Periode Perkembangan

Perkembangan Bayi di Usia 17 Minggu

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum.

Perkembangan Bayi Usia 17 Minggu

Perkembangan bayi 17 minggu cukup beragam, sebagai orangtua mungkin Anda penasaran apa saja yang sudah bisa dilakukan si kecil di usia tersebut.

Bagaimana seharusnya perkembangan bayi usia 17 minggu?

Peneliti percaya bahwa pada masa perkembangan bayi 17 minggu ini, bayi dapat mengerti semua dasar suara yang membentuk bahasa utamanya.

Di antara waktu usia 4 bulan-an sampai usia 6 bulan ini, dia akan mengembangkan kemampuan untuk membuat suara-suara dalam bahasa, yang berarti Anda mungkin mendengar perkataan seperti “mama” dan “dada”.

Anda bisa mendorong usaha komunikasi bayi dengan meniru ekspresi dan suaranya. Dia mungkin juga mencoba meniru Anda. Katakan “ba” dan dia mungkin mencoba berkata balik.

Bereaksi ketika bayi membuat suara atau mencoba berkata sesuatu akan membantunya belajar pentingnya bahasa dan lebih mengerti sebab dan akibat. Ini juga berguna untuk rasa percaya diri bayi. Bayi akan mulai menyadari bahwa apa yang dia katakan dan membuat suara celotehan lainnya.

Pada perkembangan bayi 17 minggu ini, bayi Anda mungkin bisa:

  • Mengangkat kepala 90 derajat saat berbaring
  • Tertawa keras
  • Tahu semua dasar suara bahasa ibu mereka
  • Mengucapkan kata sederhana macam “mama” dan “baba”, tidak semua bayi hanya beberapa saja. Rata-rata mereka juga belum begitu mengerti artinya
  • Mengikuti benda sejauh 15 cm dan berpindah 180 derajat dari satu sisi ke sisi lain.

Apa yang harus saya lakukan di usia perkembangan bayi 17 minggu?

Untuk membantu anak, dorong dia untuk berbicara sambil posisikan bayi duduk di depan cermin atau meniru ekspresi dan suara yang bayi buat.

Anda bisa juga bereaksi saat mereka membuat suara atau mencoba berkata sesuatu untuk membantu mereka menyadari pentingnya bahasa dan mengerti cara berkomunikasi.

Kesehatan Bayi Usia 17 Minggu

Apa yang perlu saya diskusikan dengan dokter?

Setiap dokter akan memiliki metode tersendiri untuk memeriksa kesehatan bayi tergantung situasi tertentu. Tes fisik secara keseluruhan serta jumlah dan jenis teknik diagnosis dan prosedur akan beragam tergantung kondisi anak.

Namun, Anda bisa mengantisipasi dan berkonsultasi kepada dokter tentang masalah setelah bayi menjalani pemeriksaan kesehatan:

  • Beri tahu dokter tentang Anda dan bayi seperti bagaimana cara memberi makan, cara menidurkan bayi dan situasi perkembangan secara keseluruhan saat mengasuh bayi.
  • Dokter akan mengukur berat dan tinggi badan Anda serta lingkar kepala bayi dan untuk mempertimbangkan kembali kondisi kesehatan bayi sejak lahir

Apa yang harus saya ketahui tentang bayi usia 17 minggu?

Ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui di usia perkembangan bayi 17 minggu:

1. Infeksi telinga

Infeksi telinga pada usia perkembangan bayi 17 minggu umum terjadi. Infeksi telinga bernama otitis media akut ini muncul saat virus atau bakteri dan cairan terperangkap di belakang gendang telinga.

Pada awalnya kondisi ini akan menimbulkan gejala seperti rasa sakit, bengkak, dan demam. Meski begitu, infeksi telinga sangat umum terjadi pada bayi.

Gejala penyakit ini akan menyebabkan beberapa hal berikut:

  • Masalah makan atau malas menyusui. Infeksi telinga mungkin menyebabkan rasa sakit saat bayi mengunyah dan menelan.
  • Telinga terus merasa ditarik
  • Demam 38 – 40 derajat celcius.
  • Perilaku berubah drastis jadi lebih rewel, ditambah dengan kemungkinan flu. Tekanan di dalam telinga bisa menyebabkan rasa sakit pada bayi, terutama saat mereka ditempatkan (seperti saat makan atau berbaring) dan membuat mereka mudah marah dan menangs.
  • Telinga mengeluarkan cairan yang bisa berwarna kuning, putih, atau bahkan darah.
  • Diare. Infeksi telinga seringkali disebabkan oleh virus dan virus juga bisa mempengaruhi sistem pencernaan dan mengakibatkan diare.

Infeksi telinga pada bayi usia 17 minggu biasanya akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa saat. Namun, dokter akan meresepkan acetaminophen untuk rasa sakit dan demam. Penyakit bayi sering bisa sembuh secara perlahan dalam 2 hari setelah pengobatan.

Untuk mencegah infeksi telinga pada bayi, lakukan pencegahan berikut:

  • Jauhkan bayi dari perokok. karena merokok bisa melemahkan sistem imun mereka
  • Lanjutkan menyusui jika bayi tidak rewel. Penelitian menunjukkan bahwa bayi menyusui lebih jarang terkena infeksi telinga.
  • Pastikan anak mendapatkan semua imunisasi, terutama pneumonia dan influenza untuk mengurangi insiden infeksi telinga
  • Batasi penggunaan dot, beberapa studi menunjukkan bahwa bayi yang menggunakan dot bisa lebih berisiko terkena infeksi telinga
  • Jika menitipkan anak di tempat penitipan anak, biarkan anak bermain dengan anak yang lebih muda. Ini akan mengurangi paparan bakteri yang memperburuk infeksi telinga.

2. Membantu bayi bangun 

Bila bayi sulit bangun sendiri setelah ia jatuh, bantu ia berdiri atau ke posisi duduk. Namun, jangan berusaha membuatnya berdiri, karena leher dan punggungnya belum sempurna.

Alih-alih membuatnya berdiri, Anda bisa menyokong bayi berusia 3-4 bulan di mana usia tersebut bayi bisa menegakkan kepala dan tidak jatuh ketika Anda membantunya dari berbagai posisi.

Selain mengubah postur, posisi duduk akan membantu bayi bisa melihat lebih jauh. Daripada hanya menatap langit atau sekitarnya dari kereta dorong, bayi yang duduk akan bisa melihat berbagai hal seperti orang yang lewat, toko, rumah, pohon, hewan peliharaan, bis, mobil, dan hal-hal menakjubkan di sekitarnya. Dia akan lebih bisa bersenang-senang dibanding saat hanya berbaring. Jadi, saat bayi duduk ia akan lebih bisa santai.

3. Bayi terlalu tembem

Berbeda dengan kelebihan berat badan pada orang dewasa, bayi tembem tidak berarti disebabkan karena pola makan atau menyusui yang kuat.

Daripada mencoba menurunkan berat badan bayi, lebih baik memperlambat kenaikan berat badannya, karena bayi semakin bertambah tinggi dan lebih aktif,bayi bisa menjadi lebih kurus.

Beberapa tips ini bisa membantu jika Anda cemas tentang status berat badan anak:

  • Hanya menyusui saat bayi lapar
  • Sesuaikan pola makan bila perlu
  • Perhatikan kalori makanan
  • Jangan sapih anak terlalu dini untuk mendorongnya tidur sepanjang malam. Bukan hanya tidak efektif, tapi juga menyebabkan kelebihan berat badan pada anak
  • Dorong bayi untuk lebih aktif. Jika jarang bergerak, doronglah bayi untuk lebih banyak bergerak.

Perhatian

Apa yang harus saya perhatikan di usia perkembangan bayi 17 minggu?

Di bawah ini adalah beberapa hal yang harus Anda perhatikan:

1. Ketika bayi menolak ASI

Penolakan ASI ini biasanya bersifat sementara, dan adala alasan tertentu. Penyebab paling umum adalah:

  • Pola makan ibu. Misalnya jika ada beberapa makanan yang membuat bayi menolak ASI, hindari makanan tersebut sampai mereka disapih.
  • Bayi terkena flu. Saat hidung tersumbat, bayi tak dapat bernapas melalui mulut dan mengisap secara bersamaan, dan tentunya pilihan pertama bayi adalah menggunakan mulut untuk bernapas.
  • Bayi mau tumbuh gigi. Walaupun hampir semua bayi tidak punya gigi sampai usia 5-6 bulan, tapi sebagian ada yang mulai tumbuh gigi lebih awal. Seringkali bayi akan tumbuh satu atau dua gigi pada 4 bulan pertama. Menyusui akan menekan gusi yang dapat membengkak sehingga bayi akan merasa sakit.
  • Sakit telinga.
  • Ada luka dalam mulut bayi.
  • ASI mengalir dengan lambat. Saat lapar, bayi akan kehilangan kesabaran bila susu tidak cepat keluar.
  • Perubahan hormon ibu. Ibu baru akan memproduksi hormon yang mengubah rasa ASI dan membuat bayi menolak minum.
  • Stres pada ibu.
  • Bayi siap disapih.

Di saat seperti ini, cara ini mungkin membantu:

  • Jangan mencoba membiarkan bayi minum susu lainnya
  • Coba lagi. Meskipun dia terus menolak menyusui, dia mungkin kembali mengisap setelah beberapa saat
  • Perlahan berikan makanan padat untuk bayi

Jika terus menolak ASI atau ada gejala lain, diskusikan dengan dokter untuk nasihatnya.

2. Sulit mengganti popok

Jika sebelumnya bayi usia 17 minggu berperilaku tenang saat popoknya diganti, kini Anda akan lebih sulit mengganti popok. Bayi akan merasa tidak nyaman serta terpaksa memakai popok, yang mana akan mempersulit penggantian popok.

Triknya, sebelum mengganti popok, siapkan segala keperluan sebelum meletakkan bayi di meja ganti. Juga tambahkan suara untuk mengalihkan perhatiannya, seperti suara dari televisi, HP, kotak musik atau mainan favoritnya, atau dengan nyanyian atau berbicara dengan bayi sampai selesai mengganti popok.

 

Sumber
Yang juga perlu Anda baca