Memaksa Anak Habiskan Makanan Berdampak Buruk untuk Si Kecil

Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 28/01/2020 . 3 menit baca
Bagikan sekarang

Sebagai orangtua, siapa yang tidak senang dengan anak yang lahap dan menghabiskan makanannya. Berbeda ketika ia terlihat malas saat makan, beberapa orangtua memaksa anak meghabiskan makanan, terkadang dengan sedikit ancaman. Apa dampaknya memaksakan makan pada anak?

Fakta seputar memaksa anak habiskan makanan

Anak tidak mengenal konsep lapar dan berisiko obesitas

Melansir dari Parents, memaksa anak menghabiskan makanan bisa menjadi bumerang untuk orangtua. Pasalnya, ketika anak dipaksa menghabiskan makanan, padahal ia sedang tidak terlalu lapar atau sedang tidak mau makan, membuat anak tidak bisa mengenal konsep lapar dalam tubuhnya.

“Ketika anak tidak bisa mengenali rasa laparnya, ia bisa kehilangan ‘sinyal’ untuk rasa kenyang. Efek buruknya, rentan makan berlebihan dan obesitas,” jelas Katja Rowell, M.D, seorang spesialis makanan anak. 

Rowell menambahkan, untuk mengatasi anak yang susah makan, orangtua bisa mengatur waktu makan anak sesuai jadwal. Atur kapan anak makan besar, kapan makan selingan. Hal ini akan membantu anak mengingat waktu makan dan rasa lapar sendiri. 

Tidak efektif untuk nafsu makan anak

Masih merujuk pada Parents, dalam penelitian yang diterbitkan Journal of Academy of Nutrition and Dietetics dijelaskan, konsep memaksa anak habiskan makanan atau Controlling Feeding Practices (CFP) sangat buruk untuk psikologis anak.

Alasannya, anak yang dilarang mengonsumsi makanan tidak sehat oleh orang tuanya, cenderung akan mendapatkannya ketika tidak diawasi oleh Anda. Menekan anak saat makan justru membuat anak memberontak dan semakin tidak bisa dikendalikan.

Anak makan ketika sudah waktunya

Pemberian asupan makanan pada anak yang tepat bukan dengan memaksanya menghabiskan makanan, tapi mengenal waktu makan. Dalam istilah medis, Healthful Feeding Practices (HFP) adalah cara yang paling ideal. Yaitu, membiarkan anak memutuskan waktu makan dan menu makanan apa yang akan disantap tanpa tekanan dan paksaan. 

Misalnya, ketika anak tidak ingin makan sayuran. Berikan pemahaman kalau makan sayur membuat sistem pencernaan lancar dan tidak membuat susah buang air besar. Perlahan anak akan mengerti konsep tersebut. Kalau masih belum mau atau bahkan dilempar, coba lagi di lain waktu. Memaksa anak hanya membuatnya trauma.

Ajari anak mengenal rasa lapar dan kenyang

Biarkan anak lahap makan ketika memang sudah waktunya makan. Namun bila anak merengek minta menu makanan yang cukup banyak bukan di waktunya, sebaiknya tidak diberikan. Melansir dari Health Children, ini salah satu cara untuk mengajari anak mengenal rasa lapar dan kenyang. 

Mempertahankan kebiasaan untuk makan ketika lapar dan berhenti ketika kenyang sangat bermanfaat untuk anak ketika dewasa nanti. Anak akan mengerti asupan makanan sesuai dengan kebutuhan tubuh. Sehingga bisa terhindar dari berbagai penyakit, seperti diabetes dan kolesterol.

Membuat anak trauma

Kebalikan dari obesitas, memaksa anak habiskan makanan juga bisa membuat anak trauma dan justru tidak ingin makan. Anak akan meminta makanan yang cenderung tidak sehat dan pasti tidak diperbolehkan oleh Anda. Memaksa anak menghabiskan makanan bisa menyebabkan anak tidak menyukai makanan bergizi dan sehat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Tak Perlu Tarik Urat, Begini Cara Menghadapi Anak yang Makannya Berantakan

    Semua ibu pasti pernah merasa kesal atau pusing tujuh keliling saat melihat anak makan berantakan. Eits, jangan tarik urat dulu. Hadapi dengan trik jitu ini

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Parenting, Tips Parenting 03/12/2018 . 5 menit baca

    4 Kesalahan Umum Ortu Ketika Membawakan Bekal Sekolah Anak

    Bekal sekolah anak adalah solusi bijak agar anak tetap sehat dan kebutuhan nutrisinya terpenuhi. Tapi, kok, tidak habis terus, ya?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Parenting, Nutrisi Anak 22/11/2018 . 4 menit baca

    Boleh Tidak, Sih, Anak Makan Malam? Apakah Ada Batas Waktunya?

    Katanya, makan malam bikin gemuk. Lalu bagaimana jika anak makan malam? Apakah ada batas waktu tertentu jika si kecil mau makan malam?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
    Parenting, Nutrisi Anak 14/11/2018 . 4 menit baca

    4 Tips Seru Mengajak Anak Menyiapkan Bekal Makan Siang

    Selain bisa menunjang perkembangan, bekal makan siang sehat untuk anak juga mendorong prestasinya di sekolah. Yuk, ajak anak buat bekal bersama!

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Parenting, Nutrisi Anak 30/10/2018 . 5 menit baca

    Direkomendasikan untuk Anda

    anak makan serat

    4 Tips Jitu Agar Si Kecil Doyan Makan Serat

    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Dipublikasikan tanggal: 16/09/2019 . 4 menit baca
    anak susah makan anak tidak mau makan

    Anak Susah Makan Jangan Dibiarkan, Ini Cara Mengatasinya

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 10/06/2019 . 15 menit baca
    anak malas sarapan

    Yuk, Bujuk Anak yang Malas Sarapan Pagi Dengan 3 Trik Ini

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Dipublikasikan tanggal: 22/02/2019 . 5 menit baca
    kebiasaan makan anak

    6 Kesalahan Orangtua Saat Menanamkan Kebiasaan Makan Pada Anak

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 13/02/2019 . 5 menit baca