Rambut Anak Berubah Warna Mirip Rambut Jagung? Mungkin Gejala Kwashiorkor

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Kwashiorkor adalah bentuk malnutrisi atau kurang gizi yang sering terjadi pada anak-anak di negara berkembang. Kemiskinan dan kekurangan bahan pangan merupakan dua penyebab utamanya. Anak membutuhkan gizi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Tak heran jika anak-anak memiliki kebutuhan zat gizi yang tinggi. Namun, kebutuhan zat gizi yang tinggi ini kadang tidak sejalan dengan pemenuhan gizi untuk si anak. Akibatnya, anak pun dapat menderita kekurangan gizi.

Apa itu kwashiorkor atau kurang gizi?

Kwashiorkor juga dikenal sebagai edematous malnutrition, karena gejala umum yang terlihat adalah edema atau penumpukan cairan pada tubuh. Terutama pada daerah mata kaki dan perut.

Kwashiorkor merupakan gangguan gizi yang paling sering terlihat di daerah yang mengalami kelaparan. Ini adalah salah satu bentuk kekurangan gizi yang disebabkan oleh kekurangan protein dalam makanan. Orang yang memiliki kwashiorkor biasanya memilki penampilan yang sangat kurus di semua bagian tubuh kecuali pergelangan kaki, kaki, dan perut yang membengkak dengan cairan.

Mengapa anak bisa memiliki kwashiorkor?

Kwashiorkor disebabkan oleh kekurangan asupan protein dalam makanan. Padahal, setiap sel di tubuh Anda mengandung protein, yang digunakan untuk memperbaiki sel yang rusak dan membentuk sel baru. Tubuh manusia yang sehat meregenerasi sel dengan cara ini terus-menerus. Jika tubuh kekurangan protein, maka pertumbuhan dan fungsi tubuh yang normal akan mulai terhambat, dan malnutrisi ini pun bisa terjadi.

Pasokan pangan yang terbatas sering terjadi di negara-negara berkembang selama masa kelaparan yang disebabkan oleh bencana alam, seperti kekeringan atau banjir, bahkan saat kerusuhan politik.

Kurangnya pengetahuan gizi dan ketergantungan daerah pada diet rendah protein juga dapat menyebabkan kondisi ini.

Gejala yang terlihat jika anak memiliki kwashiorkor

Tanda-tanda dan gejala yang bisa terlihat pada anak yang memiliki kondisi malnutrisi ini antara lain:

  • Perubahan warna rambut dan tekstur menjadi kuning kemerahan (warna karat) serta kering, rapuh atau rontok
  • Perubahan pigmen kulit, terlihat ruam (dermatitis)
  • Lemas dan pucat
  • Hilangnya massa otot
  • Diare
  • Edema (bengkak) pada pergelangan kaki, kaki, dan perut.
  • Kegagalan tumbuh atau bertambah berat
  • Sistem kekebalan tubuh yang rusak, yang dapat menyebabkan infeksi yang lebih sering dan parah.
  • Mudah marah
  • Shock

Bagaimana kwashiorkor didiagnosis?

Jika anak Anda memiliki beberapa gejala penyakit ini, dokter akan terlebih dahulu memeriksa berat badan, tinggi badan ditambah pemeriksaan pembesaran hati (hepatomegali) dan pembengkakan pada bagian tubuh.

Selanjutnya, diperlukan pemeriksaan darah dan tes urine untuk mengukur kadar protein dan gula dalam darah anak Anda. Tes ini dapat mencari kerusakan otot dan menilai fungsi ginjal, kesehatan secara keseluruhan, dan status pertumbuhan anak. Pemeriksaan yang dimaksud meliputi:

  • Gas darah arteri
  • Blood Urea Nitrogen (BUN)
  • Kadar kreatinin darah
  • Kadar kalium darah
  • Urinalisis
  • Hitung darah lengkap (CBC)

Pengobatan dan perawatan anak

Kebanyakan anak yang memiliki kwashiorkor bisa sembuh total jika mereka dirawat lebih awal. Pengobatan dilakukan dengan pengenalan kalori dan protein ekstra ke dalam makanan. Anak-anak dengan kwashiorkor mungkin tidak bisa tumbuh atau berkembang dengan baik dan dapat tetap terhambat sampai sisa hidupnya.

Ada komplikasi serius jika tidak mendapatkan perawatan dengan cepat atau tertunda, seperti koma, syok, dan cacat mental dan fisik permanen. Kwashiorkor juga bisa mengancam nyawa jika tidak diobati.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca