Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Alasan Penting Jangan Memaksakan Kehendak Pada Anak

Alasan Penting Jangan Memaksakan Kehendak Pada Anak

Kepada para orangtua, jangan memaksakan kehendak Anda pada anak-anak. Sangat wajar bila orangtua ingin agar anaknya dapat mencapai hal yang terbaik, namun kalau niat itu sampai memaksakan, maka ada risiko yang bakal muncul.

Apa saja risiko-risiko tersebut? Lalu bagaimana cara yang perlu ditempuh untuk menyampaikan keinginan orangtua kepada anak? Simak penjelasannya di bawah ini.

Alasan jangan memaksakan kehendak pada anak

remaja memberontak

Setiap orangtua punya harapan pada anak-anaknya. Terkadang, harapan itu berupa urusan pendidikan, pekerjaan, jodoh sampai tempat tinggal. Sekilas, harapan itu terkesan sebagai bagian dari pendidikan anak agar bisa menjalani hidup lebih baik di masa depan. Namun, ada kalanya keinginan itu berujung pemaksaan.

Pengalaman pahit orangtua ketika masa muda, bisa jadi faktor utama pemaksaan kehendak pada anak. Orangtua tak mau anaknya mengulangi kesalahan dan selalu berharap anaknya hidup lebih baik.

Tidak ada salahnya dengan keinginan tersebut. Selama anaknya setuju dan siap menjalani hidup yang disarankan orangtua. Tapi kalau tidak, maka orangtua harus memberi kebebasan.

Misalnya saja dalam hal pelajaran sekolah. Ada orangtua yang menuntut anaknya agar mendapat nilai terbaik sehingga menjadi kebanggaan orangtua. Sayangnya, cara yang ditempuh orangtua adalah dengan memaksa mereka untuk belajar terus-terusan. Padahal kenyataannya, ini malah menjadi beban bagi anak.

Saat anak sudah merasa belajar menjadi beban, maka dia sulit untuk berkembang. Belajar jadi sebuah proses yang tidak menyenangkan.

Ekspektasi orangtua dan ketakutan anak

mencegah infeksi hiv

Melansir laman Psychology Today, ekspektasi yang diterakan pada anak membangun tembok di bawah alam sadarnya. Tembok tersebut membatasi pikiran mereka ke depan untuk mengeksplorasi kemampuan alami mereka.

Anak dilahirkan dengan kemampuannya sendiri dan yang mereka bisa lakukan saat berkembang adalah memaksimalkan kelebihan mereka. Ada kalanya kemampuan anak tidak bertemu dengan ekspektasi orangtua.

Ajaran orangtua dengan standar yang benar bagi mereka, bisa saja menekan anak. Sehingga mereka memiliki pandangan yang tidak luas dan bergantung pada titah orangtua.

Hal ini bisa menyebabkan ketakutan yang muncul pada anak. Misalnya, orangtua berkata “kalau kamu tidak mengikuti apa kata mama atau papa dengan cara ini, kamu pasti gagal” atau “jangan sampai nilaimu jelek, pokoknya mama dan papa berharap kamu jadi anak pintar”.

Tekanan semacam ini membuat anak jadi takut dalam melakukan sebuah hal yang ingin mereka lakukan. Sebagian akan menjalani apa yang orangtua inginkan, bisa jadi sebagian memberontak untuk menjalani cara mereka sendiri.

Penting untuk jangan memaksakan kehendak pada anak, berilah kesempatan untuk mereka mencari cara hingga mencapai golnya,

Mengerti keinginannya, jangan memaksakan kehendak pada anak

mendidik anak remaja

Anak memiliki pemikiran yang berbeda berdasarkan pengalaman dan informasi yang mereka terima. Selama keinginannya positif, jangan memaksakan kehendak pada anak. Ajak anak berdiskusi dan berkomunikasi tentang apa yang mereka inginkan. Ketahui apa tujuan yang mereka inginkan dan bagaimana cara mereka ingin mencapainya.

Orangtua tentu boleh memberikan kritikan yang membangun agar anak tetap semangat berjuang apa yang menjadi keinginan. Walaupun tak sepemikiran, cobalah untuk pahami dan hindari kritikan yang membuatnya tersudut.

Yakinlah bahwa anak siap bertanggung jawab atas apa yang dipilihnya. Setelah mengetahui visi anak, cobalah untuk menjadi temannya. Berikan anak soal pandangan dan motivasi sehingga ia bisa mencapai yang ia inginkan.

Misalnya, anak ternyata sangat suka musik dan ia ingin menjadi penyanyi. Anda bisa memberikan referensi penyanyi yang mengawali kariernya dengan perjuangan. Kemudian berikan keyakinan pada anak bahwa ia bisa.

Selama itu ia tekuni, kembangkan, serta melatih kepercayaan dirinya, niscaya anak mampu meraih tujuan dengan caranya. Walaupun sulit bagi orangtua menerima anak yang memilih jalan lain, tapi mengertilah bahwa anak akan melakukan yang terbaik dan bisa belajar lebih banyak dari kemampuan dasar yang ia miliki

Maka itu, komunikasi adalah kunci penting antara orangtua dan anak untuk lebih saling mengerti. Jangan lagi memaksakan kehendak pada anak, biarkan mereka berkembang dan menggali pengalaman mereka pada kehidupan selanjutnya.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Parenting: Expectations of Success: Benefit or Burden. https://www.psychologytoday.com/intl/blog/the-power-prime/201011/parenting-expectations-success-benefit-or-burden. Diakses 10 Desember 2019.

Psychological Force. https://www.sciencedirect.com/topics/computer-science/psychological-force. Diakses 10 Desember 2019.

Rogers, M., Theule, J., Ryan, B., Adams, G., & Keating, L. (2009). Parental Involvement and Children’s School Achievement. Canadian Journal Of School Psychology24(1), 34-57. doi: 10.1177/0829573508328445. Diakses 10 Desember 2019.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Maria Amanda Diperbarui 27/01/2020
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto