Si Kecil Ketagihan Makanan Pedas, Adakah Batas Amannya?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto

Makanan dengan cita rasa pedas sulit dihilangkan dari menu makanan yang ada di Indonesia. Belum lengkap rasanya jika sehari tanpa makanan pedas. Kebiasaan ini dilakukan turun-temurun sampai anak-anak menyukai makanan pedas sejak usia dini.

Namun, apakah mereka sudah diperbolehkan mengonsumsi makanan pedas sejak kecil?

Makanan hambar belum tentu bernutrisi

“Anak Anda ingin makan dengan rasa yang enak juga, sama seperti orang dewasa,” ujar Kristi King, ahli diet senior di Rumah Sakit Anak Texas dan juru bicara untuk Akademi Nutrisi dan Diet.

Makanan yang hambar belum tentu lebih baik bagi anak. Di beberapa negara yang dikenal kaya akan rempah-rempah seperti India, Thailand, Amerika Selatan, dan Indonesia, si kecil diperkenalkan pada rempah-rempah dengan mencampurnya pada makanan bayi. Sehingga anak suka makanan pedas sejak usia belia.

Di India, keluarga tidak ragu untuk menambahkan bumbu kari pada makanan bayi. Lalu keluarga di Thailand sering menjadikan santan, serai, asam, dan bahkan cabai sebagai salah satu bumbu dari makanan padat pertama anak-anak. Contoh lainnya, anak yang berasal dari keluarga berdarah Latin terbiasa dengan berbagai rempah seperti jintan, ketumbar, dan cabai.

Di Indonesia sendiri, anak selalu penasaran dengan makanan yang orang tua atau orang-orang sekitarnya makan. Sedikit demi sedikit toleransi mereka terhadap rasa pedas semakin tinggi. Dapat dikatakan, anak suka makanan pedas karena kebiasaan yang tidak pernah lepas dari sambal, cabai, atau rempah dengan cita rasa pedas.

Memperkenalkan makanan pedas pada anak

Bolehkah anak makan makanan pedas? Jawabannya adalah tergantung. Setiap anak memiliki tingkat toleransi yang berbeda-beda terhadap makanan.

Anda sebenarnya juga kemungkinan telah meningkatkan tingkat toleransi anak terhadap makanan pedas melalui ASI yang diberikan saat masa-masa menyusui. Namun perlu diingat, sebelum anak mencapai usia satu tahun, Anda belum boleh terlalu banyak memberikannya makanan yang mengandung bumbu dengan rasa kuat terutama pedas.

Anda dapat mulai memperkenalkan anak dengan rempah-rempah yang memiliki rasa ringan terlebih dahulu. Di antaranya kayu manis, pala, jahe, kunyit, dan lain sebagainya dengan takaran sedikit demi sedikit.

Batasan aman ketika anak suka makanan pedas

Dengan bertambahnya usia, toleransi tubuh si kecil terhadap makanan dengan rasa yang baru dan lebih kuat akan semakin tinggi. Kondisi organ-organ sudah lebih siap untuk menerima berbagai jenis makanan baru.

Jika si kecil sudah ketagihan, tentu yang dikhawatirkan adalah seberapa pedas makanan yang masih wajar dikonsumsi sesuai dengan usia si kecil.

Amati bagaimana buah hati bereaksi terhadap makanan baru. Jika buah hati sensitif terhadap makanan-makanan baru, lebih baik memberikan makanan tanpa bumbu atau rempah terlebih dahulu.

Walaupun makanan pedas jarang menimbulkan alergi, makanan pedas dapat mengiritasi saluran pencernaan dan menimbulkan refluks gastroesofageal atau GERD.

Batas pasti berapa banyak makanan pedas yang boleh dikonsumsi anak sesuai umur tidak ditentukan oleh jumlah. Melainkan reaksi si kecil terhadap tingkat kepedasan dari makanan tertentu.

Anda sebagai orang tua dalam hal ini berperan penting untuk mengatur ketika anak suka makan pedas. Dengan menentukan seberapa banyak atau sering si kecil mengonsumsi makanan pedas.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 1, 2020 | Terakhir Diedit: Desember 31, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca