Hipoglikemia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16 September 2020 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Pengertian

Apa itu hipoglikemia?

Hipoglikemia adalah kondisi ketika kadar gula darah tubuh (glukosa) rendah berada di bawah batas normal, yaitu kurang dari 70mg/dL. Orang dengan diabetes melitus memang lebih rentan mengalami kondisi ini karena pengobatan tertentu untuk menurunkan kadar gula darah yang tinggi. Namun, orang sehat sekalipun sebenarnya bisa mengalami masalah ini.

Terdapat dua jenis gula darah rendah non-diabetes, yaitu:

  1. Hipoglikemia reaktif, yaitu gula darah rendah yang terjadi dalam beberapa jam setelah makan.
  2. Hipoglikemia puasa, yaitu gula darah rendah yang tidak terkait dengan makan. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh penggunaan obat tertentu (salisilat, antibiotik golongan sulfa atau quinine), konsumsi alkohol, mengalami gangguan hati, ginjal, dan jantung yang berat, insulinoma, dan kadar hormon glukagon yang rendah.

Hipoglikemia termasuk gangguan kesehatan yang bisa terjadi secara tiba-tiba. Jika tidak segera diobati, kondisi ini dapat memburuk dan menyebabkan masalah serius.

Sebaliknya, penanganan yang cepat dan tepat dapat membantu mengembalikan kadar gula darah rendah kembali ke batas kadar gula normal.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Hipoglikemia adalah kondisi yang umum. Meskipun sering dikaitkan dengan orang yang memiliki riwayat diabetes, tapi gula darah rendah juga dapat dialami oleh siapa pun.

Tanda & Gejala

Apa saja gejala hipoglikemia?

Jika kadar gula darah terlalu rendah, tubuh Anda tentu akan memunculkan reaksi. Beberapa ciri-ciri gula darah rendah atau hipoglikemia adalah:

  • Irama jantung tidak teratur atau jantung berdebar-debar
  • Lemah, lesu, dan tidak bertenaga
  • Mengantuk
  • Merasa lapar
  • Kulit pucat
  • Hilang keseimbangan
  • Kliyengan
  • Gelisah
  • Berkeringat
  • Badan gemetar
  • Sensasi kesemutan di sekitar mulut
  • Mudah marah
  • Sulit untuk berkonsultasi

Ketika gula darah rendah tidak mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat, gejalanya dapat semakin memburuk. Kondisi ini menyebabkan munculnya gejala hipoglikemia berat.

Ciri-ciri kondisi gula darah rendah yang memburuk di antaranya:

  • Linglung
  • Penglihatan kabur
  • Kejang
  • Berperilaku seperti orang mabuk
  • Hilang kesadaran

Jika gejala gula darah rendah terjadi secara berulang dan menetap, ini bisa menyebabkan kerusakan otak yang berujung pada kejang, koma, hingga bahkan kematian.

Kapan harus pergi ke dokter?

Segera konsultasikan diri ke dokter atau bahkan cari pertolongan medis darurat ketika:

  • Mengalami salah satu atau lebih gejala hipoglikemia yang sudah disebutkan di atas tapi tidak memiliki penyakit diabetes.
  • Punya diabetes dan gejala hipoglikemia tidak membaik meski sudah diatasi dengan mengonsumsi makanan yang manis.
  • Memiliki penyakit diabetes dan riwayat gula darah rendah berulang sehingga muncul gejala hipoglikemia berat seperti kehilangan kesadaran.

Penyebab

Apa penyebab hipoglikemia?

Glukosa alias gula darah merupakan sumber energi utama bagi tubuh yang berasal dari makanan, terutama karbohidrat. Setelah makanan dicerna, glukosa akan diserap ke dalam aliran darah untuk disalurkan ke setiap sel-sel tubuh.

Nah selama proses ini, pankreas akan memproduksi hormon insulin untuk membantu sel-sel tubuh menggunakan glukosa sebagai bahan bakar.

Hormon insulin alaminya menurun ketika glukosa darah meningkat. Namun, asupan insulin yang berlebihan justru dapat menyebabkan kadar gula darah Anda turun terlalu rendah sehingga menimbulkan gejala hipoglikemia.

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan kondisi ini terjadi sehingga kadar gula darah turun secara drastis. Menurut National Institute of Diabetes penyebab hipoglikemia, di antaranya: 

  • Efek samping suntik insulin
  • Pola makan tidak teratur
  • Olahraga berat
  • Obat-obatan yang menurunkan gula darah
  • Minum alkohol berlebihan
  • Kondisi medis tertentu, seperti penyakit hati dan ginjal, serta anoreksia nervosa
  • Produksi insulin yang berlebih oleh pankreas, akibat tumor pankreas, obesitas, atau terlalu banyak makan karbohidrat
  • Gangguan hormon
  • Puasa

Faktor Risiko

Apa yang meningkatkan risiko terkena hipoglikemia?

Beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko terkena hipoglikemia adalah:

  • Memiliki riwayat penyakit diabetes
  • Menjalani pengobatan diabetes atau terapi insulin
  • Mengonsumsi obat sulfonilurea (seperti glibenclamide, gliclazide, glipizide, glimepiride, tolbutamide) dan glukosa prandial (seperti repaglinide, nateglinide)
  • Obesitas atau kelebihan berat badan
  • Mengonsumsi alkohol secara berlebihan

Komplikasi

Apa saja komplikasi hipoglikemia yang mungkin terjadi?

Hipoglikemia yang tidak ditangani, dapat menyebabkan:

  • Kejang
  • Hilang kesadaran
  • Kematian

Akibat lain karena kadar gula darah terlalu rendah juga dapat membuat Anda mengalami kecelakaan, seperti:

  • Terjatuh
  • Cedera
  • Kecelakaan saat berkendara

Anda juga mungkin mengalami kondisi yang disebut koma diabetik akibat hipoglikemia ekstrem. Glukosa adalah satu-satunya makanan bagi otak Anda. Jika kadar gula darah terlalu rendah, otak menjadi tidak memiliki energi untuk menjalankan fungsinya dengan baik. Kondisi ini merupakan kondisi darurat yang memerlukan penanganan segera.

Sangat penting untuk memahami gejala-gejala hipoglikemia yang muncul agar Anda terhindar dari komplikasi yang membahayakan nyawa. Segeralah cari pertolongan medis jika Anda mulai merasakan tanda-tanda di atas.

Penangan hipoglikemia yang cepat dapat menurunkan risiko Anda terkena komplikasi serius.

Diagnosis

Bagaimana mendiagnosis kondisi ini?

Cara utama untuk memeriksa apakah Anda hipoglikemia adalah dengan melakukan cek gula darah dengan mandiri menggunakan alat pengukur gula darah. Alat ini bisa Anda beli di apotek dan digunakan sendiri di rumah.

Normalnya, kadar gula gula darah puasa (GDP) di bawah 108 mg/dl dan gula darah 2 jam setelah makan di bawah 140 mg/dl. Sementara kadar gula dikatakan rendah apabila menunjukkan angka di bawah 70 mg/dl saat pemeriksaan.

Penting untuk mencatat tanggal, waktu, hasil tes, obat dan dosis, informasi makanan yang dikonsumsi dan olahraga setiap kali Anda melakukan cek darah. Selain itu, selalu perhatikan gejala gula darah rendah yang Anda alami.

Pastikan bahwa Anda telah mengerti cara menggunakan alat tersebut dan bagaimana mengambil sampel darah yang benar. Sebaiknya konsultasikan dulu pada dokter untuk cara penggunaan alat cek gula darah yang benar.

Untuk pemeriksaan medis, dokter mungkin akan melakukan tes darah lanjutan untuk menentukan penyebab gula darah rendah yang Anda alami sekaligus memeriksa fungsi hati, ginjal, dan pankreas.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana mengobati hipoglikemia?

Jika Anda atau orang terdekat Anda mengalami serangan gejala gula darah rendah, segera periksa kadar gula darah Anda dengan alat pengukur glukosa darah.

Untuk penanganan hipoglikemia setelahnya adalah segera konsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula untuk menaikan kadar gula darah, seperti:

  • Teh manis hangat
  • Permen
  • Jus buah mengandung gula

Selain itu, Anda juga disarankan mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik yang cukup tinggi, seperti roti putih, nasi putih, atau sereal. Biasanya gejala akan mereda setelah 10-20 menit. Hindarilah makan makanan berlemak karena dapat menghambat penyerapan gula.

Lakukan cek kadar gula darah dalam waktu 15 menit setelahnya. Apabila masih di bawah 70mg/dL, ulangi makan makanan berkarbohidrat seperti di atas.

Setelah kadar gula darah di atas 70 mg/dL, Anda boleh mengkonsumsi camilan yang mengandung karbohidrat dan protein, seperti biskuit kacang.

Jangan lupa konsultasikan dengan dokter Anda untuk penanganan yang lebih spesifik untuk hipoglikemia sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Menaikkan gula darah dengan tablet glukosa

Cara lain untuk mengatasi gula darah rendah, yakni dengan bantuan tablet glukosa. Minumlah tablet glukosa sesuai anjuran yang tersedia. Satu tablet glukosa biasanya mengandung sekitar 15-20 gram karbohidrat.

Setelah dikonsumsi, tunggu sampai sekitar 15 menit setelah makan dan minum lalu lanjutkan dengan memeriksa kembali kadar gula darah tubuh Anda.

Jika kadar gula di bawah 70 g/dL dan Anda mengalami penurunan kesadaran, sebaiknya Anda dibawa segera menuju fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan hipoglikemia darurat.

Ingat, hipoglikemia adalah kondisi yang perlu ditangani secara cepat dan tepat. Hal ini dilakukan guna mengurangi kemungkinan komplikasi seperti kejang, kehilangan kesadaran bahkan kematian.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah hipoglikemia?

Salah satu cara mencegah hipoglikemia adalah dengan mengontrol kadar gula darah tetap dalam batas normal. Beberapa hal yang dapat dilakukan, antara lain:

  • Jangan melewatkan atau menunda makan. Makanlah secara teratur sesuai jadwal sarapan, makan siang, dan makan malam.
  • Jika Anda menggunakan insulin atau obat oral diabetes, konsumsilah dengan dosis dan waktu yang dianjurkan dokter.
  • Rutin cek gula darah. Hal ini penting dilakukan untuk memastikan jika gula darah Anda berada dalam kisaran yang normal.
  • Untuk mencegah kadar gula darah rendah di malam hari, selalu rutin cek kadar gula darah sebelum tidur. 
  • Mengenali tanda dan gejala saat glukosa Anda rendah. 
  • Hindari makanan yang kaya akan gula karena selain dapat meningkatkan kadar gula darah Anda dengan cepat tapi juga dapat menyebabkan penurunan gula darah dengan cepat pada orang dengan hipoglikemia reaktif.
  • Hindari minum alkohol secara berlebihan terutama saat perut kosong. Alkohol dapat memengaruhi kemampuan tubuh untuk melepaskan glukosa.
  • Apabila Anda tidak menderita diabetes dan mengalami episode hipoglikemia berulang, cobalah makan makanan dengan porsi kecil tapi sering setiap hari untuk membantu mencegah kadar gula darah Anda menurun terlalu rendah. 

Jika terdapat pertanyaan lain mengenai kondisi gula darah rendah, lakukanlah konsultasi ke dokter Anda. Dokter akan menjelaskan secara rinci dan memberikan solusi terbaik yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Komplikasi Hiperglikemi Hiperosmolar Nonketotik (HHS) pada Diabetesi

Hyperosmolar Hyperglycemic State (HHS) adalah komplikasi diabetes yang disebabkan kadar gula darah yang sangat tinggi dan dapat berakibat fatal.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Penyebab Luka Diabetes Sulit Sembuh dan Cara Perawatannya

Diabetes kering dan basah sebenarnya merujuk pada kondisi luka yang dialami. Lantas, bagaimana cara mengobati luka diabetes yang sulit sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Akantosis Nigrikans, Saat Kulit Menebal dan Menghitam Akibat Diabetes

Akantosis nigrikans adalah gangguan kulit yang ditandai dengan kulit menebal dan menggelap. Kondisi ini bisa menjadi salah satu tanda diabetes.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 5 menit

6 Camilan Sehat yang Aman untuk Orang Diabetes

Punya diabetes bukan berarti tidak boleh ngemil, lho! Ganti keik cokelat favorit Anda dengan camilan yang lebih sehat dan aman untuk penderita diabetes.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

merawat kulit orang diabetes

Berbagai Perawatan untuk Menjaga Kesehatan Kulit

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Batasan Kadar Gula Darah yang Normal dalam Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 8 menit
gangguan penglihatan akibat diabetes

Berbagai Gangguan Mata yang Mungkin Terjadi Akibat Komplikasi Diabetes

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 8 September 2020 . Waktu baca 6 menit
kaki diabetes diabetik

Kaki Diabetik, Salah Satu Komplikasi Diabetes yang Bisa Berujung Amputasi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 8 September 2020 . Waktu baca 8 menit