Ketahui Berat Badan yang Ideal untuk Anak Usia 1-5 Tahun

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 September 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Berat badan balita adalah dua hal penting yang perlu diperhatikan dalam tahap perkembangan anak. Orangtua dapat membawa anak ke Posyandu atau Puskesmas setiap bulan untuk mengetahui angka pasti berat anak. Seperti apa perkembangan anak dilihat dari berat badan anak balita? Berikut penjelasan lengkapnya.

Berat badan ideal anak balita usia 1-5 tahun

berat badan ideal anak usia 3 tahun

Memantau pertumbuhan berat badan juga penting dilakukan agar bisa membantu si kecil mengejar pertumbuhannya yang ideal. Hal ini untuk mengantisipasi sewaktu-waktu pertumbuhan anak sedang mengalami perlambatan atau percepatan.

Sebagai orangtua, Anda bisa membantu pertumbuhan berat badan balita agar ideal dengan menyediakan hal-hal yang mendukungnya.

Berat badan ideal untuk anak balita usia 1-5 tahun

Meski berat badan si kecil hampir sama dengan anak lainnya, pertumbuhan fisiknya bisa jadi tidak sama dengan anak seusianya.

Hal ini membuktikan setiap anak juga belum tentu memiliki pertumbuhan yang lebih lambat atau lebih cepat. Untuk itu, Anda perlu mengetahui berapa berat badan balita yang ideal.

Berikut rinciannya sesuai dengan usia:

Anak balita usia 1-2 tahun

Penambahan berat badan balita usia 1-2 tahun tidak sebesar ketika ia baru lahir sampai usia 1 tahun. Mengutip dari Healthy Children, rata-rata berat badan bertambah 1,4 kg – 2,3 kilogram dalam setahun. 

Untuk perempuan, berat badan idealnya sekitar 8,9 kilogram – 11,5 kilogram. Sementara itu laki-laki sekitar 9,6 kilogram – 12,2 kilogram.

Anak balita usia 2-3 tahun

Sama seperti tahun sebelumnya, pertumbuhan berat badan balita usia 2-3 tahun tidak terlalu besar tapi masih termasuk ideal. Maka, orangtua perlu tahu kebutuhan nutrisi anak yang tepat. 

Untuk anak laki-laki, berat badan yang ideal sekitar 12,2 kilogram – 14,3 kilogram. Sementara untuk anak perempuan adalah 11,5 kilogram – 13,9 kilogram.

Anak balita 3-4 tahun

Dalam perkembangan anak usia 3 sampai 4 tahun, kenaikan berat badannya tidak jauh berbeda dengan usia sebelumnya. Berat badan anak balita di usia ini idealnya naik sekitar 1,5 kilogram dalam setahun.

Anak balita 4-5 tahun

Di usia 4-5 tahun, gerakan anak semakin lincah karena mereka sangat menyukai aktivitas fisik. Berat badan balita yang ideal di usia 4-5 tahun naik sekitar 2 kilogram dalam setahun.

Berikut ini merupakan rincian berat badan balita yang ideal untuk anak usia 1-5 tahun, berdasarkan Peraturan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

berat badan balita menurut kemenkes

Bila berat badan balita kurang dari rentang tersebut, tandanya termasuk kurang ideal. 

Sementara itu, berat badan balita yang lebih dari rentang tersebut menandakan kondisi tidak ideal karena anak kelebihan berat badan atau mengalami obesitas pada anak

Jika penurunan berat badan terjadi terus-menerus, bisa menjadi tanda pertumbuhan anak sedang bermasalah atau kondisi kesehatan anak sedang terganggu.

Faktor yang membuat berat badan anak balita susah naik

anak underweigt

Beberapa alasan yang mungkin menjadi masalah makan pada anak antara lain:

  • Kebiasaan memilih-milih makanan atau picky eater
  • Stres (bisa karena suasana yang berbeda dan tidak nyaman)
  • Gangguan makan yang berhubungan dengan kemampuan sensorik anak. 

Mengutip dari laman Kids Health, kondisi fisik anak yang ideal dipengaruhi oleh genetik, tidak terkecuali berat badan balita.

Bila orang tua atau kerabat dalam keluarga Anda memiliki tubuh berisi atau gemuk, kemungkinan si kecil juga bisa mengalaminya.

Begitu juga sebaliknya, bila anak keluarga Anda memiliki genetik bertubuh mungil, berat badan anak Anda tidak akan besar seperti teman-teman lainnya. 

Meski anak Anda lebih gemuk atau kurus dibanding teman-temannya, kondisi ini tetap dinyatakan sehat bila melihat faktor genetik. Biasanya, ketika masuk usia puber, berat dan tinggi badan anak akan mengikuti sesuai usia.

Cara meningkatkan berat badan anak balita

Melihat berat badan si kecil yang masih kurang dari grafik berat badan normal sering membuat orang tua khawatir. Ada beberapa cara untuk meningkatkan berat badan anak agar berada di grafik yang normal, yaitu:

Memberi makanan tinggi kalori

Bila si kecil susah makan dan Anda ingin meningkatkan berat badannya, cara yang bisa dilakukan yaitu memilih makanan atau camilan yang berkalori tinggi.

Sangat penting memberi makan tinggi kalori untuk menaikkan berat badan balita, tapi bukan berarti memberinya permen, keripik, atau kue.

Sebagai contoh, Anda bisa memberinya spaghetti carbonara yang kaya lemak atau membuat mac and cheese. Selain itu, berikan lemak tambahan seperti mentega dalam sepotong roti, dan keju parut untuk meningkatkan bobot badan si kecil.

Untuk camilan, bisa memberi makanan yang tinggi kalori seperti alpukat, pisang, madu, dan makanan instan balita.

Fokus pada kualitas makan bukan kuantitas

Ketika anak masih bayi, orang tua fokus pada jumlah makanan yang dikonsumsi si kecil. Seberapa banyak anak menyusu, berapa liter susu yang anak minum.

Namun, ketika anak sudah mulai besar dan menginjak usia balita, Anda harus mengubah kebiasaan tersebut. Orang tua perlu memberi perhatian pada kualitas makanan anak agar meningkatnya berat badan si kecil sesuai dengan gizi untuk anak.

Ini merupakan waktu yang tepat untuk memberi makanan anak dengan kualitas yang baik, bukan hanya kuantitasnya yang banyak. Namun, bukan berarti Anda langsung menghentikan beragam camilan yang dikonsumsi si kecil.

Stephanie Walsh MD, Direktur Medis Kesehatan Anak di Children’s Healthcare of Atlanta mengingatkan untuk memberi jeda untuk setiap makanan yang diberikan pada si kecil.

Beri tambahan vitamin

Beberapa vitamin penambah nafsu makan perlu diberikan guna mendukung peningkatan berat badan balita agar ideal yaitu vitamin A, C, D, dan zat besi. Khusus untuk zat besi, ini cukup penting diserap tubuh karena mampu meningkatkan nafsu makan anak.  

Namun, hati-hati saat memberi anak suplemen zat besi. Pasalnya, ada kondisi anak kelebihan zat besi dan menyebabkan masalah tubuh dalam menyerap mineral lain.

Kelebihan zat besi juga memicu konstipasi dan menambah masalah baru. Selalu konsultasi dengan dokter untuk pemberian vitamin pada anak.

Sajikan makanan dalam jumlah yang tepat

Bagaimana Anda tahu itu adalah jumlah yang tepat? Dilansir dari Family Doctor, orangtua bisa berikan satu sendok makan setiap makanan sesuai usia. Pada anak usia 3 tahun, sajikan makanan sebanyak 3 sendok makan orang dewasa setiap kali makan.

Porsi yang lebih kecil memberi kesempatan anak untuk menambah makanan dan bisa meningkatkan berat badan anak dan menjadi lebih ideal.

Biarkan anak makan sendiri

Mulai perkembangan usia 1 tahun, anak mulai mencoba makan sendiri dan terlibat dalam persiapan makanan. Di masa balita usia 1-5 tahun, Anda bisa mengajak si kecil menyiapkan sendok, menuangkan makanan ke mangkuk, dan menyuap sendiri. 

Selain itu, hindari untuk memaksa anak makan karena hanya membuatnya trauma dan kemungkinan buruknya, anak jadi mogok makan.

Ciptakan suasana yang menyenangkan ketika waktunya makan sehingga si kecil lebih nyaman saat menyantap makanannya dan berat badan balita bisa mencapai angka ideal.

Kurangi ekspektasi tinggi

Berat badan balita tidak akan langsung naik secara melesat ketika Anda melakukan beberapa hal di atas, seperti kondisi ideal yang dibayangkan.

Hindari ekspektasi tinggi terhadap sesuatu agar Anda tidak merasa tertekan dalam menjalani program menaikkan berat badan si kecil.

Dalam beberapa hal, kondisi berat badan balita yang turun dan jauh dari ideal bisa terjadi karena berbagai alasan. Misalnya, kalori yang dibakar terlalu banyak atau menjadi tanda kondisi medis tertentu.

Sangat penting untuk berdiskusi dengan dokter tentang masalah ini, terutama bila nafsu makan anak baik tapi berat badannya menyusut atau jika anak memiliki masalah pencernaan. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

Baru-baru ini ilmuwan jepang menemukan rahasia cara sempurna memeiuk bayi. Bagaimana caranya agar bayi nyaman dan tenang?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Parenting, Tips Parenting 25 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

Membentak anak dapat memberikan dampak yang buruk. Apa akibat dari anak terlalu sering dibentak dan apa yang harus dilakukan orangtua?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Parenting, Tips Parenting 22 Juni 2020 . Waktu baca 8 menit

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Mata plus sering dikenal sebagai penyakit orang tua. Padahal banyak juga kasus mata plus pada anak. Baca terus dan pelajari berbagai penyebab dan gejalanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 20 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Bayi 6 Bulan Ternyata Suka Saat Gerak-geriknya Ditiru Orang Dewasa

Sebuah penelitian menemukan bahwa bayi ternyata mengerti dan suka bila gerakannya ditiru. Mengapa begitu dan adakah pengaruhnya dalam perkembangan sosial?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 10 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bayi tidur

Informasi Seputar Jam Bayi Tidur, Cara Menidurkan, dan Posisi yang Tepat

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 2 September 2020 . Waktu baca 11 menit
manfaat skipping buat badan tinggi

Benarkah Rajin Skipping Bisa Bikin Badan Tambah Tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 28 Juli 2020 . Waktu baca 3 menit
Konten Bersponsor
penyebab stunting

Benarkah Cacingan Bisa Menyebabkan Stunting pada Anak?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit
ruam susu bayi

Berbagai Cara Mudah Mengatasi Ruam Susu Pada Bayi ASI Eksklusif

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 25 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit