Si Kecil Ketagihan Makanan Pedas, Adakah Batas Amannya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 01/01/2020 . 3 menit baca
Bagikan sekarang

Makanan dengan cita rasa pedas sulit dihilangkan dari menu makanan yang ada di Indonesia. Belum lengkap rasanya jika sehari tanpa makanan pedas. Kebiasaan ini dilakukan turun-temurun sampai anak-anak menyukai makanan pedas sejak usia dini.

Namun, apakah mereka sudah diperbolehkan mengonsumsi makanan pedas sejak kecil?

Makanan hambar belum tentu bernutrisi

“Anak Anda ingin makan dengan rasa yang enak juga, sama seperti orang dewasa,” ujar Kristi King, ahli diet senior di Rumah Sakit Anak Texas dan juru bicara untuk Akademi Nutrisi dan Diet.

Makanan yang hambar belum tentu lebih baik bagi anak. Di beberapa negara yang dikenal kaya akan rempah-rempah seperti India, Thailand, Amerika Selatan, dan Indonesia, si kecil diperkenalkan pada rempah-rempah dengan mencampurnya pada makanan bayi. Sehingga anak suka makanan pedas sejak usia belia.

Di India, keluarga tidak ragu untuk menambahkan bumbu kari pada makanan bayi. Lalu keluarga di Thailand sering menjadikan santan, serai, asam, dan bahkan cabai sebagai salah satu bumbu dari makanan padat pertama anak-anak. Contoh lainnya, anak yang berasal dari keluarga berdarah Latin terbiasa dengan berbagai rempah seperti jintan, ketumbar, dan cabai.

Di Indonesia sendiri, anak selalu penasaran dengan makanan yang orang tua atau orang-orang sekitarnya makan. Sedikit demi sedikit toleransi mereka terhadap rasa pedas semakin tinggi. Dapat dikatakan, anak suka makanan pedas karena kebiasaan yang tidak pernah lepas dari sambal, cabai, atau rempah dengan cita rasa pedas.

Memperkenalkan makanan pedas pada anak

Bolehkah anak makan makanan pedas? Jawabannya adalah tergantung. Setiap anak memiliki tingkat toleransi yang berbeda-beda terhadap makanan.

Anda sebenarnya juga kemungkinan telah meningkatkan tingkat toleransi anak terhadap makanan pedas melalui ASI yang diberikan saat masa-masa menyusui. Namun perlu diingat, sebelum anak mencapai usia satu tahun, Anda belum boleh terlalu banyak memberikannya makanan yang mengandung bumbu dengan rasa kuat terutama pedas.

Anda dapat mulai memperkenalkan anak dengan rempah-rempah yang memiliki rasa ringan terlebih dahulu. Di antaranya kayu manis, pala, jahe, kunyit, dan lain sebagainya dengan takaran sedikit demi sedikit.

Batasan aman ketika anak suka makanan pedas

Dengan bertambahnya usia, toleransi tubuh si kecil terhadap makanan dengan rasa yang baru dan lebih kuat akan semakin tinggi. Kondisi organ-organ sudah lebih siap untuk menerima berbagai jenis makanan baru.

Jika si kecil sudah ketagihan, tentu yang dikhawatirkan adalah seberapa pedas makanan yang masih wajar dikonsumsi sesuai dengan usia si kecil.

Amati bagaimana buah hati bereaksi terhadap makanan baru. Jika buah hati sensitif terhadap makanan-makanan baru, lebih baik memberikan makanan tanpa bumbu atau rempah terlebih dahulu.

Walaupun makanan pedas jarang menimbulkan alergi, makanan pedas dapat mengiritasi saluran pencernaan dan menimbulkan refluks gastroesofageal atau GERD.

Batas pasti berapa banyak makanan pedas yang boleh dikonsumsi anak sesuai umur tidak ditentukan oleh jumlah. Melainkan reaksi si kecil terhadap tingkat kepedasan dari makanan tertentu.

Anda sebagai orang tua dalam hal ini berperan penting untuk mengatur ketika anak suka makan pedas. Dengan menentukan seberapa banyak atau sering si kecil mengonsumsi makanan pedas.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Manfaat Chia Seed untuk Anak Plus Cara Mengolahnya

Banyak sekali manfaat chia seed untuk kebutuhan nutrisi anak Anda, mulai dari memenuhi kebutuhan nutrisi hingga vitamin. Bagaimana cara mengolahnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Parenting, Nutrisi Anak 17/12/2019 . 5 menit baca

Walaupun Sehat, Seberapa Banyak Anak Boleh Makan Buah?

Buah-buahan mengandung vitamin dan mineral yang bermanfaat. Namun, buah juga mengandung gula. Jadi, seberapa banyak anak boleh makan buah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Serat Anak, Parenting, Nutrisi Anak 11/12/2019 . 4 menit baca

Porsi Makan Siang Anak yang Ideal Agar Si Kecil Selalu Aktif dan Sehat

Makan siang merupakani "bekal" untuk menyediakan simpanan energi saat anak beraktivitas. Sudahkah Anda tahu berapa porsi makan siang yang ideal bagi anak?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Nutrisi Anak 29/11/2019 . 4 menit baca

Bolehkah Anak Cuma Makan Buah Sebagai Sumber Seratnya?

Banyak anak lebih menyukai buah dibandingkan sayur karena rasanya jauh lebih lezat. Lantas, bolehkah anak cuma makan buah tanpa mengonsumsi sayur?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Parenting, Nutrisi Anak 18/10/2019 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat obat kumur

Ini Manfaat Obat Kumur untuk Para Pecinta Makanan Pedas

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 16/06/2020 . 4 menit baca
camilan sehat balita

Biar Makin Lahap, Ini Menu Makanan Balita Usia 1-5 Tahun yang Bisa Dicoba

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 20/04/2020 . 13 menit baca
Mengonsumsi makanan pedas

Benarkah Keseringan Mengonsumsi Makanan Pedas Bikin Cepat Pikun?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 05/02/2020 . 3 menit baca
anak makan pasta

Anak Cuma Mau Makan Pasta, Apakah Baik Bagi Kesehatannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 08/01/2020 . 4 menit baca