Apa yang Terjadi Pada Anak yang Mengalami Malnutrisi?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 April 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Apakah anak Anda sudah mendapatkan cukup nutrisi? Masih banyak anak kecil yang menderita kekurangan gizi dan juga kelebihan gizi, hal ini disebut dengan malnutrisi. Malnutrisi pada anak bisa saja terjadi karena pola makan yang buruk dari kecil. Hal ini bisa menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan anak terganggu.

Apa itu malnutrisi?

Malnutrisi membuat tubuh anak sulit untuk melakukan hal normal, seperti bertumbuh dan melindungi tubuh dari penyakit. Malnutrisi juga dapat menghambat anak dalam melakukan aktivitas fisik maupun belajar.

Malnutrisi adalah istilah luas yang menggambarkan status gizi anak, bisa kekurangan gizi atau kelebihan gizi. Malnutrisi bisa terjadi karena anak tidak mengonsumsi nutrisi secara seimbang. Pola makan yang buruk dapat menyebabkan anak tidak mengonsumsi sumber makanan dari kelompok karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral dengan seimbang.

Kekurangan gizi

Malnutrisi lebih umum diartikan sebagai kekurangan gizi. Kekurangan gizi terjadi karena anak tidak mendapatkan gizi yang cukup dalam diet mereka. Asupan karbohidrat dan protein anak kurang dalam memenuhi kebutuhan tubuhnya untuk melakukan pertumbuhan dan perkembangan. Atau, tubuh anak tidak dapat memanfaatkan sepenuhnya nutrisi yang sudah masuk ke dalam tubuh karena anak menderita penyakit tertentu.

Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan anak mengalami kekurangan gizi adalah:

  • Penyakit celiac. Anak yang menderita penyakit celiac memiliki masalah pada ususnya. Usus anak tidak bisa mencerna gluten (intoleransi terhadap gluten). Gluten bisa Anda temukan dalam gandum, rye, dan barley.
  • Penyakit cystic fibrosis. Anak dengan cystic fibrosis mengalami kesulitan dalam menyerap nutrisi karena penyakit ini memengaruhi kerja pankreas. Pankreas adalah organ yang memproduksi enzim yang dibutuhkan dalam pencernaan.

Kelebihan gizi

Ya, malnutrisi juga meliputi kelebihan gizi, walaupun mungkin sangat jarang orang menganggap kelebihan gizi sebagai malnutrisi. Walaupun anak Anda memiliki berat badan lebih dari normal, tetapi belum tentu anak Anda memiliki tubuh yang sehat. Kelebihan berat badan atau kegemukan pada anak bisa terjadi karena anak hanya mengonsumsi lebih banyak kalori dari yang mereka butuhkan, tetapi ia tidak mengonsumsi vitamin dan mineral dalam jumlah cukup. Hal ini membuat anak tidak mendapatkan keseimbangan nutrisi, sehingga anak mengalami malnutrisi. Lagi-lagi, pola makan yang buruk dapat menyebabkan anak mengalami kekurangan vitamin dan mineral yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangannya.

Apa dampak malnutrisi pada anak?

Saat tubuh anak mengalami kekurangan nutrisi penting, seperti vitamin dan mineral, seluruh organ dalam tubuh anak Anda akan terpengaruh. Kesehatan anak dapat terganggu, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Dampak malnutrisi dalam jangka pendek

Sistem kekebalan menurun. Anak yang mengalami kekurangan gizi mempunyai sistem kekebalan tubuh yang lemah. Oleh karena itu, anak dengan kekurangan gizi memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengembangkan penyakit infeksi atau lebih mudah untuk tertular penyakit. Anak-anak cenderung mengalami kekurangan vitamin A, seng, dan zat besi.

Pertumbuhan anak terganggu. Masa anak masih merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan, sehingga pada saat ini anak membutuhkan banyak nutrisi. Saat anak tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisinya, maka pertumbuhan dan perkembangan anak pun terganggu, anak bisa mengalami keterlambatan pertumbuhan. Anak kurang gizi juga lebih mungkin mengalami infeksi gastrointestinal. Sehingga, hal ini membuat kondisi anak menjadi lebih buruk karena anak lebih sulit lagi untuk mendapatkan cukup nutrisi.

Dampak malnutrisi dalam jangka panjang

Pertumbuhan anak terganggu. Terganggunya pertumbuhan anak dalam jangka panjang bisa terjadi karena kekurangan vitamin dan mineral penting, seperti vitamin A, vitamin D, magnesium, seng, dan zat besi. Hal ini dapat mengakibatkan pertumbuhan anak semakin buruk, seperti pada pertumbuhan tulang anak. Anak yang mengalami kekurangan gizi dalam jangka panjang tidak dapat untuk memperbaiki pertumbuhannya dan mencapai pertumbuhan optimalnya. Hasilnya, anak akan mempunyai tinggi badan yang pendek (stunted).

Perkembangan otak terganggu. Selain pertumbuhan secara fisik, perkembangan otak anak juga bisa terganggu karena anak kekurangan gizi. Otak anak tidak dapat berkembang dengan optimal, akibatnya anak dalam mengalami ketidakmampuan belajar, memiliki IQ yang rendah, mengalami masalah pada ingatan dan perhatian, perkembangan bahasa yang buruk, mengalami kesulitan dalam memecahkan masalah, dan memiliki prestasi yang kurang baik di sekolah.

Bagaimana cara mencegah malnutrisi pada anak?

Cara yang paling baik dalam mencegah malnutrisi pada anak adalah dengan memberikan anak makanan yang bergizi seimbang. Makanan bergizi seimbang sangat diperlukan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Anda sebagai orangtua harus mencukupi kebutuhan gizi anak, mencakup:

  • Karbohidrat, yang bisa diperoleh dari nasi, roti, mie, pasta, dan lainnya
  • Protein, yang bisa didapat dari ikan, ayam, daging, telur, susu, tahu, tempe, dan lainnya
  • Lemak (usahakan lemak sehat), bisa diperoleh dari ikan berlemak (seperti tuna dan salmon), alpukat, kacang-kacangan, dan lainnya
  • Vitamin dan protein, bisa ditemukan dalam sayuran dan buah-buahan

BACA JUGA

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Growing Pain

Growing pain biasanya lebih sering terjadi pada anak laki-laki dari pada perempuan. Kenapa itu bisa terjadi? Bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 31 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Menilik Pentingnya Nutrisi bagi Perkembangan Otak Anak Usia Dini

Sebelum terlambat, perhatikan asupan nutrisi demi tumbuh kembang optimal termasuk perkembangan otak anak. Ini dia nutrisi yang dimaksud beserta sumbernya.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
perkembangan otak anak usia dini
Anak 1-5 Tahun, Gizi Balita, Parenting 30 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Memaksa Anak Jago Olahraga

Banyak orangtua yang memaksa anak untuk berprestasi dalam olahraga. Ambisi orang tua yang lebih besar membuat olahraga bagi anak kehilangan manfaat aslinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 9 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Katarak Kongenital

Katarak kongenital adalah kelainan bawaan lahir pada bayi, yang menyebabkan lensa mata menjadi keruh dan menghambat penglihatannya. Bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan Mata, Katarak 7 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

amenore

Amenore

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
menonton tv terlalu dekat

Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat, Bisa Bikin Mata Anak Rusak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
gigi susu anak apakah akan tanggal semua

Mulai Kapan Gigi Susu Anak Copot? Apakah Pasti Akan Copot Semua?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
virus rubella penyakit campak jerman

Rubella (Campak Jerman)

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit