home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tips Mengajarkan Anak Makan Sendiri Secara Bertahap

Tips Mengajarkan Anak Makan Sendiri Secara Bertahap

Belajar makan sendiri merupakan perkembangan penting bagi Anda. Bagi orang dewasa, tentu makan sendiri merupakan hal yang mudah dilakukan, tapi anak-anak perlu belajar untuk makan dengan baik. Mengajari anak makan sendiri mungkin bukan merupakan hal yang mudah. Tapi, menyuapi anak terus-terusan sampai ia besar juga tidak baik. Ini hanya akan menghambat perkembangannya.

Kenapa penting mengajarkan anak makan sendiri?

Makan merupakan kebutuhan dasar anak untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya guna mendukung perkembangan dan pertumbuhannya. Keterampilan anak makan sendiri merupakan tahapan perkembangan anak yang sangat penting.

Kegiatan makan melibatkan banyak kemampuan yang harus dikuasai anak. Banyak tahapan yang harus dilalui anak untuk bisa mengantarkan makanan sampai ke dalam mulutnya. Pertama, anak harus melihat makanannya, mengambil makanannya dengan tangan, kemudian membawanya sampai ke mulut, menyesuaikan dengan letak mulutnya, membuka mulutnya, mengunyah sampai menelan makanan.

Setelah anak bisa makan dengan tangan, anak kemudian mengembangkan kemampuannya makan dengan sendok dan garpu. Anak mungkin sering menjatuhkan makanannya sehingga berantakan. Namun, belajar memegang sendok merupakan salah satu cara mengembangkan keterampilan motorik halus anak.

Selain mengembangkan banyak kemampuan anak, makan sendiri juga melibatkan banyak perasaan dan kemampuan inderanya. Serta, mengembangkan kemampuan anak untuk bisa mandiri, yang diperlukan untuk kehidupan anak selanjutnya.

Tahapan mengajari anak makan sendiri

Saat Anda mulai memperkenalkan anak dengan makanan padat, anak mungkin sudah mulai menunjukkan keinginannya untuk makan sendiri. Saat Anda menyuapinya dengan sendok, ia mungkin ingin memegang sendok juga. Saat anak Anda melihat makanan, anak mungkin ingin mengambilnya dan memasukkannya ke dalam mulutnya. Ini merupakan awal yang baik, Anda hanya perlu mendukungnya lebih lagi.

1. Memberi anak makanan yang bisa dipegang oleh tangan (finger food)

Tahap pertama, Anda bisa mulai dengan memberi anak makanan yang bisa dipegangnya. Hal ini dapat melatih bagaimana anak menggenggam makanan lalu membawa makanan sampai ke mulut dan memakannya. Makanan yang bisa digunakan sebagai finger food adalah makanan yang mudah digenggam oleh anak dan bertekstur lunak. Contohnya, seperti buah apel yang telah dipotong, pepaya dipotong kecil, brokoli kukus, wortel kukus, kentang rebus, dan sebagainya.

Anda bisa memulai tahapan ini saat usia anak menginjak 8 bulan. Atau, beberapa anak mungkin bisa memulainya lebih cepat, sekitar usia 6 bulan saat ia sudah diperkenalkan dengan makanan padat, sudah mampu mengambil benda yang ada di sekelilingnya, sudah mampu duduk sendiri, serta sudah mampu mengunyah dan mengeluarkan makanan. Ingat, perkembangan bisa berbeda-beda antar anak.

2. Mengenalkan anak dengan sendok sebagai alat untuk makan

Setelah anak sudah bisa makan sendiri dengan finger food, Anda bisa mengajak anak untuk makan menggunakan sendok. Tahapan memperkenalkan anak dengan sendok untuk makan dapat dimulai sekitar usia 13-15 bulan. Ini mungkin akan berbeda-beda tiap anak.

Walaupun anak makan sendiri dengan sendok pasti membuat kotor karena makanan terjatuh, namun membiarkan anak makan dengan sendok pada usia lebih dini dapat mendorongnya untuk belajar mengembangkan kemampuan makan sendiri. Anda mungkin akan merasa kesal saat anak selalu menjatuhkan makanannya saat makan sendiri dengan sendok, namun ini merupakan bagian dari perkembangan anak.

Pada usia 18 bulan, anak mungkin akan lebih lihai menggunakan sendok untuk memberi makan dirinya sendiri. Dan, pada usia 2 tahun atau 3 tahun, anak mungkin sudah mampu menggunakan sendok untuk makan tanpa terjatuh. Anda mungkin hanya perlu membantu memotong kecil-kecil makanan anak agar anak dapat mengambilnya dengan mudah.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Raising Children Network. (2016). Children learning to feed themselves | Raising Children Network. [online] Available at: http://raisingchildren.net.au/articles/children_learning_to_feed_themselves.html [Accessed 15 May 2017].

Stanley, A. (2014). When Do Toddlers Start Self-Feeding?. [online] Available at: http://www.parents.com/toddlers-preschoolers/development/growth/when-do-toddlers-self-feed/ [Accessed 15 May 2017].

Mielke, K. (2008). Guidelines for The Development of Self-Feeding Skills. [online] Available at: https://www.superduperinc.com/handouts/pdf/156%20Self-Feeding.pdf [Accessed 15 May 2017].

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Arinda Veratamala Diperbarui 04/09/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x