Ada masanya bayi memasukkan benda apa saja ke dalam mulutnya, entah itu makanan, mainan, bahkan sampai perabotan rumah. Anda sebagai ibu tentunya khawatir dengan hal ini karena mungkin saja bisa menyebabkan anak sakit (diare misalnya). Ya, benda-benda yang masuk ke mulut bayi mungkin saja mengandung kuman yang dapat menyebabkan diare. Lalu, bagaimana cara menghentikan kebiasaan bayi memasukkan benda ke mulut?

Di usianya berapa bayi mulai senang memasukkan benda ke mulut?

Memasukkan benda ke dalam mulut merupakan hal yang normal dilakukan bayi. Ini bahkan merupakan tanda bahwa bayi sedang tertarik mempelajari lingkungan yang ada di sekitarnya. Bayi belajar memahami dunia di sekitarnya dengan cara melihat, menyentuh, mendengar, mencium, serta merasakan. Hal ini biasanya terjadi saat bayi mulai menginjak usia tujuh bulan sampai satu tahun.

Saat bayi memasukkan benda ke mulut, sebenarnya ia sedang mempelajari banyak hal. Misalnya, belajar mengoordinasikan gerakan tangan dengan matanya saat mengambil benda atau makanan, belajar mengenali bentuk, tekstur, dan rasa saat mengemut benda dalam mulutnya, serta lain sebagainya.

Selain itu, kebiasaan menggigit benda yang ada di sekelilingnya juga banyak dihubungkan dengan gigi bayi yang mulai tumbuh. Pertumbuhan gigi pertama bayi membuatnya tidak merasa nyaman dan dengan menggigit sesuatu mungkin dapat memberi kenyamanan baginya.

Lalu, apa yang harus dilakukan saat bayi suka menggigit benda di dekatnya?

Walaupun baik bagi perkembangan bayi, namun kebiasaan mengemut benda di sekelilingnya tentu bukan kebiasaan baik. Hal ini bisa saja menyebabkan bayi tersedak atau bayi sakit diare karena kuman yang menempel pada benda yang dijilatnya. Tak hanya itu, hal ini mungkin juga dapat menyebabkan bayi keracunan karena benda yang dijilatnya mengandung bahan kimia tertentu yang berbahaya.

Untuk itu, sebaiknya selalu awasi bayi. Beberapa hal yang harus Anda lakukan adalah:

  • Jauhkan benda berbahaya dari jangkauan bayi. Saat ia sudah bisa berpindah tempat dengan merangkak atau merambat, lebih mudah baginya untuk mengambil benda dan memasukkannya ke dalam mulut. Saat ini, Anda harus menaruh benda-benda berbahaya dari jangkauan bayi, seperti obat, pengharum ruangan, dan lain sebagainya.
  • Pastikan tangan dan kaki bayi Anda selalu bersih. Selain barang, biasanya bayi juga memasukkan tangan atau kakinya ke dalam mulut. Sehingga, dengan menjamin kebersihan tangan dan kaki bayi, kuman-kuman penyebab penyakit tidak masuk ke dalam tubuh bayi.
  • Alihkan perhatian bayi. Jika bayi mulai menggigit atau memasukkan benda ke dalam mulutnya, alihkanlah perhatian bayi pada hal lain. Misalnya, ajak bayi main bersama, ajak bayi jalan keluar, atau lain sebagainya.
  • Tawarkan bayi makanan saat bayi mulai terlihat menggigit, menjilat, atau memasukkan benda apapun ke dalam mulutnya. Hal ini tentu akan lebih baik. Anda bisa menawarkan makanan yang mudah bayi genggam, misalnya apel, melon, wortel yang sudah dikukus, brokoli yang sudah dikukus, mentimun, dan lain sebagainya. Ini juga dapat membantu bayi mengenali rasa, bentuk, dan tekstur setiap makanan.

Baca Juga:

Sumber
Arinda Veratamala, S.Gz Gizi Ibu dan Anak
Arinda Veratamala adalah ahli gizi lulusan program studi Ilmu Gizi dari Universitas Indonesia. Bakatnya di bidang penulisan mendorongnya untuk menelurkan buku berjudul "Gizi Anak dan Remaja" bersama dengan kedua dosennya di 2017. Kecintaannya pada dunia gizi, terutama gizi untuk ibu, bayi, anak, sampai remaja, membuatnya ingin terus menghasilkan karya tulisan yang bisa bermanfaat bagi banyak orang. Hal ini karena ia sadar bahwa fase ibu dan anak adalah fondasi awal untuk menciptakan generasi yang hebat.
Selengkapnya
Artikel Terbaru