Panduan Memenuhi Kebutuhan Gizi Balita Usia 1-5 Tahun

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 September 2020 . Waktu baca 11 menit
Bagikan sekarang

Memenuhi kebutuhan gizi anak tidak hanya ketika ia mulai MPASI, tetapi juga ketika sudah masuk usia balita. Semakin besar, balita sudah mulai mengerti makanan yang ia sukai dan tidak. Di masa ini, ibu perlu mencari cara agar anak tetap mau makan dengan gizi dan nutrisi yang baik untuk balita. Berikut panduan kebutuhan gizi seimbang pada balita agar perkembangan anak berjalan dengan optimal.

Kebutuhan gizi balita usia 1-3 tahun

Sebagai acuan, menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) tahun 2013, status kebutuhan gizi makro harian balita usia satu sampai tiga tahun meliputi:

  • Energi: 1125 kilo kalori (kkal)
  • Protein: 26 gram
  • Karbohidrat: 155 gram
  • Lemak: 44 gram
  • Air: 1200 milimeter (ml)
  • Serat: 16 gram

Sementara kebutuhan zat gizi mikro harian anak, meliputi:

Vitamin

Jenis vitamin yang perlu didapatkan oleh anak usia 1-3 tahun yaitu:

  • Vitamin A: 400 mikrogram (mcg)
  • Vitamin D: 15 mcg
  • Vitamin E: 6 miligram (mg)
  • Vitamin K: 15 mcg

Sementara takaran dan jenis mineral yang beri diperoleh si kecil usia 1-3 tahun, seperti:

Mineral

  • Kalsium: 650 gram
  • Fosfor: 500 gram
  • Magnesium: 60 mg
  • Natrium: 1000 mg
  • Besi: 8 mg

Berbagai mineral di atas merupakan kebutuhan gizi makro dan mikro pada balita usia 1 tahun sampai balita usia 3  tahun yangperlu dipenuhi agar kesehatan si kecil tetap terjaga.

Panduan menu dan pola makan balita usia 1-3 tahun agar gizi terpenuhi

menu makan sesuai gizi balita 1-3 tahun

Mengutip dari Healthy Children, pola makan anak usia 1-3 tahun harus mengonsumsi makanan sehat tiga kali sehari dan dua kali camilan. Namun memberikan camilan tidak bisa sembarangan, tetap harus camilan sehat untuk balita.

Menu makanannya bisa disesuaikan dengan anggota keluarga lainnya. Mengingat di usia dua tahun balita sudah semakin aktif bicara, Anda bisa memberikan menu makanan sesuai kebutuhan gizi yang seimbang pada balita.

Karbohidrat

Ada dua jenis karbohidrat yang terkandung di dalam makanan, karbohidrat kompleks dan sederhana. Mengutip dari Kids Health, karbohidrat sederhana adalah nama lain dari gula yang bisa ditemukan di gula putih, buah, susu, madu, sampai permen. 

Sementara karbohidrat kompleks adalah jenis karbohidrat yang cenderung lebih sulit dicerna dan membuat anak lebih cepat kenyang.

Beberapa makanan yang termasuk karbohidrat kompleks yaitu: kelompok umbi-umbian (kentang dan ubi), roti, pasta, jagung, gandum, singkong.

Selain mengandung karbohidrat yang bisa melengkapi kebutuhan nutrisi balita, makanan di atas juga mengandung vitamin, mineral, dan serat yang membantu pencernaan.

Protein

Kebutuhan protein balita bisa dipenuhi dari beberapa jenis makanan, yaitu produk hewani dan nabati dengan kadar yang berbeda.

Kandungan protein di dalam produk hewani lebih tinggi, beberapa jenisnya seperti susu, telur, daging, ayam, dan makanan laut.

Sementara untuk produk nabati, seperti kacang-kacangan, sayuran, dan biji-bijian, kandungan proteinnya lebih rendah. Berikut penjelasan seputar jenis protein yang bisa memenuhi kebutuhan gizi balita.

Lemak

Untuk meningkatkan asupan lemak balita, jangan lupa untuk meningkatkan kualitas lemak dan sesuaikan dengan kebutuhan kalori si kecil. Tetap perhatikan sumber lemak, apakah lemak sehat atau tidak. 

American Heart Association merekomendasikan anak usia 2-3 tahun mengonsumsi lemak total sekitar 30 sampai 35 persen dari kalorinya.

Sementara itu untuk anak usia 4-18 tahun, kadar lemak yang dikonsumsi per hari sekitar 25-35 persen dari total kalori. 

Beberapa sumber lemak tak jenuh bisa didapatkan dari kacang-kacangan, ikan, dan minyak sayur.

Serat

Serat bisa ditemukan di beberapa jenis makanan. Namun, survei yang diterbitkan dalam Journal of Human Nutrition and Dietetics menyebutkan bahwa 95 persen balita dan orang dewasa tidak mengonsumsi serat yang cukup.

Bahkan, anak-anak dan balita sering kali tidak memenuhi kebutuhan serat yang direkomendasikan setiap harinya.

Padahal menu makanan kaya serat bisa membantu mengendalikan rasa lapar, menjaga kadar gula darah tetap stabil, dan membantu menjaga berat badan balita agar tetap ideal.

Sesuaikan menu makanan yang kaya serat dengan porsi makan si kecil, seperti pisang, apel, wortel, oatmeal, atau roti gandum.

Tambahkan jenis makanan lain dengan berbagai nutrisi lainnya agar lebih menggugah nafsu makan balita Anda.

Cairan

Mengutip dari laman Kids health, jumlah kebutuhan cairan balita tergantung pada usia, ukuran tubuh anak, kesehatan, tingkat aktivitas, sampai cuaca (suhu udara dan tingkat kelembapan).

Biasanya, anak balita akan lebih banyak minum ketika ia sedang bergerak aktif, seperti berolahraga atau bermain permainan fisik. 

Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) tahun 2013, kebutuhan cairan balita usai 2-5 tahun yaitu:

  • Balita usia 1-3 tahun: 1200 ml 
  • Balita usia 4-6 tahun: 1500 ml

Angka kebutuhan cairan anak balita di atas tidak harus dari air putih atau air mineral, tetapi bisa dari susu UHT atau formula yang dikonsumsi sehari-hari.

Anda bisa memberikan air putih saat bangun pagi, setelah makan, atau saat selesai berolahraga.

Setelah berolahraga atau berkegiatan aktif anak membutuhkan cairan untuk mengisi kembali cairan yang hilang lewat keringat. Susu bisa diberikan sebagai selingan atau ketika si kecil akan pergi tidur. 

Anak balita usia 1-5 tahun sedang sangat aktif dan membutuhkan banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang. Balita cenderung lebih mudah mengalami dehidrasi karena sering mengabaikan rasa haus ketika asyik bermain. 

Kebutuhan gizi balita usia 4-5 tahun

Berdasarkan tabel Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2013 status kebutuhan gizi makro harian balita usia pra sekolah (4-5 tahun) meliputi:

  • Energi: 1600 kilo kalori (kkal)
  • Protein: 35 gram
  • Karbohidrat: 220 gram
  • Lemak: 62 gram
  • Air: 1500 milimeter (ml)
  • Serat: 22 gram

Sementara kebutuhan zat gizi mikro harian anak, meliputi:

Vitamin

Jenis vitamin yang perlu didapatkan oleh anak prasekolah usia 4-5 tahun yaitu:

  • Vitamin A: 450 mikrogram (mcg)
  • Vitamin D: 15 mcg
  • Vitamin E: 7 miligram (mg)
  • Vitamin K: 20 mcg

Sementara takaran dan jenis mineral yang beri diperoleh anak prasekolah usia 4-5 tahun, seperti:

Mineral

  • Kalsium: 1000 gram
  • Fosfor: 500 gram
  • Magnesium: 95 mg
  • Natrium: 1200 mg
  • Besi: 9 mg

Berbagai mineral di atas merupakan kebutuhan gizi makro dan mikro pada balita perlu dipenuhi agar kesehatan si kecil tetap terjaga. Konsultasikan ke dokter untuk informasi lebih lanjut dan menyesuaikan dengan kondisi anak.

Panduan menu makan balita sesuai gizi seimbang

gizi balita

Di usia empat sampai lima tahun atau usia prasekolah, perubahan nafsu makan anak sangat normal terjadi. Berikut panduan porsi dan menu makanan balita agar gizi tetap terpenuhi:

Makan pagi

Dalam sehari, konsumsi karbohidrat untuk anak 4-5 tahun setidaknya enam kali sehari dengan ketentuan makan sedikit-sedikit tapi sering. Beberapa pilihan menunya:

  • 2 lembar roti gandum (70 gram)
  • 4 lembar daun selada (10 gram)
  • 3 iris tomat (10 gram)
  • 1 lembar daging asap rebus (30 gram)
  • 1 gelas susu putih (200 ml)

Anda bisa memberikan sumber karbohidrat secara selang-seling supaya anak tidak bosan.

Selingan (camilan)

  • 2 potong buah pepaya ukuran besar (200 gram)

Makan siang 

  • 1 piring nasi putih (100 gram)
  • 1 mangkuk sedang sayur bayam bening (40 gram)
  • 1 potong dada ayam panggang tanpa kulit (55 gram)
  • 1 potong tahu (50 gram)

Selingan (camilan)

Camilan bisa dalam bentuk buah, seperti:

  • 1 buah mangga ukuran besar (200 gram)

Potong buah dalam ukuran kecil untuk mengurangi risiko anak pra sekolah tersedak.

Makan malam 

  • 1 piring nasi putih (100 gram)
  • 1 mangnkuk sedang tumis sawi hijau (40 gram)
  • 1 potong sup ikan patin (50 gram)
  • 1 potong tempe (50 gram)

Biarkan anak memilih sendiri makanan yang ingin disantap. Anda tidak perlu memberi susu rendah lemak untuk balita karena ia masih dalam masa pertumbuhan dan membutuhkan lemak.

Hal yang harus perhatikan menu makan gizi balita

susu dan makanan lainnya untuk memenuhi nutrisi pertumbuhan anak

Ketika memberi makanan pada anak, sangat penting menghindari kondisi tersedak yang bisa membahayakan si kecil. Berikut jenis makanan yang sebaiknya tidak diberikan atau diberikan tapi dengan pengawasan:

  • Tipe makanan licin (anggur utuh, sosis, bakso, permen)
  • Makanan berukuran kecil (kacang-kacangan, keripik, popcorn)
  • Makanan yang lengket (selai, marshmallow)

Untuk mengatasinya, selalu potong makanan balita menjadi potongan kecil yang mudah dikunyah dan selalu perhatikan setiap dia makan agar tidak tersedak.

Selain itu, dengan memperhatikan anak saat makan bisa membuat Anda tahu bila si kecil memiliki alergi terhadap makanan tertentu. Ini penting agar ia bisa segera ditangani oleh dokter.

Cara mengatasi kebiasaan makan yang buruk pada anak

Masuk usia 1 tahun, anak sudah bisa diberikan menu makanan seperti orang dewasa. Ini membuatnya semakin sering mencoba berbagai makanan yang dilihat.

Hal ini tentu saja tidak terkecuali jajanan yang kurang sehat. Untuk mengatasinya, ada beberapa cara yang bisa ibu lakukan, yaitu:

Ikuti menu makanan yang diinginkan anak

Bukan berarti Anda memberi jajanan yang tidak sehat setiap hari, tapi bisa memberi pilihan lain yang disukai anak. Jika anak menyukai gorengan, Anda bisa membuatnya di rumah dengan bahan-bahan dan minyak yang lebih bersih.

Terkadang anak menyukai satu makanan dan ingin terus memakannya selama satu minggu. Memang terasa mengesalkan, tapi ini wajar terjadi di usia anak tiga tahun. Selama makanan tersebut memenuhi kebutuhan gizi pada balita, tidak perlu khawatir. 

Memberi variasi menu makanan bergizi

Saat menghidangkan menu makanan, beri beberapa pilihan yang bergizi dan biarkan anak untuk memilih. Sebagai contoh, Anda bisa menyediakan sayur bayam, tempe, tahu, dan ayam goreng.

Berbagai menu makan yang variatif itu cukup untuk memenuhi gizi pada balita. Jadi, kalau anak hanya memilih dua dari makanan tersebut, gizinya masih tercukupi

Agar waktu makan lebih terjadwal, Anda bisa melakukan beberapa hal, seperti:

  • Terapkan aturan makan yaitu makan 30 menit, sambil duduk, tidak dengan menonton televisi atau video dan tidak dengan bermain.
  • Berikan makanan dalam porsi kecil.
  • Mengenalkan makanan satu per satu agar anak tidak bingung.
  • Angkat piring atau mangkuk ketika anak mulai memainkan makanan.
  • Sajikan beberapa jenis makanan, lalu biarkan anak memilih.
  • Makan bersama anggota keluarga lain.
  • Membersihkan mulut dan tangan setelah anak makan.

Anda bisa melakukan cara di atas agar pemberian gizi seimbang pada balita tetap bisa berjalan dengan baik.

Mencegah anak kelebihan berat badan

ukur berat badan anak penting

Bila anak Anda terlalu banyak makan sampai kelebihan berat badan, hal pertama yang wajib dilakukan adalah berkonsultasi dengan dokter. 

Berikut cara mencegah berat badan berlebih pada anak:

  • Mengatur jadwal ngemil untuk menjaga ritme makan anak
  • Perhatikan cemilan anak, jika anak sering mengonsumsi camilan manis, ganti dengan buah.
  • Setelah anak usia 2 tahun, bisa diberikan susu rendah lemak.
  • Ajak di kecil berolahraga.
  • Sesuaikan porsi makan dengan usianya dan jangan berlebihan.

Bila Anda ingin mencegah kenaikan berat badan pada anak, beberapa langkah di atas bisa membantu. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

8 Macam Makanan untuk Mendukung Kecerdasan dan Perkembangan Otak Bayi

Otak bayi berkembang pesat sejak dalam kandungan hingga usia 2 tahun. Ini daftar nutrisi yang dibutuhkan untuk mengoptimalkan perkembangan otak bayi.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Gizi Bayi, Parenting 7 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

8 Mitos Seputar Makanan Bayi yang Harus Ditinggalkan

Ada beragam mitos makanan bayi yang banyak beredar. Sudahkah Anda tahu apa saja mitos mengenai makanan bayi beserta kebenarannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Gizi Bayi, Parenting 7 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Kenapa Anak Saya Sekarang Jadi Tidak Nafsu Makan?

Saat anak tidak nafsu makan, Anda pasti khawatir. Hal ini bisa berlangsung sementara atau lebih lama. Namun, apakah hal ini wajar terjadi pada tiap anak?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Parenting, Nutrisi Anak 6 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Panduan Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) Bayi

Makanan pertama untuk bayi (MPASI) perlu diberikan secara bertahap selepas ASI eksklusif selama 6 bulan pertamanya. Bagaimana aturannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Gizi Bayi, Parenting 6 Oktober 2020 . Waktu baca 19 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kandungan asi

Mengenal ASI: Jenis, Warna, Kandungan, dan Kebutuhan Harian untuk Bayi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 14 menit
masalah gizi pada bayi

5 Masalah Gizi yang Mungkin Terjadi pada Bayi Serta Cara Penanganannya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit
resep menu mpasi bayi 6 bulan

Panduan Merancang Menu MPASI Bayi 6 Sampai 11 Bulan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit
yoghurt untuk anak bayi

Sebelum Memberikan Yoghurt untuk Bayi, Ini Panduan yang Perlu Dipahami

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit