Periode Perkembangan

Sering Bikin Cemas, Ternyata 9 Kondisi Ini Normal Dialami Bayi Baru Lahir

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Setelah dilahirkan, Anda mungkin memergoki ada beberapa hal aneh yang terjadi pada si kecil. Bagi Anda yang baru pertama kali memiliki buah hati, hal ini pasti membuat Anda khawatir. Mungkin terbesit di pikiran Anda jika ia sakit atau merasa tidak nyaman. Namun, kondisi bayi baru lahir tersebut tidak selalu menjadi pertanda buruk, kok.

Kondisi tersebut mungkin umum terjadi, hanya saja Anda tidak mengetahuinya. Apa saja sih kondisi bayi yang sering menimbulkan kekhawatiran tapi sebenarnya normal terjadi? Berikut ulasannya.

Kondisi bayi baru lahir yang normal tapi bikin cemas

Memiliki bayi kecil mengharuskan Anda mencurahkan perhatian penuh padanya. Tujuannya, agar Anda tahu bagaimana kondisi kesehatan dan tumbuh kembang si kecil. Nah, ada beberapa kondisi pada bayi baru lahir yang sebenarnya normal tapi kerap kali menimbulkan kekhawatiran, seperti:

1. Cradle crap

kerak di kepala bayi

Melihat kulit kepala bayi yang berkerak pasti membuat Anda khawatir. Ini dikenal dengan istilah craddle crap atau jenis dermatitis seboroik. Meski menimbulkan kulit kepala kemerahan, kering, dan mengelupas, kondisi ini tergolong aman dan tidak menular.

Kondisi pada bayi baru lahir ini biasanya terjadi pada usia tiga bulan. Namun, akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa bulan atau ketika bayi sudah mencapai satu tahun.

Mary L. Gavin, MD, seorang dokter anak dan anggota Children’s Health System memberikan tips merawat bayi yang mengalami craddle crap, yaitu:

  • mengoleskan baby oil di sekitar kulit yang mengelupas sebelum mandi
  • diamkan beberapa menit dan bersihkan dengan lembut kulit yang mengelupas supaya tidak menumpuk

Lakukan perawatan ini secara rutin, yaitu dua atau tiga kali seminggu. Meski normal, Anda tetap tidak boleh menganggapnya sepele. Jika craddle crap tidak juga hilang apalagi Anda sudah melakukan perawatan, maka segera periksa ke dokter.

2. Feses cair

popok bayi

Feses cair sangat erat kaitannya dengan diare. Namun, pada bayi baru lahir mereka mungkin akan mengalaminya satu atau dua kali buang air besar dengan feses cair. Ini merupakan kondisi yang normal karena bayi baru lahir belum mengonsumsi makanan yang padat. Bila sudah memasuki usia 4 bulan ke atas, tekstur fesesnya akan menjadi lebih padat.

Namun, Anda perlu memerhatikan kemungkinan feses cair adalah gejala diare atau gangguan pencernaan lainnya. Selain cair, feses akan mengalami perubahan warna dari cokelat kemudian menjadi hijau kekuningan. Buang air juga dialami anak lebih dari 5 kali sehari.

3. Payudara bayi membesar

popok kain atau popok sekali pakai

Payudara akan membesar ketika anak mengalami pubertas. Namun, beberapa bayi yang baru lahir juga ada yang mengalami kondisi ini. Tenang, kondisi bayi baru lahir ini termasuk hal yang normal.

Pembesaran payudara pada mungkin terjadi karena bayi masih terpapar hormon yang ada pada ibunya. Saat hamil, hormon dalam tubuh mengalami perubahan sehingga menyebabkan jaringan di payudara berkembang dan ukurannya membesar.

Hormon tersebut dalam jumlah yang kecil ikut mengalir bersama darah, oksigen, dan nutrisi ke dalam tubuh bayi ketika ia masih dalam kandungan. Setelah dilahirkan, hormon tersebut akan menyebabkan ukuran payudara bayi menjadi lebih besar.

Tidak perlu cemas, dalam beberapa hari,efek hormon dalam tubuh bayi akan hilang dan ukuran payudaranya akan normal. Hanya saja, jika di sekitar payudara terdapat ruam kemerahan dan disertai demam, segera pergi ke dokter.

4. Bentuk kepala yang aneh

kamar bayi

Anda mungkin menyadari jika bayi umumnya memiliki bentuk kepala yang aneh. Namun, Anda tidak perlu khawatir dengan kondisi bayi baru lahir ini. Pasalnya, kondisi ini terjadi karena bayi memiliki kepala yang lunak. Ketika ia dikeluarkan melewati tulang panggul dan vagina bentuknya akan mengalami perubahan.

Meski sedikit aneh, bentuk kepalanya seiring waktu akan menjadi lebih baik. Jika bentuknya kepalanya tidak juga membaik, lakukan konsultasi pada dokter untuk mengetahui apa penyebabnya.

5. Bayi mengeluarkan suara aneh

Saat Anda mendekap bayi, Anda mungkin pernah mendengar bunyi aneh yang dikeluarkan bayi. Suaranya terdengar seperti dengusan, erangan, atau suara yang cukup aneh yang membuat Anda cemas.

Sebenarnya, suara yang keluar tersebut terjadi akibat hidung bayi yang baru lahir masih cukup sempit. Ini menyebabkan sebagian lendir di selaput hidung terperangkap dan menciptakan efek suara yang aneh.

Jika Anda merasa khawatir dengan kondisi bayi baru lahir ini, jangan ragu untuk konsultasikan pada dokter. Dokter akan membantu membersihkan hidung bayi dengan aspirator hidung supaya jalan pernapasannya lebih lega. Namun, jangan tunda konsultasi ke dokter, jika Anda mencurigai bahwa bunyi tersebut dikarenakan bayi kesulitan bernapas.

6. Terus bersin

Terus-menerus bersin menjadi gejala khas dari pilek, flu, atau alergi. Namun pada bayi yang baru lahir, bersin tidak selalu menjadi tanda bahwa ia sakit. Bersin ini terjadi karena bayi berusaha membersihkan partikel asing yang masuk ke saluran hidungnya. Ini juga menjadi bagian dari penyesuaian bayi dengan udara di sekitarnya.

Namun, jika bayi terus-menerus bersin diikuti gejala lain seperti demam, maka segera lakukan pemeriksaan dokter. Ini membantu Anda menemukan dan mengatasi penyebabnya.

8. Bayi menghentak-hentakkan tubuhnya

bintik merah pada kulit bayi

Gerakan menghentak-hentak biasanya dianggap sebagai kejang. Pada bayi, gerakan ini tidak selalu menandakan kejang melainkan refleks. Refleks bayi ini membantu merupakan bagian dari perkembangan tubuhnya. Gerakan ini awalnya akan terlihat secara acak, namun seiring waktu akan menjadi lebih baik ketika usianya 3 atau 4 bulan.

Jika gerakannya bertahan lama dari biasanya dan matanya tidak berkedip, maka bisa menjadi tanda bahwa bayi mengalami kejang. Segera lakukan pemeriksaan dokter untuk perawatan lebih lanjut.

9. Organ kelamin membengkak

bayi belajar bahasa dalam kandungan

Setelah dilahirkan, Anda mungkin memerhatikan jika organ kelamin bayi membengka, terutama bagian testis dan labia (bibir vagina). Pembengkakan tersebut disebabkan oleh paparan hormon di perut sang ibu sebelum ia dilahirkan. Bisa juga terjadi karena adanya penumpukan cairan tambahan di kantung testis bayi.

Namun, Anda tidak perlu khawatir jika kondisi tersebut terjadi pada bayi Anda. Dalam beberapa hari, pembengkakan akan mengempes terkena air kencing dan air untuk memandikan bayi. Jika pembengkakan tidak membaik, segera periksa ke dokter. Biasanya ini terjadi pada bayi laki-laki dan disebut dengan hidrokel.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca