Bermain Bersama Membuat Otak Bayi dan Orangtua Makin Terhubung

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro

Bermain bersama tidak hanya bermanfaat bagi perkembangan otak bayi, tapi juga bisa membuatnya semakin dekat dengan Anda. Menurut penelitian terbaru dalam jurnal Psychological Science, hal ini disebabkan karena bermain bersama akan merangsang aktivitas pada bagian tertentu otak anak dan orangtua.

Manfaat bermain bersama bagi bayi dan orangtua

jenis permainan anak

Pernahkah Anda merasakan ikatan batin yang kuat saat mengajak buah hati bermain? Sekelompok peneliti dari Princeton University, Amerika Serikat, mempelajari fenomena ini dengan melihat rekaman aktivitas otak beberapa bayi dan orang dewasa.

Mereka menemukan bahwa otak bayi dan orang dewasa mengalami beragam aktivitas saraf yang mirip ketika bermain bersama. Aktivitas saraf tersebut naik dan turun dalam waktu yang sama setiap kali keduanya berbagi mainan dan menjalin kontak mata.

Penelitian ini dilakukan terhadap 2 kelompok. Pada kelompok pertama, orang dewasa dan bayi berinteraksi langsung selama 5 menit. Para orang dewasa mengajak bermain menggunakan mainan, menyanyikan lagu, atau membacakan cerita sambil membiarkan bayi duduk di pangkuan.

Pada kelompok kedua, para peneliti bercerita kepada orang dewasa, tapi bayi dibiarkan bermain bersama orangtuanya. Selama berinteraksi, kedua kelompok sama-sama mengenakan alat khusus untuk merekam aktivitas otak mereka.

Hasilnya, bayi dan orang dewasa yang berinteraksi secara langsung memiliki aktivitas saraf yang mirip pada beberapa bagian otak. Kemiripan ini tidak ditemukan pada bayi dan orang dewasa yang saling berjauhan dan tidak bertatap wajah secara langsung.

Saat berkomunikasi, bayi dan orang dewasa mengalami kondisi yang disebut feedback loop. Otak orang dewasa mampu memperkirakan kapan bayi akan tertawa, sementara otak bayi balik memprediksi kapan orang dewasa akan mengajaknya berbicara.

Tanpa disadari, otak bayi ternyata ‘mengarahkan’ otak orang dewasa ketika keduanya bermain bersama. Interaksi tersebut terjadi secara terus-menerus dan bertambah kuat dengan adanya kontak mata serta penggunaan mainan.

Jenis permainan terbaik berdasarkan usia

Bermain bersama memberikan manfaat besar bagi si kecil. Akan tetapi, jangan berhenti sampai di situ. Ajak buah hati Anda melakukan permainan yang sesuai dengan usianya agar manfaatnya semakin optimal.

Melansir American Academy of Pediatrics, berikut beberapa jenis permainan yang bisa Anda coba:

1. Sejak lahir hingga 6 bulan

Mulailah dengan menunjukkan respons tiap kali si kecil tersenyum. Ekspresi wajah dan suara Anda dapat melatih kemampuan sosial dan emosionalnya. Ikuti suara-suara yang ia keluarkan seolah Anda sedang mengajaknya mengobrol.

Setelah beberapa bulan, ajaklah bayi bermain bersama dengan menunjukkan mainan yang memiliki beragam warna dan tekstur. Ubah posisi tubuhnya agar ia dapat melihat berbagai hal di sekitarnya dari berbagai sisi.

2. Usia 7-12 bulan

Biarkan si kecil merangkak dan berpindah-pindah tempat, tapi pastikan lingkungannya tetap aman. Saat ia menjatuhkan sesuatu, cukup dekatkan benda tersebut agar ia bisa mengambilnya sendiri. Sesekali, gunakan cermin agar ia melihat ekspresi wajahnya.

3. Usia 1-2 tahun

Pada periode ini, fokus utama Anda adalah membiarkan anak menjelajahi dunianya. Berikan ia mainan dari kayu, kotak kontainer kosong, sendok, atau barang-barang lain yang dapat mengasah kreativitasnya. Namun, hindari memberikannya gadget.

Biarkan anak Anda bermain bersama bayi lain seusianya. Begitu ia sedikit lebih besar, cobalah bermain dengan cara berpura-pura untuk meningkatkan kemampuan belajarnya. Misalnya berpura-pura makan, minum, tidur, dan lain-lain.

Mengajak bayi bermain bersama adalah salah satu langkah terbaik untuk mendukung perkembangannya. Oleh sebab itu, jadikan bermain sebagai rutinitas agar ia tumbuh menjadi anak yang sehat, bahagia, aktif, dan penuh rasa penasaran.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 16, 2020 | Terakhir Diedit: Januari 15, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca