Perkembangan Kemampuan Sensorik Bayi dan Cara Mengasahnya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Kemampuan sensorik mungkin lebih jarang terdengar, jika dibandingkan kemampuan motorik. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan kemampuan sensorik? Kemampuan sensorik adalah keterampilan yang berkaitan dengan fungsi berbagai indra pada tubuh.

Sejatinya, sejak baru dilahirkan, seorang bayi sudah memiliki kemampuan sensorik ini. Nah, seperti apa sebenarnya perkembangan sensorik pada bayi sejak lahir sampai usia 2 tahun? Cari tahu selengkapnya dalam ulasan di bawah ini.

Apa itu kemampuan sensorik?

cara mengatasi kulit kering pada bayi

Kemampuan sensorik pada bayi adalah keterampilan yang dimiliki seorang bayi untuk menggunakan indra yang ada pada dirinya. Meliputi indra penglihatan, pendengaran, perasa, penciuman, hingga sentuhan.

Dengan adanya kemampuan sensorik, maka memungkinkan buah hati Anda untuk mengenali dan menjelajahi lingkungan sekitar selama masa tumbuh kembangnya. Jadi bisa dibilang, kemampuan sensorik adalah salah satu aspek perkembangan yang penting untuk dimiliki dengan baik oleh setiap bayi.

Kemampuan sensorik bayi akan berkembang seiring dengan usianya. Secara rinci, ada 7 hal mendasar mengenai keterampilan sensorik guna mendukung perkembangan bayi:

  • Penciuman (smell)
  • Penglihatan (vision)
  • Perasa (taste)
  • Pendengaran (hearing)
  • Keseimbangan (balance)
  • Sentuhan (touch/tactile)
  • Kesadaran tubuh terkait otot dan sendi (body awareness/propriocetioon)

Kemampuan sensorik sebenarnya tidak berfungsi sendiri, melainkan berhubungan dengan kemampuan emosional, kognitif, serta fisik. Semua indra yang ada pada tubuh harus saling bekerja sama guna mendukung proses pembelajaran, pergerakan, serta perilaku bayi.

Tahap perkembangan kemampuan sensorik bayi

Perkembangan kemampuan sensorik adalah hal yang tidak bisa disama ratakan pada setiap bayi. Pasalnya, masing-masing bayi memiliki waktu yang berbeda-beda sampai kemudian bisa melakukan suatu kemampuan tertentu.

Namun sebagai gambaran, berikut perkembangan keterampilan sensorik bayi seiring bertambahnya usia:

Usia 0-3 bulan

Ibu menyusui dan bayi

Saat usia bayi 1 bulan, perkembangan penglihatan si kecil mampu jarak sekitar 30 sentimeter (cm). Menginjak usia bayi 2 bulan, bayi mulai mengikuti perpindahan mainan atau benda lain yang bergerak di depan wajahnya.

Pada rentang usia 0-3 bulan juga, ia bisa melihat warna tapi cukup terbatas. Ia juga sudah mulai melakukan kontak mata dengan orang lain, khususnya saat memasuki usia bayi 3 bulan. Di usia ini juga, si kecil mampu fokus pada suatu benda maupun wajah Anda pada jarak 1-2 meter.

Indra penciumannya juga terbilang sudah sepenuhnya berkembang. Ia mengerti bau yang manis, seperti aroma air susu ibu (ASI). Demikian juga indra pendengaran bayi yang sudah cukup banyak berkembang.

Hal ini terbukti saat ia tampak akan memberi reaksi saat mendengar suara yang sudah cukup familir baginya. Hal ini karena di usia 1 bulan, bayi senang saat mendengar suara manusia. Memasuki usia 8 minggu atau 2 bulan, si kecil juga mulai bersuara dengan mengucapkan “ooh” dan “aah”.

Buah hati Anda juga telah merasakan kemampuan sentuhannya, sehingga senang saat terjadi interaksi antara kulit ke kulit dengan Anda. Indra perasa yang dimilikinya juga telah berfungsi cukup baik, meski masih akan terus berkembang. Hal ini membuatnya bisa merasakan nikmatnya ASI yang Anda berikan.

Usia 3-6 bulan

tanda bayi cukup asi

Di rentang usia 3-6 bulan, kemampuan sensorik dari sisi indra penglihatan bayi semakin baik memperhatikan objek dan orang di sekitarnya. Tepat di usia bayi 4 bulan, si kecil bisa fokus melihat suatu objek dan wajah Anda, bahkan di jarak 1-2 meter.

Penciumannya juga semakin tajam. Ini membuatnya cenderung tertarik pada aroma makanan, dan menunjukkan reaksi tertentu saat menghirup aroma yang tidak sedap.

Si kecil juga akan mulai mengerti suara yang berkaitan dengan suatu objek. Saat usia bayi 4 bulan, buah hati Anda juga dapat mengoceh sendiri dan mulai memahami bahwa nada suara memiliki arti yang berbeda.

Di akhir usia bayi 6 bulan, biasanya ia mulai meniru suara yang baru saja didengarnya. Seiring dengan perkenalan terhadap makanan pendamping ASI (MPASI), kemampuan merasakan makanannya mulai terbuka untuk rasa lain, contohnya rasa asin dari garam. Minatnya ketika melihat makanan yang dimakan orang lain juga mulai tampak.

Usia 6-9 bulan

cara membuat bayi tertawa

Dalam hal penglihatan, si kecil mulai bisa melakukan kontrol mata serta koordinasi antara mata dan tangan yang lebih baik. Memasuki usia bayi 28 minggu atau 7 bulan, penglihatan bayi sudah sama seperti orang dewasa.

Selain itu, ia juga mulai mampu mengaitkan bau dengan suatu rasa sebagai bentuk perkembangan penciuman bayi. Di sisi lain, buah hati Anda juga bisa mengenali darimana arah suara yang ia dengar berasal, dan hafal dengan kata-kata yang sering ia dengar.

Sedangkan dalam keterampilan sentuhan, si kecil dapat mengenal tekstur makanan maupun objek apa pun yang ia sentuh. Indra perasanya juga berkembang semakin baik, karena tertarik untuk meraih dan mencicipi makanan yang ada di dekatnya.

Usia 9-12 bulan

perkembangan bayi 26 minggu perkembangan bayi 6 bulan 2 minggu

Menginjak usia 9-12 bulan ini, bayi sudah lebih mampu melihat objek di jarak yang cukup jauh. Hal ini membuatnya mudah meraih benda yang ia inginkan. Dalam hal penciuman, ia mulai mengerti aroma atau bau apa yang ia sukai, dan menunjukkan reaksi saat menghirup bau yang kurang menyenangkan.

Kemampuan pendengarannya juga semakin baik, karena bisa mengenali dan bereaksi saat mendengar lagu atau suara. Buah hati Anda masih terus belajar untuk meraih suatu objek, baik di jarak yang dekat maupun jauh.

Ini merupakan bentuk dari perkembangan kemampuan sensorik dalam hal sentuhan. Begitu pula dalam kemampuannya untuk merasakan sesuatu, di usia bayi 9 bulan sampai usia bayi 12 bulan, si kecil terlihat lebih menikmati berbagai rasa makanan.

Usia 12-24 bulan

perkembangan bayi 18 bulan perkembangan bayi 1 tahun 6 bulan

Perkembangan sensorik pada bayi adalah hal yang masih akan terus berkembang selama masa pertumbuhannya. Terbukti, tepat setelah usia bayi 12 bulan atau 1 tahun, perkembangan sensorik bayi tentu semakin meningkat.

Ia bisa melihat permukaan reflektif seperti cermin, mendengar sekaligus mengenal suara, serta mau makan aneka rasa makanan yang berbeda-beda. Kemampuannya dalam mencium sesuatu juga lebih baik, sehingga membuatnya mampu menilai bau yang ia hirup.

Bahkan, ia bisa menyentuh berbagai macam objek yang mendukungnya untuk bermain, menggambar, menulis, dan lainnya.

Bagaimana cara mengasah kemampuan sensorik bayi?

Sumber: Bebez Club

Selama masa awal kehidupannya, bayi cenderung berkembang dengan sangat pesat. Agar kemampuan sensorik si kecil terasah dengan baik, Anda dapat membantunya mengembangkan keterampilan tersebut.

Usia 0-6 bulan

Beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan kemampuan sensorik bayi usia 0-6 bulan adalah sebagai berikut:

1. Sering menatap mata bayi

Sejak pertama kali lahir, bayi akan senang dan sering melihat mata Anda. Untuk mendorong kemampuan sensorik bayi dalam hal penglihatan, Anda bisa membantunya dengan sering menatap mata si kecil.

2. Ajak bayi bicara

Sembari menatap matanya, ajak juga ia bicara, bernyanyi, maupun membacakannya cerita. Di samping melatih penglihatan, suara yang ia dengar setiap kali Anda mengatakan sesuatu akan membantunya untuk mengenali suara Anda.

3. Makan beragam sumber makanan

Bagi bayi yang masih memperoleh ASI, maka Anda dapat mengonsumsi berbagai makanan yang berbeda. Hal ini dapat memberikan rasa yang berbeda pula pada ASI. Perbedaan rasa tersebut akan melatih kemampuan sensorik bayi untuk merasakan berbagai rasa makanan, meski secara tidak langsung.

4. Beri mainan dengan tekstur yang berbeda-beda

Setiap kali memegang mainan atau benda dengan tekstur yang berbeda-beda, akan melatih kemampuannya menyentuh dan merasakan berbagai tekstur benda.

5. Lakukan kontak langsung

Sementara untuk meningkat kemampuan sensorik dalam hal sentuhan, Anda bisa coba lebih untuk lebih sering melakukan kontak antar kulit. Anda dapat memeluk bayi, menyusui, memandikan, dan kegiatan lainnya yang menimbulkan sentuhan pada kulitnya.

Usia 6-12 bulan

Beberapa cara untuk meningkatkan kemampuan sensorik bayi usia 6-12 bulan yang dapat Anda lakukan adalah sebagai berikut:

1. Bermain cilukba

Latih kemampuan sensorik bayi dalam hal penglihatan dengan mengajaknya bermain cilukba. Cara lainnya, Anda juga bisa memperkenalkan mainan atau benda baru yang aman sebagai pengalaman baru untuk bayi.

2. Berikan bayi beragam rasa makanan baru

Setiap kali Anda memberikan makanan maupun memperkenalkan makanan baru, indra penciuman dan perasa si kecil semakin terlatih. Cara ini akan membantunya untuk belajar menghirup aroma berbagai jenis makanan.

Anda juga dapat menawarkan makanan jari (finger food) yang mudah digenggam dan membuatnya mengetahui berbagai rasa dan tekstur makanan baru.

3. Biarkan bayi mendengarkan musik

Latih kemampuan sensorik bayi dalam hal pendengaran dengan mengajaknya berkomunikasi dua arah, dan menyetel musik yang menyenangkan untuknya.

4. Berikan mainan yang mendorong bayi mengontrol jari dan tangannya

Anda bisa memberikannya mainan yang memiliki tangkai sehingga bisa digenggam. Dengan begitu, dapat melatih kemampuan sensorik bayi dalam hal sentuhan menggunakan jari-jari dan tangannya.

Usia 12-24 bulan

Beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan kemampuan sensorik bayi usia 12-18 bulan adalah sebagai berikut:

1. Perlihatkan kaca atau permukaan yang memantulkan gambar

Di usia ini sebenarnya penglihatan bayi sudah sama seperti orang dewasa. Hanya saja, Anda bisa membantu mengasahnya dengan membawa bayi ke depan kaca, dan biarkan ia memerhatikan pantulan gambar dirinya dan sekitarnya.

2. Perkenalkan berbagai aroma benda

Sebagai proses pembelajaran kemampuan sensorik dalam penciuman, Anda bisa memberikan bunga, buku yang masih baru, pakaian baru, dan benda lainnya dengan aroma yang khas. Cara ini akan membantu si kecil untuk mengenal beraneka ragam aroma benda-benda yang mungkin belum pernah ia hirup sebelumnya.

3. Jangan ragu untuk memperkenalkan jenis makanan baru

Berbagai jenis makanan baru akan membantu bayi untuk belajar aneka tekstur dan rasa makanan. Terkadang, ia mungkin akan menolak suatu jenis makanan tertentu.

Anda bisa memutar otak untuk mengolah makanan tersebut dalam bentuk dan tekstur berbeda, bahkan dicampur dengan bahan makanan lainnya agar bisa menghasilkan rasa yang berbeda pula. Mungkin dengan cara ini, si kecil akan lebih menyukai makanan yang sebelumnya kurang ia senangi.

Kemampuan sensorik bayi sama pentingnya dengan berbagai perkembangan bayi yang lain. Mengetahui tahap-tahap perkembangan kemampuan sensorik dan cara mengasahnya, dapat membantu Anda mengoptimalkan perkembangan si kecil.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: November 21, 2019 | Terakhir Diedit: Januari 22, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca