Kenali Berbagai Masalah Perkembangan Bayi Sejak Dini

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Masalah perkembangan bayi penting dikenali sedini mungkin, agar semakin cepat pula dilakukan penanganan yang tepat. Hal ini dapat meminimalisasi ketinggalan yang mungkin dialami, sekaligus mendukung tumbuh kembang bayi.

Sejatinya, setiap bayi memang berkembang dengan cara dan waktunya masing-masing. Anda perlu menunggu sampai si kecil mampu melakukan berbagai tanda perkembangannya, sembari terus melatihnya. Akan tetapi,  penting untuk tetap memerhatikan kemungkinan adanya masalah perkembangan bayi.

Berbagai kemungkinan masalah perkembangan bayi

Ketika si kecil sudah mampu melakukan kegiatan tertentu, misalnya berguling, belum tentu teman seusianya juga bisa berguling di usia yang sama. Ada yang mungkin bisa lebih dulu, berbarengan, atau sedikit lebih lama.

Lagi-lagi, ini karena masing-masing bayi pada dasarnya membutuhkan waktu untuk mengembangkan berbagai kemampuan dalam dirinya. Termasuk dari segi kemampuan motorik halus dan kemampuan motorik kasar pada anak, serta kemampuan sensorik, emosional, bahasa, dan kognitif.

Masalah perkembangan bayi bisa terjadi pada satu, sebagian maupun semua kemampuan di atas.  Jika masalah terjadi di semua segi kemampuan si kecil, disebut dengan keterlambatan perkembangan global atau global developmental delay.

Untuk lebih jelasnya, berikut penjabaran masing-masing masalah perkembangan bayi dari berbagai aspek.

Masalah pada perkembangan motorik kasar bayi

bayi belajar berdiri

Kemampuan motorik kasar bayi adalah keterampilan yang berkaitan dengan koordinasi gerak antar otot-otot besar. Sebagai contoh berguling, duduk, berdiri dan berjalan.

Dengan begitu, masalah pada perkembangan motorik kasar bayi tampak saat si kecil terlambat berguling, duduk, atau berdiri. Normalnya di usia bayi 4 minggu atau 1 bulan, Anda akan melihat si kecil mulai mampu mengangkat kepalanya sekitar 45 derajat.

Kemudian, di usia bayi 2 bulan 3 minggu, kepalanya sudah dapat terangkat 90 derajat. Begitu pula di usia bayi 3 bulan, ia mulai tampak bisa duduk sendiri.

Lalu di usia bayi 4 bulan 2 minggu, si kecil tampak telah lancar berguling. Begitu seterusnya perkembangan motorik kasar bayi akan berjalan tahap demi tahap.

Apabila telah terlewat cukup jauh dari usia tersebut tapi bayi belum kunjung menunjukkan tanda-tanda perkembangan motorik kasar tersebut, kemungkinan ada masalah perkembangan bayi.

Masalah perkembangan bayi dari kemampuan motorik kasar bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti:

  • Ataksia, masalah pada koordinasi otot-otot tubuh.
  • Cerebral palsy, gangguan pada otak.
  • Keterlambatan perkembangan kognitif.
  • Miopati, gangguan pada otot.
  • Masalah pada penglihatan.
  • Spina bifida, kondisi genetik yang menyebabkan tubuh lumpuh sebagian atau seluruhnya di tubuh bagian bawah.

Gejala masalah perkembangan motorik kasar bayi

Perhatikan jika si kecil menunjukkan berbagai tanda dan gejala sebagai berikut:

Usia 3-4 bulan

  • Belum bisa mengangkat kepalanya dengan baik.
  • Belum bisa mendorong kakinya ke bawah, saat diletakkan pada permukaan yang keras.

Usia 5-7 bulan

  • Memiliki otot yang sangat kaku dan kencang.
  • Belum bisa berubah ke posisi duduk sendiri.
  • Belum bisa berguling ke arah mana pun.
  • Belum bisa duduk tanpa bantuan.
  • Sulit menggunakan kakinya untuk menahan beban saat Anda menariknya ke posisi berdiri.

Usia 8-12 bulan

  • Belum bisa berdiri sendiri meski dengan berpegangan.
  • Belum bisa menarik tubuhnya untuk berdiri sendiri.

Usia 12-24 bulan

  • Belum bisa berjalan.
  • Belum bisa mendorong mainan yang menggunakan roda.

Perhatikan perkembangan apa saja yang sekiranya belum bisa dilakukan bayi sesuai, padahal telah lewat dari usia yang seharusnya. Jika dirasa ia mengalami masalah perkembangan bayi dari kemampuan motorik kasar, segera konsultasikan dengan dokter.

Pengobatan untuk mengatasi masalah perkembangan motorik kasar bayi

Dokter biasanya menyarankan Anda untuk mendorong agar si kecil lebih banyak melakukan aktivitas fisik di rumah dengan berbagai cara tertentu. Bahkan apabila diperlukan, buah hati Anda mungkin akan mendapatkan terapi fisik rutin guna memperbaiki keterlambatan perkembangan motorik kasarnya.

Masalah pada perkembangan motorik halus bayi

kemampuan motorik halus bayi

Sebaliknya dari motorik kasar, masalah perkembangan bayi dari kemampuan motorik halus adalah terganggunya koordinasi otot-otot kecil bayi. Termasuk jari-jari tangan, pergelangan tangan, hingga fungsi tangan secara keseluruhan.

Jadi, apabila motorik kasar lebih mencakup koordinasi otot-otot seluruh tubuh, motorik halus hanya menitikberatkan pada otot-otot tangan.

Sebagai contoh kemampuan motorik halus, bayi seharusnya sudah dapat mengambil objek di dekatnya pada usia bayi 5 bulan 1 minggu. Kemudian, bayi mampu memberikan benda yang sedang ia pegang kepada orang lain saat usia bayi 7 bulan.

Pada usia bayi 9 bulan 2 minggu, si kecil dapat mengambil benda dengan ibu jari, seperti saat menjepit. Menginjak usia bayi 13 bulan, buah hati Anda sudah lancar memasukkan benda ke dalam wadah.

Pada saat usia bayi 17 bulan, ia telah dapat menyusun 2 buah balok dengan baik. Hal ini akan terus dikembangkannya dengan mampu menyusun 4 balok saat usia bayi 22 bulan.

Jika terdapat masalah perkembangan bayi dari sisi motorik halus, maka kemungkinan si kecil belum mampu melakukan berbagai kegiatan tersebut di usia yang seharusnya. Tidak jauh berbeda dengan motorik kasar, perkembangan motorik halus yang terhambat juga dapat disebabkan oleh beberapa hal.

Beberapa kemungkinan penyebab gangguan motorik halus pada bayi, antara lain mengalami ataksia, miopati, spina bifida, cerebral palsy, terhambatnya perkembangan kognitif, hingga gangguan pada fungsi penglihatan.

Gejala masalah perkembangan motorik halus bayi

Perhatikan jika si kecil menunjukkan berbagai tanda dan gejala sebagai berikut:

  • Belum bisa menyatukan kedua tangannya di usia 4 bulan.
  • Belum bisa meraih atau mengambil benda yang berada di sekitarnya di usia 5 bulan.
  • Belum bisa memberikan objek yang sedang ia pegang di usia 8-9 bulan.
  • Belum bisa mengambil dua buah kubus sekaligus di usia 8-9 bulan.
  • Belum bisa menjepit benda dengan ibu jari di usia 10-11 bulan.
  • Belum bisa memasukkan benda ke dalam wadah di usia 14-15 bulan.
  • Belum bisa menyusun 2 kubus di usia 18 bulan.
  • Belum bisa menyusun 4 kubus di usia 24 bulan atau 2 tahun.

Sebaiknya jangan menunda membawa si kecil ke dokter, apabila mengalami masalah perkembangan bayi untuk kemampuan motorik halus.

Pengobatan untuk mengatasi masalah perkembangan motorik halus bayi

Sama halnya dengan masalah perkembangan motorik kasar, perkembangan motorik halus bayi yang terlambat juga menuntut Anda untuk melakukan stimulasi dengan beragam aktivitas fisik maupun permainan di rumah. Dokter juga mungkin akan menyarankan pemberian terapi fisik secara rutin untuk mempercepat perbaikan kemampuan motorik halusnya.

Masalah pada perkembangan komunikasi dan bahasa bayi

perkembangan kemampuan bahasa bayi

Menurut National Institute of Deafness and Other Communication Disorders (NIDCD), usia tiga tahun pertama merupakan waktu yang paling efektif untuk mengasah perkembangan bahasa dan komunikasi anak.

Sayangnya, jika ada masalah perkembangan bayi untuk kemampuan komunikasi dan bahasa bayi, maka bisa mempengaruhi kemampuan menyampaikan maupun bertukar informasi dengan orang lain. Bayi terlambat bicara saat ia tidak dapat mengucapkan kata-kata seperti yang seharusnya sudah dilakukan anak seusianya.

Sebagai contoh, ia mungkin mampu menggunakan kata-kata untuk menyampaikan informasi, tapi sangat sulit dipahami. Selain itu, perkembangan bahasa yang terlambat terjadi, saat si kecil hanya mampu mengucapkan dua kata bersamaan.

Ada beberapa kemungkinan penyebab dari masalah perkembangan komunikasi dan bahasa bayi, yakni:

  • Kesulitan dalam belajar.
  • Masalah dengan lidah atau langit-langit mulut.
  • Masalah dengan lipatan di bawah lidah (frenulum pendek), sehingga membatasi pergerakan lidah.
  • Adanya gangguan dengan otot-otot yang mendukung kemampuan berbicara.
  • Kesulitan dalam belajar.
  • Gangguan pendengaran, contohnya karena infeksi telinga parah atau akibat dari konsumsi obat-obatan tertentu, trauma, dan kelainan genetik.
  • Gangguan spektrum autisme, yakni masalah yang melibatkan gangguan komunikasi, interaksi sosial, hingga kemampuan kognitif.

Selain itu, bayi dianggap yang mengalami keterlambatan dalam berkomunikasi atau bicara juga bisa mengalami masalah dengan oral-motoriknya. Hal ini terjadi saat ada masalah di area otak bayi, yang seharusnya berfungsi untuk mendukung kemampuan bicara.

Kondisi ini membuat si kecil sulit mengkoordinasikan bibir, lidah, serta rahangnya guna menghasilkan suara dan kata-kata.

Gejala masalah perkembangan komunikasi dan bahasa bayi

Perhatikan tanda dan gejala yang terjadi, ketika timbul masalah perkembangan bayi dari kemampuan komunikasi dan bahasa.

Usia 3-4 bulan

  • Terlihat tidak menanggapi suara keras.
  • Belum bisa tertawa.
  • Belum bisa memekik.
  • Belum bisa mengucapkan “ooh” dan “aah”.

Usia 5-7 bulan

  • Terlihat tidak menanggapi saat ada bunyi keras.

Usia 8-12 bulan

  • Belum sama sekali mengucapkan “mama” dan “dada”.
  • Belum mampu meniru suara yang baru didengarnya.

Usia 12-24 bulan

  • Belum dapat berbicara, bahkan satu kata pun.
  • Belum bisa mengucapkan “dada” dan “mama” dengan cukup jelas.

Pengobatan untuk mengatasi masalah perkembangan komunikasi dan bahasa bayi

Jangan tunda untuk membawa si kecil ke dokter saat ia dirasa mengalami masalah perkembangan bayi untuk kemampuan komunikasi dan bahasa. Perawatan biasanya tergantung dari tingkat keparahan masalah perkembangan bayi yang timbul.

Dalam kondisi tertentu, terapi bicara mungkin diperlukan guna mengatasi kondisi si kecil. Untuk masalah keterlambatan perkembangan komunikasi dan bahasa yang ringan, dokter biasanya akan menyarankan Anda untuk melakukan beberapa hal.

Beberapa stimulasi yang mungkin direkomendasikan oleh dokter, meliputi lebih banyak mengajak si kecil bicara, bernyanyi, membacakan cerita setiap hari, maupun memberikan perawatan untuk mengobati infeksi telinga.

Masalah pada perkembangan emosional bayi

kecerdasan emosionalbayi emotional intelligence adalah

Kemampuan emosional adalah keterampilan untuk mengekspresikan sekaligus mengendalikan emosi diri dan orang lain. Pada bayi, perkembangan emosional tampak saat ia mampu tersenyum dan merespon ajakan bicara dari orang lain.

Adanya masalah perkembangan emosional bayi membuatnya sulit untuk mengekspresikan dan mengendalikan emosi dirinya serta orang lain. Normalnya, di usia bayi 1 bulan si kecil mulai menunjukkan senyumnya saat diajak berkomunikasi.

Berjalan ke usia bayi 1 bulan 2 minggu, buah hati Anda dapat tersenyum tiba-tiba saat melihat sesuatu yang menarik hatinya. Menginjak usia bayi 5 bulan 1 minggu, ia sudah paham bagaimana cara memainkan mainannya.

Tepat sekitar usia bayi 24 minggu alias 6 bulan, perkembangan emosionalnya semakin baik karena berhasil makan sendiri meski masih berantakan. Selanjutnya, di usia bayi 9 bulan 1 minggu, ia sudah mampu melambaikan tangannya dengan lancar.

Begitu seterusnya kemampuan emosional bayi akan semakin berkembang dari waktu ke waktu. Sayangnya, perkembangan si kecil yang satu ini bisa mengalami masalah.

Beberapa penyebab masalah perkembangan emosional bayi, di antaranya:

  • Keterlambatan kognitif.
  • Masalah pada pola pengasuhan.
  • Mengalami autism spectrum disorder (ASD), bisa mengakibatkan si kecil mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dan bersosialisasi.

Gejala masalah perkembangan emosional bayi

Perhatikan kemungkinan si kecil menunjukkan masalah perkembangan bayi dari aspek emosional, dengan berbagai tanda dan gejala sebagai berikut:

Usia 3-4 bulan

  • Belum mulai tersenyum sendiri atau pada orang lain.
  • Belum mengenal wajah orang di sekitarnya.

Usia 5-7 bulan

  • Tidak senang dipeluk.
  • Tidak menunjukkan kasih sayang kepada orangtua atau pengasuhnya.
  • Tidak menunjukkan rasa bahagia saat dikelilingi oleh banyak orang.
  • Sulit dihibur dan diajak berkomunikasi.
  • Tidak menunjukkan antusias saat bermain cilukba.

Usia 8-12 bulan

  • Sulit diajak berkomunikasi, bertukar senyum, maupun ekspresi wajah.
  • Belum bisa melambaikan tangannya.

Usia 12-24 bulan

  • Belum bisa menirukan aktivitas orang lain yang dilihatnya.
  • Belum bisa menggunakan sendok dan garpu saat makan.

Pengobatan untuk mengatasi masalah perkembangan emosional bayi

Sebenarnya tidak ada obat khusus untuk mengatasi masalah perkembangan emosional bayi. Namun, dokter mungkin akan memberikan terapi khusus sebagai tindakan perawatannya.

Biasanya, pengobatan akan disesuaikan dengan diagnosis. Dokter juga dapat menyarankan Anda untuk mengajak si kecil bermain sebagai bentuk terapi, atau cara lain, guna membangun dan memperkuat ikatan antara orangtua dan anak. Hal ini bertujuan untuk mengejar perkembangan emosional yang sempat tertinggal.

Masalah pada perkembangan kognitif bayi

penyebab leukosit bayi rendah

Kemampuan kognitif adalah cara untuk berpikir, mengumpulkan informasi, mengingat, mengelola informasi, memecahkan masalah, dan lainnya yang berkaitan dengan otak. Masalah perkembangan bayi dari segi kognitif mungkin saja terjadi pada si kecil, sama seperti berbagai perkembangan lainnya.

Saat usia bayi 3 bulan seharusnya sudah memahami seputar rasa, penglihatan, suara, serta penciuman. Sekitar usia bayi 4 bulan, ia sudah cukup mampu mengenali wajah orang yang ada di sekitarnya, menanggapi ekspresi wajah orang lain, hingga mengenali dan merespons saat mendengar suara seseorang.

Rasa penasaran juga terlihat cukup tinggi di usia bayi 5 bulan. Hal ini membuatnya senang memasukkan segala benda di sekitarnya ke dalam mulutnya. Selanjutnya, di usia bayi 12 bulan,  buah hati Anda tampak mahir menirukan gerakan orang lain.

Penyebab masalah perkembangan bayi dari kemampuan kognitif bayi yakni:

  • Mengalami cacat genetik, seperti Down syndrome.
  • Mengalami masalah medis sebelum kelahiran atau setelahnya.
  • Paparan zat berbahaya atau alkohol, baik sebelum lahir maupun setelahnya.
  • Mengalami gangguan spektrum autisme.

Gejala masalah perkembangan kognitif bayi

Perhatikan jika si kecil menunjukkan masalah perkembangan bayi dari kemampuan kognitif, dengan berbagai tanda dan gejala sebagai berikut:

Usia 0-12 bulan

  • Sulit belajar mengenai suara, rasa, penciuman, dan penglihatan.
  • Sulit mengenali wajah orang terdekatnya.
  • Tidak mengenali dan merespons saat mendengar suara yang cukup familiar.
  • Tidak memperlihatkan rasa penasaran dengan suatu objek.

Usia 12-24 bulan

  • Tidak menunjukan keinginan untuk meniru perilaku orang lain yang dilihatnya.
  • Tidak menunjukan kemampuan mengenali benda atau seseorang yang dilihatnya dalam buku.

Pengobatan untuk mengatasi masalah perkembangan kognitif bayi

Semakin cepat perawatan diberikan, semakin cepat pula keterlambatan perkembangan kognitif bayi bisa dikejar. Maka itu, segera bawa si kecil ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan.

Pendidikan dengan cara tertentu dapat membantu mengembangkan kemampuan kognitif si kecil. Ambil contohnya dengan menerapkan terapi bermain atau terapi perilaku.

Sebaiknya segera konsultasi ke dokter, jika Anda menemukan kemungkinan atau tanda masalah perkembangan bayi. Hal ini diperlukan agar dokter dapat segera memberikan saran penanganan yang tepat.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: November 28, 2019 | Terakhir Diedit: Januari 22, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca