tahap berkembangan. Suara ini dianggap tidak berbahaya dan bisa terdiagnosis dengan pemeriksaan menggunakan stetoskop.

Dokter mungkin tidak perlu melakukan tes atau pengobatan lebih lanjut. Seringkali ketika jantung sudah sepenuhnya berkembang, kelainan detak jantung akan berkurang.

Jika Anda masih cemas, tanyakan dokter untuk mengetahui kondisi jantung si kecil dan tanyakan efeknya pada anak ketika usianya dewasa.

Yang Harus Diperhatikan

Apa yang harus saya perhatikan pada perkembangan bayi 19 minggu?

Berikut beberapa hal yang harus Anda perhatikan dalam perkembangan bayi usia 19 minggu atau 4 bulan 3 minggu:

1. Pijat bayi

Pijat bukan hanya untuk orang dewasa. Pasalnya bayi Anda juga butuh dipijat untuk melemaskan otot-ototnya. Selain itu, pijat bayi juga memberikan manfaat untuk membantu membuatnya tidur lebih nyenyak, melancarkan pernapasan bayi, hingga membentuk ikatan kuat antara orangtua dan anak.

Bila Anda ingin belajar cara memijat bayi, Anda bisa belajar dengan terapis profesional yang sudah berpengalaman. Atau Anda juga bisa belajar teknik aman memijat bayi.

2. Jadwal menyusui

Sampai usia bayi genap 6 bulan, pemberian ASI eksklusif sebaiknya masih harus terus dilakukan. Pasalnya, ASI eksklusif merupakan satu-satunya makanan yang terbaik bagi bayi sampai usianya 6 bulan.

Itu sebabnya, Anda perlu mematuhi jadwal menyusui bayi di usia 19 minggu atau 4 bulan 3 minggu guna mendukung perkembangan dirinya. Dalam sehari, bayi Anda butuh sekitar 7-8 kali waktu menyusui, dengan jarak sekitart 2,5-3,5 jam untuk sekali menyusui.

Bagaimana perkembangan bayi Anda di minggu ke-20?

Sumber
Yang juga perlu Anda baca