home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Jangan Sembarang Memberi Makanan Manis Pada Anak, Ini 4 Bahayanya

Jangan Sembarang Memberi Makanan Manis Pada Anak, Ini 4 Bahayanya

Rasa-rasanya, hampir tak ada anak-anak yang tak suka makanan manis. Apalagi, orangtua juga suka menghadiahi anak dengan makanan manis karena telah berperilaku baik. Namun, memberikan makanan manis pada anak tak selalu membawa dampak yang baik. Di balik itu ada beberapa dampak yang mungkin bahaya untuk anak jika sering makan makanan manis.

Pengaruh makanan manis bagi kesehatan anak

Batas asupan gula harian yang aman bagi anak-anak adalah 25 gram atau setara dengan 2 sendok makan.

Padahal, makanan manis seperti sebungkus makanan ringan, permen, dan minuman manis bisa jadi memiliki kandungan gula setengah dari batas maksimum.

Itu masih belum ditambah dari makanan yang Anda masak, susu kemasan, atau makanan ringan lain yang mungkin anak makan.

Anak-anak memang membutuhkan asupan gula untuk menunjang pertumbuhannya. Akan tetapi, asupan gula yang tidak terkontrol dapat menimbulkan dampak berikut:

1. Kecanduan

Makanan manis membuat anak-anak merasa senang sehingga mereka menginginkan lebih. Jika dibiarkan tanpa terkendali, kegemaran anak-anak terhadap makanan manis justru bisa berbahaya untuk kesehatan fisik maupun psikologisnya.

Salah satu yang paling mudah dilihat adalah kecanduan. Anak yang kecanduan makanan manis akan menunjukkan gejala ketika keinginannya untuk makan makanan manis tidak dituruti. Gejala tersebut biasanya berupa:

2. Pembusukan gigi

Pembusukan gigi biasanya terjadi karena menumpuknya sisa gula pada celah gigi. Bakteri mulut akan menjadikan gula sebagai makananannya dan menghasilkan zat asam.

Gabungan bakteri, sisa gula, zat asam, dan liur kemudian membentuk plak gigi.

Lambat-laun, plak akan semakin merusak gigi. Bentuk kerusakan gigi yang biasanya dialami anak-anak, antara lain:

  • sakit gigi berkepanjangan;
  • peradangan, bengkak, dan perdarahan pada gusi akibat gingivitis;
  • penyakit gusi yang lebih parah seperti periodontitis;
  • kerusakan permanen hingga pecahnya gigi; dan
  • infeksi pada gusi.

karies botol

3. Obesitas

Anak-anak yang sering makan makanan manis akan lebih berisiko kena obesitas jika tidak diimbangi dengan makanan bergizi seimbang.

Bahaya makanan manis ini tentu tak berhenti saat anak masih kecil. Anak-anak obesitas akan terus mengalami kondisi ini hingga dewasa jika pola makannya tidak diperbaiki.

Ia juga berisiko lebih besar mengalami masalah kesehatan sebagai berikut.

  • Asma.
  • Gangguan metabolik yang ditandai dengan kelebihan lemak pada perut serta tingginya nilai gula darah, trigliserida, tekanan darah, dan kolesterol total.
  • Gangguan tidur akibat kesulitan bernapas.
  • Diabetes tipe 2.
  • Masalah perilaku dan kemampuan belajar.

4. Gangguan perilaku

Bahaya makanan manis juga dapat berdampak pada perilaku anak Anda. Setelah dicerna dan diserap, gula akan memasuki aliran darah dengan cepat. Hal ini memicu kenaikan gula darah secara drastis dan membuat Anak menjadi hiperaktif.

Penelitian dalam laman MedlinePlus juga menunjukkan adanya pengaruh antara asupan gula dengan perilaku anak. Anak-anak yang sering diberikan makanan manis sebagai hadiah oleh orangtuanya justru cenderung berperilaku negatif ketika dewasa.

Tak bisa dipungkiri, anak-anak begitu lekat dengan makanan manis. Tanggung jawab orangtua adalah memastikan bahwa makanan manis yang dikonsumsi anak-anaknya berasal dari sumber yang menyehatkan.

Pilihlah makanan manis yang lebih baik seperti buah-buahan. Anda pun bisa berperan lebih aktif dengan membuat camilan manis sendiri menggunakan bahan yang menyehatkan. Dengan begitu, anak Anda akan terhindar dari bahaya makanan manis yang berlebihan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Children should eat less than 25 grams of added sugars daily. https://newsroom.heart.org/news/children-should-eat-less-than-25-grams-of-added-sugars-daily Diakses pada 27 Agustus 2019.

Sugar Addiction in Children. https://www.livestrong.com/article/339955-sugar-addiction-in-children/ Diakses pada 27 Agustus 2019.

Sugar: How Bad Are Sweets for Your Kids? https://health.clevelandclinic.org/sugar-how-bad-are-sweets-for-your-kids/ Diakses pada 27 Agustus 2019.

Complications of Tooth Decay. https://www.news-medical.net/health/Complications-of-Tooth-Decay.aspx Diakses pada 27 Agustus 2019.

Childhood obesity. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/childhood-obesity/symptoms-causes/syc-20354827 Diakses pada 27 Agustus 2019.

Too Much Sugar Can Cause Health Problems in Kids. https://www.verywellfamily.com/is-too-much-sugar-harmful-to-kids-22337 Diakses pada 27 Agustus 2019.

Hyperactivity and sugar. https://medlineplus.gov/ency/article/002426.htm Diakses pada 27 Agustus 2019.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari
Tanggal diperbarui 4 minggu lalu
x