Memaksa Anak Habiskan Makanan Berdampak Buruk untuk Si Kecil

Oleh

Sebagai orangtua, siapa yang tidak senang dengan anak yang lahap dan menghabiskan makanannya. Berbeda ketika ia terlihat malas saat makan, beberapa orangtua memaksa anak meghabiskan makanan, terkadang dengan sedikit ancaman. Apa dampaknya memaksakan makan pada anak?

Fakta seputar memaksa anak habiskan makanan

Anak tidak mengenal konsep lapar dan berisiko obesitas

Melansir dari Parents, memaksa anak menghabiskan makanan bisa menjadi bumerang untuk orangtua. Pasalnya, ketika anak dipaksa menghabiskan makanan, padahal ia sedang tidak terlalu lapar atau sedang tidak mau makan, membuat anak tidak bisa mengenal konsep lapar dalam tubuhnya.

“Ketika anak tidak bisa mengenali rasa laparnya, ia bisa kehilangan ‘sinyal’ untuk rasa kenyang. Efek buruknya, rentan makan berlebihan dan obesitas,” jelas Katja Rowell, M.D, seorang spesialis makanan anak. 

Rowell menambahkan, untuk mengatasi anak yang susah makan, orangtua bisa mengatur waktu makan anak sesuai jadwal. Atur kapan anak makan besar, kapan makan selingan. Hal ini akan membantu anak mengingat waktu makan dan rasa lapar sendiri. 

Tidak efektif untuk nafsu makan anak

Masih merujuk pada Parents, dalam penelitian yang diterbitkan Journal of Academy of Nutrition and Dietetics dijelaskan, konsep memaksa anak habiskan makanan atau Controlling Feeding Practices (CFP) sangat buruk untuk psikologis anak.

Alasannya, anak yang dilarang mengonsumsi makanan tidak sehat oleh orang tuanya, cenderung akan mendapatkannya ketika tidak diawasi oleh Anda. Menekan anak saat makan justru membuat anak memberontak dan semakin tidak bisa dikendalikan.

Anak makan ketika sudah waktunya

Pemberian asupan makanan pada anak yang tepat bukan dengan memaksanya menghabiskan makanan, tapi mengenal waktu makan. Dalam istilah medis, Healthful Feeding Practices (HFP) adalah cara yang paling ideal. Yaitu, membiarkan anak memutuskan waktu makan dan menu makanan apa yang akan disantap tanpa tekanan dan paksaan. 

Misalnya, ketika anak tidak ingin makan sayuran. Berikan pemahaman kalau makan sayur membuat sistem pencernaan lancar dan tidak membuat susah buang air besar. Perlahan anak akan mengerti konsep tersebut. Kalau masih belum mau atau bahkan dilempar, coba lagi di lain waktu. Memaksa anak hanya membuatnya trauma.

Ajari anak mengenal rasa lapar dan kenyang

Biarkan anak lahap makan ketika memang sudah waktunya makan. Namun bila anak merengek minta menu makanan yang cukup banyak bukan di waktunya, sebaiknya tidak diberikan. Melansir dari Health Children, ini salah satu cara untuk mengajari anak mengenal rasa lapar dan kenyang. 

Mempertahankan kebiasaan untuk makan ketika lapar dan berhenti ketika kenyang sangat bermanfaat untuk anak ketika dewasa nanti. Anak akan mengerti asupan makanan sesuai dengan kebutuhan tubuh. Sehingga bisa terhindar dari berbagai penyakit, seperti diabetes dan kolesterol.

Membuat anak trauma

Kebalikan dari obesitas, memaksa anak habiskan makanan juga bisa membuat anak trauma dan justru tidak ingin makan. Anak akan meminta makanan yang cenderung tidak sehat dan pasti tidak diperbolehkan oleh Anda. Memaksa anak menghabiskan makanan bisa menyebabkan anak tidak menyukai makanan bergizi dan sehat.

Share now :

Direview tanggal: Januari 28, 2020 | Terakhir Diedit: Januari 27, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca