backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

16 Jenis Makanan Sehat dan Bernutrisi Tinggi untuk Anak

Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita · General Practitioner · None


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 13/05/2024

16 Jenis Makanan Sehat dan Bernutrisi Tinggi untuk Anak

Memberikan makanan sehat untuk anak sejak kecil sangat baik bagi tumbuh kembangnya. Tak hanya membuat pertumbuhannya optimal, risiko anak terserang penyakit kronis ketika dewasa juga bisa menurun.

Sebagai awalan untuk menanamkan kebiasaan anak ini, tentu Anda harus pintar dalam memilih berbagai macam makanan sehat. Jika ingin kebutuhan nutrisi anak terpenuhi dengan baik, pahami seputar makanan bergizi dan bernutrisi tinggi untuk si Kecil yang sebaiknya tersaji di menu hariannya.

Sumber makanan sehat dan bernutrisi untuk anak

Demi mencukupi kebutuhan gizi anak sekolah, termasuk pada masa perkembangan anak 6—9 tahun, bukan porsi makannya saja yang harus diperhatikan.

Anda juga perlu memperhatikan keragaman jenis makanannya. Memberikan ragam jenis makanan yang sehat dan bernutrisi tinggi tentu menjadi pilihan yang tepat.

Pemberian makanan sehat untuk anak dapat membantu mendukung perkembangan kognitif serta fisiknya sejak dini, termasuk saat SD dan SMP hingga SMA nantinya.

Lalu, makanan apa saja yang sebaiknya dipilih? Berikut beberapa pilihan makanan sehat dan bernutrisi tinggi untuk anak setiap hari.

1. Apel

perbedaan kandungan gizi apel merah vs apel hijau

Sebagai makanan sehat untuk anak, apel mengandung berbagai vitamin dan mineral, seperti vitamin A, K, dan C serta kalium dan magnesium, yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.

Kandungan mineral boron dalam apel juga dapat membantu meningkatkan kepadatan tulang dan mendukung pertumbuhan tulang yang sehat pada anak-anak.

Selain itu, apel mengandung antioksidan, seperti flavonoid dan polifenol, yang dapat melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Serat dalam apel juga dapat membantu meningkatkan fungsi pencernaan anak, mencegah sembelit, dan mendukung kesehatan usus.

Cukup berikan apel sebagai camilan sehat dapat membantu anak-anak merasa kenyang lebih lama, membantu mengontrol berat badan, dan mencegah kelebihan makan.

2. Buah beri

Buah beri-berian, seperti stroberi dan blueberry, kaya akan vitamin C, antioksidan, dan fitokimia.

Kandungan tersebut diketahui bisa melindungi sel-sel dari kerusakan serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak. Oleh karena itu, jenis buah ini termasuk makanan yang sehat untuk anak.

Anda bisa gunakan buah beri sebagai topping atau mencampurkannya ke dalam makanan anak, seperti es krim, yoghurt, pancake, atau bahkan sereal.

3. Telur

Telur juga merupakan salah satu makanan bernutrisi tinggi untuk anak. Selain kaya akan protein dan vitamin, telur adalah salah satu sumber kolin yang paling banyak.

Kolin sendiri merupakan nutrisi yang penting untuk membantu perkembangan otak anak.

Anda bisa memasak telur menjadi berbagai makanan yang lezat untuk anak, seperti telur rebus atau telur goreng.

Anda juga bisa mencampurkannya ke dalam makanan lain, misalnya sup, bubur, mie, atau bahkan makanan penutup seperti puding.

4. Susu sapi

Susu sapi bisa menjadi sumber kalsium dan fosfor yang baik untuk anak. Kedua kandungan tersebut diketahui penting untuk membangun tulang dan otot anak.

Akan tetapi, perlu diperhatikan ketentuan pemberian susu sapi sesuai dengan usia anak. Jika anak Anda belum berusia 2 tahun, berikan susu yang mengandung lemak, bukan susu rendah lemak atau skim.

Ini karena anak umumnya memerlukan energi ekstra untuk tumbuh dan berkembang, kecuali jika ia memang sudah kelebihan berat badan.

5. Selai kacang

selai kacang

Selai kacang diketahui bisa memberi anak energi dan protein yang dibutuhkan karena mengandung tinggi lemak tak jenuh tunggal.

Namun demikian, beberapa merek selai kacang mengandung tambahan gula, garam, minyak sawit, dan lemak terhidrogenasi parsial.

Sayangnya, hal ini bisa membuat kualitas nutrisi di dalam selai kacang menjadi menurun dan menjadikannya makanan yang kurang sehat untuk anak.

Untuk itu, pastikan selai kacang yang Anda pilih memiliki nutrisi yang tetap terjaga.

Anda bisa mengoleskan selai kacang pada makanan anak, seperti biskuit, atau menjadikannya topping pada es krim atau pancake.

6. Makanan dari gandum utuh

Gandum utuh mengandung jenis serat yang bisa menjaga kesehatan pencernaan dan mencegah sembelit pada anak. Akan tetapi, beberapa anak mungkin tidak suka rasa gandum utuh.

Untuk mengatasi hal ini, Anda bisa berikan gandum utuh berupa sereal atau biskuit sebagai makanan camilan sehat untuk anak.

Anda Juga bisa mencampurkan gandum utuh (seperti beras merah dan roti gandum utuh) dengan gandum olahan (seperti nasi putih dan roti putih) agar anak bisa terbiasa dengan rasa gandum utuh.

7. Daging

Makanan bernutrisi tinggi untuk anak berikutnya, yaitu daging merah. Daging merah bisa menjadi sumber protein dan zat besi yang baik untuk anak.

Zat besi bermanfaat untuk mengoptimalkan perkembangan dan fungsi otak serta mendukung kekebalan tubuh anak.

Untuk menyajikan daging yang tepat bagi anak, pilih daging yang empuk, kemudian cincang atau potong kecil-kecil.

8. Ikan

Ikan memiliki banyak protein yang bisa membantu membentuk otot dan tulang di dalam tubuh anak.

Bukan hanya itu, ikan dengan kandungan minyak tinggi, seperti ikan salmon, tuna, dan sarden, juga mengandung asam omega 3 yang bisa mendukung perkembangan mata, otak, dan saraf.

Dalam penyajiannya, Anda bisa membuat berbagai makanan sehat dengan menggunakan ikan untuk anak. Misalnya dengan digoreng, direbus, hingga menjadi menu olahan lainnya.

9. Keju

Keju merupakan jenis olahan susu sapi yang mengandung protein, kalsium, fosfor, dan vitamin D yang bagus untuk kesehatan dan pertumbuhan tulang pada anak.

Anak-anak umumnya lebih menyukai keju dengan rasa yang lebih ringan seperti mozzarella. Namun, Anda juga bisa memberikan anak Anda keju jenis lainnya jika suka.

Anda bisa menjadikan keju sebagai camilan dengan memotongnya menjadi potongan kecil atau tipis, campuran ke dalam makanan, atau topping yang ditabur di atas makanan.

10. Brokoli

sumber vitamin E bisa didapat dari brokoli

Melansir dari Health Xchange, brokoli kaya akan nutrisi yang bisa meningkatkan perkembangan mata dan mencegah kerusakan sel.

Selain itu, makanan sehat untuk anak ini juga mengandung banyak serat yang mampu meningkatkan fungsi sistem pencernaan dan mencegah sembelit.

Untuk mengolahnya, potong brokoli menjadi kecil-kecil, lalu rebus dalam air mendidih. Anda bisa menyajikannya sebagai camilan, salad, atau campuran makanan lain.

11. Wortel

Wortel termasuk jenis sayuran yang baik untuk anak. Ini karena wortel mengandung beta karoten dan karotenoid lainnya yang bisa diubah menjadi vitamin A di dalam tubuh.

Vitamin A sendiri penting untuk kesehatan kulit dan penglihatan serta pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh.

Untuk penyajian makanan bernutrisi ini, cukup potong-potong wortel sesuai dengan kebutuhan anak dan rebus di dalam air mendidih.

Wortel bisa disajikan menjadi campuran dalam makanan lain, seperti sop, atau sebagai camilan yang bisa dicocol dengan saus atau krim keju.

12. Labu

Bukan hanya sayur, buah-buahan juga mengandung tinggi beta karoten, sehingga cocok menjadi makanan sehat untuk anak. Salah satunya, yaitu labu.

Buah labu juga mengandung karotenoid lain yang bisa diubah menjadi vitamin A aktif di dalam tubuh.

Anda bisa membuat labu menjadi bubur yang lezat dan mudah dikonsumsi oleh anak-anak.

13. Ubi jalar

Dari jenis umbi-umbian, ubi jalar juga termasuk sumber beta karoten yang tinggi dan karotenoid lainnya.

Kandungan karoteoid tersebut juga bisa diolah di dalam tubuh menjadi vitamin A aktif yang bagus untuk kulit dan penglihatan serta pertumbuhan jaringan tubuh.

Ubi jalar juga termasuk bahan makanan yang mudah diolah. Anda cukup mengukusnya untuk dijadikan sebagai makanan camilan sehat untuk anak.

14. Tomat

Tomat juga termasuk buah yang mengandung vitamin A yang penting untuk kesehatan mata dan pertumbuhan sel-sel tubuh.

Selain itu, tomat mengandung vitamin C yang membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh anak, sehingga dapat melindungi mereka dari infeksi dan penyakit.

Kandungan antioksidan, seperti likopen, dalam tomat juga dapat memberikan perlindungan terhadap kerusakan sel tubuh akibat radikal bebas.

Tomat dapat dimakan mentah, diolah menjadi saus, atau menjadi bagian dari berbagai hidangan seperti salad.

15. Pepaya

Kandungan vitamin A dalam pepaya penting untuk kesehatan mata anak-anak dan pertumbuhan sel tubuh.

Pepaya juga mengandung enzim pencernaan papain yang dapat membantu memecah protein dan meningkatkan proses pencernaan.

Selain itu, vitamin E dalam pepaya dapat memberikan perlindungan terhadap sel-sel tubuh anak-anak dari kerusakan oksidatif.

Makanan bernutrisi tinggi untuk anak ini dapat disajikan dalam berbagai cara, termasuk dimakan langsung, dibuat menjadi jus, atau ditambahkan ke dalam salad buah.

16. Susu

Zat besi merupakan salah satu gizi yang penting untuk mencegah anemia dan mendukung tumbuh kembang anak.

Anak yang kebutuhan zat besi hariannya terpenuhi, relatif mengalami kenaikan tinggi badan lebih optimal.

Untuk itu, Anda dapat memberikan asupan gizi seimbang, terutama dari sumber protein hewani yang kaya zat besi.

Salah satunya adalah susu yang menjadi nutrisi tambahan pilihan untuk memenuhi kebutuhan zat besi si Kecil.

Anda bisa bantu mengoptimalkan kebutuhan zat besi harian si Kecil dengan memberikan susu pertumbuhan yang terfortifikasi dengan zat besi dan vitamin C.

Kombinasi zat besi dan vitamin C dapat memaksimalkan penyerapan zat besi di dalam tubuh, untuk pencegahan anemia defisiensi besi.

Kenapa memberikan makanan sehat untuk anak itu penting?

Bukan hanya dapat mencegah serangan penyakit, memberikan makanan sehat dan bergizi untuk anak juga menawarkaan segudang manfaat seperti berikut ini.
  • Menstabilkan persediaan energi di dalam tubuh.
  • Memperbaiki suasana hati (mood).
  • Membantu menjaga berat badan ideal.
  • Membantu mencegah timbulnya masalah pada kesehatan mental, seperti kecemasan, depresi, dan ADHD.
Jadi mulai sekarang, sebaiknya tanamkan kebiasaan makan makanan sehat untuk membantu mendukung tumbuh kembang anak.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Damar Upahita

General Practitioner · None


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 13/05/2024

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan